2 Aktivis Gaza Flotilla Terima Ancaman Kematian di Israel

6 hours ago 3

DUA aktivis dari armada bantuan yang menuju Gaza (Global Sumud Flotilla)— Thiago De Avila asal Brasil dan Saif Abu Keshek asal Spanyol— telah menerima ancaman kematian saat dipenjara di Israel. Hal ini diungkapkan kelompok advokasi Israel untuk Palestina pada Senin 4 Mei 2026.

Pusat hak asasi manusia Adalah mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu mengatakan bahwa Avila dan Abu Keshek mengalami perlakuan buruk, penyiksaan psikologis, dan ancaman kematian atau hukuman penjara 100 tahun di penjara-penjara Israel.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pernyataan Adalah muncul setelah kunjungan pengacara Hadeel Abu Saleh dan Lubna Touma ke Penjara Shikma di Israel selatan, tempat kedua aktivis tersebut ditahan.

Ditambahkan bahwa kedua aktivis tersebut telah memasuki hari keenam mogok makan. Mereka hanya mengonsumsi air, sebagai protes terhadap penculikan ilegal mereka dari perairan internasional saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan yang bertujuan untuk mematahkan blokade ilegal yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Avila mengatakan kepada pengacaranya bahwa ia telah menjalani "interogasi berulang, masing-masing berlangsung hingga delapan jam, di mana para interogator secara terang-terangan mengancamnya, mengatakan bahwa ia akan dibunuh atau dipenjara selama 100 tahun."

Para aktivis ditahan "di fasilitas yang sangat dingin dan ditutup matanya setiap kali mereka dipindahkan keluar sel, bahkan selama pemeriksaan medis."

"Adalah terus menuntut pembebasan mereka segera dan tanpa syarat serta diakhirinya prosedur ilegal ini."

Abu Keshek dan Avila termasuk di antara 175 aktivis di atas lebih dari 20 kapal yang digerebek dan dicegat pada Kamis lalu saat dalam perjalanan ke Gaza dalam upaya untuk menentang pengepungan Israel.

Para aktivis dibawa ke Israel untuk diinterogasi dan kemungkinan dituntut, menurut pernyataan dari koalisi Global Sumud Flotilla pada Ahad.

Kapal-kapal pertama armada, yang membawa bantuan kemanusiaan, meninggalkan Barcelona pada 12 April. Sementara armada utama berlayar dari pulau Sisilia di Italia pada 26 April, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun oleh Israel.

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza sejak 2007, membuat 2,4 juta penduduk Palestina wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

Israel melancarkan genosida selama dua tahun ke Gaza pada Oktober 2023. Genosida ini menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah yang terkepung.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |