Liputan6.com, Jakarta - Islam hadir sebagai sistem hidup yang sangat detail dan menyeluruh. Syariat tidak hanya menetapkan pedoman ubudiyah seperti sholat, zakat, atau puasa, tetapi juga menjabarkan perkara-perkara keseharian yang terlihat kecil namun memiliki nilai besar di sisi Allah, salah satunya adab bertamu.
Amaliah walau tampak kecil dan sepele sekalipun memiliki tuntunan yang jelas. Dalam pandangan Islam, setiap aktivitas manusia memiliki dimensi spiritual dan moral, sehingga aspek kecil pun dapat menjadi ladang pahala ketika dilakukan sesuai dengan tuntunan yang benar.
Allah berfirman: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil... (QS. An-Nisa': 36).
Inilah dasar hablum minannaas, atau kehidupan sosial umat Islam. Dalam kehidupan sosial, Islam menempatkan hubungan sesama manusia sebagai bagian integral dari kesempurnaan iman.
Merujuk Adab Bertamu dalam Al-Qur’an: Studi Analisis Penafsiran Al-Qurtubi - Jurnal Ilmiah Falsafah. Andre dkk. (2023) dan Etika Bertamu dan Menerima Tamu dalam Pesan Rasulullah: Studi Takhrij dan Syarah Hadis. Gunung Djati Conference Series, Musthofa, S.A.H.N. dkk. (2022) Islam sebagai agama yang sempurna telah menetapkan pedoman lengkap dalam setiap aspek kehidupan, termasuk tata cara bertamu.
Aktivitas sosial ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan cerminan akhlak mulia dan implementasi nyata dari keimanan seorang muslim.
Meminta Izin dan Memberi Salam
Panduan adab bertamu diatur dengan cukup detail dalam Al-Qur'an dan hadis. Di antaranya dengan meminta izin dan mengucapkan salam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya." (QS. An-Nur: 27)
Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya menegaskan bahwa meminta izin dilakukan sebelum memberi salam, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk mempersiapkan diri. "Ini adalah bentuk penghormatan terhadap privasi dan keamanan psikologis pemilik rumah," jelasnya.
Batas Waktu Bertamu
Seorang muslim juga mesti menimbang berapa lama waktu dia bertamu atau bermalam di rumah sanak atau temannya. Hal ini berdasar adab yang diajarkan Nabi SAW:
وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ
"Dan bertamu itu tiga hari, apa yang lebih dari itu adalah sedekah." (HR. Bukhari)
Dr. Sulthon Al Hakim Noer Musthofa dalam Studi Takhrij dan Syarah Hadis menjelaskan batas tiga hari menunjukkan keseimbangan antara memuliakan tamu dan tidak memberatkan tuan rumah. Lebih dari itu, statusnya berubah menjadi sedekah yang tidak boleh diwajibkan."
Larangan Mengintip dan Menjaga Pandangan
Larangan ini termaktub dalam hadis:
لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ
Artinya: "Seandainya ada orang mengintipmu tanpa izin, lalu kamu melemparnya dengan batu kecil hingga matanya tercongkel, maka tidak ada dosa bagimu." (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim menyatakan larangan ini sangat tegas karena menyangkut kehormatan dan aurat muslim. Mengintip dapat membuka aib yang seharusnya ditutupi.
Menjaga Sikap dan Ucapan
Sopan santun menjadi bagian integral adab bertamu dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari)
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari mengemukakan, seorang tamu harus menjadi sumber ketenangan, bukan keresahan. Setiap ucapan harus diperhitungkan dampaknya terhadap perasaan tuan rumah.
Memilih Waktu yang Tepat
Seorang muslim wajib mempertimbangkan waktu saat hendak bertamu atau bersilaturahmi. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
"Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah meminta izin kepadamu tiga kali." (QS. An-Nur: 58)
Dalam Tafsir Al-Qurtubi, Imam Qurthubi menjelaskan ayat ini mengajarkan pentingnya mempertimbangkan waktu kunjungan. Hindari waktu-waktu yang tidak tepat seperti saat tidur, makan, atau istirahat keluarga.
Etika Memasuki Rumah
Beberapa adab tersebut di antaranya:
- Berdiri tidak tepat di depan pintu
- Mengetuk dengan lembut
- Mengidentifikasi diri dengan jelas ketika ditanya
- Tidak memaksa ketika tidak diizinkan masuk
Menurut tim penelitian Andre dkk dalam kajian tafsir Al-Qurtubi, etika masuk rumah mencerminkan kepribadian muslim yang santun. Setiap gerakan dan ucapan harus memperhatikan perasaan penghuni rumah.
Menghormati Aturan Rumah Tangga
Aturan rumah tangga satu keluarga dengan lainnya tentu ada perbedaan, termasuk dalam kebiasaan-kebiasaannya. Oleh karena itu, seorang tamu mestinya memiliki batasan tertentu agar selalu menjaga etika. Di antaranya:
- Tidak memasuki area privat tanpa izin
- Menghormati kebiasaan dan tradisi keluarga
- Tidak membuka atau memeriksa barang tanpa sepengetahuan pemilik
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menasihati, sorang tamu yang baik adalah yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi rumah yang dikunjungi, tidak memaksakan keinginan pribadi.
Hikmah Bertamu dan Menerima Tamu Secara Islami
Berdasar analisis dua jurnal tersebut, terdapat banyak manfaat bertamu dan menerima tamu dalam Islam:
1. Memperkuat Silaturahmi & Ukhuwah
Melalui kunjungan dan penerimaan tamu, tali persaudaraan sesama muslim secara alami akan terjalin erat. Setiap pertemuan menjadi media untuk saling mengenal dan menguatkan ikatan emosional, yang pada akhirnya membentuk komunitas yang solid dan saling mendukung.
2. Sarana Dakwah & Berbagi Ilmu
Kedatangan tamu membuka ruang dialog yang penuh keberkahan, di mana nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan dengan penuh hikmah. Interaksi yang terjalin tidak hanya sekadar basa-basi, tetapi menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
3. Mendapat Pahala & Keberkahan
Setiap langkah dalam memuliakan tamu dan setiap senyum dalam menyambutnya bernilai ibadah di sisi Allah. Keramahan tuan rumah dalam menjamu adalah sedekah, sementara sikap santun tamu adalah cerminan keimanan yang mendatangkan pahala.
4. Hikmah Bertamu Islami: Membersihkan Sifat Buruk
Kegiatan saling mengunjungi melatih jiwa untuk terbebas dari sifat individualistik dan kikir. Bagi tuan rumah, ia belajar berbagi; bagi tamu, ia belajar menghargai privasi dan waktu orang lain.5. Menyebarkan Kasih SayangSetiap kunjungan yang dilandasi keikhlasan akan menebar energi positif dan kehangatan dalam masyarakat. Hubungan yang terbina penuh kelembutan ini menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan penuh empati.
6. Membuka Pintu Rezeki
Silaturahmi yang terjalin melalui aktivitas bertamu telah dijanjikan Allah sebagai pembuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Tidak hanya rezeki materi, tetapi juga rezeki spiritual berupa ketenangan jiwa dan pengampunan dosa.
7. Kesehatan Mental & Sosial
Interaksi sosial yang sehat melalui kunjungan dapat meredakan tekanan psikologis dan mengurangi rasa kesepian. Baik tamu maupun tuan rumah sama-sama merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin dari pertemuan tersebut.
8. Pendidikan Karakter
Proses bertamu dan menerima tamu menjadi sekolah kehidupan yang membentuk pribadi muslim sejati. Dari sini lahir pribadi yang santun, penyayang, dermawan, dan peka terhadap kebutuhan sesama.
People also Ask:
1. Etika bertamu sampai jam berapa?
Etika bertamu yang baik menyarankan untuk tidak melewati jam 9 malam atau 21.00, meskipun waktu yang paling baik untuk bertamu adalah sebelum Isya agar tidak mengganggu jam istirahat. Hindari juga bertamu setelah waktu Isya atau sebelum Subuh, karena itu adalah waktu istirahat.
2. Apa saja etika dalam bertamu?
- Etika Bertamu Menurut Islam:
- Menggunakan Pakaian yang Sopan dan Rapi
- Mengetuk atau Menekan Bel 3 Kali.
- Jangan Terlalu Lama Saat Bertamu.
- Waktu Bertamu yang Baik.
3. Apa 3 adab membaca Alquran?
Dokumen tersebut membahas tentang adab-adab dalam membaca Al-Quran, meliputi (1) membaca dengan wudhu dan posisi sopan, (2) membaca secara perlahan agar memahami makna ayat, (3) menangis ketika membaca ayat-ayat tentang hari akhirat, dan (4) memperhatikan hak-hak ayat seperti sujud ketika membaca ayat sajadah.
4. Apa 5 hal utama dalam Islam?
Praktik-praktik ini disebut rukun Islam karena membentuk fondasi kehidupan Muslim. Lima rukun Islam adalah Syahadat, Salat, Zakat, Puasa, dan Haji .

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)