9 Adab Mendampingi Orang Tua Yang Sedang Sakaratul Maut dan Amalannya, Membantu Husnul Khatimah

14 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Mendampingi orang tua menjelang kematiannya merupakan salah satu bentuk bakti paling mulia. Pada saat-saat terakhir kehidupan, kehadiran anak dan keluarga bukan hanya memberikan ketenangan secara emosional, tetapi juga menjadi wujud birrul walidain, yaitu berbakti kepada kedua orang tua hingga akhir hayat. Untuk itu, umat Islam perlu memahami adab mendampingi orang tua yang sedang sakaratul maut dan amalan-amalannya.

Dalam Al-Qur'an Surat Qaf ayat 19 dijelaskan bahwa datangnya sakaratul maut membawa kebenaran yang tidak bisa dihindari. Karena itu, setiap muslim perlu mempersiapkan diri dengan amal saleh sebagai bekal untuk kembali kepada Allah SWT.

Syekh Zainal Abidin bin Muhammad Alfatoni dalam manuskrip Percaya pada Yang Gaib menjelaskan bahwa kematian merupakan proses ketika ruh berangsur-angsur meninggalkan jasad untuk memasuki alam gaib atau alam barzakh. Fase ini menjadi salah satu perjalanan paling penting dalam kehidupan manusia.

Pada masa yang sangat menentukan tersebut, peran keluarga menjadi begitu penting. Mendampingi orang tua sesuai tuntunan syariat, memperbanyak doa, serta membantu mereka mengingat Allah dapat memberikan ketenangan di saat-saat terakhir. Harapannya, orang tua dapat mengakhiri hidup dalam keadaan husnul khatimah dan memperoleh rahmat serta ampunan dari Allah SWT.

Dr. H.R. Wijaya dan RR Atika Widya Utama dalam Terapi Sakaratul Maut menjelaskan bahwa pendampingan keluarga memiliki dimensi terapeutik dan spiritual. Sementara Dra. Hj. Rahmiati dalam Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah merinci bahwa Islam tidak hanya mengatur perawatan jenazah setelah meninggal, tetapi juga tata cara menghadapi orang yang sedang sakit menjelang ajal.

Adab-Adab Mendampingi Orang Tua yang Sedang Sakaratul Maut

1. Menghadapkan ke Arah Kiblat

Adab pertama yang harus dilakukan adalah memposisikan tubuh orang tua ke arah kiblat. Caranya dengan membaringkan tubuhnya ke sebelah kanan menghadap kiblat. Jika sulit, posisi telentang dengan kepala sedikit diangkat agar wajahnya menghadap kiblat. Ujung-ujung kaki juga sebaiknya diarahkan ke kiblat jika masih memungkinkan.

Imam An-Nawawi dalam Minhajut Thalibin menjelaskan tata cara ini sebagai bagian dari adab menghadapi orang yang sedang sakaratul maut. Menghadapkan ke kiblat adalah bentuk penghormatan dan pengingat bahwa orang tua akan menghadap Allah SWT.

2. Mentalqin dengan Kalimat Syahadat

Amalan paling utama adalah menuntun orang tua untuk mengucapkan kalimat tauhid "Lâ ilâha illallâh". Rasulullah SAW bersabda: "Talqinkanlah orang-orang yang hendak meninggal dunia (di antara) kalian dengan Lā ilāha illallāh." (HR. Muslim)

Talqin dilakukan dengan cara yang halus dan tidak memaksa. Cukuplah dengan mengulang-ulang memperdengarkan kalimat syahadat di telinga orang tua tanpa menyuruhnya mengucapkan. Jika orang tua sudah mengucapkan, biarkan; jika lupa atau berhenti, ingatkan lagi dengan pelan dan hati-hati.

3. Membacakan Surah Yasin

Disunnahkan membacakan Surah Yasin di sisi orang tua yang sedang sakaratul maut. Rasulullah SAW bersabda: "Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian" (HR. Ibnu Hiban, Ahmad, Abu Dawud).

Surah Yasin disebut sebagai "jantung Al-Qur'an" dan membacanya dapat meringankan sakaratul maut. Keluarga dapat membacanya dengan suara pelan dan penuh kekhusyukan.

4. Menjaga Perkataan yang Baik

Keluarga hendaknya mengucapkan perkataan yang baik, penuh kelembutan, dan menghindari perkataan yang menyakiti hati. Hindari pembicaraan yang dapat menambah kegelisahan atau ketakutan orang tua. Rasulullah SAW mengajarkan agar keluarga mengucapkan perkataan yang baik serta memohonkan rahmat dan ampunan kepada Allah.

5. Memperbanyak Doa dan Zikir

Keluarga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar. Doa yang dipanjatkan menjadi wasilah agar Allah memberikan kemudahan dan ampunan bagi orang tua. Suasana yang dipenuhi zikir dan doa dapat menciptakan ketenangan batin yang sangat dibutuhkan.

6. Memberikan Ketenangan dan Kasih Sayang

Kehadiran fisik dan emosional anak di sisi orang tua memberikan rasa aman dan kedamaian. Pegang tangan orang tua dengan lembut, ucapkan kata-kata penuh cinta, dan yakinkan bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah yang terbaik.

7. Menjaga Kebersihan dan Kesucian

Jaga kebersihan pakaian dan tempat orang tua agar merasa nyaman. Kesucian tempat juga penting untuk menjaga suasana spiritual yang kondusif.

8. Membantu Orang Tua Berwasiat

Dianjurkan membantu orang tua berwasiat apabila meninggalkan harta benda. Wasiat disaksikan oleh dua orang saksi adil untuk memastikan hak-hak keluarga terpenuhi.

9. Meminta Maaf dan Memberi Maaf

Momen sakaratul maut adalah saat terbaik untuk meminta maaf dan memberi maaf. Kisah sahabat Al-Qamah mengajarkan bahwa seorang anak yang durhaka kepada ibunya mengalami kesulitan saat sakaratul maut hingga ibunya memaafkannya. Karena itu, anak hendaknya meminta maaf atas segala kesalahan dan memberikan maaf kepada orang tua.

Amalan-Amalan Mendampingi Orang Tua Sakaratul Maut

1. Membacakan Doa agar Sakaratul Maut Ringan

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya doa agar diberikan kemudahan ketika menghadapi sakaratul maut. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kita berdoa agar diringankan dari sakit saat sakaratul maut.

2. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Orang tua yang sedang dalam kondisi sakaratul maut hendaknya dibantu untuk memperbanyak zikir dan istighfar. Keluarga yang mendampingi juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir agar suasana tenang dan penuh berkah.

3. Membimbing agar Bersyukur

Disunnahkan bagi orang tua yang sakit menjelang kematian untuk memperbanyak syukur kepada Allah, baik dengan hati maupun lisannya. Meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah.

4. Mendoakan Keselamatan Orang Tua

Doa-doa yang dipanjatkan oleh anak untuk orang tua yang sedang sakaratul maut menjadi wasilah agar Allah memberikan kemudahan dan ampunan.

Hikmah Mendampingi Orang Tua yang Sedang Sakaratul Maut

1. Wujud Birrul Walidain yang Paling Mulia

Mendampingi orang tua saat sakaratul maut merupakan puncak bakti seorang anak. Dalam Islam, kedudukan orang tua begitu mulia sehingga Allah memberi perintah kepada hamba-Nya untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua. Meskipun seseorang ahli ibadah sekalipun, jika orang tua tidak ridha maka Allah tidak ridha.

2. Membantu Mencapai Husnul Khatimah

Tujuan utama dari pendampingan ini adalah agar orang tua dapat mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah. Dengan kalimat tauhid sebagai ucapan terakhir, dijamin masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Siapa saja yang ucapan terakhirnya 'Lâ ilâha illallâh', masuk surga."

3. Melindungi dari Godaan Setan

Pada saat sakaratul maut, setan akan datang dan membuat tipu daya. Amalan berupa zikir, talqin, dan bacaan Al-Qur'an dapat melindungi orang tua dari godaan setan yang berusaha menggoyahkan imannya di saat-saat akhir.

4. Memberikan Ketenangan Batin

Kehadiran anak, bacaan Al-Qur'an, dan zikir dapat menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah, sehingga orang tua yang sakaratul maut merasa lebih damai dan tidak sendiri.

5. Menjadi Amal Jariyah bagi Anak

Anak yang mendampingi dan mengamalkan amalan-amalan ini akan mendapatkan pahala besar dari Allah SWT. Doa anak yang saleh adalah salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua di alam barzakh.

6. Menguatkan Ikatan Batin dan Keluarga

Momen sakaratul maut menjadi kesempatan bagi anak untuk menunjukkan kasih sayang dan penghormatan terakhir kepada orang tua. Hal ini memperkuat ikatan batin dan menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya tentang pentingnya birrul walidain.

Pertanyaan Seputar Sakaratul Maut

1. Apa yang harus dilakukan anak saat orang tua sakaratul maut?

Anak harus menghadapkan orang tua ke arah kiblat, mentalqin dengan kalimat syahadat, membacakan Surah Yasin, memperbanyak zikir dan doa, memberikan ketenangan, serta menjaga kebersihan tempatnya.

2. Mengapa anak wajib mendampingi orang tua sakaratul maut?

Mendampingi orang tua saat sakaratul maut adalah wujud birrul walidain (berbakti kepada orang tua) yang paling utama. Kehadiran anak dapat memberikan ketenangan, membantu orang tua mengucapkan kalimat tauhid, dan melindungi dari godaan setan.

3. Bolehkah membacakan Yasin untuk orang tua yang sakaratul maut?

Membacakan Yasin untuk orang tua yang sakaratul maut hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hiban: "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian".

4. Apa hikmah mentalqin orang tua dengan kalimat syahadat?

Mentalqin bertujuan agar kalimat "Lâ ilâha illallâh" menjadi ucapan terakhir orang tua, sehingga ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan dijamin masuk surga. Talqin juga melindungi dari godaan setan yang datang saat sakaratul maut.

5. Bagaimana jika orang tua tidak bisa mengucapkan syahadat saat sakaratul maut?

Cukuplah dengan mengulang-ulang memperdengarkan kalimat syahadat di telinganya tanpa menyuruh untuk mengucapkannya. Jika ia sudah mengucapkan, biarkan. Jika lupa atau berhenti, diingatkan lagi dengan pelan dan hati-hati.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |