Liputan6.com, Jakarta - Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat mencintai umatnya. Nabi SAW diriwayatkan senantiasa mendoakan umatnya, baik yang hidup sezaman dengan beliau maupun baru lahir setelahnya.
Beliau bersabda: "Aku sangat ingin bertemu dengan saudara-saudara kita" dan menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang beriman kepadanya namun belum pernah melihatnya (HR. Ahmad).
Aisyah RA juga pernah meminta doa kepada Nabi SAW, lalu beliau mendoakannya. Ketika Aisyah merasa sangat gembira, Nabi SAW bersabda: "Demi Allah wahai Aisyah, itu adalah do'aku yang aku panjatkan kepada Allah untuk umatku setiap aku shalat".
Di akhirat, ketika seluruh manusia berada dalam situasi yang sangat kritis, yang pertama kali diingat oleh Nabi SAW adalah umatnya. Beliau berkata: "Ummatku Ya Allah, Ummatku Ya Allah". Bahkan saat Shirath (jembatan di atas neraka) dibentangkan, beliau berdoa: "Ya Allah selamatkan umatku, Ya Allah selamatkan umatku" (HR. Bukhari: 806).
Melihat betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW, kerap timbul pertanyaan, apa saja amalan yang membuat seseorang mendapat syafaat Rasulullah SAW?
Amalan-Amalan untuk Mendapatkan Syafaat Rasulullah SAW
1. Mencintai Nabi Muhammad SAW dengan Cinta Sejati
Landasan utama untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW adalah cinta yang tulus kepada beliau.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW tentang bekal yang telah ia persiapkan untuk hari kiamat. Ia menjawab: "Aku tidak punya persiapan apa-apa, hanya saja aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Maka Nabi SAW bersabda: "Kamu akan dikumpulkan bersama orang yang kamu cintai" (HR. Bukhari: 3688 dan Muslim: 2639).
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bersanding Dengan Nabi di Surga, ini menunjukkan bahwa jika seseorang mencintai Nabi SAW, maka kelak ia akan dikumpulkan bersama beliau di surga.
Namun, cinta kepada Nabi bukan sekadar pengakuan lisan. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam kitabnya menegaskan bahwa "cinta bukan hanya pengakuan tapi cinta adalah pembuktian". Cinta sejati kepada Nabi terwujud dalam tiga hal:
• Pertama, membenarkan semua yang disampaikan Nabi SAW. Sebagaimana sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung membenarkan peristiwa Isra Miraj sekalipun secara logika terasa mustahil, beliau digelari Ash-Shiddiq karena selalu membenarkan apapun yang disampaikan Nabi SAW.
• Kedua, mengikuti dan meneladani Nabi SAW. Allah SWT berfirman: "Katakanlah wahai Muhammad: Jika kalian betul-betul cinta kepada Allah maka ikutilah aku. Maka Allah akan mencintai kalian" (QS. Ali Imran: 31). Seorang muslim harus membuktikan cintanya dengan ittiba' (mengikuti) beliau dalam akidah, ibadah, akhlak, adab, rumah tangga, dan seluruh aspek kehidupan.
2. Memperhatikan Ibadah Shalat
Shalat merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk memperoleh kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga. Dalam riwayat Muslim dari sahabat Rabiah bin Ka'ab Al-Aslami, ketika Nabi SAW menawarkan untuk memenuhi permintaannya, Rabiah menjawab: "Aku meminta kepadamu agar aku bisa menjadi pendampingmu kelak di surga." Nabi SAW kemudian bersabda: "Kalau begitu bantulah aku mewujudkan impianmu dengan memperbanyak sujud (shalat)".
Yang dimaksud adalah menjaga shalat wajib secara kontinyu dan memperbanyak shalat-shalat sunnah seperti rawatib, shalat malam, shalat dhuha, dan shalat tahiyatul masjid. Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman: "Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku melakukan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya" (HR. Bukhari). Prioritaskan yang wajib terlebih dahulu, kemudian perbanyak yang sunnah.
3. Berhias Diri dengan Akhlak Mulia
Akhlak yang mulia adalah salah satu amalan yang paling mendekatkan seseorang kepada Rasulullah SAW di surga. Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku di surga kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian" (HR. Tirmidzi 2018, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah: 791).
Imam Ibnul Mubarak menjelaskan bahwa akhlak yang baik terkumpul dalam tiga hal: berbuat baik kepada orang lain, tidak menyakiti orang lain, dan wajah yang berseri-seri.
Berbuat baik kepada orang lain sangat dianjurkan. Nabi SAW bersabda: "Aku berjalan membantu saudaraku menunaikan kebutuhannya lebih aku cintai daripada aku i'tikaf di masjidku (Masjid Nabawi) ini selama satu bulan". Para ulama menyebutkan kaidah: "Ibadah yang manfaatnya kembali kepada orang lain itu lebih utama daripada ibadah yang manfaatnya kembali kepada diri kita saja".
Tidak menyakiti orang lain, baik dengan lisan maupun tangan. Nabi SAW bersabda: "Muslim sejati itu tatkala orang-orang Islam lainnya selamat dari lisan dan tangannya" (HR. Bukhari & Muslim).
Wajah yang berseri-seri, yaitu ramah dan tersenyum ketika bertemu orang lain. Nabi SAW bersabda: "Senyumanmu kepada saudaramu adalah sedekah" (HR. Tirmidzi).
Imam Al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qadir (3/565) mengingatkan bahwa faktor penyebab orang-orang shalih masuk neraka adalah karena kurang baiknya mereka kepada sesama manusia, bukan karena kurang ibadah, melainkan karena hal-hal yang berkaitan dengan hak sesama manusia seperti zalim, ghibah, dusta, dan mengingkari janji.
4. Bershalawat kepada Nabi SAW
Shalawat adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah SAW. Dalam hadits Abdullah bin Mas'ud, Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku" (HR. Tirmidzi).
Al-Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa maknanya adalah "orang yang paling dekat denganku, yang paling utama mendapatkan syafaatku, dan yang paling berhak mendapatkan kebaikan".
Keutamaan shalawat sangat banyak, di antaranya: siapa yang bershalawat kepada Nabi satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali (HR. Muslim). Allah SWT sendiri memerintahkan shalawat dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (QS. Al-Ahzab: 56).
Penting untuk diperhatikan bahwa bershalawat harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan diniatkan ikhlas karena Allah. Al-Khatib Al-Baghdadi menyatakan bahwa keutamaan ini sangat mulia bagi ahli hadits karena mereka lah yang paling banyak bershalawat kepada Nabi dengan lisan dan tulisan.
5. Mengurusi Anak Yatim
Menyantuni, peduli, memperhatikan nafkah dan pendidikan anak yatim adalah amalan yang mendekatkan seseorang kepada Nabi SAW di surga. Nabi SAW bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini"—beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya (HR. Bukhari).
Imam Ibnu Baththal dalam Syarah Shahih al-Bukhari mengatakan: "Hendaknya bagi siapapun yang mendengar hadits ini untuk mengamalkannya, agar dia menjadi pendamping Nabi SAW di surga, karena tidak ada kedudukan di surga yang lebih tinggi daripada nya". Dengan menyayangi anak yatim, hati kita akan semakin lembut. Nabi SAW bersabda: "Usaplah kepala anak yatim (sayangilah anak yatim), dan berikanlah makan kepada orang-orang miskin".
6. Mendidik Anak-Anak Perempuan dengan Pendidikan yang Baik
Nabi SAW sangat memperhatikan pendidikan anak perempuan, yang pada masa jahiliyah sering diabaikan. Beliau bersabda: "Siapa yang memiliki dua saudari atau dua orang putri lalu dia merawatnya dengan baik, maka aku dan dia di surga kelak seperti ini"—beliau mengisyaratkan jari tengah dan jari telunjuknya (HR. Bukhari: 1352 dan Muslim: 2629).
Hal ini ditekankan karena dua alasan: pertama, orang-orang jahiliyah dahulu tidak suka jika anaknya perempuan, dan Islam membatalkan keyakinan tersebut; kedua, karena anak perempuan memiliki kelemahan yang perlu dilindungi dan diperhatikan. Nabi SAW bersabda: "Janganlah kalian benci pada anak perempuan, karena anak perempuan itu menyenangkan, berharga dan cepat nikahnya".
5 Hikmah Mendapatkan Syafaat Rasulullah
1. Keselamatan dari Siksa dan Kebinasaan di Hari Kiamat
Syafaat Rasulullah SAW merupakan bentuk pertolongan yang sangat diinginkan oleh setiap umat Islam di hari kiamat. Dengan syafaat beliau, seorang hamba dapat diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Sebagaimana firman Allah SWT: "Barangsiapa yang diselamatkan Allah dari neraka dan dimasukkan oleh Allah ke surga, dialah orang yang beruntung" (QS. Ali Imran: 185). Syafaat ini adalah rahmat terbesar yang diberikan Allah melalui Nabi-Nya.
2. Keringanan dan Ketenangan di Padang Mahsyar
Salah satu syafaat yang khusus dimiliki Rasulullah SAW adalah Syafaat Agung (Syafaat 'Uzhma), yaitu memberikan keringanan dan ketenangan bagi seluruh makhluk dari kegetiran dan ketakutan di padang mahsyar yang menggetirkan. Dalam kondisi semua manusia dalam kebingungan dan ketakutan, Rasulullah SAW-lah yang memohon kepada Allah agar hisab segera dimulai.
3. Pengangkatan Derajat di Surga
Syafaat Rasulullah SAW juga dapat mengangkat derajat seseorang di surga melebihi kadar pahala amal mereka. Ini merupakan rahmat besar dari Allah melalui perantaraan Nabi-Nya, yang menunjukkan betapa besarnya kasih sayang beliau kepada umatnya. Sebagaimana disebutkan oleh Allamah Zarqani dalam kitab Mawahib, yang dimaksud dengan syafaat adalah diangkatnya derajat atau mendapatkan keamanan pada hari yang sangat menakutkan.
4. Kemudahan Melintasi Shirath (Jembatan di Atas Neraka)
Syafaat Rasulullah SAW diberikan untuk meringankan umat Islam saat melintas di atas shirath al-mustaqim, sebuah titian yang digambarkan lebih halus dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang. Dalam kondisi yang sangat sulit itu, syafaat beliau menjadi penolong bagi umatnya. Bahkan saat Shirath dibentangkan, Nabi SAW berdoa: "Ya Allah selamatkan umatku, Ya Allah selamatkan umatku" (HR. Bukhari: 806).
5. Dimasukkan ke Surga Tanpa Hisab
Di antara syafaat terbesar Rasulullah SAW adalah memohonkan kepada Allah agar sebagian umatnya dimasukkan ke surga tanpa hisab. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Allah berfirman: "Wahai Muhammad masukkanlah ke surga dari kalangan umatmu tanpa hisab dari pintu kanan surga". Ini merupakan kemuliaan yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada umatnya

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535602/original/003835300_1774065308-0L5A1309.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5278961/original/000621400_1752123975-WhatsApp_Image_2025-07-10_at_12.01.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735779/original/010114200_1707186914-elizabeth-lies-PIQCA1ReSgU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215229/original/033266000_1746799361-4ff83da7-1538-4742-9157-6cfce7cd7661.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003293/original/062384100_1650614701-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)