8 Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Diketahui

3 months ago 39

Liputan6.com, Jakarta Haji dan Umroh merupakan dua bentuk ibadah dalam Islam yang didambakan oleh setiap muslim di seluruh dunia. Dikerjakan di Tanah Suci Mekkah, kedua ibadah mungkin terlihat sama, namun sebenarnya sangat berbeda. Perbedaan haji dan umroh ini sangat mendasar dan perlu dipahami dengan baik, oleh setiap umat Islam. Memahami perbedaan haji dan umroh juga membantu mempersiapkan para jamaah sebelum mempraktekannya.

Tidak hanya dalam waktu pelaksanaannya, perbedaan haji dan umroh  juga mencakup hukum, rukun, hingga biaya yang diperlukan. Setiap aspek perbedaan haji dan umroh memiliki ketentuan dan konsekuensi yang berbeda, sehingga pemahaman akan perbedaan haji dan umroh akan sangat membantu menentukan proses pelaksanaan kedua ibadah, dengan baik dan tepat.

Lantas apa saja perbedaan haji dan umroh? Berikut ini informasi lengkapnya, yang telah Liputan6 susun, pada Rabu (19/11).

Perbedaan Fundamental dalam Syariat dan Hukum

1. Waktu Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh yang pertama adalah pada waktu pelaksanaannya. Ibadah haji mempunyai waktu yang sangat terikat dan spesifik, dimana haji hanya bisa dilaksanakan sekali dalam setahun yaitu di bulan Dzulhijjah. Puncak pelaksanaan haji wajib dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf di Arafah.

Sementara itu umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tanpa terikat waktu tertentu. Jamaah umroh memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk menentukan waktu keberangkatan sesuai dengan kondisi masing-masing, sehingga umroh bisa dilakukan berkali-kali dalam setahun, bahkan dalam satu bulan, tergantung kemampuan jamaah.

2. Hukum Pelaksanaan

Dalam hukum pelaksanaannya, haji memiliki status hukum wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat dan kemampuan yang ada. Hal ini juga berdasarkan firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Imran ayat 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah."

Haji juga termasuk dalam salah satu dari lima rukun Islam, jadi statusnya wajib dilaksanakan minimal satu kali seumur hidup bagi mereka yang mampu. Kewajiban ini tidak dapat diabaikan dan menjadi hutang bagi mereka yang memenuhi syarat. 

Sementara itu, hukum umroh adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Sehingga bila dilakukan akan membawa pahala yang sangat besar dan apabila tidak dilakukan tidak membawa dosa atau tidak apa-apa.

3. Rukun Ibadah

Rukun ibadah merupakan komponen dalam ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, jadi jika salah satu rukun ibadah tidak dilaksanakan, makan ibadah tersebut tidak sah. Dalam haji terdapat enam rukun haji yang harus diikuti, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadhah, sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah, tahallul (mencukur rambut), dan tertib dalam menjalankan rukun.

Sedangkan dalam umroh, rukun ibadah yang perlu dilakukan lebih sederhana dengan hanya 4 komponen yang wajib dilakukan yaitu:  ihram, thawaf, sa'i antara Shafa dan Marwah, dan tahallul. Perbedaan paling signifikan adalah tidak adanya rukun wukuf di Arafah di umroh, padahal ini merupakan puncak dan inti dari ibadah haji.

Perbedaan Teknis dalam Pelaksanaan Ibadah

4. Tempat Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh yang selanjutnya adalah tempat pelaksanaan yang signifikan antara haji dan umroh. Haji mencangkup kunjungan ke luar kota Mekkah: Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ketiga tempat ini dikenal dengan sebutan Armuzna dan berada pada jarak 5-25 kilometer dari Masjidil Haram. Hal ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih baik karena lingkungan yang cukup keras dan cuaca panas.

Ssementara umroh umumnya dilakukan hanya di dalam komplek Masjidil Haram Mekkah. Jamaah umroh tidak diharuskan untuk berpindah-pindah, sehingga secara fisik lebih ringan dan nyaman untuk dilakukan oleh jamaah.

5. Durasi Pelaksanaan

Durasi pelaksanaan ibadah haji dan umroh sangat berbeda, ibadah haji umumnya membutuhkan waktu yang relatif lama, minimal 5-6 hari untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ritual yang harus dilakukan di berbagai lokasi, termasuk bermalam di Muzdalifah dan Mina. 

Haji dimulai dari ihram pada tanggal 8 Dzulhijjah, dilanjutkan dengan berangkat ke Mina, wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, bermalam di Muzdalifah, kemudian melakukan thawaf ifadhah, sa'i, dan ritual lempar jumrah yang berlangsung hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan ibadah umroh dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, atau bahkan lebih lama tergantung pada jamaah yang melakukannya. Hal ini karena ibadah umroh memiliki waktu yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

6. Pakaian Ihram

Pakaian ihram yang umum digunakan dalam ibadah haji dan umroh memiliki perbedaan dalam hal durasi pemakaiannya. Saat ibadah haji, jamaah harus mengenakan ihram dalam waktu yang relatif lama, mulai dari niat ihram hingga selesai melaksanakan thawaf ifadhah. 

Selama mengenakan ihram, jamaah harus mematuhi berbagai larangan seperti tidak menggunakan wewangian, tidak memotong kuku atau rambut, tidak berburu, dan tidak melakukan hubungan suami istri.

Sedangkan pada ibadah umroh, pemakaian ihram relatif lebih singkat, hanya selama pelaksanaan  thawaf dan sa'i. Setelah tahallul, jamaah umroh bisa mengenakan pakaian biasa dan melakukan aktivitas normal lainnya. Ini memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi jamaah umroh dalam mengatur aktivitas selama berada di Tanah Suci.

Perbedaan Praktis dalam Penyelenggaraan dan Biaya

7. Sistem Penyelenggaraan 

Berikutnya adalah perbedaan haji dan umroh dalam sistem penyelenggaraannya. Di Indonesia, ibadah haji dikelola terpusat oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Sistem ini meliputi haji reguler yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah, serta haji khusus (ONH Plus) yang dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah mendapat izin resmi.

Sedangkan untuk ibadah umroh umumnya diselenggarakan oleh berbagai biro perjalanan swasta yang telah memperoleh izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama. Sistem ini memberikan lebih banyak pilihan bagi jamaah dalam hal paket, jadwal, fasilitas, dan harga yang diinginkan. Jamaah umroh dapat memilih dari berbagai pilihan paket sesuai dengan budget dan preferensi masing-masing.

8. Kewajiban Kurban dan Biaya Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh yang penting dipahami adalah tentang kewajiban kurban dan dam. Sebagai contoh, haji qiran dan tamattu', jamaah diwajibkan untuk berkurban sebagai dam (denda) karena telah menikmati kemudahan melakukan umroh terlebih dahulu atau menggabungkan keduanya. Ini diterangkan dalam firman Allah SWT yang ada dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 196:

فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ

Artinya: "Barangsiapa yang melakukan umroh sampai (musim) haji, maka (hendaklah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat."

Sedangkan dalam umroh, jamaah tidak diwajibkan untuk berkurban, ini membuat biaya pelaksanaan umroh menjadi lebih terjangkau untuk sebagian besar umat Islam yang melaksanakan ibadah ini.

Pertanyaan dan Jawaban (Q&A)

A: Ya, karena umroh dapat dilakukan kapan saja dan sebanyak-banyaknya. Meskipun telah menunaikan haji, melaksanakan umroh tetap memiliki pahala dan keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda: "Umroh ke umroh adalah penghapus dosa di antara keduanya" (HR. Bukhari-Muslim).

Q: Bisakah umroh menggantikan kewajiban haji?

A: Tidak. Haji adalah rukun Islam yang wajib dilaksanakan secara terpisah. Umroh tidak dapat menggantikan kewajiban haji, meskipun keduanya memiliki ritual yang hampir sama. Setiap muslim yang mampu tetap berkewajiban menunaikan haji.

Q: Manakah yang lebih utama, haji atau umroh?

A: Haji lebih utama karena merupakan rukun Islam dan memiliki ritual yang lebih lengkap. Rasulullah SAW bersabda: "Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga" (HR. Bukhari-Muslim). Namun, jika seseorang belum mampu berhaji, melaksanakan umroh tetap sangat dianjurkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |