3 Kota Paling Populer untuk Bleisure Versi Trip.com

4 hours ago 5

GENERAL Manager Trip.com Indonesia Krishna Arya mengatakan tren Bleisure semakin menjadi cara favorit konsumen untuk berwisata. "Bleisure juga semakin populer khususnya di beberapa destinasi wisata kota," kata Krishna pada Selasa 23 Juni 2026 di Pantai Indah Kapuk.

Bleisure adalah gabungan dari kata business (bisnis) dan leisure (liburan). Artinya wisatawan yang melakukan kegiatan ini akan menggabungkan urusan bisnis dan rekreasi. Tren ini meningkat di Indonesia seiring meningkatnya mobilitas para pelaku bisnis dan profesional. Pola perjalanan ini tidak lagi hanya berfokus pada agenda pekerjaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk berlibur setelah urusan dinas selesai.

Bleisure juga merujuk pada kebiasaan memperpanjang perjalanan dinas untuk menikmati waktu luang atau berwisata di kota tujuan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Krishna Arya mengatakan tren tersebut semakin terlihat di kalangan pelaku perjalanan bisnis, baik domestik maupun mancanegara. Menurut dia, tidak sedikit profesional yang membawa anggota keluarga saat melakukan perjalanan kerja. "Tak jarang pula Bleisure dilakukan bersama keluarga. Jadi ayahnya rapat atau acara bisnis, keluarganya stay di hotel atau sekalian jalan-jalan," kata Krishna.

Tren lain, ada agenda rapat atau pertemuan bisnis berlangsung pada hari kerja. Setelah seluruh urusan pekerjaan selesai, mereka memanfaatkan akhir pekan untuk berwisata bersama keluarga. Ibu Kota DKI Jakarta menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat untuk Bleisure. "Dari data kami, sekitar 30 persen perjalanan di Jakarta berasal dari Trip Business corporate rates," katanya.

Selain Jakarta, ada pula Semarang dan Surabaya yang juga menunjukkan kecenderungan serupa. Krishna menilai ketiga kota tersebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan segmen Bleisure karena didukung oleh ekosistem korporasi yang kuat.

Tiga daerah itu menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Bleisure karena beberapa alasan. Krishna menilai ada banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan-perusahaan dalam kelompok Fortune, memiliki kantor pusat di Jakarta. Perusahaan itu pula biasanya memiliki fasilitas produksi di Semarang, serta kantor cabang di Surabaya. Kondisi itu membuat para profesional harus melakukan perjalanan antarkota secara rutin untuk memenuhi kebutuhan koordinasi dan operasional.

General Manager Trip.com Indonesia Krishna Arya di PIK, Jakarta, 23 Juni 2026. Tempo/Mitra Tarigan

"Biasanya mereka datang ke Jakarta terlebih dahulu untuk melakukan pertemuan. Setelah pertemuan, mereka mendapatkan berbagai takeaways, menyusun rencana yang akan dilakukan, melakukan konsolidasi, serta implementasi di cabang-cabang di daerah," ujarnya.

Krishna menilai salah satu daya tarik ekonomi dari segmen Bleisure adalah lamanya durasi perjalanan para pelaku bisnis. Berbeda dengan perjalanan dinas konvensional yang berlangsung singkat, perjalanan dalam skema Bleisure kerap mencakup rangkaian agenda kerja di beberapa kota sekaligus.

Menurut dia, perjalanan tersebut umumnya berlangsung sedikitnya selama satu pekan. Dalam kondisi tertentu, durasinya dapat mencapai satu hingga tiga bulan, bergantung pada kebutuhan proyek, koordinasi antar-cabang, maupun agenda bisnis yang dijalankan.

Lamanya waktu tinggal itu, kata Krishna, berdampak pada besarnya pengeluaran selama perjalanan. Semakin panjang durasi seseorang berada di suatu kota, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan untuk akomodasi, transportasi, serta kebutuhan sehari-hari.

Trip.com berpartisipasi dalam Travel Meet Asia 2026, konferensi bisnis (Business-to-Business atau B28) di industri pariwisata, dengan tema "Capture the immense market of Asia and International outbound travel" pada 23-24 Juni 2026 di Swissôtel PIK Avenue, Jakarta, Indonesia.

Pada acara itu, Krishna membahas tren terkini industri pariwisata yang menggunakan Al. "Al secara fundamental mengubah cara orang bepergian," kata Krishna.

AI dari Trip.com bernama TripGenie. Krishna menambahkan AI juga bisa membantu wisatawan yang melakukan Bleisure. Konsumen bisa membuat jadwal wisata mereka menggunakan AI. Alat itu pun bisa membantu wisatawan memperkirakan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan dekat dengan akomodasi yang dipilih wisatawan.

TripGenie pun biasanya akan memberikan informasi soal fasilitas apa saja yang bisa diakses wisatawan di tempatnya menginap. "AI akan membantu wisatawan menyebutkan soal tren dan ketersediaan fasilitas dan hiburan yang ada di dekat hotel.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |