Tiga Bayi Harimau Benggala Lahir di TSI Prigen

5 hours ago 1

THE GrandTaman Safari Prigen kembali mencatatkan keberhasilan dalam upaya konservasi satwa liar melalui kelahiran tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026. Kelahiran ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus memperkuat komitmen TSI Prigen dalam mendukung pelestarian satwa langka serta menjaga keberagaman genetik harimau benggala. 

Pada tanggal 1 Maret 2026, telah lahir dua ekor anak harimau benggala berwarna oranye (normal) dengan komposisi jenis kelamin satu jantan dan satu betina. Selanjutnya, pada tanggal 3 Maret 2026, kembali lahir seekor harimau benggala putih dari pasangan indukan Anja dan Rinjani. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kelahiran harimau benggala putih ini menjadi salah satu indikator penting adanya variasi genetik dalam populasi harimau benggala di bawah pengelolaan konservasi TSI Prigen. Harimau putih sendiri merupakan hasil dari gen resesif langka yang secara alami dapat muncul dalam populasi harimau benggala  (probabilitas sekitar 25 persen).  

"Kehadiran variasi warna ini menunjukkan pentingnya pengelolaan genetik yang baik untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan populasi satwa," kata Direktur Utama TSI Jansen Manangsang melalui keterangan yang diterima Tempo di Bogor. Kamis, 30 April 2026.

Jansen mengatakan, selain menjadi daya tarik edukasi dan konservasi, keberhasilan reproduksi ini juga mencerminkan pentingnya biodiversitas atau keanekaragaman hayati dalam sebuah populasi satwa. Kekayaan genetik berperan besar dalam meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan, menjaga kesehatan populasi, serta meminimalkan risiko kelainan genetik akibat perkawinan sedarah. 

Oleh karena itu, kata Jansen, pengelolaan konservasi berbasis keberagaman genetik menjadi salah satu fokus utama Taman Safari Indonesia II Prigen dalam mendukung pelestarian satwa liar Indonesia maupun dunia.

Manajemen TSI Prigen menyampaikan bahwa seluruh indukan dan anak harimau dalam kondisi sehat dan saat ini berada dalam pengawasan intensif tim medis serta animal keeper profesional untuk memastikan tumbuh kembang satwa berjalan optimal. 

"Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam program konservasi ex-situ harimau benggala, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistemnya," kata Jansen.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |