Liputan6.com, Jakarta - Iri dan dengki merupakan penyakit hati yang sering kali merusak ketenangan jiwa dan hubungan sosial. Dalam berbagai studi, iri hati bukan sekadar perasaan negatif biasa, melainkan penyakit hati yang berbahaya, bahkan digolongkan sebagai yang paling bejat dan keji.
Karena itu penting bagi seorang muslim untuk mengetahui amalan ringan untuk membersihkan hati dari iri dan dengki.
Merujuk Jurnal "Sifat Iri dan Cara Mengatasinya" oleh Muslimah, STAI An-Nadwah Kuala Tungkal, iri hati (hasad) adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapat nikmat, disertai harapan agar nikmat tersebut hilang darinya. Sifat ini sangat dilarang dalam Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran: 120: "Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya...,"
Islam memberikan solusi praktis untuk mengatasinya melalui amalan-amalan ringan yang dapat dilakukan sehari-hari. Iri juga digambarkan dalam hadis sebagai sifat yang memakan kebaikan pelakunya seperti api memakan kayu bakar (HR. Abu Daud).
Dalam Buku Terapi Penyakit Hati karya Ibnu Taimiyah (Terjemahan), dijelaskan bahwa penyakit hati seperti iri hanya dapat disembuhkan dengan ilmu dan amal. Ilmu membantu memahami bahaya iri, sementara amal berupa praktik langsung melawan hawa nafsu.
Segaf Hasan Baharun dalam Terapi Hati dan Jiwa menekankan pentingnya mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan iri dengan cara, mengakui keberadaan nikmat orang lain sebagai takdir Allah, berlatih untuk merasa senang dengan kebahagiaan orang lain, dan memperbanyak sedekah dan ibadah sunnah untuk membersihkan hati.
Berikut ini adalah amalan ringan agar terbebas dari iri dan dengki:
Berdasarkan kajian dalam jurnal tersebut, berikut beberapa amalan ringan yang dapat dilakukan untuk membersihkan hati dari iri dan dengki:
1. Mengingat Kematian dan Akhirat
Mengingat kematian dan kehidupan akhirat dapat mengurangi ketergantungan pada dunia dan perasaan iri. Abu Darda berkata:
"Tidak ada seseorang yang banyak mengingat kematiannya kecuali pasti dia akan sedikit gembiranya dan sedikit sifat irinya."Dengan menyadari bahwa dunia hanya sementara, hati akan lebih fokus pada persiapan akhirat, sehingga perasaan iri terhadap nikmat orang lain dapat berkurang.
2. Berprasangka Baik dan Bertawakal
Percaya bahwa segala ketentuan Allah adalah terbaik dan penuh hikmah membantu menerima nikmat orang lain dengan ikhlas. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 216:
"..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Dengan bertawakal, kita yakin bahwa Allah memberikan nikmat sesuai dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya.
3. Memuji dan Berbuat Baik kepada Orang yang Didengki
Salah satu metode praktik yang dianjurkan adalah melawan dorongan iri dengan melakukan kebalikannya. Jika hati ingin menjelekkan orang yang diiri, lawanlah dengan memujinya. Jika ingin sombong, rendahkan diri dan minta maaf. Bahkan, jika memungkinkan, berikan kebaikan lebih dari biasanya.
Imam Hasan menasihati: "Wahai manusia, kenapa engkau harus iri kepada orang lain? Jika iri karena nikmat yang Allah berikan, mengapa iri kepada orang yang dimuliakan Allah? Jika iri kepada nikmat yang bukan karena kemuliaan, mengapa iri kepada orang yang tempat kembalinya neraka?"
4. Memperbanyak Istighfar dan Doa
Istighfar membersihkan hati dari kotoran dosa, termasuk iri dan dengki. Doa juga menjadi sarana memohon perlindungan Allah dari penyakit hati. Rasulullah SAW mengajarkan doa:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dan dari lilitan utang serta penindasan orang lain."
5. Membaca dan Merenungkan Ayat-Ayat Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah penyembuh hati (QS. Yunus: 57). Membaca ayat-ayat tentang bahaya iri, seperti QS. Al-Falaq dan An-Nas, serta merenungkan kisah Nabi Yusuf yang diiri oleh saudara-saudaranya, dapat memberikan kesadaran akan dampak buruk iri.
6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh
Lingkungan yang baik mempengaruhi kondisi hati. Bergaul dengan orang yang zuhud, qanaah, dan selalu bersyukur dapat menularkan energi positif dan mengurangi kecenderungan iri.
7 Penyebab Iri dan Dengki
Iri dan dengki bersumber dari kombinasi faktor internal (seperti kesombongan, kebencian, dan kekotoran jiwa) dan faktor eksternal (seperti persaingan atau ketakutan kehilangan posisi). MKetujuh penyebab ini saling terkait dan berakar pada penolakan terhadap ketentuan (qadha) Allah serta ketidakhadiran rasa syukur.
1. Permusuhan dan Kebencian
Rasa benci terhadap seseorang dapat memicu iri. Ketika ada konflik atau gangguan dari orang lain, kebencian yang terpendam mendorong keinginan agar orang tersebut kehilangan nikmatnya.
2. Kesombongan (Takabur)
Merasa diri lebih mulia atau tinggi, sehingga tidak rela orang lain—terutama yang dianggap sederajat atau lebih rendah—mendapatkan kehormatan, jabatan, atau penghargaan lebih darinya.
3. Ujub (Bangga Diri)
Kagum berlebihan pada diri sendiri sehingga sulit menerima orang lain memiliki kelebihan, terutama dalam hal spiritual atau kedekatan dengan Allah. Contoh: orang Quraisy yang merendahkan Nabi Muhammad karena merasa lebih pantas menjadi pemimpin.
4. Takut Tidak Tercapainya Tujuan
Iri muncul karena khawatir orang lain akan menggeser posisi atau meraih sesuatu yang ingin dicapainya, misalnya dalam persaingan pekerjaan, perhatian guru, atau kasih sayang orang tua.
5. Cinta Kepemimpinan dan Dominasi
Keinginan untuk menjadi satu-satunya pemimpin tanpa saingan. Jika ada orang lain yang dianggap sebagai pesaing, timbul keinginan agar orang tersebut kehilangan pengaruh atau jabatannya.
6. Jiwa yang Kotor
Hati yang dipenuhi sifat buruk (seperti dendam, egois, dan amarah) mudah terpicu untuk iri. Kotoran jiwa ini menjadi sumber dari lintasan-lintasan negatif terhadap keberhasilan orang lain.
7. Kebakhilan (Kikir)
Sifat pelit tidak hanya terkait harta, tetapi juga pelit terhadap kebahagiaan orang lain. Orang bakhil tidak suka melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, baik materi maupun non-materi.
Bahaya dan Dampak Iri dan Dengki untuk Diri Sendiri
Iri dan dengki bukan hanya perasaan negatif biasa, melainkan penyakit hati yang merusak secara multidimensional—baik bagi pelaku sendiri, hubungan sosial, maupun kehidupan akhirat. Berikut dampak dan bahayanya secara sistematis:
1. Dampak terhadap Hati dan Kondisi Psikologis
Hati Menjadi Gelisah dan TertekanOrang yang iri terus-menerus dirundung kegelisahan, kesedihan, dan kekesalan setiap kali melihat orang lain mendapat nikmat.
2. Dampak terhadap Perilaku dan Akhlak
Iri sering menjadi pintu masuk dosa-dosa lain seperti, ghibah (menggunjing), fitnah (menuduh tanpa bukti), membuka aib orang lain, dan permusuhan dan dendam.
3. Menghancurkan Hubungan Sosial
Iri merusak persaudaraan, menimbulkan sikap saling menjatuhkan, dan menghancurkan kepercayaan dalam masyarakat.
4. Dampak terhadap Kehidupan Duniawi
Energi yang seharusnya digunakan untuk produktivitas justru habis untuk memikirkan kelebihan orang lain.
Menderita Secara Fisik dan Emosional
Stres berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan tidur, nafsu makan hilang, bahkan penyakit fisik.
5. Dampak terhadap Ibadah dan Pahala
Kebaikan Dimakan oleh Sifat IriHadis Rasulullah ﷺ: “Sifat iri itu akan memakan kebaikan pelakunya sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud, disebutkan dalam jurnal)
Pahala Ibadah Diberikan kepada Orang yang Didengki
Salah satu bahaya spiritual yang unik: pahala dari sholat malam, sedekah, atau ibadah sunnah bisa “diberikan” kepada orang yang didengki, sebagai bentuk “hadiah” dari kedzaliman hati.
6. Dampak terhadap Akhirat
Iri termasuk dosa hati yang diancam dengan siksa neraka, terutama jika dibarengi dengan tindakan zalim.
7. Dampak terhadap Hubungan dengan Allah
Iri berarti tidak rela dengan pembagian nikmat Allah, seakan-akan menuduh Allah tidak adil.
8. Doa dan Ibadah Menjadi Terganggu
Hati yang dipenuhi dengki sulit untuk khusyuk, ikhlas, dan menerima ketentuan Allah.
People also Ask:
Amalan apa saja yang dapat membersihkan hati?
6 Amalan untuk Menyucikan Hati Setiap HariUntuk membersihkan hati, amalkan zikir dan doa, membaca serta merenungi Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, menjaga ibadah wajib dan sunnah (shalat malam), berpuasa, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memilih teman yang baik (orang saleh). Kunci utamanya adalah konsistensi dalam melakukan amalan ini agar hati terasa lebih tenang, jernih, dan dekat dengan Allah SWT.
Cara menghilangkan sifat iri hati dan dengki?
Untuk menghilangkan iri dan dengki, fokus pada rasa syukur, alihkan perhatian ke hal positif, jangan membandingkan diri, perbanyak doa & istighfar, ubah sudut pandang (lihat hikmah di balik pemberian Allah), dan bangun hubungan baik dengan orang yang dicemburui, karena kunci utamanya adalah mengelola pikiran, hati, dan fokus pada kebaikan diri sendiri.
Dzikir apa untuk membersihkan hati?
Dzikir pembersih hati adalah zikir yang membersihkan jiwa dari penyakit hati dan mendekatkan diri kepada Allah, di antaranya adalah Istighfar ("Astaghfirullah") untuk memohon ampun, Tahlil ("La ilaha illallah") sebagai zikir paling utama, doa Nabi seperti "Allahumma ati nafsi taqwaha..." (Ya Allah, berikan ketakwaan pada jiwaku), serta zikir lainnya seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan membaca Al-Qur'an, yang dapat diamalkan secara rutin untuk ketenangan dan kejernihan batin.
Apa yang dibaca ketika hati gelisah?
5 Doa ketika Merasa Takut dan Gelisah, Baca Ini supaya Hati ...Untuk hati yang gelisah, baca doa-doa penenang seperti doa berlindung dari kesedihan (Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazani...), doa memohon kelapangan dada (Rabbisyrahli shadri...), memperbanyak zikir (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah), membaca Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 285-286, serta Surat Yasin untuk memohon kemudahan, karena semua itu menenangkan jiwa dan mendekatkan diri pada Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4149262/original/024042800_1662520111-kristina-flour-BcjdbyKWquw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1466583/original/069253100_1483997181-Siluet-muslimah-berdoa-Fatimah-N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097042/original/053429500_1737040385-Ustadz_Adi_Hidayat_atau_UAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5051035/original/015160000_1734203284-Pekerja_Rokok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114402/original/060368300_1588065766-4107b6e0063ede472b30ad899d7c6341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3113951/original/072628100_1588047593-shutterstock_430633753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082484/original/092438300_1736234505-1736231602601_apa-itu-tawakal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5129406/original/000117000_1739286774-mimpi-wudhu-mau-sholat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2994222/original/071529300_1576134424-20191212-Berburu-Diskon-di-Harbolnas-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023773/original/077949500_1732613119-quote-islam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4700453/original/094011300_1703750925-Ilustrasi_malam_pergantian_tahun__perayaan_Tahun_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)











