PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran pada Selasa, kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 8 malam waktu Washington untuk menghancurkan "seluruh peradaban."
Seperti dilaporkan CNN, Trump mengatakan perjanjian gencatan senjata itu dibuat dengan syarat Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz yang penting.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran setuju untuk PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!”, tulis Trump di Truth Social.
Dalam sebuah unggahan di X, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengkonfirmasi gencatan senjata selama dua minggu. “Berdasarkan kesepakatan tersebut, angkatan bersenjata Iran akan menghentikan operasi pertahanan jika serangan terhadap negara itu dihentikan,” tulis Araghchi seperti dilansir The Independent.
Aragachi juga menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir karena telah mendesak Trump untuk menerapkan gencatan senjata.
Selama periode ini, jalur aman melalui Selat Hormuz akan difasilitasi dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
Sebelumnya, Iran telah memblokir Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak yang vital, karena serangan AS dan Israel tanpa alasan sejak 28 Februari. Sebelum serangan tersebut, Selat Hormuz bebas dilewati oleh kapal-kapal dari berbagai negara.
Gencatan Senjata di Lebanon
Gencatan senjata yang dicapai AS dan Iran juga mencakup Lebanon, kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden AS Donald Trump.
“Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA,” kata Sharif dalam sebuah pernyataan.
Klaim Trump
Trump mengklaim gencatan senjata disetujui karena AS telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer. “Dan telah sangat jauh dalam Kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah,” tulis Trump.
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan. Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan,” ia menambahkan.
Gedung Putih mengumumkan penutupan konferensi pers pada pukul 18.44, yang berarti para pejabat tidak memperkirakan bahwa pers akan melihat Trump selama sisa malam itu.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)








