Liputan6.com, Jakarta - Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang kompleks, manusia sering kali merasa terjepit di antara kegelisahan dan kesulitan hidup. Islam menawarkan sebuah solusi spiritual yang sederhana namun mendalam, istighfar.
Keutamaan istighfar dalam kehidupan modern lebih dari sekadar permohonan ampunan. Istighfar merupakan kunci ketenangan batin, yang dalam taraf tertentu juga menjadi kunci berbagai kemudahan. Di antaranya adalah rezeki.
Merujuk studi Konsep Istighfar dalam Al-Qur'an dan Implikasinya Menurut Penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (Aswira, IAIN Jember, 2017), secara bahasa, istighfar berasal dari kata ghafara–yaghfiru–ghufran yang bermakna menutupi atau menyembunyikan. Dalam istilah syariat, ia bermakna permohonan hamba kepada Allah SWT agar dosa-dosanya ditutupi, diselamatkan dari siksa, serta dilindungi (Al-Muqaddam, Fiqih Istighfar).
Istighfar memiliki implikasi yang sangat nyata dan relevan bagi kehidupan sosial-ekonomi manusia modern, mulai dari ketenangan jiwa hingga pembuka pintu rezeki.
Berikut ini adalah keutamaan istighfar dalam kehidupan modern, berdasar studi ilmiah yang merujuk dalil dan literatur karya ulama klasik dan kontemporer.
1. Hakikat Istighfar, Fitrah Manusia
Setiap manusia terlahir dalam keadaan suci atau fitrah. Namun, dalam perjalanan hidupnya, manusia tidak luput dari potensi berbuat salah dan dosa yang menjadi bagian dari eksistensinya.
M. Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan al-Quran menjelaskan bahwa fitrah berarti kejadian manusia sejak semula atau bawaan lahirnya. Karena manusia tidak bisa lepas dari kesalahan, maka ampunan Allah menjadi kebutuhan mendasar.
Hasan Hammam (2017) dalam kitab at-Tadawi bi-Istighfar menegaskan bahwa istighfar berfungsi mengangkat derajat seorang hamba dari tingkat yang rendah menuju tingkat yang lebih tinggi dan sempurna di sisi Allah.
Istighfar adalah jembatan yang menghubungkan antara pengakuan atas kelemahan manusia dengan kemahakuasaan Allah dalam memberikan solusi hidup.
Di tengah tantangan zaman yang kian berat, membiasakan lisan dengan kalimat istighfar bukan hanya memberikan ampunan, melainkan juga kunci untuk membuka pintu-pintu kemudahan, kebahagiaan, dan rezeki yang melimpah.
2. Bebas dari Kesempitan dan Peroleh Kemudahan
Salah satu sandaran utama mengenai keutamaan istighfar adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menekuni istighfar, Allah akan menjadikan dari setiap kesedihan kelonggaran, dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ibn Majah).
Meskipun kajian sanad dalam Jurnal al Adabiya menunjukkan bahwa hadits ini memiliki derajat dhaif (lemah) karena perawi bernama al-Hakam ibn Mus’ab bersifat majhul (tidak dikenal), namun secara makna (matan), hadits ini dapat diterima karena sejalan dengan nilai-nilai universal dalam Al-Qur'an.
Hadits ini menjanjikan tiga solusi konkret bagi problematika manusia modern:
- Kelapangan dari kesedihan: Mengubah keresahan menjadi ketenangan.
- Jalan keluar dari kesulitan: Memberikan solusi atas problematika hidup yang sempit.
- Rezeki tak terduga: Membuka akses ekonomi dari sumber yang tidak disangka-sangka.
3. Magnet Rezeki dan Keberkahan
Istighfar diyakini juga mendatangkan kesejahteraan materi dan sosial. Hal ini diperkuat oleh dalil Al-Qur'an dalam Surah Nuh ayat 10-12: "Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu'.".
Dalam kajiannya, Mahmud Sirri dkk. menekankan bahwa seseorang akan semakin dimudahkan rezekinya apabila ia istiqamah mengamalkan istighfar. Istighfar menjadi sebab utama turunnya rahmat, pemberian kekuatan, hingga kelimpahan harta dan keturunan.
- Imam Al-Qurtubi (dalam Tafsir Al-Qurtubi) menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut adalah dalil bahwa istighfar dapat menjadi sarana turunnya rezeki dan hujan (dikutip dalam Sirri dkk., 2024).
- Al-Hafizh Ibnu Katsir (dalam Tafsir Ibnu Katsir) menafsirkan: Jika kalian bertaubat, memohon ampun, dan taat kepada-Nya, niscaya rezeki kalian akan berlimpah, Allah akan menurunkan keberkahan dari langit, menumbuhkan tanaman, serta memberikan kebun dan sungai-sungai (Sirri dkk., 2024).
- Syekh Amin Asy-Syinqiti (dalam Tafsir Adhwaul Bayan) menjelaskan bahwa janji "mata’an hasanan" (kenikmatan yang baik) dalam QS. Hud: 3, yang dikaitkan dengan istighfar dan taubat, bermakna kelapangan rezeki, kehidupan yang baik, dan kesehatan jasmani (dikutip dalam Sirri dkk., 2024).
4. Taubat dan Pengampunan Dosa
Istighfar bukan sekadar ucapan "Astaghfirullah" yang diucapkan tanpa penghayatan. Dalam penelitian Aswira (2017) yang mengkaji tafsir Hamka, istighfar memiliki dimensi yang mendalam dan berlapis sebagai pengampunan dosa, tergantung pada konteks pelakunya:
- Bagi Orang Musyrik: Istighfar harus diikuti dengan tindakan nyata, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, bertaubat sungguh-sungguh, dan konsisten melakukan amal shaleh. Istighfar tanpa perubahan keyakinan dan perbuatan adalah sia-sia.
- Bagi Orang Munafik: Istighfarnya tidak akan diterima oleh Allah, sekalipun dimohonkan oleh Rasulullah SAW, karena kekafiran dan kemunafikan telah mendarah daging dalam hati mereka (Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz X).
- Bagi Para Nabi: Istighfar yang mereka lakukan (seperti Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, dan Muhammad SAW) lebih berfungsi sebagai bentuk ketundukan, perlindungan (ta’widz), dan pendidikan (uswah) bagi umat, serta ekspresi syukur atas karunia Allah, bukan karena dosa besar (Aswira, 2017; Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz XXIV).
- Bagi Orang Beriman (Mu’min): Istighfar adalah bentuk kesadaran akan khilaf dan dosa, yang disusul dengan penyesalan, tekad untuk tidak mengulang, dan perbaikan diri. Inilah istighfar yang sejati, yang menggabungkan permohonan ampun dengan taubat nasuha.
Hal ini berdasar firman Allah SWT: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imran: 135)
5. Sumber Ketenangan dan Kekuatan
Buya Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar, menekankan bahwa istighfar memiliki implikasi langsung terhadap realitas hidup seseorang. Oang yang beristighfar dengan sungguh-sungguh dan bertaubat akan meninggalkan kehidupan dalam "gelap gulita syirik" menuju kehidupan yang "lapang" dan diterangi iman. Ini adalah transformasi spiritual yang mendasar (Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz XII).
Dalam menafsirkan QS. Ghafir: 55, Hamka menyebut bahwa istighfar dan tasbih (seperti dalam shalat) adalah cara untuk "mengisi dinamo diri" dengan kekuatan Ilahi. Dalam konteks modern, ini bisa dimaknai sebagai spiritual resilience atau ketahanan mental menghadapi tekanan hidup.
Hamka menjelaskan, bahkan setelah melaksanakan ibadah besar seperti haji (QS. Al-Baqarah: 199), seseorang tetap diperintahkan beristighfar. Ini untuk menghindarkan rasa bangga dan sombong, mengingat betapa kecilnya amal kita dibanding nikmat Allah (Aswira, 2017).
6. Istighfar dan Kesehatan Mental Modern
Istighfar juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa, yang sangat relevan di era tingginya angka stres dan depresi. Di tengah tekanan yang tinggi, istighfar bisa menjadi terapi spiritual yang ampuh untuk mengurangi stres.
Istighfar yang disertai taubat melepaskan beban psikologis akibat kesalahan masa lalu. Janji Allah yang terkandung dalam ayat-ayat istighfar (seperti ampunan, pertolongan, dan kelapangan rezeki) dapat membangkitkan harapan dan optimisme dalam menghadapi masa depan.
Sebagaimana dikutip dalam skripsi Aswira (2017), penelitian membuktikan efektivitas pendekatan psiko-religius (melalui istighfar) dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia.
People Also Ask:
Apa keutamaan dari istighfar?
Fadhilah istighfar sangat banyak, di antaranya adalah menghapus dosa, mendatangkan rezeki berlimpah dari arah tak terduga, memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan kesempitan, menurunkan rahmat, membersihkan hati, mengabulkan doa, serta melancarkan urusan dan rezeki seperti air mengalir dan kesuburan tanah. Secara ringkas, istighfar adalah obat dosa dan sumber segala kebaikan dunia dan akhirat.
Mengapa istighfar penting dalam kehidupan sehari-hari?
Istighfar merupakan konsep penting dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan permintaan ampunan kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang diperbuat oleh manusia. Istighfar tidak hanya memiliki dimensi spiritual dan ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan memperoleh kedamaian batin.
Mengapa manusia harus beristighfar?
Setiap manusia harus selalu beristighfar karena manusia tempatnya salah dan lupa, istighfar adalah cara memohon ampun kepada Allah SWT untuk menghapus dosa, membersihkan hati, mendatangkan ketenangan, solusi masalah, rezeki, serta merupakan wujud penghambaan diri dan meneladani Nabi Muhammad SAW, yang juga selalu beristighfar meski maksum. Ini adalah gaya hidup spiritual untuk terus mendekatkan diri pada Allah dan memperbaiki diri.
Apa surah dan ayat yang menyebutkan bahwa istighfar dapat menambah kekuatan jiwa?
Dalam surah An-Nuh (71:10-12), Nabi Nuh AS mengatakan kepada kaumnya, "Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepada kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kalian."'

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











