5 Bacaan Doa Saat Musim Hujan Agar Penuh Berkah: Salah Satu Waktu Mustajab

3 months ago 39

Liputan6.com, Jakarta Mengamalkan doa saat musim hujan agar penuh berkah merupakan salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan hujan sendiri adalah rahmat yang diturunkan kepada seluruh makhluk di bumi.

Waktu turunnya hujan juga menjadi salah satu momen mustajab untuk memanjatkan hajat kepada Allah. Terdapat berbagai bacaan doa spesifik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca, baik saat hujan turun, lebat, atau disertai petir.

Melansir dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam karya Anshari Taslim, doa saat musim hujan memiliki ragam bacaan yang bisa diamalkan sesuai kondisi cuaca yang terjadi. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2025).

Doa Saat Hujan Turun: Arab, Latin, dan Terjemah

Doa ketika hujan mulai turun merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan khusus yang dapat diamalkan umat Muslim saat tetesan hujan pertama kali membasahi bumi. Bacaan ini memohon agar hujan yang turun membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh makhluk.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Bacaan Latin: Allaahumma shayyiban naafi'aa.

Artinya: "Ya Allah, jadikan hujan ini bermanfaat."

Doa ini sangat ringkas dan mudah dihafal, sehingga dapat langsung diamalkan saat hujan mulai turun. Dengan membaca doa ini, umat Muslim berharap agar hujan yang turun tidak hanya sekadar air, tetapi membawa berkah dan manfaat bagi pertanian, kehidupan, dan segala aspek kehidupan manusia serta makhluk lainnya.

Doa Ketika Hujan Turun Terlalu Lebat

Tidak semua hujan turun dengan intensitas yang sama. Terkadang hujan turun sangat deras disertai angin kencang atau petir yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadi bencana seperti banjir atau tanah longsor. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dan agar hujan dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Bacaan Latin: Allaahumma hawaalaina wa laa 'alaina. Allaahumma 'alal aakaami wazh zharaabi wa buthuuni alawdiyati wa manaabitis syajari.

Artinya: "Ya Allah, di sekitar kami saja (hujan ini turun) jangan di atas kami (membanjiri kami), ya Allah jadikan ia (air hujan itu) turun di gundukan tanah, perbukitan, lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pohon."

Doa Setelah Hujan Berhenti

Setelah hujan reda dan berhenti, umat Muslim dianjurkan untuk bersyukur atas rahmat yang telah Allah SWT berikan. Bersyukur bukan hanya dengan ucapan lisan, tetapi juga dengan mengamalkan doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini menjadi bentuk pengakuan bahwa hujan turun semata-mata atas kehendak dan keutamaan Allah.

Bacaan Arab: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Bacaan Latin: Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rahmatih.

Artinya: "Kita diberi hujan dengan fadhlilah (keutamaan) dan rahmat (kasih sayang) dari Allah."

Melansir dari buku Panduan Amal Shalih di Musim Hujan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, membaca doa setelah hujan berhenti merupakan bentuk kesadaran bahwa segala yang terjadi di alam ini adalah atas izin dan kehendak Allah SWT, bukan karena faktor alam semata atau ramalan bintang.

Doa ini mengandung dua kata kunci penting: fadhlilah (keutamaan) dan rahmat (kasih sayang). Fadhlilah menunjukkan bahwa hujan adalah pemberian khusus dari Allah yang mengandung kebaikan berlimpah. Sementara rahmat mengingatkan bahwa Allah Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya dengan menurunkan air yang menjadi sumber kehidupan.

Doa Saat Mendengar Petir

Hujan sering kali datang disertai dengan fenomena alam lainnya seperti petir dan kilat. Suara petir yang menggelegar di langit merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus saat mendengar suara petir yang menggema di langit sebagai bentuk penghambaan dan pengingat akan kekuasaan Allah.

Bacaan Arab: سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Bacaan Latin: Subhaanallaadzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa'ikatu min khiifatih.

Artinya: "Maha suci (Allah) di mana petir bertasbih memuji-Nya dan malaikat bertasbih karena takut pada-Nya."

Doa ini mengandung makna yang sangat dalam tentang ketaatan seluruh makhluk kepada Allah. Bahkan petir yang terlihat menakutkan bagi manusia sebenarnya sedang bertasbih memuji Allah SWT. Begitu juga dengan para malaikat yang senantiasa bertasbih karena rasa takut dan hormat kepada kebesaran-Nya.

Doa Saat Ada Angin Kencang

Angin kencang sering menyertai turunnya hujan, terutama saat musim pancaroba atau cuaca ekstrem. Dalam menghadapi angin yang kencang, umat Muslim diajarkan untuk tidak panik atau takut berlebihan, melainkan berlindung kepada Allah SWT dengan membaca doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Bacaan Latin: Allaahumma innii as'aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihii, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikannya (angin ini), kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang terkandung dalam pengirimannya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang terkandung dalam pengirimannya."

Doa ini menunjukkan sikap yang seimbang dalam menghadapi fenomena alam. Di satu sisi, kita memohon kebaikan yang mungkin dibawa oleh angin tersebut, seperti menyebarkan awan hujan ke tempat yang membutuhkan atau menyegarkan udara. Di sisi lain, kita juga berlindung dari kemungkinan bahaya yang bisa ditimbulkan seperti pohon tumbang atau kerusakan bangunan.

Amalan Sunnah Saat Hujan Turun

Selain membaca doa, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat hujan turun. Amalan-amalan ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para sahabat. Mengamalkan sunnah-sunnah ini akan menambah keberkahan dan pahala di sisi Allah SWT.

1. Mengambil Berkah (Tabarruk) dari Air Hujan

Rasulullah SAW sengaja membiarkan sebagian tubuhnya terkena air hujan, terutama saat hujan baru pertama kali turun di awal musim. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW menyingkap pakaiannya hingga hujan mengguyur tubuhnya. Ketika ditanya mengapa melakukan hal tersebut, beliau menjawab: "Karena ia (hujan) baru saja datang dari Rabb-nya (Allah) Ta'ala." (HR. Muslim)

2. Memperbanyak Doa Hajat

Waktu turunnya hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Manfaatkan momen ini untuk memohon segala hajat dan kebutuhan kepada Allah SWT. Ungkapkan doa dengan spesifik dan sungguh-sungguh, karena ini adalah waktu yang istimewa untuk dikabulkannya doa.

3. Tidak Mencela Hujan

Hujan adalah rahmat dan ketetapan Allah SWT. Umat Muslim dilarang mengeluh, kesal, atau mencaci maki hujan karena hal tersebut sama saja dengan mencela Dzat yang menurunkannya. Jika hujan terlalu deras, bacalah doa agar dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan, bukan mencelanya.

4. Bersyukur dan Mengingat Allah

Setelah hujan reda, bersyukurlah dengan lisan dan hati dengan membaca doa setelah hujan berhenti. Yakini bahwa hujan turun semata-mata atas kehendak dan rahmat Allah, bukan karena musim atau ramalan bintang.

5. Berwudhu atau Mandi dengan Air Hujan

Air hujan adalah air yang suci dan menyucikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqan ayat 48: "...Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih (suci lagi mensucikan)." Memanfaatkan air hujan untuk bersuci adalah cara lain untuk mengambil berkah dari air yang Allah turunkan.

Hujan Sebagai Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu turunnya hujan termasuk salah satu waktu mustajab yang istimewa dalam Islam. Mustajab berarti dikabulkan, sehingga doa yang dipanjatkan saat hujan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Ini menjadikan momen hujan sebagai kesempatan emas untuk memohon segala hajat dan kebutuhan kepada Sang Pencipta.

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al Hakim, disebutkan bahwa "Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan." Hadis ini menegaskan bahwa hujan bukan hanya fenomena alam biasa, melainkan momen spiritual yang penuh berkah. Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin dengan memperbanyak doa dan dzikir.

Saat hujan turun, dianjurkan untuk memulai dengan membaca doa ketika hujan turun terlebih dahulu. Setelah itu, baru ungkapkan berbagai hajat secara spesifik dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Doa bisa disampaikan dalam bahasa apa pun, yang penting tulus dari hati dan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.

Untuk mengakhiri doa, umat Muslim dapat membaca doa sapu jagat atau doa memohon kemudahan. Contohnya adalah doa "Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban-nar" yang artinya memohon kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka.

FAQ

1. Apa doa yang dibaca saat hujan mulai turun? Doa yang dibaca adalah "Allaahumma shayyiban naafi'aa" yang artinya "Ya Allah, jadikan hujan ini bermanfaat."

2. Kapan waktu mustajab untuk berdoa saat hujan? Waktu mustajab untuk berdoa adalah saat hujan sedang turun, karena doa pada waktu tersebut memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.

3. Bolehkah mencela hujan yang turun terlalu deras? Tidak boleh mencela hujan karena itu sama saja dengan mencela kehendak Allah, sebaiknya membaca doa agar hujan dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.

4. Apa amalan sunnah yang dianjurkan saat hujan? Amalan sunnah meliputi mengambil berkah air hujan, memperbanyak doa hajat, bersyukur, dan menggunakan air hujan untuk bersuci.

5. Apa doa yang dibaca saat mendengar petir? Doanya adalah "Subhaanallaadzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa'ikatu min khiifatih" yang artinya "Maha suci (Allah) di mana petir bertasbih memuji-Nya."

6. Mengapa air hujan dianggap membawa berkah? Air hujan dianggap membawa berkah karena baru turun dari Allah SWT dan merupakan tanda rahmat-Nya kepada makhluk di bumi.

7. Apa yang harus dilakukan setelah hujan berhenti? Setelah hujan berhenti, hendaknya membaca doa syukur "Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rahmatih" yang artinya "Kita diberi hujan dengan keutamaan dan rahmat dari Allah."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |