CANTIKA.COM, Jakarta - Kamu itu berharga! Bukan cuma itu, kita juga punya kekuatan besar untuk membantu orang lain merasakan hal yang sama. Dua poin penting itulah yang menjadi fondasi utama dalam buku terbaru karya Jennifer Breheny Wallace yang berjudul "Mattering".
Lantas, apa sebenarnya arti dari kata "berharga" itu sendiri? Wallace menjelaskan bahwa berharga merupakan kebutuhan dasar manusia untuk merasa dihargai. Di sisi lain, rasa berharga juga menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk menambah nilai atau memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kedua aspek ini memegang peran yang sangat krusial dalam kehidupan kita.
"Kita sedang mengalami epidemi kesepian," ungkap Wallace, penulis juga jurnalis, dilansir Real Simple. Ia menambahkan bahwa akar dari fenomena ini adalah adanya kesenjangan rasa berharga. Ketika seseorang tidak merasa berharga, mereka cenderung menarik diri atau mengisolasi diri dari lingkungan.
Menurut Wallace, kamu bisa mengalami kesenjangan rasa berharga ini dalam berbagai momen sehari-hari, baik dalam skala besar maupun kecil. Contohnya, kamu tidak mendapatkan pengakuan yang layak di tempat kerja. Kamu merasa orang-orang mengabaikanmu saat momen makan malam bersama. Atau, pasangan kamu sendiri justru menganggap remeh kehadiranmu.
Semua perasaan sesak itu muncul bukan tanpa alasan! Untuk mengatasinya, berikut beberapa cara praktis dari Wallace yang bisa mengingatkan diri kamu memang berharga.
1. Luangkan Waktu untuk Merenung
Di penghujung hari, coba pikirkan kembali bagaimana hari kamu berjalan. Wallace menyarankan agar kamu menentukan satu cara kecil saja yang menunjukkan kontribusi nyata kamu dalam kehidupan orang lain, lalu menuliskannya.
Mungkin kamu membantu tetangga, atau kamu berhasil membuat rekan kerja tertawa lepas lewat lelucon konyol. Pilihan lainnya, kamu juga bisa mengapresiasi diri sendiri karena sudah menghadapi sebuah percakapan yang sulit dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
"Kesadaran diri seperti ini efektif membangun rasa penting dalam diri kita sendiri," ujar Wallace.
2. Simpan Catatan Kebaikan dari Orang Lain
Wallace menyarankan agar kamu membuat sebuah file kebaikan. Bentuknya bisa berupa kotak khusus atau folder tempat kamu menyimpan semua catatan kecil, pesan singkat, atau kartu ucapan terima kasih yang pernah orang lain berikan untukmu.
Pada hari-hari "mendung" ketika kamu merasa tidak penting dan kehilangan arah, kamu bisa mengeluarkan semua catatan itu. Baca kembali satu per satu untuk mengingat seberapa besar nilai yang kamu miliki di mata mereka.
3. Berikan Ucapan Terima Kasih yang Spesifik
"Menjadi penting juga berarti menunjukkan kepada orang lain bahwa kita menghargai mereka," tutur Wallace. Ketika seseorang membelikanmu sebuah hadiah yang bagus, cobalah untuk lebih fokus pada sang pemberi hadiah, bukan hanya pada barangnya.
Alih-alih sekadar mengucapkan, "Terima kasih atas sweter yang indah ini," kamu bisa menggantinya dengan kalimat yang lebih mendalam, seperti: "Terima kasih karena kamu selalu menjadi teman yang benar-benar mengenal aku dan tahu apa yang aku sukai."
Kamu juga bisa menerapkan hal serupa setelah seseorang memberikan nasihat kepadamu. Ucapkan kalimat aktif yang apresiatif seperti: "Aku sudah mencoba saranmu, dan inilah hasilnya. Aku sangat berterima kasih karena kamu mau meluangkan waktu dan memberikan bimbingan yang luar biasa untukku."
4. Perhatikan Orang-Orang yang Kamu Temui
Dalam bukunya, Wallace menulis pentingnya menciptakan ruang yang bermakna (meaningful space) di sekitar kita. "Ruang yang bermakna adalah tempat apa pun di luar rumah dan tempat kerja di mana kamu bisa membangun sebuah komunitas," jelasnya.
Tempat ini bisa berupa kedai kopi langganan, taman, pusat kebugaran, atau lokasi mana pun yang sering kamu kunjungi.
Wallace menceritakan kisah ayahnya yang rutin mengunjungi sebuah restoran seminggu sekali setelah pensiun. Sang ayah mempelajari nama-nama staf di sana dan tulus bertanya tentang kehidupan mereka. Suatu ketika, sang ayah terpaksa absen selama beberapa minggu demi merawat ibu mertuanya yang sakit hingga meninggal dunia.
Saat sang ayah kembali ke restoran tersebut, seluruh staf langsung menyambutnya dan bertanya ke mana ia pergi. Hebatnya, seluruh staf restoran tersebut menandatangi kartu ucapan belasungkawa dan menyerahkannya kepada sang ayah. Sang ayah berhasil mengubah restoran biasa menjadi ruang yang bermakna karena ia memberikan perhatian, mengenal para staf secara personal, dan mereka pun mengenal dirinya dengan baik.
5. Bayangkan Sebuah Tanda Tak Terlihat
Wallace memiliki sebuah tantangan menarik untuk dirinya sendiri yang layak kita tiru. Cobalah bayangkan setiap orang yang kamu temui hari ini sedang mengenakan sebuah tanda tak terlihat di dada mereka yang bertuliskan: "Katakan padaku, apakah aku penting?"
Dengan membayangkan hal itu, kamu tentu akan merespons mereka dengan penuh kemurahan hati dan belas kasih. Menariknya, ada bonus tersembunyi yang bisa kamu dapatkan dari kebiasaan ini.
"Setiap kali kita memperkuat nilai orang lain, kita sebenarnya sedang mengingatkan diri sendiri bahwa kita juga dibutuhkan, dihargai, dan mampu membuat perbedaan," tandas Wallace.
Jadi, dengan mengingatkan orang lain bahwa mereka penting, kamu secara otomatis sedang menegaskan betapa pentingnya nilai dirimu sendiri.
Pilihan Editor: Saat Pasangan Tak Ingin Hubungan Serius, Pakar: Sebaiknya Tinggalkan
REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















