Liputan6.com, Jakarta Alasan penduduk neraka menangis saat nama Juhainah disebut adalah karena panggilan tersebut menandakan bahwa ia adalah orang terakhir yang mendapat ampunan untuk keluar dari neraka dan masuk surga. Nama Juhainah dalam literatur Islam dikaitkan dengan sosok yang dipanggil terakhir kali keluar dari neraka.
Ketika nama ini disebut, konon seluruh penghuni neraka menangis karena menyadari nasib mereka yang akan kekal di tempat siksaan tersebut. Melansir dari buku Dahsyatnya Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, kisah tentang Juhainah ini dijelaskan melalui riwayat hadits yang dikutip dari Imam Ad Daruquthni.
Kisah ini menggambarkan momen paling memilukan bagi penghuni neraka ketika mendengar nama tersebut dipanggil sebagai tanda berakhirnya pintu rahmat bagi mereka. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/11/2025).
Alasan Penduduk Neraka Menangis Saat Nama Juhainah Disebut
Tangisan penduduk neraka ketika nama Juhainah disebut memiliki makna yang sangat mendalam dalam perspektif eskatologi Islam. Moment ini menjadi penanda paling dramatis bagi para penghuni neraka tentang nasib mereka yang tidak akan pernah berubah lagi.
Melansir dari buku Gambaran Neraka Menurut Al-Qur'an dan Hadis oleh Roidah Bakri, neraka disebut sebagai "naar" yang berarti api yang menyala. Dalam konteks ini, nama Juhainah menjadi simbol penutupan pintu ampunan dari tempat yang penuh penyiksaan tersebut.
Berikut adalah alasan-alasan utama mengapa penduduk neraka menangis saat nama Juhainah disebut:
- Tanda Berakhirnya Kesempatan Keluar dari Neraka
Panggilan nama Juhainah menandakan bahwa ia adalah orang terakhir yang diberi kesempatan keluar dari neraka. Setelah namanya dipanggil, tidak ada lagi siapapun yang akan dipanggil untuk meninggalkan tempat siksaan tersebut.
- Kepastian Kekalnya Siksaan
Tangisan mereka melambangkan kesadaran penuh bahwa siksaan yang mereka alami akan berlangsung selamanya tanpa ada akhir atau harapan pembebasan. Ini adalah moment paling menyedihkan ketika mereka menyadari takdir mereka yang kekal.
- Penyesalan yang Tidak Berguna Lagi
Ketika nama Juhainah disebut, para penghuni neraka menangis karena penyesalan mendalam atas perbuatan mereka di dunia. Namun, penyesalan tersebut sudah tidak lagi bermanfaat karena waktu untuk bertobat telah habis.
- Kehilangan Harapan Terakhir
Selama Juhainah belum dipanggil, mungkin masih ada secercah harapan bagi penghuni neraka lainnya. Namun, setelah namanya disebut dan ia keluar, harapan tersebut lenyap sepenuhnya dan mereka menyadari tidak ada jalan keluar lagi.
- Menyaksikan Rahmat Allah untuk Orang Lain
Para penghuni neraka menangis karena menyaksikan rahmat Allah yang diberikan kepada Juhainah, sementara mereka tidak mendapatkannya. Ini menambah penderitaan mental mereka di samping siksaan fisik yang dialami.
- Kesadaran Akan Keadilan Ilahi
Tangisan tersebut juga mencerminkan pengakuan mereka terhadap keadilan Allah SWT. Mereka menyadari bahwa neraka adalah balasan yang setimpal atas penolakan mereka terhadap kebenaran di dunia.
Sosok Juhainah yang Terakhir Keluar dari Neraka
Dalam buku Dahsyatnya Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, dikutip dari riwayat Imam Ad Daruquthni, disebutkan bahwa Juhainah adalah seorang lelaki dari suku Juhainah. Ketika ia masuk surga, para penghuninya berkata, "Juhainah memiliki kabar yang yakin. Tanyakanlah kepadanya, apakah masih ada yang tersisa dari para makhluk?"
Riwayat mengenai Juhainah ini memang menjadi perdebatan di kalangan ulama. Menurut penjelasan dalam kitab yang sama, hadits ini dikatakan tidak sah disandangkan kepada Imam Malik karena tidak diketahui perawinya dengan jelas. Meski demikian, Abu Abdillah al-Qurthubi menyebutkan hadits ini dan menetapkannya dalam kitab At Tadzkirah.
As-Suhaili juga menyebutkan hadits ini dan tidak menganggapnya lemah. Namun, beliau juga mencatat ada pendapat lain yang menyebut bahwa nama orang yang terakhir masuk surga adalah Hannad, bukan Juhainah. Perbedaan riwayat ini menunjukkan adanya variasi dalam tradisi penyampaian hadits, meskipun esensi kisahnya tetap sama tentang orang terakhir yang keluar dari neraka.
Hadits tentang Orang Terakhir Keluar dari Neraka
Rasulullah SAW telah menjelaskan secara rinci tentang orang yang terakhir keluar dari neraka dalam sebuah hadits shahih. Beliau menceritakan kondisi orang tersebut dan dialog yang terjadi antara dirinya dengan Allah SWT.
Melansir dari Shahih Bukhari, hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ini memberikan gambaran yang jelas tentang proses keluarnya orang terakhir dari neraka. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak."
Dalam hadits tersebut, diceritakan bahwa Allah SWT berfirman kepada orang tersebut, "Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga." Namun ketika ia mendatangi surga, ia membayangkan bahwa surga telah penuh. Ia kembali dan berkata kepada Allah, "Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh."
Dialog ini terjadi berulang kali hingga akhirnya Allah SWT berfirman, "Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya." Orang tersebut bahkan bertanya dengan heran, "Apakah Engkau memperolokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja (pemiliknya)?" Ibnu Mas'ud berkata bahwa ia melihat Rasulullah tertawa sampai tampak gigi geraham beliau saat menceritakan kisah ini.
Gambaran Neraka Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Neraka digambarkan dalam Al-Qur'an dan Hadits sebagai tempat siksaan yang sangat pedih dan mengerikan bagi mereka yang durhaka kepada Allah SWT:
-
Api yang Menyala-nyala: Al-Qur'an menyebut neraka sebagai *naar* yang berarti api yang menyala. Menurut buku Gambaran Neraka Menurut Al-Qur'an dan Hadis oleh Roidah Bakri, api neraka digambarkan jauh lebih panas dari api dunia.
-
Kedalaman yang Tak Terhingga: Neraka memiliki dasar yang sangat dalam, bahkan sebuah batu yang dilempar ke dalamnya membutuhkan waktu 70 tahun untuk mencapai dasarnya, menunjukkan kedahsyatannya.
-
Luas yang Sangat Besar: Keluasan neraka digambarkan mampu menampung benda-benda langit seperti matahari dan bulan, dan tidak akan pernah penuh sampai Allah SWT mengakhirinya.
-
Tujuh Pintu: Neraka memiliki tujuh pintu, yang setiap pintunya ditetapkan untuk golongan tertentu dari para pendosa, sesuai dengan tingkat dosa mereka.
-
Bahan Bakar Manusia dan Batu: Bahan bakar neraka adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir dan zalim, menambah intensitas siksaan.
-
Siksaan yang Beragam: Siksaan di neraka sangat beragam, mulai dari kulit yang hancur luluh, minuman air nanah, hingga cambuk besi. Bahkan siksaan paling ringan pun sangat mengerikan, membuat otak mendidih.
Hikmah di Balik Kisah Orang Terakhir Keluar Neraka
Kisah tentang orang terakhir yang keluar dari neraka mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Muslim:
-
Besarnya Rahmat Allah SWT: Kisah ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah dan kelembutan-Nya terhadap hamba-Nya, bahkan bagi mereka yang telah merasakan siksaan neraka, asalkan mereka memiliki keimanan.
-
Pentingnya Keimanan Sekecil Apapun: Hadits ini menegaskan bahwa iman sekecil apa pun akan membawa keselamatan, asalkan tidak lenyap dari hati seorang hamba. Orang yang terakhir keluar dari neraka ini adalah ahli tauhid yang memiliki keimanan, meskipun sedikit.
-
Harapan bagi Pendosa yang Beriman: Kisah ini memberikan harapan bahwa siapa pun yang meninggal dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, meskipun memiliki banyak dosa (selain syirik), pada akhirnya akan masuk surga setelah menjalani balasan yang adil.
-
Kekuasaan Allah SWT: Tawa Rasulullah SAW dan Allah SWT dalam hadits ini menegaskan bahwa kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu tidak terbatas, dan Dia mampu memberikan ampunan dan balasan yang luar biasa, melampaui akal manusia.
-
Peringatan dan Motivasi: Kisah ini berfungsi sebagai peringatan akan pedihnya siksa neraka sekaligus motivasi untuk terus beramal saleh dan bertaubat agar tidak menjadi penghuni neraka, atau setidaknya tidak kekal di dalamnya.
Dosa-dosa Penyebab Siksa Kubur dan Neraka
Siksa kubur dan neraka tidak terjadi tanpa sebab, melainkan sebagai konsekuensi dari perbuatan dosa yang dilakukan manusia semasa hidup. Memahami penyebab-penyebab ini dapat membantu umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam menjaga perilaku dan amal perbuatannya. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya azab kubur dan neraka yang harus diwaspadai:
-
Tidak Bersuci dari Air Kencing. Rasulullah SAW bersabda bahwa mayit akan disiksa dalam kuburnya karena tidak bersuci dari air kencing, menunjukkan pentingnya kebersihan dalam Islam.
-
Suka Mengadu Domba. Perbuatan mengadu domba atau namimah juga merupakan salah satu penyebab siksa kubur, karena merusak hubungan antar sesama.
-
Kemunafikan. Surah At-Taubah ayat 68 menegaskan ancaman api neraka bagi orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, yang menunjukkan ketidaksesuaian antara lisan dan hati.
-
Kekafiran. Orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan risalah Rasulullah SAW dijanjikan neraka Jahannam untuk kekal di dalamnya.
-
Zina. Dalam beberapa riwayat, Juhainah disebutkan melakukan dosa zina, meskipun setelah menjalani hukuman ia diampuni dan menjadi orang terakhir yang keluar dari neraka, menunjukkan bahwa dosa besar pun bisa diampuni dengan taubat.
-
Tidak Bertawakal Sepenuhnya kepada Allah. Karakteristik 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab adalah mereka yang bertawakal sepenuhnya kepada Allah, menyiratkan bahwa kurangnya tawakal dapat menjadi penyebab kesulitan di akhirat.
FAQ
-
Mengapa penduduk neraka menangis saat nama Juhainah disebut? Penduduk neraka menangis karena Juhainah disebut sebagai orang terakhir yang keluar dari neraka, menandakan tidak ada lagi harapan bagi mereka yang tersisa.
-
Siapakah Juhainah itu? Juhainah adalah sosok yang dalam beberapa riwayat hadits disebutkan sebagai orang terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga.
-
Apakah hadits tentang Juhainah sahih? Beberapa ulama ahli hadits berpendapat bahwa hadits yang menyebutkan nama Juhainah secara spesifik tidak sahih atau lemah sanadnya.
-
Apakah ada hadits lain tentang orang terakhir keluar neraka? Ya, ada hadits sahih yang lebih umum dari Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang terakhir keluar dari neraka dan masuk surga, tanpa menyebut nama Juhainah.
-
Apa hikmah dari kisah orang terakhir keluar neraka? Hikmahnya adalah menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT dan pentingnya keimanan sekecil apapun untuk mendapatkan keselamatan.
-
Bagaimana gambaran neraka menurut Islam? Neraka digambarkan sebagai tempat siksaan yang sangat panas, dalam, luas, dan memiliki berbagai jenis siksaan pedih bagi para pendosa.
-
Apa yang harus dilakukan agar tidak masuk neraka? Untuk menghindari neraka, seseorang harus beriman kepada Allah, menjalankan amal saleh, bertaubat dari dosa, dan bertakwa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









