8 Kata-Kata Penutup Khutbah Jumat tentang Bekal Menuju Akhirat, Menyentuh Hati

16 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Penutup ceramah, kultum atau khutbah ibaratnya adalah paku pancang untuk memperkuat hikmah inti syiar yang disampaikan sebelumnya, termasuk dalam tema eskatologi. Untuk itu, bagi khatib, penting untuk memiliki referensi kata-kata penutup khutbah Jumat tentang bekal menuju akhirat.

Pesan penutup berbahasa Indonesia dalam sebagian tradisi disampaikan pada akhir khutbah pertama karena khutbah kedua murni berbahasa Arab. Namun, beberapa yang lain memilih penutup disampaikan pada khutbah kedua dikombinasikan antara kewajiban berbahasa Arab, tanpa merusak rukun khutbah Jumat.

Merujuk buku Rukun & Syarat Sah Khutbah Jum'at Menurut Madzhab al-Syafi'iyyah karya Ahmad Zarkasih, Lc., kelima rukun khutbah wajib disampaikan dalam bahasa Arab. Pada khutbah kedua, urutan rukunnya adalah Hamdalah, Shalawat, Wasiat Taqwa, dan ditutup dengan Doa untuk kaum mukmin.

Agar syarat sah berkesinambungannya rukun (muwalat) tetap terjaga, pesan berbahasa Indonesia bertema "Bekal Menuju Akhirat" ini disisipkan setelah rukun Wasiat Taqwa dan sebelum rukun Doa. Berikut adalah 3 pilihan kata-kata penutup khutbah kedua tentang bekal menuju akhirat yang menyentuh hati:

Kata-Kata Penutup Khutbah Jumat 1: Persinggahan Sementara Menuju Keabadian

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,Mari kita sadari sedalam-dalamnya bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan, bukan tempat tinggal yang abadi. Kita semua adalah musafir yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung akhirat. Amatlah merugi seorang musafir yang sibuk mengumpulkan beban duniawi, namun lupa membawa perbekalan untuk perjalanannya.

Jabatan, harta, dan kemegahan dunia yang kita banggakan hari ini akan kita tinggalkan. Sebaik-baik bekal yang akan menyelamatkan kita di hadapan pengadilan Allah kelak hanyalah ketakwaan dan amal shalih. Sebelum napas ini terhenti, mari kita kumpulkan bekal tersebut sebanyak-banyaknya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 2: Tiga Hal yang Mengiringi Jenazah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia):Sidang Jumat yang mulia,Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan bahwa kelak saat kita diantar ke pemakaman, ada tiga hal yang mengiringi: keluarga, harta, dan amal perbuatan. Namun, sesampainya di liang lahat, keluarga dan harta akan berbalik pulang meninggalkan kita sendirian di dalam kegelapan kubur. Satu-satunya yang setia menemani dan menjadi pembela kita hanyalah amal perbuatan.

Pertanyaannya, amal seperti apa yang selama ini kita kumpulkan? Apakah amal shalih yang akan menjadi penerang kubur, atau justru tumpukan dosa yang akan menjadi azab? Mumpung pintu taubat masih terbuka, mari perbanyak istighfar, sedekah, dan sujud kita sebagai bekal terbaik menghadap Sang Pencipta.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 3: Mengubah Harta Menjadi Bekal Abadi

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia):Hadirin jamaah yang berbahagia,Di penghujung khutbah ini, mari kita luruskan kembali orientasi hidup kita. Allah tidak melarang kita mencari rezeki dan kesuksesan di dunia. Namun, jadikanlah dunia yang ada di genggaman tangan kita ini sebagai jembatan untuk membangun istana di akhirat.

Ubahlah sebagian harta yang kita miliki menjadi bekal abadi dengan cara menyantuni yatim, membantu fakir miskin, dan wakaf di jalan Allah. Jangan sampai kita dipanggil pulang menghadap Allah dalam keadaan tangan kosong. Jadikanlah setiap sisa umur, setiap rupiah, dan setiap tenaga kita sebagai bekal yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita di hari kiamat kelak.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 4: Waktu yang Terus Menyusut

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia): Kaum muslimin rahimakumullah, Ketahuilah bahwa setiap kali matahari tenggelam, jatah usia kita di dunia ini pun ikut berkurang. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa ditarik kembali.

Jangan biarkan hari-hari kita habis hanya untuk memikirkan urusan perut, takhta, dan perhiasan dunia semata. Mulailah mencicil bekal untuk kehidupan di alam barzah. Sedikit demi sedikit amal shalih yang kita kerjakan dengan istiqamah, Insya Allah akan menggunung dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita saat dihisab di Padang Mahsyar kelak.

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 5: Penyesalan yang Terlambat di Hari Kiamat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia): Saudaraku seiman, Kelak di hari kiamat, akan ada begitu banyak manusia yang menangis penuh penyesalan melihat catatan amalnya yang kosong dari kebaikan. Mereka merintih meminta dikembalikan ke dunia walau hanya sesaat untuk bersujud dan bersedekah.

Namun, penyesalan di hari itu tiada lagi berguna. Mumpung saat ini Allah masih meminjamkan nyawa di badan, mari kita bergegas mengumpulkan bekal akhirat. Jadikan lelahnya bekerja, mengurus keluarga, dan menuntut ilmu semata-mata ikhlas karena Allah, agar bernilai pahala kekal di sisi-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 6: Menanam di Dunia, Memanen di Akhirat

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia): Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, Para ulama senantiasa menasihatkan bahwa dunia ini adalah ladang tempat kita bercocok tanam, sedangkan akhirat adalah tempat kita memanen hasilnya.

Siapa yang menanam kebaikan, ketaatan, dan keikhlasan di dunia ini, maka ia akan memanen kebahagiaan surga dan ridha Allah. SebalIKNya, siapa yang menanam benih-benih kemaksiatan, niscaya ia akan memanen azab yang pedih. Mari kita tanam sebanyak mungkin benih kebaikan mulai hari ini, sebagai bekal panen terindah kita di kehidupan akhirat nanti.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 7: Kematian Sebagai Pintu Gerbang Kehidupan Sejati

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia): Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah, Kematian sejatinya bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sekadar pintu gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya. Di balik pintu itu, menanti sebuah perjalanan panjang yang sangat mendebarkan.

Apakah kita sudah menyiapkan bekal yang cukup untuk melewati gelapnya alam kubur, titian sirath yang setajam pedang, hingga timbangan mizan yang maha adil? Mari bangun dari tidur panjang kelalaian kita. Sisihkan sebagian harta, luangkan sebagian waktu untuk ibadah, dan teteskan air mata taubat, karena itulah sebaik-baik bekal keselamatan kita.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 8: Warisan Amal yang Terus Mengalir

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup Bekal Akhirat (Bahasa Indonesia): Jamaah Jumat yang berbahagia, Ketika raga kita telah terbujur kaku di dalam tanah, semua kesempatan beramal akan terputus seketika. Namun, betapa beruntungnya orang-orang yang telah menyiapkan bekal cerdas berupa amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak-anak yang shalih yang senantiasa mendoakannya.

Inilah bekal yang pahalanya akan terus mengalir deras menembus dinding kubur, meski napas telah terhenti bertahun-tahun lamanya. Pastikan sebelum meninggalkan dunia ini, kita telah mewariskan jejak-jejak kebaikan abadi tersebut sebagai bekal kita kelak.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pertanyaan Umum tentang Topik

Apa saja bekal untuk akhirat?

Shalat, sedekah, kebaikan, dan ketaatan kepada Allah adalah bekal sejati. Marilah kita gunakan sisa umur untuk memperbanyak amal kebaikan, karena dunia hanyalah ladang, sedangkan hasilnya akan kita tuai di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang siap dengan bekal terbaik menuju surga-Nya.

Bekal yang akan digunakan di kehidupan akhirat kelak adalah?

Al-Qur'an akan menjadi penolong kita baik di dunia sebagai petunjuk dan di akhirat kelak. Koneksi kita dengan Al-Qur'an baik dengan membaca dan mempelajarinya akan menjadi penolong kita di alam kubur dan akhirat kelak.

Apa saja amal baik yang bisa menjadi bekal di akhirat?

Contoh Amal Jariyah untuk Investasi AkhiratIlmu yang Bermanfaat. Menyebarkan ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk amal jariyah yang sangat mulia. ...2. Doa dari Anak yang Sholeh dan Sholehah. ...3. Sedekah Harta untuk Kepentingan Umat. ...4. Wakaf Al Quran. ...Membangun Masjid. ...6. Membangun Rumah Sakit. ...7. Membangun Sekolah.

Mengapa kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati?

Meskipun hidup akan berakhir pada kematian, kita harus mengisinya dengan menyiapkan bekal. Karena, Allah SwT sebagai Maha Pencipta telah mengabarkan melaui firman-Nya bahwa setelah kematian, manusia akan dihidupkan kembali dalam frekuensi alam yang berbeda.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |