5 Rukun Umroh Lengkap Urutan, Syarat, dan Praktiknya

3 months ago 37

Liputan6.com, Jakarta - Rukun umroh adalah rangkaian ibadah penyempurna yang wajib dilakukan dan memengaruhi keabsahan ibadah umroh tersebut. Muslim yang tidak menunaikan rukun dengan tertib, maka dianggap tidak sah ibadah umrohnya.

Menunaikan rukun ibadah umroh dengan niat yang ikhlas dan sesuai tuntunan akan mendapat pahala berupa pengampunan dosa dari Allah SWT, dikutip dari hadist yang disampaikan Abu Hurairah dan diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap penjelasannya.

Rukun Umroh

Rukun umroh ada lima, dari berniat sampai harus dilakukan dengan tertib. Pelaksanaan rukun-rukun ini memengaruhi keabsahan ibadah umroh tersebut.

1. Berniat atau Ihram

Muslim berpakaian ihram dan kemudian melafalkan niat di Mikat (nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahumma 'umratan). Muhammad Andhyka Afrianto dalam bukunya Raih Pahala Haji Umroh Setiap Hari, pakaian ihram laki-laki tidak dijahit dan tidak boleh pakai penutup kepala.

Sementara pakaian ihram bagi perempuan harus menutup aurat dan tidak boleh pakai penutup muka maupun kaos tangan.

Ada larangan-larangan dalam ihram yang dijelaskan Wafa, dkk dalam bukunya berjudul Fiqih, maka baiknya dilakukan sebelum ihram tersebut dilaksanakan, sebagai berikut.

  • Mandi dan wudhu
  • Memakai parfum atau wewangian bagi pria
  • Merapikan jenggot bagi pria
  • Merapikan rambut di ketiak dan kemaluan
  • Memotong kuku yang sudah panjang
  • Melaksanakan sholat sunnah ihram 2 rakaat

2. Tawaf 7 Kali

Dilakukan dengan berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali, pastikan dalam keadaan suci, dijelaskan Wafa, dkk. Ka'bah berada di sebelah kiri jemaah dan diawali dari arah Hajar Aswad dengan membaca kalimat talbiyah.

Jika merasa ragu pada jumlah putaran yang sudah dilakukan, pilihlah jumlah yang lebih kecil. Pada 3 putaran pertama untuk pria dianjurkan untuk berlari kecil. Kemudian pada 4 putaran berikutnya dianjurkan untuk berjalan biasa.

3. Sai

Sai dilakukan dengan jalan kaki di antara bukit Shafa dan Marwah. Sai wajib dilakukan sebanyak 7 kali, diterangkan Wafa, dkk. Sementara bagi jemaah lansia boleh sai dengan bantuan kursi roda atau digendong.

Satu kali perjalanan perhitungan yang benar dari Safa ke Marwah. Kemudian, perhitungan kedua saat bergerak dari Marwah kembali ke Safa. Rukun umroh ini ditujukan untuk meneladani perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail.

4. Tahalul

Rukun umroh yang mengharuskan jemaah mencukur atau menggunting sebagian rambut. Wafa, dkk menjelaskan minimal rambut yang dicukur 3 helai rambut. Namun, beberapa ulama setuju lebih baik jemaah laki-laki mencukur seluruhnya hingga botak.

Tahalul dilakukan untuk menyempurnakan ibadah umroh dan menjadi tanda berakhirnya rukun umroh dilakukan. Hal-hal yang sebelumnya dilarang dalam ihram ini akhirnya diperbolehkan setelah tahalul.

Jika tahalul belum dilaksanakan, maka ibadah umroh statusnya belum selesai.

5. Tertib

Andhyka menegaskan dalam bukunya bahwa rukun umroh harus dilakukan dengan tertib atau sesuai dengan urutan. Selain itu, juga tidak boleh ada yang terlewat sekalipun. Ketertiban dalam melaksanakan rukun umroh memengaruhi keabsahan ibadah umroh itu sendiri.

Larangan saat Ihram

Jika sebelumnya sempat sedikit disinggung mengenai larangan saat ihram, kali ini akan semakin dibahas lebih mendalam. Larangan ihram tidak hanya memotong rambut. Berikut larangan saat berihram yang dimaksudkan.

1. Memotong Rambut

Memotong rambut kepala, ketiak, kumis, jenggot, hingga kemaluan dilarang saat berihram. Maka pada pembahasan sebelumnya hal-hal ini menjadi sunnah sebelum memulai berihram. Allah pun menegaskannya dalam Al-Qur’an sebagai berikut.

...وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗۗ...

Artinya: "... dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. (QS. Al-Baqarah ayat 196)

Kemudian pada ayat selanjutnya:

...فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍۚ...

Artinya: "Jika ada diantaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu bercukur), maka wajiblah atasnya bayar fidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau menyembelih." (QS. Al-Baqarah ayat 196)

Kerontokan rambut karena ketidaksengajaan bukan menjadi pelanggaran larangan. Ahmad Sarwat, Lc., MA dalam bukunya berjudul Ihram, bagi yang sakit dan harus mencukur rambut, konsekuensinya harus menunaikan pembayaran fidyah berupa dengan sedekah, berpuasa, atau menyembelih.

2. Memakai Wewangian

Memakai wewangian saat sedang berihram dilarang atau diharamkan, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Wewangian yang dimaksud mencakup segala bentuk, bukan hanya parfum.

Jika ada yang melanggarnya tanpa sengaja seperti lupa, harus segera menghilangkan aroma wanginya tersebut dan tidak mengulangi lagi. Tidak ada denda jika hal ini tidak sengaja. 

'Aisyah radhiyalahuanha: "Aku telah memberi wewangian kepada Rasulullah SAW dengan kedua tanganku ini saat akan ihram dan karena dalam keadaan halal sebelum beliau wafat." (HR. Bukhari)

3. Menikah

Larangan saat berihram ini berlaku untuk menikah, menikahkan, hingga meminang. Berlaku untuk laki-laki maupun perempuan yang sedang dalam keadaan ihram.

"Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah atau menikahkan, juga tidak boleh mengkhitbah (melamar)." (HR. Muslim)

Jika menikah saja tidak boleh, maka bersenggama seperti mencium, memeluk, dan sejenisnya juga dilarang sebagaimana dijelaskan Sarwat dalam bukunya.

4. Berburu

Muslim yang sedang berihram dilarang membunuh hewan hingga berburu karena dianggap melanggar kesucian ibadah tersebut. Beberapa sumber menyebut hal ini kecuali untuk hewan yang dianggap membahayakan, misalnya burung gagak, tikus, anjing gila, elang, kalajengking, dan seterusnya.

Allah berfirman:

...وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًاۗ...

Artinya: "Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram." (QS. Al-Maidah ayat 96)

Dari Aisyah radhiyallahuanha, Rasulullah SAW bersabda: "Lima macam hewan yang hendaklah kamu bunuh dalam masjid: gagak, elang, kalajengking, tikus, dan anjing." (HR. Bukhari dan Muslim)

FAQ

1. Apa saja rukun umroh?

Lima rukun umroh ialah ihram, tawaf, sai, tahalul, dan tertib.

2. Mengapa ihram termasuk rukun umroh?

Karena menjadi awal penetapan niat serta batasan ibadah.

3. Berapa kali tawaf dilakukan?

Tawaf dilakukan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.

4. Apa tujuan sai dalam umroh?

Meneladani perjuangan Siti Hajar mencari air bagi Nabi Ismail.

5. Kapan tahalul dilakukan?

Dilakukan setelah sai sebagai tanda berakhirnya rangkaian rukun.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |