Liputan6.com, Jakarta - Kata-kata mutiara islami untuk menenangkan hati bukan sekadar rangkaian kalimat estetis, melainkan berfungsi sebagai "kompas kehidupan" yang mampu mengarahkan kalbu menuju ketenangan di tengah ujian dunia. Dalam buku Penyejuk Qolbu karya KH Mohamad Winoto dan Hj. Amaliyah Nasrudin, MA, ditegaskan bahwa kesehatan hati adalah kunci keikhlasan hidup, di mana kesabaran diibaratkan seperti jamu yang terasa pahit namun sangat menyehatkan bagi rohani.
Hal ini sejalan dengan dalil dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 28, yang menyatakan bahwa hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menemukan ketenteraman (tuma'ninah). Melalui perenungan terhadap mutiara hikmah ini, seorang mukmin diajak untuk senantiasa membersihkan hati agar setiap beban hidup terasa lebih ringan dan bermakna.
Merujuk Buku Mahfuzhat: Kumpulan Kata Mutiara Islam-Arab yang Diajarkan di Pondok Pesantren dan Madrasah, oleh Tim Rene Islam, mahfuzhat (kata mutaiara) berfungsi sebagai benteng spiritual yang membangun karakter sekaligus memberikan energi positif saat jiwa mengalami kelelahan.
Imam Al-Ghazali dalam al-Ihya Ulumuddin menjelaskan, bahwa ketenangan sejati (as-sakinah) lahir dari penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs, di mana kalimat-kalimat hikmah bertindak sebagai obat bagi penyakit hati.
Kata-kata mutiara islami untuk menenangkan hati
Berikut adalah 70 kata-kata mutiara Islami yang menenangkan, inspiratif, dan menyentuh hati, yang dikutip dari buku Penyejuk Qolbu: Kumpulan Motivasi dan Mutiara Sufi, serta sumber relevan lainnya.
Kata Mutiara Islami Tenangkan Hati Bersumber dari Al-Qur'an & Hadis
1. QS. Ar-Ra'd: 11: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka".
2. Hadis Riwayat Muslim:"Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah".
3. QS. An-Nahl: 78: "Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur".
4. Hadis tentang Persaudaraan: "Orang muslim itu saudara bagi orang muslim lainnya. Dia tidak menzhaliminya dan tidak pula membiarkannya dizalimi".
5. Hadis tentang Kesombongan: "Tidak akan masuk surga seseorang yang ada di dalam hatinya perasaan sombong walaupun sebesar zarrah".
Tema: Motivasi, Impian, dan Ikhtiar
6. Setiap orang pasti punya impian, namun tidak setiap orang berusaha keras untuk menjadikannya kenyataan.
7. Butuh kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh untuk membuat mimpi-mimpimu menjadi nyata.
8. Dalam Islam kita diharuskan berikhtiar; kita tidak bisa hanya berdoa dan berpangku tangan saja.
9. Makna doa itu sendiri adalah berusaha, maka salah kaprah jika seseorang hanya berdoa tanpa melakukan ikhtiar.
10. Allah membenci orang yang hanya berpangku tangan dan berharap uang jatuh dari langit begitu saja.
11. Jika mencari nafkah diniatkan sebagai ibadah, maka kerja kerasmu akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah.
12. Rencana adalah jembatan menuju mimpimu; tanpa rencana, kau tidak memiliki pijakan langkah menuju cita-cita.
13. Putuskan apa yang kau inginkan, tulislah rencananya, maka kau akan menemukan kehidupan yang lebih mudah.
14. Apapun yang kau kerjakan dengan sungguh-sungguh hari ini adalah pembentuk keberhasilanmu di masa depan.
15. Jika kau ingin maju dengan harapan besar, jangan kerjakan hal-hal yang tidak memiliki nilai besar di masa depan.
16. Impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya, ia akan datang ketika kita berusaha sungguh-sungguh meraihnya.
17. Bila kau gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus perjuanganmu sampai kegagalan itu sendiri yang menyerah.
18. Disiplin bukan sekadar cara menghindari sanksi, tapi merupakan jalan meraih sukses dan nilai ibadah.
19. Keringat yang mengalir di medan latihan adalah penebus darah di medan pertempuran kehidupan yang nyata.
Tema: Ilmu, Takwa, dan Kebijaksanaan
20. Ilmu itu jauh lebih baik daripada harta karena ilmu akan menjagamu, sedangkan harta harus engkau jaga.
21. Ilmu adalah penghukum (hakim), sementara harta adalah pihak yang terhukum.
22. Saya memikirkan tentang semua jenis pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa.
23. Taqwa bagai lukisan abstrak nan indah dalam kehidupan; ia mampu menyejukkan jiwa bagi siapa pun yang memandangnya.
24. Tiada kata akhir untuk belajar, sebagaimana tidak ada kata akhir untuk sebuah kehidupan.
25. Pelajari sesuatu dari hidupmu hari ini yang mampu mengubah dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
26. Seperti benih yang butuh tanah lembut, nasehat dan teguran membutuhkan hati yang mau dibentuk agar bisa tumbuh.
27. Gerhana nafsu adalah keselamatan bagimu, jauh lebih penting daripada sekadar gerhana matahari atau bulan.
28. Jika Allah yang menjadi tujuan hidupmu, jangan biarkan rintangan kecil mengalahkan langkahmu di hadapan-Nya.
29. Gerhana matahari masih lebih baik dari gerhana nurani, karena nurani adalah pelita jiwa yang paling utama.
Tema: Kesabaran dan Menghadapi Ujian
30. Aku mencari segala bentuk rezeki di dunia ini, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar.
31. Kehidupan tidak menjanjikan kebahagiaan sepanjang masa; kadangkala manusia diasah dengan berbagai ujian.
32. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang penyabar dan kuatkan aku dalam menghadapi setiap cobaan hidup ini.
33. Sabar dalam kehidupan itu seperti jamu; meskipun terasa pahit di lisan, ia sangat menyehatkan bagi rohani.
34. Semakin bersih hati seseorang, maka akan semakin ringan ia menatap setiap ujian hidup yang datang menghampiri.
35. Semua masalah dan penderitaan dalam hidup ini akan berlalu dan kelak akan berganti dengan kebahagiaan.
36. Jangan memusuhi masa lalu seburuk apa pun itu; berdamailah dengannya agar masa depanmu tidak terganggu.
37. Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, tapi isyarat untuk bangkit dan mencoba lagi.
38. Hidup takkan pernah berarti jika terus disesali, namun hidup akan lebih berarti jika berani kuhadapi.
39. Kekerasan, kesedihan, dan hinaan sering terjadi, namun di baliknya selalu ada harapan untuk kebahagiaan.
Tema: Akhlak, Persahabatan, dan Nasehat Sufi
40. Aku mengamati semua sahabat dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.
41. Menghilangkan sifat dengki pada diri sendiri akan membantu langkahmu menuju kesuksesan dunia dan akhirat.
42. Aku merenungkan segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasehat baik.
43. Marilah kita saling menerima dan memberi nasehat atas dasar iman dengan hati yang terbuka, senang, dan ikhlas.
44. Janganlah menjadi orang yang suka menasehati orang lain, namun hatinya tertutup untuk mendengar nasehat orang lain.
45. Tidaklah dunia menjadi obsesi seseorang melainkan akan melekat di hatinya keinginan yang tak pernah putus-putus.
46. Bila kita sukses, kawan-kawan pasti kenal kita; namun saat kita jatuh, kita baru mengenal siapa kawan sejati kita.
47. Sahabat, saat kau sedih aku menangis dan saat kau terluka hatiku tercabik; itulah warna kehidupan yang sebenarnya.
48. Setangkai bunga mawar bisa menjadi teman hidupku, namun seorang sahabat sejati bisa menjadi duniaku.
49. Jangan biarkan bara api kemarahan dan kebencian menyakiti jiwamu, sementara kau takut pada panasnya api dunia.
50. Jadilah lilin yang menyalakan lilin lain, karena kebahagiaan tak akan pernah habis ketika dibagi sesama makhluk.
51. Cintai orang yang kau sayangi dan ikuti kata hatimu tanpa perlu menghiraukan perkataan buruk orang lain.
52. Perkayalah dirimu baik dengan materi maupun ruhani, lalu bagikanlah kekayaan itu kepada yang membutuhkan.
53. Hidup adalah tentang keyakinan dan perjuangan untuk menebar kebaikan di muka bumi.
54. Berusaha hidup mandiri itu penting, karena orang lain tidak akan selamanya ada untuk membantu kita.
55. Akhlak yang baik adalah misi utama diturunkannya Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Tema: Ketenangan Hati dan Makna Kehidupan
56. Kalbu itu kompas kehidupan; kompas yang baik tentu akan mengarahkan kita menuju jalan yang baik pula.
57. Untuk menjaga agar kompas kalbu terus berfungsi, kita mesti merawatnya melalui petunjuk dan nasehat bijak.
58. Tasawuf adalah sisi terdalam ajaran Islam yang menuntun kesehatan hati menuju keikhlasan hidup.
59. Tujuan adalah kompas kehidupan; hidup tanpa tujuan umpama kapal tanpa nahkoda yang hanyut di tengah lautan.
60. Hidup itu bagaikan mengendarai sepeda; untuk menjaga keseimbangan, kamu harus tetap melaju ke depan.
61. Dalam kehidupan tidak ada yang abadi; setiap "selamat datang" akan selalu diakhiri dengan "selamat tinggal".
62. Indahnya kehidupan ini terjadi jikalau kita tahu cara menghargainya dengan penuh rasa syukur kepada Allah.
63. Kehidupan dipenuhi seribu macam kemanisan, tetapi untuk mencapainya perlu seribu macam pengorbanan.
64. Hidup ini sebenarnya sederhana, hanya saja kita yang membuatnya rumit dengan rencana-rencana yang kosong.
65. Indahnya kehidupan salah satunya karena adanya ketidakpastian dan perubahan yang terus menerus terjadi.
66. Menjalani kehidupan bagai meniti tali tambang di tempat tinggi; fokuslah ke depan dan jangan menoleh ke belakang.
67. Setiap pengalaman harus masuk ke dalam kehidupan agar memperkaya makna kehidupan itu sendiri.
68. Deburan ombak yang tiada henti adalah tanda zikirnya alam pada Sang Pencipta; maka janganlah kita berhenti berzikir.
69. Jangan sampai kita terlena memenuhi kekayaan duniawi hingga lupa tugas utama mengumpulkan bekal akhirat.
70. Apapun yang kita lakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan adalah bentuk pemaknaan terhadap kehidupan sejati.
People Also Ask:
Apa kata motivasi singkat Islami?
10 Quotes Islami Singkat untuk Diri Sendiri "Kadang kita merasa terlambat, padahal Allah tahu timing yang paling pas untukmu."
- “Rencana boleh banyak, tapi semuanya hanya bisa diwujudkan kalau sudah ditakdirkan oleh Allah.”
- "Capek boleh, nyerah jangan. ...“Membandingkan diri dengan orang lain tidak ada habisnya.
Apa ketenangan hati dalam Islam?
Ketenangan hati dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang merasa damai dan puas dengan kehidupan, terlepas dari tantangan dan cobaan yang dihadapi. Ini mencakup rasa syukur kepada Allah, kepercayaan pada takdir, dan keteguhan dalam iman.
Kata mutiara apa yang menjadi takdirmu?
“Apa yang menjadi takdirmu tidak akan melewatkanmu” kalimat ini menjadi kalimat yang sangat familiar, khususnya di kalangan umat Muslim. Pasalnya, kalimat ini hadir dari seorang tokoh Islam sekaligus sahabat Rasulullah, yakni Umar bin Khattab.
Bagaimana cara menenangkan hati dalam Islam?
Transliterasi: Allahumma innee a'uzubika min alhammi wal huzni wal ajzi wal kasli wal bukhli wal jubni wa dala'id dayni wa galabatir rijaal. Terjemahannya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan kepengecutan, beban hutang dan dari dikuasai manusia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3113951/original/072628100_1588047593-shutterstock_430633753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











