Adakah Dalil Jika Ingin Sesuatu 'Shalawatin Aja Dulu', Pahami Penjelasannya

3 months ago 39

Liputan6.com, Jakarta Frasa "shalawatin aja dulu" sering terdengar di kalangan umat Islam ketika seseorang menginginkan sesuatu atau hendak berdoa. Ungkapan ini menjadi populer karena keyakinan bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi perantara terkabulnya hajat dan keinginan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah adakah dalil jika ingin sesuatu 'shalawatin aja dulu' dalam Islam?

Secara syariat, praktik membaca shalawat sebelum berdoa memiliki landasan yang kuat dalam hadits dan ajaran ulama. Shalawat bukan hanya bentuk penghormatan kepada Rasulullah, tetapi juga merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT. 

Menurut buku Love Banget Sama Rasululah karangan Kinoysan, Rasulullah SAW, "Orang yang paling selamat di antara kalian dari kedahsyatan hari kiamat adalah yang paling banyak membaca sholawat kepadaku. Dan, orang yang paling utama mendapat syafaatku adalah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku," Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (10/11/2025).

Memahami Konsep 'Shalawatin Aja Dulu': Dalil dan Maknanya

Konsep "shalawatin aja dulu" merujuk pada keyakinan bahwa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi wasilah atau perantara terkabulnya hajat dan keinginan seseorang. Keyakinan ini tidak muncul tanpa dasar, melainkan berakar pada ajaran Islam yang menekankan pentingnya shalawat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Setiap doa terhalang (tidak naik ke langit) hingga engkau bershalawat kepada Nabi SAW." Hadits ini menjelaskan bahwa shalawat menjadi syarat agar doa dapat diterima oleh Allah SWT. Para ulama menafsirkan bahwa doa yang diawali dengan shalawat memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan karena Allah tidak akan menolak pujian kepada Rasul-Nya.

Selain itu, terdapat hadits lain yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Doa itu terhijab (tertahan) hingga seseorang bershalawat kepada Nabi SAW." Dari hadits ini, ulama menyimpulkan bahwa shalawat berfungsi sebagai pembuka pintu rahmat Allah dan jalan terkabulnya doa. Imam At-Tirmidzi juga menjelaskan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan shalawat akan lebih mustajab.

Menurut para ulama, anjuran membaca shalawat sebelum berdoa juga diperkuat dengan kaidah bahwa Allah SWT pasti mengabulkan shalawat yang dipanjatkan untuk Nabi-Nya. Ketika seseorang membaca shalawat, maka sebagian dari doanya sudah pasti dikabulkan, sehingga diharapkan doa-doa lainnya juga akan dikabulkan. Inilah hikmah dari ungkapan "shalawatin aja dulu" yang berkembang di masyarakat Muslim.

Shalawat Nabi untuk Mengabulkan Hajat

Membaca shalawat Nabi merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk mengabulkan hajat atau keinginan. Terdapat beberapa redaksi shalawat khusus yang memiliki keutamaan besar dalam memohon terkabulnya hajat kepada Allah SWT.

Salah satu shalawat yang masyhur untuk hajat adalah:

Arab: اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَيَّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أَلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلـٰى أَهْلِ بَــيْـتِهِ

Latin: Allohumma sholli 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala aali sayidina muhammadin wa 'ala ahli baitihi.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada ahli keluarganya (ahlil bait)."

Melansir dari buku Doa Yuk; Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak karangan Mochamad Soleh, S.Ag., jika sholawat ini dibaca sebanyak 1000 kali, maka Allah SWT akan mengabulkan hajatnya. Syaikh Yusuf bin Ismail Al-Nabhani meriwayatkan dari Ibnu Hajar dalam kitab Al-Shawa'iq bahwa Imam Ja'far berkata secara marfu' bahwa siapa saja yang membaca shalawat kepada Nabi SAW dan ahli baitnya sebanyak seratus kali, maka Allah mengabulkan hajatnya sebanyak seratus hajat, tujuh puluh di antaranya diberikan di akhirat.

Adab Berdoa dalam Islam

Berdoa kepada Allah SWT memiliki adab dan tata cara yang perlu diperhatikan agar doa lebih mustajab. Salah satu adab terpenting adalah mengawali dan mengakhiri doa dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam dalil tentang adakah dalil jika ingin sesuatu 'shalawatin aja dulu'.

Adab-adab berdoa yang perlu diamalkan:

  • Menghadap kiblat dan berwudhu - Disunnahkan menghadap kiblat dan dalam keadaan suci saat berdoa agar lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.
  • Mengawali dengan memuji Allah dan bershalawat - Sebelum menyampaikan permintaan, mulailah dengan hamdalah, pujian kepada Allah, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Memohon dengan penuh harap dan yakin - Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan."
  • Menggunakan nama-nama Allah yang baik (Asmaul Husna) - Allah menyukai hamba-Nya yang memanggil-Nya dengan nama-nama yang indah dan agung.
  • Berdoa di waktu-waktu mustajab - Seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, saat berpuasa, ketika hujan turun, dan pada hari Jumat.
  • Mengakhiri dengan shalawat dan tahmid - Tutup doa dengan shalawat kepada Nabi SAW dan ucapan syukur kepada Allah SWT.
  • Mengusap wajah setelah berdoa - Setelah selesai berdoa, disunnahkan mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sebagai tanda berharap doa dikabulkan.

