Apakah Suntik KB Membatalkan Puasa? Jangan Sampai Salah Paham

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Setiap bulan Ramadan, pertanyaan seputar hal-hal yang membatalkan puasa selalu menjadi topik yang banyak dicari, terutama terkait tindakan medis. Salah satu yang cukup sering ditanyakan adalah, apakah suntik KB membatalkan puasa? Sebab, prosedur ini melibatkan cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menimbulkan keraguan bagi sebagian wanita Muslim yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dilihat dari dua sisi sekaligus: hukum Islam dan penjelasan medis. Dalam artikel ini Liputan6.com akan membahas kedua hal tersebut agar nantinya tidak ada kebingungan atau rasa khawatir tentang suntik KB saat puasa.

Apa Saja yang Membatalkan Puasa?

Dalam fikih Islam, puasa batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui jalur yang secara umum dianggap sebagai rongga terbuka, seperti mulut, hidung, atau lubang lain yang terhubung langsung ke sistem pencernaan. Makan, minum, dan hubungan suami istri adalah contoh yang secara jelas membatalkan puasa.

Para ulama kemudian menjelaskan bahwa inti dari pembatal puasa adalah masuknya sesuatu yang bersifat materi ke dalam rongga tubuh hingga sampai ke lambung atau organ dalam melalui jalur yang lazim. Karena itu, pembahasan tentang suntikan sering dikaitkan dengan apakah cairan tersebut masuk melalui jalur yang sama dengan makanan dan minuman atau tidak.

Dalam konteks medis modern, suntikan umumnya diberikan melalui otot, pembuluh darah, atau bawah kulit. Jalur ini tidak melewati rongga terbuka seperti mulut atau hidung. Oleh sebab itu, banyak ulama kontemporer membedakan antara suntikan dengan aktivitas makan dan minum.

Meski begitu, ada perincian penting: sebagian ulama membedakan antara suntikan yang bersifat nutrisi (menggantikan fungsi makan dan minum) dengan suntikan obat biasa. Perbedaan inilah yang kemudian menjadi dasar pembahasan hukum suntik KB saat puasa.

Hukum Suntik KB Saat Puasa

Terdapat beberapa pandangan ulama mengenai hukum suntikan saat berpuasa. Ada pendapat yang menyatakan bahwa semua jenis suntikan membatalkan puasa karena dianggap memasukkan zat ke dalam tubuh. Namun, pendapat ini bukanlah pandangan mayoritas.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa suntikan yang tidak melalui rongga terbuka dan tidak sampai ke lambung tidak membatalkan puasa. Suntik KB termasuk dalam kategori ini karena cairannya disuntikkan ke jaringan otot atau bawah kulit, bukan melalui saluran pencernaan. Selain itu, zat yang dimasukkan bukanlah nutrisi yang menggantikan makan dan minum.

Beberapa ulama juga menegaskan bahwa yang membatalkan puasa adalah sesuatu yang masuk melalui jalur alami (manfadz maftuh) dan sampai ke perut. Karena suntik KB tidak melalui jalur tersebut, maka hukumnya tidak membatalkan puasa. Inilah pendapat yang banyak dijadikan rujukan oleh masyarakat Muslim Indonesia.

Fatwa MUI tentang Suntik KB Saat Ramadan

Mengutip Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum penggunaan produk medis saat puasa, bahwa dijelaskan suntikan yang tidak bersifat nutrisi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti makan dan minum tidak membatalkan puasa.

Artinya, selama suntikan tersebut hanya berfungsi sebagai pengobatan atau terapi hormonal seperti pada suntik KB, maka puasanya tetap sah. Berbeda halnya dengan infus nutrisi yang secara fungsi memang menggantikan asupan makanan dan minuman.

Fatwa ini memperjelas posisi hukum di Indonesia, sehingga umat Islam tidak perlu ragu menjalani suntik KB di siang hari saat Ramadan, selama tidak ada unsur nutrisi pengganti makan dan minum di dalamnya.

Apakah Suntik KB Aman Dilakukan Saat Puasa?

Dari sisi medis, suntik KB adalah metode kontrasepsi hormonal yang bekerja dengan cara melepaskan hormon tertentu untuk mencegah ovulasi. Prosedur ini dilakukan melalui suntikan di bagian lengan atau bokong.

Secara medis, suntik KB tidak berkaitan dengan sistem pencernaan. Cairan hormon yang disuntikkan tidak masuk ke lambung dan tidak memberikan efek berupa rasa kenyang atau suplai energi seperti makanan dan minuman. Karena itu, dari sudut pandang kesehatan, tindakan ini tidak memengaruhi keabsahan puasa.

Namun demikian, beberapa wanita mungkin mengalami efek samping seperti pusing ringan, mual, atau perubahan suasana hati setelah suntik KB. Saat berpuasa, kondisi ini bisa terasa lebih berat karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sepanjang hari.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menentukan jadwal suntik KB di bulan Ramadan. Jika memungkinkan, sebagian orang memilih melakukannya setelah berbuka untuk kenyamanan fisik, meskipun secara hukum tetap diperbolehkan di siang hari.

Jadi, Apakah Suntik KB Membatalkan Puasa?

Berdasarkan penjelasan ulama, fatwa resmi, dan tinjauan medis, dapat disimpulkan bahwa suntik KB tidak membatalkan puasa. Alasannya, suntikan ini tidak melalui rongga terbuka yang terhubung ke lambung dan tidak bersifat sebagai nutrisi pengganti makan dan minum.

Pendapat mayoritas ulama serta Fatwa MUI memperkuat kesimpulan tersebut. Dengan demikian, wanita Muslim yang menjalani suntik KB tetap dapat melanjutkan puasanya tanpa perlu mengganti di hari lain.

Meski begitu, setiap individu tetap dianjurkan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatannya masing-masing. Jika memiliki riwayat efek samping tertentu, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik agar ibadah dan kesehatan bisa berjalan seimbang.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah suntik KB membatalkan puasa menurut Islam? Tidak, karena tidak melalui rongga terbuka dan bukan nutrisi pengganti makan.

2. Apakah suntik KB termasuk memasukkan sesuatu ke dalam tubuh? Ya, tetapi melalui otot atau jaringan bawah kulit, bukan saluran pencernaan.

3. Apakah infus sama dengan suntik KB dalam hukum puasa? Tidak. Infus nutrisi bisa membatalkan puasa karena menggantikan makan dan minum.

4. Bolehkah suntik KB dilakukan siang hari saat puasa? Boleh, dan puasa tetap sah menurut mayoritas ulama.

5. Apakah ada efek samping suntik KB saat puasa? Sebagian orang bisa merasa pusing atau lemas, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |