Semarak Silatusantren Nikmatnya Ramadan di Ponpes Darussalam, Santri Jadi Mata Air Kebudayaan

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam, karena bulan itu, penuh ampunan, rahmat, serta berlipatnya pahala amal kebaikan, termasuk mensyiarkan silaturahmi dan kepedulian pada sesama.

Karena itulah Ramadan 1447 H tahun 2026 kali ini mejadi salah satu momen spesial bagi Coklat Kita untuk bisa kembali bersilaturahmi ke ulama, mahasantri, santri, santriyah dan masyarakat di Pondok Pesantren. Kegiatan positif ini dikemas melalui program lanjutan yaitu “Coklat Kita Silatusantren (Silaturahmi Berkesan di Pondok Pesantren) Nikmatnya Ramadan".

Kali ini kegiatan berkolaborasi dengan 3 Pondok Pesantren di Jawa Barat sebagai tempat pelaksanaan. Untuk titik pertama sudah dimulai, Sabtu (28/2/2026) di Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan ini diisi dengan berbagi takjil, buka puasa bersama, dialog kebudayaan, serta pertunjukan seni religi yang melibatkan santri dan tokoh budaya.

Para santri, mahasiswa, pengasuh pesantren, serta tamu undangan, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, dan Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, tampak hadir dan berbaur dalam suasana kebersamaan yang hangat, mencerminkan semangat silaturahmi yang menjadi ruh utama program ini. Selain itu, kehadiran sejumlah stand bazar di sekitar arena kegiatan menambah semarak acara.

Kemudian untuk titik ke dua acara, rencananya digelar Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Ponpes Al Hikamussalafiyah Cipulus, Purwakarta. Sedangkan untuk titik ke tiga bertempat di Ponpes Al Ittihad Cianjur, yang akan dilaksanakan, Sabtu, 7 Maret 2026.

Bagian dari Mata Air Kebudayaan

Budayawan Budi Dalton sangat mengapresiasi kegiatan di pesantren ini. Ia menilai dengan acara seperti itu, para santri selain bisa bersosialisasi antar mereka, juga banyak mendapat pengetahun baru dari dunia luar. "Kalau menurut saya yang terpenting itu adalah melakukan reaktivasi terhadap genetika kultural pesantren. Kalau dalam bahasa sosiologinya begitu," kata Budi.

Senada dengan Budi Dalton, budayawan Zastrouw Al Ngatawi juga mengatakan sebetulnya pesantren ini kan bagian dari mata air kebudayaan, mata air peradaban dengan banyak tradisi, banyak nilai, banyak norma. Dengan begitu pesantren ini bisa menjadi vaksin kultural menghadapi berbagai serangan virusdari mana-mana. "Nah, itu salah satu vaksinnya itu ada di pesantren sebetulnya," katanya.

Melalui silaturahmi pesantren ini, kata Zastrouw. vaksin-vaksin kultural ini bisa dieksplorasi untuk diinjeksikan kepada anak-anak muda sekarang, sehingga dia akan memiliki imunitas kultural yang sangat tinggi. Namun, mereka juga tidak menolak budaya tradisi baru.

Santri Memiliki Kepekaan Sosial

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Fadlil Yani Ainusyamsi, merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Acara silatusantren ini bisa menjadi perekat umat di kalangan pemuda dan remaja, salah satunya melalui seni budaya sebagai bagian dari proses pendidikan santri, selama tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Icep itu, selama ini pesantren identiknya hanya dengan pengajian atau belajar agama saja. Sementara agama tidak hanya belajar kitab-kitab klasik saja. Jika dibuka bahwa ilmu-ilmu agama di dalam Islam klasik itu mengajarkan seni dan budaya. "Pesantren harus menjadi ruang yang hidup, tempat nilai agama bertemu dengan budaya, agar santri memiliki kepekaan sosial dan kultural di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin, menjelaskan bahwa pemilihan Ponpes Darussalam sebagai lokasi awal, berdasarkan keterpengaruhan dari keberadaan pondok yang memang pesantren besar di Jawa Barat.

“Pesantren Darussalam ini adalah pesantren besar dengan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang kuat. Kami melihat pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan nilai dan karakter,” ujarnya.

Pendekatan Musik Religi

Salah satu santri, Doni Rizwanto, membenarkan Pesantren Darussalam memang terbuka dengan kegiatan seni dan budaya. Karenanya kegiatan silatusantrenini, cocok dan sejalan dengan pola pengajarannya."Kami terbuka untuk hal ini, dan kebetulan ada pendukungan," kata pria yang sudah 7 tahun mengikuti kegiatan di ponpes tersebut.

Santri Putri, Kayla Azka Nadhifah, juga mengaku dakwah di pesantren Darussalam juga kerap dilakukan melalui pendekatan seni dan musik religi. "Di dalam lagu-lagunya ada makna-makna yang disampaikan,” ujarnya.

Menurutnya kehadiran Coklat Kita di lingkungan pesantren bukanlah yang pertama kali. “Coklat Kita ke sini itu bukan yang pertama kali. Sudah pernah sebelumnya, dan menurut saya acaranya selalu menarik,” katanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |