Kapan Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi Setiap Hari? Simak Penjelasan dan Hikmahnya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah Islam, Ayat Kursi memiliki tempat tersendiri dalam ibadah dan amalan sehari-hari. Memahami kapan waktu terbaik membaca Ayat Kursi setiap hari menjadi hal yang penting bagi setiap muslim untuk meraih keutamaannya.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Permata Al-Qur'an menjelaskan bahwa Ayat Kursi merupakan penghulu ayat-ayat Al-Qur'an karena kandungannya berisi penjelasan tentang keagungan Allah SWT, sifat-sifat-Nya, serta kekuasaan-Nya atas seluruh alam semesta. Inilah yang menjadikan Ayat Kursi memiliki kedudukan istimewa di antara ayat-ayat lainnya.

Keutamaan Ayat Kursi juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Beliau menyebutkan bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Karena itu, membacanya pada waktu-waktu yang dianjurkan menjadi amalan yang sangat baik, dengan harapan memperoleh perlindungan, keberkahan, dan pahala dari Allah SWT.

Membiasakan membaca Ayat Kursi setiap hari juga dapat memperkuat keimanan dan mengingatkan seorang Muslim akan kebesaran Allah dalam setiap aktivitasnya. Dengan istiqamah mengamalkannya, hati menjadi lebih tenang, keyakinan kepada Allah semakin kokoh, dan seseorang lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi Setiap Hari

1. Setelah Salat Fardhu (Lima Waktu)

Waktu pertama dan paling utama untuk membaca Ayat Kursi adalah setiap selesai menunaikan salat fardhu lima waktu. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai salat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. An-Nasa'i dalam Al-Yaum wa Al-Lailah dan Ibnu Hibban, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)

Para ulama menjelaskan bahwa membaca Ayat Kursi setelah salat fardhu termasuk dzikir penutup salat yang sangat dianjurkan. Bila dibaca usai mengerjakan salat fardhu lima waktu, Allah SWT akan melindunginya hingga tiba salat berikutnya. Waktu ini menjadi momen ideal karena hati dalam keadaan tenang setelah beribadah, sehingga perenungan terhadap makna ayat dapat lebih mendalam.

2. Waktu Pagi Hari (Setelah Salat Subuh hingga Terbit Matahari)

Waktu kedua yang sangat dianjurkan adalah pada pagi hari, yaitu setelah salat Subuh hingga terbit matahari. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membacanya (Ayat Kursi) ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang.” (HR. Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)

Membaca Ayat Kursi di waktu pagi merupakan bagian dari dzikir pagi yang diajarkan Rasulullah SAW. Perlindungan yang dijanjikan mencakup perlindungan dari gangguan jin, setan, dan berbagai marabahaya lainnya sepanjang hari. Waktu paling utama untuk dzikir pagi adalah dari waktu Subuh hingga terbit matahari (bukroh).

3. Waktu Petang Hari (Setelah Salat Ashar hingga Maghrib)

Waktu ketiga adalah pada petang hari, yaitu setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al-Hakim)

Membaca Ayat Kursi di waktu petang termasuk dzikir petang yang akan memberikan perlindungan sepanjang malam hingga pagi hari. Ini menjadi benteng spiritual saat memasuki malam, di mana gangguan setan dan jin lebih intensif.

4. Sebelum Tidur (Malam Hari)

Waktu keempat yang sangat dianjurkan adalah sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau mendatangi tempat tidur di malam hari, bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Al-Bukhari)

Keutamaan ini bersumber dari kisah Abu Hurairah RA yang dijaga oleh setan selama tiga malam. Setan mengajarkan bacaan Ayat Kursi sebagai doa perlindungan sebelum tidur, dan Rasulullah SAW membenarkan kebenaran ajaran tersebut meskipun yang mengajarkan adalah setan.

Membaca Ayat Kursi sebelum tidur menjadikan tidur lebih aman dan nyaman serta terhindar dari mimpi buruk maupun gangguan jin atau setan.

5. Saat Akan Bepergian atau Keluar Rumah

Selain keempat waktu utama di atas, membaca Ayat Kursi saat hendak keluar rumah atau bepergian juga sangat dianjurkan. Hal ini sebagai bentuk memohon perlindungan Allah selama perjalanan dari berbagai bahaya dan gangguan.

Doa keselamatan yang diajarkan setan kepada Abu Hurairah dalam kisah turunnya Ayat Kursi menunjukkan bahwa ayat ini adalah benteng perlindungan yang sangat ampuh.

Bacaan Ayat Kursi Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatun wa lā nawm, lahu mā fī as-samāwāti wa mā fī al-arḍ, man żā allażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwa al-'aliyyu al-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Kandungan Makna Ayat Kursi Muhaiminah Darajat dalam jurnalnya mengidentifikasi tiga nilai tauhid utama yang terkandung dalam Ayat Kursi:

1. Tauhid Uluhiyah (Keesaan Allah)

Bagian awal ayat "Allāhu lā ilāha illā huwa" menegaskan keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Nilai ini mengajarkan bahwa setiap manusia harus mengesakan Allah dengan semurni-murninya dan sebenar-benarnya.

2. Tauhid Rububiyah (Kekuasaan Allah)

Meliputi aspek bahwa Allah itu Ada (Wujud) dan Allah itu Maha Kaya, Merajai Alam semesta. Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Al-Hayyul Qayyum (Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri), tidak mengantuk dan tidak tidur. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya.

3. Tauhid Ubudiyah (Penghambaan kepada Allah)

Menegaskan bahwa Allah adalah tempat ibadah, tempat meminta pertolongan, dan tujuan segala kehidupan. Kalimat "man żā allażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih" menunjukkan bahwa siapapun tidak dapat memberi pertolongan kelak di hari kiamat kecuali atas izin Allah.

4. Pendidikan Karakter

A. Fajar Awaluddin dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa Ayat Kursi juga mengandung nilai- nilai pendidikan karakter seperti nilai religius, tanggung jawab, disiplin, rasa ingin tahu, dan cinta ilmu pengetahuan. Semua perbuatan dan ucapan senantiasa diawasi oleh Allah sehingga manusia menjaga diri dari hal-hal negatif.

Hikmah Istiqamah Membaca Ayat Kursi

1. Perlindungan Sepanjang Hari dan Malam

Istiqamah membaca Ayat Kursi di waktu pagi dan petang memberikan perlindungan berlapis dari Allah SWT. Pagi hari dilindungi hingga petang, dan petang hari dilindungi hingga pagi. Perlindungan ini mencakup gangguan jin, setan, dan berbagai marabahaya lainnya.

2. Jaminan Surga

Rasulullah SAW menjanjikan surga bagi siapa yang istiqamah membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardhu. Tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.

3. Ketenangan Hati dan Jiwa

Ayat Kursi menggambarkan keagungan dan kekuasaan Allah yang mutlak, menjadi landasan ketenangan jiwa bagi orang-orang mukmin. Membacanya secara rutin, terutama saat merasa takut atau cemas, dapat menenangkan hati.

4. Penguatan Tauhid dan Keimanan

Dengan mengulang-ulang bacaan Ayat Kursi, seseorang akan semakin mantap dalam keyakinan akan keesaan Allah, kekuasaan-Nya, dan posisinya sebagai hamba yang wajib beribadah kepada-Nya. Ini adalah penguatan aqidah yang fundamental.

5. Pembentukan Karakter Mulia

Berdasarkan penelitian A. Fajar Awaluddin, pengamalan Ayat Kursi secara istiqamah membentuk karakter religius, tanggung jawab, disiplin, dan cinta ilmu pengetahuan. Karakter-karakter ini tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Pertanyaan Seputar Kapan Membaca Ayat Kursi

1. Apakah Ayat Kursi boleh dibaca kapan saja atau hanya di waktu-waktu tertentu?

Ayat Kursi boleh dibaca kapan saja sepanjang waktu karena semua waktu yang digunakan untuk membaca Al-Qur'an bernilai baik di sisi Allah. Namun, terdapat beberapa waktu yang lebih utama dan dianjurkan berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, yaitu setelah salat fardhu, pagi hari, petang hari, dan sebelum tidur.

2. Berapa kali sebaiknya Ayat Kursi dibaca dalam sehari?

Tidak ada ketentuan baku, namun para ulama menganjurkan membacanya setiap selesai salat fardhu (5 kali sehari), sekali di pagi hari, sekali di petang hari, dan sekali sebelum tidur. Total sekitar 8 kali dalam sehari. Ada juga yang mengamalkan 3 hingga 7 kali setiap selesai salat.

3. Apakah membaca Ayat Kursi setelah salat harus dengan suara keras?

Tidak harus dengan suara keras. Membaca Ayat Kursi setelah salat dapat dilakukan dengan suara pelan (sirr) sebagai dzikir pribadi. Yang terpenting adalah membaca dengan khusyuk, memahami maknanya, dan mengamalkannya secara istiqamah.

4. Apa perbedaan perlindungan antara membaca Ayat Kursi pagi dan petang?

Membaca Ayat Kursi di pagi hari memberikan perlindungan dari gangguan hingga waktu petang. Sedangkan membacanya di petang hari memberikan perlindungan hingga waktu pagi. Keduanya saling melengkapi untuk memberikan perlindungan sepanjang 24 jam penuh.

5. Apakah Ayat Kursi bisa dibaca untuk melindungi keluarga dan rumah?

Sangat dianjurkan. Membaca Ayat Kursi di dalam rumah, terutama pada empat penjuru rumah, dapat menjadi penjaga dan pelindung dari gangguan setan. Amalan ini juga dapat melindungi keluarga dari berbagai marabahaya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |