Trump Ultimatum Iran, Sebut Tenggat Hormuz Tak Bisa Ditawar

7 hours ago 3

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tenggat bagi Iran untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz sudah final. Menurut laporan Al Jazeera, pada Senin, 6 April, Trump menyatakan batas waktu hingga Selasa malam tidak akan diperpanjang.

Ia memperingatkan, jika Teheran tidak mengizinkan kebebasan navigasi, Amerika Serikat akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasinya pada masa damai.

Menanggapi proposal Iran, Trump menyebut langkah tersebut belum cukup.

“Ini adalah proposal yang signifikan. Ini langkah yang signifikan. Itu belum cukup baik, tetapi ini langkah yang sangat signifikan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menambahkan para perantara “sedang bernegosiasi sekarang”.

Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara

Adapun Iran menolak proposal gencatan senjata sementara selama 45 hari yang diajukan Pakistan. Dikutip NBC News, usulan itu merupakan salah satu dari sejumlah opsi yang dibahas melalui jalur mediator antara Washington dan Teheran.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan Teheran telah menyampaikan proposal berisi 10 poin melalui Pakistan.

Proposal tersebut menekankan penghentian perang secara permanen, termasuk jaminan keamanan di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi pascakonflik.

“Kami tidak akan sekadar menerima gencatan senjata,” kata Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdousi Pour “Kami hanya menerima berakhirnya perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ungkapnya.

Gedung Putih: Belum Ada Persetujuan

Gedung Putih menyatakan berbagai opsi masih dalam pembahasan dan belum disetujui oleh Trump. “Ini adalah salah satu dari banyak gagasan, dan Presiden belum menyetujuinya. Operasi Epic Fury terus berlanjut,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Trump juga menegaskan kecil kemungkinan memperpanjang tenggat. “Mereka sudah punya banyak waktu,” ujarnya. Ia bahkan mengancam dapat membombardir Iran hingga “kembali ke zaman batu” jika kesepakatan tidak tercapai.

Saat ditanya soal potensi pelanggaran hukum perang, Trump menepis kekhawatiran tersebut, “Saya tidak khawatir tentang itu,” katanya. Ia menambahkan, “Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.”

Sebelumnya, militer Iran mengecam pernyataan Trump sebagai tidak masuk akal. Mereka menyebutnya “delusional” dan menilai ancaman tersebut sebagai retorika arogan tanpa dasar.

Meski ketegangan meningkat, komunikasi kedua negara masih berlangsung melalui mediator, termasuk Pakistan, Mesir, dan Turki. Pejabat kedua pihak mengakui adanya pertukaran pesan dalam dua pekan terakhir.

Trump juga mengklaim negosiasi tetap berjalan, meski menghadapi kendala komunikasi. “Kami berkomunikasi seperti 2.000 tahun lalu, dengan anak-anak yang membawa catatan bolak-balik,” ujarnya. Namun ia menambahkan, “Saya bisa katakan, mereka sedang bernegosiasi. Kami pikir dengan itikad baik. Kita akan lihat hasilnya.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |