Liputan6.com, Jakarta Setiap orang di dunia ini pasti pernah diuji, mulai mengalami kehilangan, kesulitan hidup, rasa sakit, atau kegagalan yang menyedihkan. Sementara itu, dalam pandangan Islam, ujian adalah wujud rasa sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Dalam berbagai hadist tentang sabar, Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan bahwa kesabaran adalah cahaya kehidupan. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi keteguhan hati untuk berdiri tegak di tengah badai, sekaligus percaya bahwa setiap takdir memiliki hikmah baik di baliknya.
Tidak semua ujian berakhir dengan kesedihan. Banyak yang justru menjadi pintu menuju keberkahan, membuka jalan rezeki yang tak disangka, atau menghapus dosa yang tersembunyi. Kesabaran menjadi doa pembuka rezeki, saat seseorang bertahan tanpa mengeluh. Dalam kehidupan sehari-hari, kesabaran juga menjadi bekal ketika kita mengamalkan berbagai doa, seperti doa sebelum bekerja, doa keberkahan rumah tangga, bahkan doa penenang hati saat terasa lelah. Berikut ini 20 hadits tentang sabar yang bisa Anda renungkan untuk menumbuhkan kekuatan dalam diri.
1. Sabar sebagai Cahaya Kehidupan
النَّظَافَةُ نِصْفُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلاَةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
(HR. Muslim)
Latin:
An-nadhāfatu nisfu al-īmān, wal-ḥamdu lillāhi tamla’u al-mīzān, wa subḥānallāhi wal-ḥamdu lillāhi tamla’āni mā bayna as-samā’i wal-arḍ, waṣ-ṣalātu nūr, waṣ-ṣadaqatu burhān, waṣ-ṣabru ḍiyā’, wal-Qur’ānu ḥujjatun laka aw ‘alaik.
Artinya:
“Kebersihan adalah separuh dari iman, ‘Alhamdulillah’ memenuhi timbangan, dan ‘Subhanallah walhamdulillah’ memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah bagimu atau atasmu.”
Rasulullah Muhammad SAW menggambarkan sabar sebagai cahaya yang memancar dari dalam hati. Sabar membuat seseorang tetap tenang, meski berada di tengah gelapnya ujian hidup.
2. Sabar sebagai Anugerah
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Latin:
Wa mā u‘ṭiya aḥadun ‘aṭā’an khayran wa awsa‘a minaṣ-ṣabr.
Artinya:
“Tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran.”
Sabar melatih hati untuk tidak tergesa-gesa. Ia mengajarkan kita bahwa setiap doa, termasuk doa pembuka rezeki atau doa untuk anak, membutuhkan waktu untuk dikabulkan.
3. Ujian adalah Tanda Cinta Allah
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
(HR. Tirmidzi)
Latin:
Idzā aḥabballāhu qauman ibtalāhum.
Artinya:
“Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.”
Cobaan bukan bentuk hukuman, melainkan tanda bahwa Allah sedang mengangkat derajat seorang hamba. Melalui ujian, Allah menumbuhkan keimanan dan kesungguhan hati seorang hamba.
4. Sabar saat Tertimpa Musibah
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى
(HR. Bukhari)
Latin:
Innamā aṣ-ṣabru ‘inda aṣ-ṣadmatil-ūlā.
Artinya:
“Sesungguhnya sabar itu (yang utama) hanyalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.”
Hadist ini mengingatkan bahwa ukuran kesabaran seseorang terlihat dari reaksinya ketika musibah pertama kali datang menghantam. Saat hati masih kaget dan pikiran belum siap, di situlah sabar yang sebenarnya diuji. Jika seseorang mampu menahan diri, tetap tenang, dan tidak terbawa emosi pada momen awal itu, berarti ia sudah memiliki fondasi sabar yang kuat. Setelah fase pertama terlewati, biasanya hati lebih mudah menerima, sehingga kualitas sabarnya tidak sekuat saat awal musibah terjadi.
5. Pentingnya Menahan Amarah
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Latin:
Laysa asy-syadīdu biṣ-ṣura‘ah, innamā asy-syadīdu alladzī yamliku nafsahu ‘indal-ghaḍab.
Artinya:
“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
Hadist ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan diukur dari kemampuan fisik, tetapi dari kemampuan seseorang mengendalikan dirinya. Saat amarah muncul, pikiran sering kali menjadi sempit dan hati mudah terdorong untuk bereaksi berlebihan. Orang yang benar-benar kuat adalah dia yang bisa menahan dorongan itu, tetap berpikir jernih, dan memilih respon yang bijak. Mengelola emosi seperti ini jauh lebih sulit daripada mengalahkan lawan dalam pertarungan, karena musuhnya adalah diri sendiri.
6. Semakin Besar Ujian, Semakin Besar Pahala
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
(HR. Tirmidzi)
Latin:
Inna ‘iẓamal-jazā’i ma‘a ‘iẓamil-balā’, wa inna Allāha idzā aḥabba qauman ibtalāhum.
Artinya:
“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian; dan apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka.”
Hadist ini menjelaskan bahwa setiap ujian yang terasa berat sebenarnya membawa peluang pahala yang juga besar. Allah tidak memberi cobaan tanpa makna, justru ujian itu menjadi tanda bahwa Dia ingin meningkatkan derajat hamba-Nya. Ketika seseorang diuji, itu bukan berarti ia dibenci, tetapi justru bisa menjadi bukti bahwa Allah sedang memperhatikannya. Dengan melewati ujian itu dengan sabar, seseorang akan mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar daripada kesulitan yang ia rasakan.
7. Sabar Mendapatkan Balasan Luar Biasa
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(HR. Muslim)
Latin:
Innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bighayri ḥisāb.
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala mereka tanpa batas.”
Betapa besar nilai kesabaran di sisi Allah hingga pahalanya tidak dibatasi hitungan. Kesabaran yang dimaksud bukan hanya menahan diri saat musibah, tetapi juga bertahan dalam ketaatan dan menjauhi hal yang dilarang. Setiap kesulitan yang diterima dengan lapang hati akan dibalas dengan kebaikan yang jauh melebihi apa yang dibayangkan manusia. Karena itu, orang yang sabar sebenarnya sedang menabung ganjaran besar yang Allah janjikan tanpa perhitungan.
8. Sabar dan Syukur
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ
(HR. Muslim)
Latin:
‘Ajaban li amril-mu’min, inna amrahu kullahu khayr.
Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, karena seluruh urusannya adalah kebaikan.”
Kehidupan seorang mukmin selalu mengarah pada kebaikan, apa pun keadaan yang ia hadapi. Saat mendapat nikmat, ia bersyukur, dan syukur itu menjadi kebaikan baginya. Ketika diuji, ia bersabar, dan sabar itu juga menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya. Karena itu, hidup seorang mukmin tidak pernah benar-benar merugi, sebab setiap situasi bisa menjadi jalan menuju kebaikan.
9. Kesabaran Membawa Pertolongan Allah
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ
(HR. Ahmad)
Latin:
Wa‘lam anna naṣra ma‘aṣ-ṣabr.
Artinya:
“Ketahuilah, kemenangan datang bersama kesabaran.”
Keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses panjang yang disertai kesabaran. Seseorang yang mampu bertahan dan tetap berusaha meski menghadapi rintangan memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil terbaik. Kesabaran membuat hati tetap tenang sehingga langkah yang diambil lebih terarah. Karena itu, kemenangan sejati sering muncul setelah seseorang melewati berbagai ujian tanpa menyerah.
10. Sabar adalah Setengah dari Iman
الصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيمَانِ
(HR. Abu Nu‘aim)
Latin:
Aṣ-ṣabru niṣful-īmān.
Artinya:
“Sabar adalah separuh dari iman.”
Sabar memiliki kedudukan yang sangat besar hingga dianggap sebagai setengah dari iman. Banyak ajaran dalam Islam yang hanya bisa dijalankan dengan sikap sabar, baik dalam beribadah, menahan diri dari maksiat, maupun menghadapi ujian hidup. Tanpa kesabaran, seseorang mudah goyah dan sulit mempertahankan konsistensi dalam kebaikan. Karena itu, sabar menjadi pondasi penting yang menguatkan seluruh bagian iman lainnya.
11. Sabar Menghapus Dosa
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Latin:
Mā yuṣībul-muslima min naṣabin wa lā waṣabin wa lā hamm-in wa lā ḥuznin wa lā adhan wa lā ghammin, ḥattā asy-syaukatu yusyākuhā, illā kaffarallāhu bihā min khaṭāyāh.
Artinya:
“Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, atau kegelisahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”
Rasa lelah, sakit, atau sedih yang dialami seorang muslim tidak pernah sia-sia di sisi Allah. Bahkan gangguan kecil atau duri yang menusuk pun bisa menjadi penghapus dosa. Ini menunjukkan betapa Allah begitu lembut dan penuh kasih, hingga ujian sehari-hari yang tampak sepele pun dihitung sebagai kebaikan. Karena itu, setiap kesulitan yang dirasakan seharusnya membuat seseorang lebih tenang, karena ada pahala dan ampunan yang Allah siapkan di baliknya.
12. Sabar dalam Ibadah
أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ مَا أُكْرِهَتْ عَلَيْهِ النُّفُوسُ
(HR. Ahmad)
Latin:
Afdhalul-a‘māli mā ukrihat ‘alayhin-nufūs.
Artinya:
“Amalan yang paling utama adalah yang paling berat dilakukan oleh jiwa.”
Amalan yang paling bernilai biasanya bukan sesuatu yang mudah atau menyenangkan untuk dilakukan. Justru amal yang terasa berat—seperti menahan amarah, bersedekah saat kondisi pas-pasan, atau bangun malam untuk beribadah memiliki ganjaran lebih besar. Kesulitan itu menunjukkan adanya perjuangan hati untuk menundukkan hawa nafsu. Semakin kuat usaha seseorang melawan rasa malas atau enggan, semakin tinggi pula nilai amal tersebut di sisi Allah.
13. Sabar Berbuah Kemenangan
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ
(HR. Ahmad dan Thabrani)
Latin:
Waṣbir wa mā ṣabruka illā billāh.
Artinya:
“Bersabarlah, dan kesabaranmu itu tidak lain hanyalah karena pertolongan Allah.”
Kesabaran tidak semata-mata hasil kekuatan diri, tetapi datang dari pertolongan Allah. Tanpa bantuan-Nya, manusia mudah terpancing emosi atau merasa putus asa. Ketika seseorang meminta kekuatan kepada Allah, hatinya menjadi lebih tenang sehingga ia mampu menghadapi ujian dengan lapang. Oleh karena itu, setiap kali kita berusaha sabar, sebenarnya kita sedang ditopang oleh rahmat dan bimbingan Allah.
14. Sabar adalah Penolong dalam Kesulitan
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
(HR. Muslim)
Latin:
Wasta‘īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh.
Artinya:
“Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.”
Dua cara paling kuat untuk mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan bersabar dan mendirikan shalat. Sabar membuat hati lebih tenang menghadapi ujian, sementara shalat menjadi ruang untuk mencurahkan kegelisahan langsung kepada Allah. Ketika keduanya dilakukan bersama, seseorang akan merasa lebih kuat dan tidak mudah goyah. Inilah sebabnya sabar dan shalat disebut sebagai pegangan utama saat menghadapi masalah apa pun.
15. Sabar adalah Jalan Menuju Surga
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ ... إِلَّا رَفَعَ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً
(HR. Tirmidzi)
Latin:
Mā yuṣībul-mu’mina min naṣabin wa lā waṣabin ... illā rafa‘allāhu bihī darajah.
Artinya:
“Tidaklah seorang mukmin ditimpa kelelahan dan penderitaan kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.”
Setiap kelelahan dan penderitaan yang dirasakan seorang mukmin tidak pernah sia-sia di sisi Allah. Justru ujian itu menjadi sebab meningkatnya kedudukan dan kemuliaan dirinya. Semakin besar kesulitan yang ia hadapi dengan keteguhan, semakin tinggi pula derajat yang Allah berikan. Oleh karena itu, setiap rasa capek dan sakit yang dialami dalam perjalanan hidup seharusnya membuat seseorang lebih yakin bahwa Allah sedang meninggikan posisinya.
16. Sabar adalah Karakter Orang Beriman
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ
(HR. Bukhari)
Latin:
Walladzīna ṣabarū ibtighā’a wajhi rabbihim.
Artinya:
“Dan orang-orang yang bersabar karena mengharap keridaan Tuhannya.”
Kesabaran yang paling mulia adalah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena ingin mendapatkan rida Allah. Orang yang bersabar dengan niat ini tidak mengharapkan pujian atau perhatian manusia. Ia tetap tenang dan tegar meski tidak ada yang melihat perjuangannya, karena tujuannya hanya untuk Allah. Kesabaran seperti inilah yang memiliki nilai paling tinggi dan membawa keberkahan dalam hidup.
17. Sabar Membuat Hidup Tenang
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
(HR. Ahmad)
Latin:
Wa man yataṣabbar yuṣabbirhu Allāh.
Artinya:
“Barang siapa berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya sabar.”
Kesabaran dimulai dari usaha seseorang untuk menahan diri. Ketika seseorang mencoba tetap tenang meski hatinya gelisah, Allah akan menambahkan kekuatan sehingga ia menjadi lebih sabar. Usaha kecil seperti menahan ucapan, memperlambat emosi, atau menarik napas dalam sudah termasuk langkah menuju kesabaran. Semakin sering seseorang melatih dirinya, semakin Allah kuatkan hatinya hingga sabar menjadi sifat yang melekat.
18. Sabar adalah Tanda Keimanan
لَا يَكُونُ الْعَبْدُ مُؤْمِنًا حَتَّى يَرْضَى بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَهُ
(HR. Muslim)
Latin:
Lā yakūnul-‘abdu mu’minan ḥattā yarḍā bimā qasamal-lāhu lah.
Artinya:
“Seorang hamba tidak akan menjadi mukmin sejati hingga ia ridha dengan apa yang telah Allah tetapkan untuknya.”
Keimanan sejati terlihat dari kemampuan seseorang menerima dengan lapang hati segala ketentuan Allah. Ridha bukan berarti tidak boleh sedih atau kecewa, tetapi mampu percaya bahwa apa pun yang Allah tetapkan pasti membawa hikmah. Sikap ini membuat hati lebih tenang dan tidak mudah goyah oleh keadaan. Semakin seseorang belajar menerima takdir dengan ikhlas, semakin kuat pula iman yang tumbuh dalam dirinya.
19. Sabar dalam Menyebarkan Dakwah
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ
(HR. Thabrani)
Latin:
Faṣbir kamā ṣabara ulul-‘azmi mina-r-rusul.
Artinya:
“Maka bersabarlah sebagaimana para rasul yang memiliki keteguhan hati telah bersabar.”
Hadist ini mengajak kita meneladani kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati luar biasa. Mereka menghadapi cobaan besar, penolakan, dan tekanan, namun tetap istiqamah dalam membawa kebenaran. Kesabaran mereka bukan karena kondisi yang mudah, tetapi karena keyakinan yang kuat kepada Allah. Dengan mengikuti jejak mereka, seseorang dapat melalui ujian hidup dengan sikap yang lebih tegar dan penuh harapan.
20. Sabar Membawa Kemenangan Dunia Akhirat
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Latin:
Wal-‘āqibatu lil-muttaqīn.
Artinya:
“Dan kesudahan yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
Akhir dari setiap perjalanan hidup yang dijalani dengan ketakwaan akan berakhir dengan kebaikan. Orang yang bertakwa mungkin menghadapi banyak rintangan, tetapi Allah selalu menyiapkan hasil terbaik untuknya. Ketakwaan membuat seseorang tetap berada di jalan yang benar meski keadaan tidak selalu mudah. Pada akhirnya, kebaikan dan kemenangan sejati akan berpihak kepada mereka yang terus menjaga iman dan ketakwaannya.
Cara Sabar Menghadapi Masalah Dalam Islam
Untuk bisa sabar dalam menghadapi masalah, Islam mengajarkan kita berbagai cara yang dapat memperkuat iman dan ketenangan hati. Berikut cara yang bisa membantu tetap sabar dalam menghadapi setiap ujian hidup.
1. Bertawakal kepada Allah
Sabar dalam Islam dimulai dengan keyakinan penuh kepada Allah. Saat menghadapi masalah, kita diajarkan untuk bertawakal, yaitu menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha sebaik mungkin. Ini bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, tetapi memahami bahwa hasil akhir ada di tangan-Nya. Dengan tawakal, hati akan lebih tenang dan kita bisa menerima segala ujian yang datang.
Tawakal juga mengajarkan kita untuk percaya bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Setiap masalah yang datang adalah bagian dari takdir yang sudah ditentukan untuk kita, dan dengan tawakal, kita bisa menjalani hidup dengan lebih ikhlas. Sabar dengan tawakal berarti kita percaya bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan.
2. Mengingat Janji Allah
Salah satu cara untuk bersabar adalah dengan mengingat janji-janji Allah yang tercatat dalam Al-Qur'an. Allah berjanji bahwa setelah setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Dalam surah Ash-Sharh (94:6) disebutkan, "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." Mengingat janji ini memberi harapan dan kekuatan untuk bertahan meski dalam kesulitan.
Dengan terus mengingat bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan yang akan berakhir dengan kebaikan, kita bisa lebih mudah untuk bersabar. Allah tidak akan membiarkan umat-Nya dalam kesulitan yang berlarut-larut tanpa memberikan solusi. Janji-Nya adalah motivasi untuk terus bertahan, meskipun situasi terasa sulit.
3. Merenung dan Istighfar
Saat menghadapi masalah, banyak dari kita yang merasa cemas atau gelisah. Salah satu cara untuk menenangkan diri adalah dengan merenung dan memperbanyak istighfar (memohon ampunan kepada Allah). Istighfar dapat menjadi sarana untuk membersihkan hati dan menghilangkan beban batin yang muncul akibat masalah. Dengan beristighfar, kita diingatkan bahwa Allah Maha Pengampun dan segala kesulitan akan berlalu.
Selain itu, istighfar juga merupakan bentuk pengakuan kita terhadap kelemahan diri sebagai hamba Allah. Terkadang, masalah yang kita hadapi datang sebagai ujian untuk meningkatkan kedekatan kita dengan-Nya. Dengan beristighfar, kita meminta petunjuk dan kekuatan agar bisa bersabar dalam menghadapi cobaan tersebut.
4. Menjaga Doa dan Sholat
Sholat adalah sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam setiap keadaan, kita dianjurkan untuk tidak meninggalkan sholat dan terus berdoa. Ketika kita merasa tertekan atau cemas karena masalah yang dihadapi, doa bisa menjadi penghibur dan sumber kekuatan. Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang dalam kesulitan jika dilakukan dengan tulus dan penuh harap.
Dengan sholat, kita juga diajarkan untuk bersabar dalam menyampaikan segala keluh kesah kepada Allah. Allah mendengarkan doa kita dan mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Dalam sujud, kita bisa memohon kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi ujian hidup, karena sesungguhnya Allah adalah tempat bergantung terbaik dalam segala masalah.
5. Mencari Hikmah di Balik Setiap Ujian
Setiap ujian yang datang pasti memiliki hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil. Salah satu cara bersabar dalam Islam adalah dengan mencari hikmah di balik setiap kesulitan. Alih-alih berfokus pada penderitaan, kita diajarkan untuk melihat sisi positif dari ujian tersebut. Mungkin Allah ingin menguji keimanan kita atau memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri.
Dalam menghadapi masalah, kita bisa bertanya pada diri sendiri, "Apa yang bisa saya pelajari dari ujian ini?" Dengan mindset seperti ini, kita tidak hanya sabar, tetapi juga lebih siap untuk memperbaiki diri. Keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya akan membuat hati lebih lapang, dan kesulitan pun bisa terasa lebih ringan.
Pertanyaan seputar Hadits tentang Sabar
1. Apa makna sabar menurut hadits?
Sabar berarti menahan diri dari keluh kesah, tetap teguh di jalan Allah, dan mengendalikan emosi saat menghadapi ujian.
2. Mengapa sabar disebut sebagai cahaya?
Sabar menenangkan hati dan memancarkan ketenangan yang menuntun seseorang menuju hikmah di balik ujian.
3. Apakah sabar bisa dipelajari?
Ya, sabar bisa dilatih dengan memperbanyak dzikir, shalat, dan refleksi diri. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa berusaha bersabar, Allah akan menjadikannya sabar.”
4. Apa balasan bagi orang yang sabar?
Balasan bagi orang sabar adalah pahala tanpa batas, pengampunan dosa, dan derajat tinggi di sisi Allah.
5. Bagaimana cara menjaga kesabaran saat menghadapi ujian berat?
Dengan mengingat janji Allah bahwa setiap kesulitan disertai kemudahan, serta meneladani kesabaran para nabi dan rasul.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)