Wadanpuspom TNI Bungkam saat Ditanya Kasus Andrie Yunus

3 hours ago 2

WAKIL Komandan Pusat Polisi Militer (Wadanpuspom) TNI Marsekal Pertama Bambang Suseno bungkam saat ditanya tentang perkembangan penyidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu disiram air keras pada 12 Maret 2026.

Bambang hanya menelungkupkan kedua tangan saat para wartawan bertanya tentang hasil penyidikan yang dilakukan Puspom TNI maupun pelimpahan perkara Andrie dari kepolisian ke oditur militer. Pertanyaan itu dilontarkan wartawan usai Bambang menghadiri agenda konferensi pers di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa, 7 April 2026.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah sebelumnya menyatakan, upaya penyidikan kasus tersebut masih terus berlangsung. "Keempat pelaku telah ditetapkan tersangka," kata Aulia dalam keterangan tertulis pada Selasa, 31 Maret 2026.

Penyidik Puspom TNI juga sempat mengunjungi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo atau RSCM dengan maksud meminta keterangan dari Andrie Yunus selaku korban. "Dokter belum mengizinkan dengan alasan kesehatan,” ujar Aulia.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, menyatakan empat pelaku penyerangan merupakan anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI. “Saya telah menerima orang yang diduga sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Yusri pada Jumat, 18 Maret 2026. 

Yusri menyebut keempat pelaku berasal dari matra darat dan laut, yakni NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka kini ditahan di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026 lalu. 

Andrie Yunus disiram air keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Ia kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM dan dinyatakan mengalami luka bakar pada lebih dari 20 persen pada bagian kanan tubuhnya.

Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |