Liputan6.com, Jakarta Praktik adab menitip doa kepada teman yang menunaikan umrah telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial muslim Indonesia. Keinginan untuk berdoa di tempat yang memiliki keutamaan spiritual mendorong banyak orang menitipkan harapan terbaiknya kepada jamaah umrah.
Tradisi menitipkan doa kepada teman atau kerabat yang menunaikan umrah merupakan kebiasaan yang sangat umum di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak umat Islam berharap doa mereka akan lebih mustajab ketika dipanjatkan di tanah suci, khususnya di dekat Ka'bah.
Tradisi titip doa kepada orang yang umroh atau haji telah berakar sejak lama dan menurut Syekh Abu Bakr al-Ajurriy, tradisi ini adalah sesuatu yang dianjurkan. Penjelasan al-Ajurriy tersebut ditulis oleh Syaikh Ar-Ruhaibani dalam kitabnya yang berjudul Mathalib Ulin Nuha. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (30/10/2025).
Adab Menitip Doa Kepada Teman yang Menunaikan Umrah
Menitipkan doa kepada jamaah umrah memiliki adab dan tata cara yang perlu diperhatikan agar praktik ini sesuai dengan tuntunan Islam. Adab menitip doa kepada teman yang menunaikan umrah mencerminkan kesopanan dan pemahaman yang baik tentang hakikat ibadah.
Berikut adalah adab-adab yang perlu diperhatikan ketika menitipkan doa:
Sampaikan dengan Sopan dan Tidak Memaksa - Saat menitipkan doa, gunakan bahasa yang santun dan jangan memaksa jamaah umrah untuk mengabulkan permintaan. Ingat bahwa mereka juga memiliki ibadah dan doa pribadi yang perlu dipanjatkan.
Titipkan Doa yang Baik dan Bermanfaat - Pastikan doa yang dititipkan adalah untuk kebaikan dunia dan akhirat, seperti kesehatan, keberkahan rezeki, kelancaran urusan, atau ampunan dosa. Hindari menitipkan doa yang mengandung kemudharatan atau permusuhan.
Jangan Berlebihan dalam Permintaan - Sampaikan titipan doa secukupnya tanpa memberatkan jamaah dengan daftar permintaan yang terlalu panjang atau detail. Cukup sampaikan poin-poin utama dengan singkat dan jelas.
Berdoa Juga untuk Jamaah Umrah - Sebagai bentuk timbal balik yang baik, doakan juga kelancaran ibadah dan keselamatan bagi teman yang menunaikan umrah. Ini menunjukkan kepedulian dan rasa syukur atas kebaikannya.
Tetap Berdoa Sendiri - Meskipun menitipkan doa kepada jamaah umrah, jangan lupa untuk tetap berdoa sendiri secara rutin. Menitip doa bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab untuk bermunajat langsung kepada Allah SWT.
Tidak Menganggapnya Sebagai Jaminan Terkabul - Pahami bahwa pengabulan doa sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Menitip doa di Tanah Suci hanyalah ikhtiar mencari tempat yang memiliki keutamaan, bukan jaminan pasti.
Berikan Doa dengan Tulus Ikhlas - Niat menitipkan doa haruslah murni karena Allah, bukan karena pamer atau mengikuti tren semata. Ketulusan hati sangat penting dalam setiap amalan ibadah.
Hukum Menitip Doa pada Orang yang Berada di Tanah Suci
Hukum menitip doa kepada jamaah umrah atau haji yang berada di Tanah Suci adalah mubah (dibolehkan) bahkan dianjurkan menurut sebagian ulama. Praktik ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama dilakukan dengan adab yang benar dan tidak mengandung unsur kesyirikan.
Para ulama madzhab Syafi'i dan Hanbali menyatakan bahwa meminta orang shalih atau orang yang berada di tempat mulia untuk mendoakan kita adalah perbuatan yang baik. Hal ini didasarkan pada hadits-hadits Nabi yang menunjukkan bahwa doa orang yang shalih atau doa di tempat-tempat tertentu memiliki keutamaan khusus.
Namun, penting untuk dipahami bahwa kebolehan ini tidak berarti doa yang dititipkan otomatis lebih mustajab dibandingkan doa yang kita panjatkan sendiri. Yang terpenting adalah keikhlasan, ketulusan hati, dan keyakinan penuh bahwa hanya Allah SWT yang Maha Mengabulkan segala doa. Tempat dan perantara hanyalah sebab, sementara yang menentukan pengabulan adalah kehendak Allah semata.
Keutamaan Berdoa di Tanah Suci
Tanah Suci Mekah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai tempat yang penuh berkah dan keutamaan. Masjidil Haram dan area sekitar Ka'bah menjadi salah satu tempat di mana doa-doa umat Islam lebih diharapkan untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda bahwa satu shalat di Masjidil Haram setara dengan 100.000 shalat di tempat lain. Keutamaan ini tidak hanya berlaku untuk shalat, tetapi juga untuk ibadah-ibadah lain termasuk berdoa. Area di sekitar Ka'bah, terutama di depan Multazam, antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, serta di bawah Mizab Rahmah, merupakan tempat-tempat yang dikenal mustajab untuk berdoa.
Selain faktor tempat, kondisi spiritual jamaah umrah yang sedang beribadah juga menjadi pertimbangan mengapa banyak orang menitipkan doa. Jamaah yang sedang menunaikan ibadah umrah berada dalam kondisi yang lebih dekat dengan Allah, sehingga diharapkan doa-doa mereka lebih dikabulkan. Ditambah lagi dengan keutamaan tempat, kombinasi ini menjadi alasan kuat mengapa tradisi menitip doa sangat populer.
Mengutip dari kajian yang dipublikasikan di situs Kementerian Agama Republik Indonesia, tempat-tempat di Tanah Suci memiliki nilai spiritual yang tinggi karena merupakan lokasi turunnya wahyu dan tempat Rasulullah SAW beribadah. Dalam buku Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif karya H. Rafiq Jauhary, disebutkan jika jamaah umrah harus memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan penuh kesadaran dan keikhlasan:
Waktu dan Tempat Mustajab untuk Berdoa di Tanah Suci
Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin dijelaskan bahwa doa adalah bentuk memohon dan meminta sesuatu kepada Allah SWT, seperti rezeki, keselamatan, serta keteguhan iman.
Tanah Suci memiliki banyak waktu dan tempat yang memiliki keutamaan khusus untuk berdoa. Mengetahui waktu dan tempat ini penting bagi jamaah umrah agar dapat memaksimalkan kesempatan berdoa, baik untuk diri sendiri maupun untuk yang menitipkan doa.
Dari segi tempat, beberapa lokasi yang sangat dianjurkan untuk berdoa di antaranya:
- Di Depan Ka'bah - Area di depan pintu Ka'bah merupakan tempat yang sangat mulia untuk berdoa, terutama saat melakukan tawaf atau setelah shalat.
- Multazam - Area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah ini dikenal sebagai tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Para ulama menganjurkan untuk menempelkan dada dan pipi di dinding Multazam sambil berdoa.
- Hijir Ismail - Area setengah lingkaran di samping Ka'bah ini termasuk bagian dari Ka'bah secara hukum, sehingga berdoa di sini memiliki keutamaan khusus.
- Di Belakang Maqam Ibrahim - Setelah melaksanakan tawaf dan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, sangat dianjurkan untuk berdoa.
- Saat Minum Air Zamzam - Rasulullah SAW bersabda bahwa air zamzam adalah untuk tujuan yang diniatkan, sehingga saat meminumnya sambil berdoa merupakan momen yang baik.
- Bukit Safa dan Marwah - Saat melakukan sa'i antara Safa dan Marwah, terutama di atas kedua bukit tersebut, merupakan waktu yang baik untuk berdoa.
- Padang Arafah - Bagi jamaah haji, berdoa di Arafah adalah momen paling istimewa. Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah.
Adapun dari segi waktu, beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa antara lain: sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, saat sujud dalam shalat, dan hari Jumat terutama pada waktu antara shalat Ashar hingga Maghrib.
Mengutip dari Fiqh al-Ibadah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, memanfaatkan waktu dan tempat yang memiliki keutamaan adalah bagian dari adab berdoa yang diajarkan dalam Islam.
FAQ
1. Apakah boleh menitipkan doa kepada teman yang menunaikan umrah?
Ya, menitipkan doa kepada teman yang menunaikan umrah adalah boleh bahkan dianjurkan oleh para ulama, selama dilakukan dengan adab yang benar.
2. Bagaimana cara menitipkan doa yang sopan kepada jamaah umrah?
Sampaikan dengan bahasa yang santun, tidak memaksa, dan jangan memberikan daftar permintaan yang terlalu panjang agar tidak memberatkan jamaah.
3. Apakah doa yang dititipkan di Tanah Suci pasti dikabulkan?
Tidak ada jaminan pasti karena pengabulan doa sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT, menitip doa hanyalah ikhtiar mencari tempat yang memiliki keutamaan.
4. Di mana tempat yang paling baik untuk berdoa di Masjidil Haram?
Tempat-tempat yang paling baik antara lain di depan Ka'bah, Multazam, Hijir Ismail, dan di belakang Maqam Ibrahim.
5. Apakah menitip doa termasuk praktik yang syirik?
Tidak, menitip doa tidak termasuk syirik selama dilakukan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang mengabulkan doa dan jamaah umrah hanya diminta untuk ikut mendoakan.
6. Haruskah tetap berdoa sendiri meskipun sudah menitip doa?
Ya, sangat dianjurkan untuk tetap berdoa sendiri secara rutin karena menitip doa bukan berarti melepaskan tanggung jawab bermunajat langsung kepada Allah.
7. Apa yang harus dilakukan jamaah umrah yang menerima banyak titipan doa?
Jamaah dapat mendoakan secara umum untuk semua yang menitipkan doa dengan satu doa yang mencakup semua permintaan mereka, tanpa harus mengingat satu per satu secara detail.

:strip_icc()/kly-media-production/promo_images/1/original/085223300_1761037787-Desktop_1280_x_190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512578/original/046889200_1771986799-back-view-islamic-couple-spending-time-together.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








