Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Fil sarat dengan makna sejarah dan pelajaran mendalam bagi umat Islam. Surat ini mengabadikan peristiwa dahsyat yang terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, yakni tentang pasukan bergajah yang hendak menghancurkan Ka'bah. Surat Al-Fil ayat 1-5 beserta arti dan kisah pasukan bergajah menjadi bukti kekuasaan Allah SWT dalam melindungi rumah-Nya dari segala bentuk ancaman dan kezaliman.
Surat Al-Fil tergolong surat Makkiyah, karena diturunkan di Mekkah sebelum hijrah Nabi. Surat ini merupakan surat ke-105 dalam mushaf Al-Qur'an dan surat ke-19 dalam urutan turunnya wahyu. Nama "Al-Fil" sendiri diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti "gajah", merujuk pada pasukan bergajah yang menjadi inti kisah dalam surat ini.
Meski hanya terdiri dari lima ayat, Surat Al-Fil mengandung pesan yang sangat dalam tentang keagungan Allah, kehancuran kesombongan, serta jaminan perlindungan bagi siapa pun yang berada di jalan-Nya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 570 Masehi, sekitar 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang kemudian dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah" ('Am al-Fil).
Surat ini turun sekitar 45 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi, sebagai pengingat bagi kaum Quraisy akan nikmat Allah yang telah menyelamatkan mereka dari kehancuran.
Bacaan Surat Al-Fil Ayat 1-5: Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah teks lengkap Surat Al-Fil ayat 1-5 beserta transliterasi dan terjemahannya:
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ (١)
Latin: Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ash-ḥābil-fīl
"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?"
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ (٢)
Latin: Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?"
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ (٣)
Latin: Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
"Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong"
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ (٤)
Latin: Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
"Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar"
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ (٥)
Latin: Fa ja'alahum ka'aṣfim ma'kūl
"Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)"
Kisah Pasukan Gajah Abrahah Menyerang Ka'bah
Kisah bermula ketika Abrahah al-Ashram, seorang gubernur Yaman yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Habasyah (Ethiopia), melihat bangsa Arab berbondong-bondong ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji ke Ka'bah. Keinginan untuk mengalihkan pusat peribadatan ke Yaman pun muncul.
Abrahah membangun sebuah gereja besar dan megah di Shan'a yang diberi nama Al-Qullais, dengan harapan dapat menyaingi Ka'bah dan menjadi destinasi ziarah utama bagi bangsa Arab.
Namun usaha Abrahah sia-sia belaka. Bangsa Arab tetap memilih Ka'bah sebagai tempat suci mereka. Bahkan, seorang pria dari Bani Kinanah melumuri dinding gereja megah tersebut dengan kotoran sebagai bentuk penghinaan. Mendengar hal itu, Abrahah murka dan mengubah niatnya dari sekadar mengalihkan perhatian menjadi menghancurkan Ka'bah.
Abrahah segera menyiapkan pasukan besar yang berjumlah sekitar 60.000 personel, dilengkapi dengan beberapa ekor gajah perang. Menurut berbagai riwayat, jumlah gajah yang dibawa berkisar antara 9 hingga 13 ekor, dengan seekor gajah terbesar bernama Mahmud yang dikendarai oleh Abrahah sendiri.
Di sepanjang perjalanan menuju Mekkah, Abrahah merampas harta benda penduduk Arab yang dilaluinya. Di antara yang dirampas adalah 200 ekor unta milik Abdul Muththalib, kakek Nabi Muhammad SAW sekaligus pemimpin Kota Mekkah saat itu.
Pertemuan Abdul Muththalib dengan Abrahah
Abdul Muththalib mendatangi Abrahah untuk meminta kembali untanya. Ketika bertemu, Abrahah merasa kagum dengan penampilan Abdul Muththalib yang tinggi, tampan, dan penuh wibawa. Namun setelah Abdul Muththalib menyampaikan maksudnya hanya untuk meminta kembali unta, Abrahah merendahkannya dan berkata bahwa ia menyangka Abdul Muththalib datang untuk membicarakan Ka'bah yang akan dihancurkannya.
Abdul Muththalib menjawab dengan penuh keyakinan, "Saya adalah pemilik unta-unta itu, maka wajarlah jika aku memintanya kembali. Adapun Ka'bah, maka Pemiliknya lah yang akan menjaganya." Abrahah dengan congkak membalas, "Tidak ada yang bisa mencegahku." Abdul Muththalib pun memperingatinya, "Itu urusanmu dan Pemilik Ka'bah itu." Sikap Abdul Muththalib ini menunjukkan keyakinan yang mendalam bahwa Allah SWT pasti akan melindungi rumah-Nya.
Ketika pasukan Abrahah hampir tiba di kota Mekkah dan bersiap untuk memasuki kota, terjadi keanehan besar. Gajah-gajah tersebut tiba-tiba berhenti dan tidak mau bergerak maju menuju Ka'bah. Meski dipukuli dan dipaksa oleh tentara Abrahah, gajah-gajah tetap diam tak bergerak.
Yang lebih menakjubkan, ketika gajah-gajah itu diarahkan ke selain Kota Mekkah, mereka segera bangkit dan bergegas melangkah. Namun setiap kali diarahkan kembali ke Ka'bah, mereka kembali diam dan tidak mau beranjak. Ini merupakan mukjizat dan pertanda bahwa Allah SWT tidak mengizinkan pasukan tersebut mendekati Baitullah.
Azab Burung Ababil
Di saat itulah Allah SWT menurunkan azab-Nya. Dikirimkanlah burung-burung Ababil yang datang berbondong-bondong dalam jumlah yang sangat banyak. Setiap burung membawa tiga buah batu: satu di paruh dan dua di kedua kakinya. Batu-batu tersebut berasal dari tanah liat yang dibakar (sijjīl).
Burung-burung itu melempari pasukan Abrahah dengan batu-batu panas tersebut. Tidak seorang pun dari mereka yang terkena batu melainkan anggota tubuhnya langsung terpotong-potong dan hancur. Mereka berhamburan keluar dan berguguran di jalan, seperti daun-daun yang dimakan ulat.
Abrahah sendiri terserang penyakit yang menyebabkan ujung-ujung jemarinya rontok. Ia berhasil sampai ke Shan'a dalam kondisi mengenaskan seperti anak burung, dan akhirnya meninggal di sana. Sementara itu, kaum Quraisy yang berlindung di gunung-gunung menyaksikan kehancuran pasukan Abrahah dari kejauhan, dan setelah peristiwa itu mereka kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Peristiwa ini terjadi 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjadikan tahun tersebut dikenal sebagai Tahun Gajah ('Am al-Fil).
Asbabun Nuzul Surat Al-Fil
Asbabun nuzul atau sebab turunnya Surat Al-Fil berkaitan erat dengan peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan Abrahah. Surat ini diturunkan untuk mengingatkan nikmat Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari serangan tentara bergajah yang bertekad menghancurkan Ka'bah.
Imam Suyuti dalam kitab Ad-Durrul Mantsur memaparkan banyak riwayat terkait sebab turunnya Surat Al-Fil. Salah satunya diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa ketika pasukan bergajah datang dan hendak menghancurkan Ka'bah, Abdul Muththalib menemui mereka dan berkata: "Ini adalah rumah Allah, tidak ada seorang pun yang diberi kekuasaan atasnya." Pasukan Abrahah menjawab mereka tidak akan kembali sebelum menghancurkan Ka'bah.
Allah SWT kemudian mengirimkan burung-burung Ababil yang membawa batu hitam berlumuran tanah liat. Ketika burung-burung itu berada di atas pasukan Abrahah, mereka melemparkan batu-batu tersebut hingga pasukan itu binasa.
Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Adhim menjelaskan bahwa Allah menyelamatkan orang-orang Quraisy dari serangan tentara bergajah bukan karena mereka lebih baik dari orang-orang Yaman yang beragama Nasrani. Allah memelihara Ka'bah yang akan dimuliakan dengan diutusnya Rasulullah SAW.
Surat Al-Fil turun sekitar 45 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi, sebagai pengingat bahwa sebagaimana Allah melindungi Ka'bah dari serangan Abrahah, Allah juga akan melindungi Nabi Muhammad SAW dari tipu daya orang-orang kafir Quraisy.
Hikmah Memahami Surat Al-Fil
1. Allah Maha Kuasa Melindungi Rumah-Nya
Hikmah pertama dan paling utama dari Surat Al-Fil adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT dalam melindungi Ka'bah, rumah-Nya yang suci. Pasukan yang datang dengan 60.000 tentara dan puluhan gajah perang tidak mampu berbuat apa-apa di hadapan kehendak Allah. Perlindungan Allah tidak memerlukan pasukan atau persenjataan canggih, cukup dengan burung-burung kecil yang membawa batu, seluruh pasukan besar itu binasa. Ini mengajarkan bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan-Nya.
2. Kesombongan dan Kezaliman Pasti Berakhir dengan Kehancuran
Abrahah datang dengan kesombongan yang luar biasa, mengaku dirinya sebagai raja yang berkuasa dan menganggap remeh Ka'bah serta pemeliharanya. Namun kesombongan dan kezalimannya hanya membawa kehancuran bagi dirinya dan pasukannya. Surat ini menjadi peringatan abadi bahwa siapa pun yang sombong dan zalim, sekalipun ia memiliki kekuatan besar, pada akhirnya akan binasa.
3. Keyakinan dan Tawakal kepada Allah adalah Kekuatan Sejati
Sikap Abdul Muththalib yang dengan penuh keyakinan mengatakan bahwa Ka'bah memiliki Pemilik yang akan menjaganya adalah teladan sempurna tentang tawakal kepada Allah. Ia tidak mempersiapkan pasukan atau senjata untuk melawan Abrahah, melainkan menyerahkan sepenuhnya perlindungan Ka'bah kepada Allah. Keyakinan ini terbukti benar ketika Allah mengirimkan pertolongan-Nya dengan cara yang tidak terduga. Ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada keyakinan dan ketergantungan kepada Allah.
4. Pertolongan Allah Dapat Datang dari Arah yang Tidak Disangka
Pasukan Abrahah yang datang dengan persiapan matang dan teknologi perang canggih (gajah) sama sekali tidak menyangka bahwa kehancuran mereka akan datang dari burung-burung kecil. Allah menunjukkan bahwa pertolongan-Nya tidak terbatas pada cara-cara yang biasa dipahami manusia. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam menghadapi musuh atau kesulitan, kita tidak boleh berputus asa, karena pertolongan Allah dapat datang dari arah yang tidak pernah kita bayangkan.
5. Setiap Makar untuk Memusuhi Allah Pasti Binasa
Inilah pesan fundamental yang harus tertanam dalam hati setiap muslim. Sehebat apa pun teknologi dan kekuatan yang dimiliki orang-orang kafir, itu tidak akan pernah bisa mengalahkan ketentuan Allah. Sebagaimana Fir'aun dibinasakan, Jalut dikalahkan, Namrud dihancurkan, dan pasukan bergajah diratakan dengan tanah, maka setiap upaya untuk memusuhi Allah dan agama-Nya pada akhirnya akan mengalami kehancuran yang sama. Yang benar (haq) akan selalu menang, sementara yang salah (bathil) akan selalu kalah.
Pertanyaan Seputar Surah Al-Fil
1. Apa yang dimaksud dengan Tahun Gajah ('Am al-Fil)?
Tahun Gajah adalah sebutan untuk tahun terjadinya serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah ke Mekkah untuk menghancurkan Ka'bah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 570 Masehi, tepatnya 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tahun ini menjadi penanda penting dalam sejarah Islam karena kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun yang sama.
2. Mengapa gajah-gajah Abrahah tidak mau masuk ke Mekkah?
Gajah-gajah Abrahah tiba-tiba berhenti dan tidak mau bergerak maju ketika diarahkan ke Ka'bah, namun mereka mau berjalan ketika diarahkan ke selain Mekkah. Ini merupakan mukjizat dari Allah SWT yang menunjukkan bahwa Dia tidak mengizinkan pasukan tersebut mendekati rumah-Nya. Kejadian ini menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah sebelum azab diturunkan melalui burung Ababil.
3. Burung apa yang dimaksud dalam Surat Al-Fil?
Burung yang dimaksud dalam Surat Al-Fil adalah burung Ababil, yaitu burung yang datang berbondong-bondong dalam jumlah besar. Menurut riwayat, setiap burung membawa tiga buah batu: satu di paruh dan dua di kedua kakinya. Para ulama berbeda pendapat tentang spesies burung ini, namun mereka sepakat bahwa burung-burung ini adalah makhluk ciptaan Allah yang diutus khusus untuk membawa azab kepada pasukan Abrahah.
4. Apa hikmah utama dari Surat Al-Fil?
Hikmah utama Surat Al-Fil adalah menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT dalam melindungi rumah-Nya (Ka'bah) dari segala bentuk ancaman. Surat ini juga mengajarkan bahwa kesombongan dan kezaliman pasti berakhir dengan kehancuran, serta mengingatkan bahwa pertolongan Allah dapat datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Selain itu, surat ini menjadi pengingat nikmat Allah kepada kaum Quraisy yang telah diselamatkan dari kehancuran.
5. Bagaimana Abrahah dan pasukannya binasa?
Abrahah dan pasukannya binasa setelah Allah mengirimkan burung-burung Ababil yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar (sijjil). Batu-batu itu mengenai tubuh mereka dan menyebabkan anggota tubuh mereka terpotong-potong dan hancur. Mereka berguguran di jalan seperti daun-daun yang dimakan ulat. Abrahah sendiri terserang penyakit hingga ujung-ujung jemarinya rontok dan akhirnya meninggal di Shan'a dalam kondisi mengenaskan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396547/original/062855300_1761739604-Bepergian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535602/original/003835300_1774065308-0L5A1309.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5278961/original/000621400_1752123975-WhatsApp_Image_2025-07-10_at_12.01.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735779/original/010114200_1707186914-elizabeth-lies-PIQCA1ReSgU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215229/original/033266000_1746799361-4ff83da7-1538-4742-9157-6cfce7cd7661.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003293/original/062384100_1650614701-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)