Liputan6.com, Jakarta Setiap muslim pasti pernah mengalami sulitnya menjalani kehidupan dan cobaan yang datang silih berganti. Saat-saat seperti ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak diri, salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan melalui kultum singkat tentang sabar yang mengangkat topik relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menjadi nasihat teoretis, kultum singkat tentang sabar juga jadi panduan praktis yang bisa diaplikasikan dalam berbagai kehidupan modern yang penuh dengan tantangan dan ujian. Dalam menghadapi semua tantangan, ujian dan cobaan tersebut, kesabaran merupakan kunci utama untuk tetap teguh dalam keimanan.
Berikut ini telah Liputan6 susun kumpulan kultum singkat tentang sabar yang dapat dijadikan referensi bagi siapa saja yang membutuhkannya, pada Rabu (19/11).
Kultum Singkat tentang Sabar Menghadapi Ujian Hidup
Kehidupan dunia penuh dengan ujian dan cobaan serta tantangan yang datang silih berganti. Tidak ada satu orang manusia pun yang luput dari berbagai bentuk ujian, baik yang ringan maupun yang berat. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
"وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ"
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ujian adalah sunnatullah yang pasti terjadi dalam kehidupan. Namun, Allah juga memberikan kabar gembira bagi mereka yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian tersebut. Kesabaran dalam menghadapi ujian bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Ujian yang datang kepada kita dapat berupa kehilangan orang tercinta, kegagalan dalam pekerjaan, masalah kesehatan, atau berbagai bentuk kesulitan lainnya. Dalam menghadapi semua ini, kita perlu mengingat bahwa ujian adalah tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Melalui ujian, Allah ingin membersihkan dosa-dosa kita dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.
Orang yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Sebagaimana firman-Nya:
"إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ"
Artinya: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)
Kultum Singkat tentang Sabar Sebagai Bentuk Keimanan Sejati
Kesabaran merupakan salah satu indikator keimanan seseorang. Seorang mukmin sejati akan menunjukkan kesabarannya dalam berbagai kondisi, baik dalam kesenangan maupun dalam kesulitan. Rasulullah SAW telah memberikan gambaran yang indah tentang keadaan seorang mukmin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
"عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ"
Artinya: "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya baik, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu pun baik baginya." (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin selalu berada dalam keadaan yang menguntungkan. Ketika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan ketika mendapat musibah, ia bersabar. Kedua sikap ini sama-sama mendatangkan kebaikan dan pahala dari Allah SWT.
Sabar dalam konteks keimanan bukan hanya sekedar menahan diri dari keluhan atau protes terhadap takdir Allah. Lebih dari itu, sabar berarti menerima dengan lapang dada segala yang terjadi sambil tetap yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Keyakinan ini akan melahirkan ketenangan jiwa dan kekuatan untuk terus berjuang dalam kebaikan.
Orang yang beriman dengan sabar akan memiliki pandangan hidup yang positif. Ia tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan, dan tidak sombong ketika meraih kesuksesan. Sikap ini mencerminkan kematangan spiritual yang tinggi dan menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Kultum Singkat tentang Sabar dalam Mengendalikan Diri
Salah satu bentuk kesabaran yang sangat penting adalah kemampuan mengendalikan diri dari amarah dan hawa nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang dapat memicu amarah atau mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Di sinilah kesabaran berperan penting dalam menjaga diri dari perbuatan yang dapat merugikan.
Rasulullah SAW bersabda:
"لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ"
Artinya: "Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan mengendalikan diri, bukan pada kekuatan fisik.
Ketika seseorang mampu mengendalikan amarahnya, ia akan terhindar dari berbagai tindakan yang dapat menyakiti orang lain atau merugikan dirinya sendiri. Amarah yang tidak terkendali seringkali membuat orang melakukan hal-hal yang kemudian disesali. Oleh karena itu, kesabaran dalam mengendalikan amarah adalah investasi jangka panjang untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.
Selain mengendalikan amarah, kesabaran juga diperlukan dalam mengendalikan hawa nafsu. Nafsu yang tidak terkendali dapat membawa seseorang kepada berbagai kemaksiatan dan perbuatan tercela. Dengan kesabaran, seseorang dapat menahan diri dari godaan-godaan yang dapat merusak akidah dan akhlaknya.
Cara praktis untuk melatih kesabaran dalam mengendalikan diri adalah dengan selalu mengingat Allah ketika mulai merasa marah atau tergoda. Berwudu, membaca ta'awudz, atau mengambil posisi yang berbeda (dari berdiri menjadi duduk, atau dari duduk menjadi berbaring) dapat membantu meredakan amarah dan mengembalikan ketenangan.
Kultum Singkat tentang Sabar Menghadapi Godaan Duniawi
Kehidupan dunia penuh dengan berbagai godaan yang dapat menjauhkan manusia dari jalan yang benar. Godaan ini dapat berupa harta benda, jabatan, popularitas, atau kenikmatan duniawi lainnya. Dalam menghadapi semua godaan ini, kesabaran menjadi benteng yang melindungi seseorang dari terjerumus ke dalam kemaksiatan.
Allah SWT berfirman:
"وَاصْبِرْ وَإِنَّ صَبْرَكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ"
Artinya: "Bersabarlah kamu dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan." (QS. An-Nahl: 127)
Godaan duniawi sering kali datang dalam bentuk yang menarik dan menggoda. Seseorang mungkin tergoda untuk melakukan korupsi demi mendapatkan harta yang banyak, berbohong untuk mendapatkan jabatan, atau melakukan kemaksiatan demi memuaskan hawa nafsu. Dalam situasi seperti ini, kesabaran berperan sebagai rem yang mencegah seseorang dari melakukan perbuatan yang salah.
Kesabaran dalam menghadapi godaan duniawi berarti memiliki kemampuan untuk menahan diri dari kenikmatan sesaat demi kebahagiaan yang kekal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
"مَنْ تَرَكَ شَيْئًا لِلَّهِ عَوَّضَهُ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ"
Artinya: "Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik." (HR. Ahmad)
Untuk dapat bersabar menghadapi godaan duniawi, seseorang perlu senantiasa mengingat bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal. Dengan perspektif ini, godaan duniawi akan terasa lebih mudah untuk dilawan. Selain itu, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan bergaul dengan orang-orang saleh akan membantu memperkuat iman dan kesabaran dalam menghadapi godaan.
Pertanyaan dan Jawaban (Q&A)
Q: Apa perbedaan antara sabar dan pasrah?
A: Sabar adalah sikap aktif yang tetap disertai dengan ikhtiar dan doa, sedangkan pasrah cenderung bersikap pasif tanpa usaha. Orang yang sabar tetap berusaha sambil menerima hasil dengan lapang dada, sementara orang yang pasrah menyerah tanpa berusaha maksimal.
Q: Bagaimana cara membedakan ujian dari Allah dengan hukuman?
A: Ujian dari Allah biasanya disertai dengan petunjuk dan kemudahan di dalamnya, serta membuat seseorang semakin dekat kepada Allah. Sedangkan hukuman cenderung membuat seseorang semakin jauh dari Allah dan tidak ada hikmah yang jelas di dalamnya.
Q: Apakah boleh menangis ketika sedang bersabar menghadapi musibah?
A: Menangis ketika sedih adalah hal yang manusiawi dan tidak membatalkan kesabaran. Yang tidak diperbolehkan adalah meratap berlebihan, mencaci maki takdir, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)