Mengutip dari Ensiklopedi Doa dan Dzikir yang diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi'i, adab berdoa ini merupakan sunnah Rasulullah SAW yang telah diamalkan oleh para sahabat dan salafus shalih. Dengan mengikuti adab yang benar, diharapkan doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Keutamaan Membaca Shalawat

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar bagi umat Islam. Amalan ini tidak hanya bermanfaat untuk urusan dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat kelak.

Beberapa keutamaan membaca shalawat:

  • Melebur dosa - Shalawat dapat menghapus dosa-dosa kecil dan membersihkan hati dari kotoran maksiat.
  • Kunci terkabulnya doa - Sebagaimana penjelasan tentang adakah dalil jika ingin sesuatu 'shalawatin aja dulu', shalawat menjadi pembuka pintu dikabulkannya doa.
  • Jaminan keselamatan - Orang yang banyak bershalawat akan mendapat keselamatan dari berbagai bahaya dan kesulitan hidup.
  • Jaminan memperoleh surga - Rasulullah SAW menjanjikan surga bagi umat yang banyak membaca shalawat kepadanya.
  • Mendapat balasan shalawat dari Allah - Setiap satu kali shalawat yang dibaca, Allah akan membalas dengan sepuluh rahmat kepada pembacanya.
  • Diangkat derajatnya - Allah akan mengangkat derajat orang yang bershalawat sebanyak sepuluh derajat.
  • Dicatat sepuluh kebaikan - Setiap shalawat yang dibaca akan dicatat sebagai sepuluh kebaikan dalam catatan amal.

Melansir dari buku Menjadi Tentram Dan Bahagia Dengan Shalat karangan Muhammad Fadlun, S.Pd.I., keutamaan-keutamaan ini telah disebutkan dalam berbagai hadits shahih yang diriwayatkan oleh para imam hadits terpercaya. Oleh karena itu, membaca shalawat seharusnya menjadi amalan rutin setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Doa-Doa Mustajab dalam Islam

Selain membaca shalawat, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa-doa mustajab yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa-doa ini memiliki keutamaan khusus dan sering diamalkan untuk berbagai keperluan.

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbana aatina fid dunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qina 'adzaaban naar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka."

Doa ini merupakan salah satu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini mencakup semua kebaikan dunia dan akhirat, sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.

Doa lain yang mustajab adalah doa memohon kemudahan dalam segala urusan:

Arab: اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan.

Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki, menjadi mudah."

Doa ini sangat efektif dibaca ketika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup. Dengan mengawali doa-doa ini dengan shalawat, sebagaimana konsep adakah dalil jika ingin sesuatu 'shalawatin aja dulu', maka peluang dikabulkannya doa akan semakin besar.

Adab dan Tata Cara Bershalawat yang Benar

Agar shalawat yang kita panjatkan memiliki dampak maksimal dan diterima oleh Allah SWT, penting untuk memperhatikan adab dan tata cara bershalawat yang benar. Adab ini mencerminkan penghormatan kita kepada Nabi Muhammad SAW dan kesungguhan dalam beribadah.

Beberapa adab dan tata cara bershalawat yang dianjurkan meliputi:

  • Niat yang Ikhlas: Bershalawatlah dengan niat tulus karena Allah SWT dan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, bukan semata-mata untuk mendapatkan hajat.
  • Dalam Keadaan Suci: Dianjurkan untuk bershalawat dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar, meskipun tidak wajib.
  • Menghadap Kiblat (jika memungkinkan): Saat bershalawat, menghadap kiblat dapat menambah kekhusyukan, terutama jika dilakukan dalam posisi duduk.
  • Dengan Khusyuk dan Tadabbur: Hayati makna shalawat yang diucapkan, rasakan kehadiran Nabi, dan berharap syafaatnya.
  • Memperbanyak Jumlah: Semakin banyak shalawat yang diucapkan, semakin besar pula keutamaannya.
  • Tidak Tergesa-gesa: Ucapkan shalawat dengan tenang dan jelas, tidak terburu-buru.

FAQ

1. Apakah ada dalil membaca shalawat sebelum berdoa?

Ya, terdapat hadits yang menyatakan bahwa doa terhalang hingga seseorang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Berapa kali sebaiknya membaca shalawat sebelum berdoa?

Minimal tiga kali, namun lebih banyak lebih baik, dan yang paling utama adalah membaca dengan khusyuk dan ikhlas.

3. Apakah doa pasti dikabulkan jika diawali dengan shalawat?

Shalawat meningkatkan peluang dikabulkannya doa, namun Allah mengabulkan sesuai kehendak dan waktu terbaik-Nya.

4. Bolehkah membaca shalawat dalam bahasa Indonesia?

Lebih utama membaca dalam bahasa Arab, namun memahami artinya dalam bahasa Indonesia juga penting untuk menghayati makna.

5. Apa shalawat yang paling utama untuk mengabulkan hajat?

Shalawat kepada Nabi dan ahli baitnya yang jika dibaca 100-1000 kali memiliki keutamaan besar untuk mengabulkan hajat.

6. Kapan waktu terbaik membaca shalawat?

Setiap waktu baik untuk bershalawat, namun sepertiga malam terakhir, setelah shalat, dan hari Jumat adalah waktu yang lebih utama.

7. Apakah membaca shalawat bisa menghapus dosa?

Ya, shalawat termasuk amalan yang dapat melebur dosa-dosa kecil dan membersihkan hati dari maksiat. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |