CANTIKA.COM, Jakarta - Perkembangan dunia content creator dan affiliator di TikTok membuat pola konsumsi audiens ikut berubah. Jika dulu iklan formal dengan visual sempurna dianggap paling meyakinkan, kini justru konten sehari-hari terasa lebih relatable dan dipercaya banyak orang.
Hal inilah yang juga dirasakan oleh content creator sekaligus beauty enthusiast, Alma Tando. Setelah enam tahun berkecimpung di dunia konten kreatif, Alma melihat bahwa audiens saat ini lebih tertarik pada pengalaman nyata dibanding promosi yang terlalu dibuat-buat.
“Sekarang orang lebih memilih lihat konten sehari-hari untuk cari referensi baru dibanding iklan formal,” ujar Alma di acara konferensi pers #TemukanCantikmu, TikTok ForYouBeauty di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026
Menurutnya, sebagai konsumen, ia juga memiliki kebiasaan yang sama. Sebelum membeli suatu produk, ia lebih tertarik melihat bagaimana produk digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh orang biasa dibanding hanya melihat campaign iklan besar. “Kalau lihat real experience-nya, kita jadi tahu produknya benar-benar works atau enggak,” lanjutnya.
Konten Natural Kini Lebih Dipercaya
Alma menilai perubahan behavior audiens terjadi karena masyarakat kini semakin terbiasa mengonsumsi berbagai jenis konten digital setiap hari. Hal itu membuat konsumen menjadi lebih kritis sekaligus lebih selektif. “Dulu kita percaya banget sama iklan TV atau public figure terkenal. Sekarang orang lebih suka lihat daily life content yang terasa natural,” katanya.
Konten sederhana seperti seseorang memakai cushion saat bersiap kerja, menyemprot parfum di mobil, atau makeup routine singkat justru terasa lebih autentik di mata audiens. Menurut Alma, kedekatan emosional itu menjadi salah satu faktor penting yang membuat sebuah konten affiliator lebih mudah dipercaya dan mendorong keputusan pembelian.
Konferensi pers #TemukanCantikmu, TikTok ForYouBeauty pertemukan kreator, brand, dan komunitas untuk merayakan kecantikan Indonesia di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026/Foto: Dok. TikTok
Audiens TikTok Kini Makin Pintar
Tidak hanya soal format konten, Alma juga melihat perubahan besar dari cara audiens memahami dunia beauty dan makeup. Jika dulu banyak orang hanya mengejar complexion paling putih atau tone makeup tertentu, kini audiens mulai memahami pentingnya memilih produk sesuai undertone dan warna kulit asli mereka.
“Sekarang orang-orang sudah mulai tanya, ‘Ini cocok enggak ya buat warm undertone?’ atau ‘Kalau kulit tan bagus enggak?’ Menurut aku itu perubahan yang besar banget,” jelas Alma.
Ia menilai edukasi seputar beauty kini semakin berkembang, termasuk tren personal color analysis yang ramai dibicarakan di media sosial.
Hal tersebut membuat konsumen tidak lagi membeli produk hanya karena viral, tetapi juga mempertimbangkan apakah produk tersebut benar-benar cocok dengan kebutuhan mereka.
Kunci Jadi Affiliator Bukan Hard Selling
Bagi Alma, menjadi affiliator yang berhasil bukan sekadar menjual produk, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dengan audiens melalui konten yang jujur dan relevan.
Konten yang terasa terlalu scripted atau hard selling justru dinilai semakin sulit menarik perhatian penonton TikTok saat ini.
Sebaliknya, pendekatan yang lebih natural dan personal dianggap lebih efektif karena audiens merasa melihat pengalaman nyata, bukan sekadar promosi.
“Audiens sekarang makin pintar, jadi kita juga harus terus kasih inovasi terbaik lewat konten yang relatable dan informatif,” ujarnya.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















