Amalan Sebelum Umrah, Panduan Lengkap bagi Calon Jemaah Agar Ibadah Sempurna

3 months ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Amalan sebelum umrah menjadi salah satu hal penting yang sebaiknya diketahui oleh setiap calon jemaah. Bukan hanya soal keberangkatan, namun juga kesiapan batin dan fisik agar ibadah di Tanah Suci bisa berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Sebelum menapakkan kaki di Tanah Haram, ada sejumlah amalan sebelum umrah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini mencakup persiapan lahiriah seperti membersihkan diri, hingga kesiapan spiritual melalui niat dan doa.

Persiapan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mengandung makna mendalam: membersihkan diri dari dosa, menyiapkan hati untuk bertemu Allah, dan menumbuhkan rasa tunduk di hadapan kebesaran-Nya.

Para ulama juga menekankan bahwa menjalankan amalan sunnah sebelum umrah merupakan bagian dari bentuk penghormatan terhadap ibadah itu sendiri. Dengan begitu, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Persiapan Diri Sebelum Berihram

Langkah awal amalan sebelum umrah adalah membersihkan diri. Hal ini termasuk memotong kuku, mencukur rambut ketiak dan kemaluan, serta menghilangkan kotoran dari tubuh. Semua dilakukan sebagai simbol penyucian diri sebelum berjumpa dengan Allah di tanah suci.

Kemudian disunnahkan untuk mandi ihram. Rasulullah SAW melakukannya sebelum berangkat dari Dzulhulaifah. Tujuan mandi ihram adalah menyucikan diri secara lahir, agar memasuki ibadah dalam keadaan bersih dan siap.

Selanjutnya, dianjurkan menggunakan wewangian pada badan (bukan pada pakaian ihram) sebelum niat. Hal ini sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW sebelum mengenakan kain ihram.

Setelah itu, jamaah laki-laki memakai dua helai kain putih tak berjahit, sementara wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat tanpa meniru bentuk pakaian laki-laki.

Sholat Sunnah Sebelum Ihram

Amalan berikutnya adalah mengerjakan dua rakaat salat sunnah sebelum berniat ihram. Salat ini bisa dilakukan dengan niat sunnah ihram.

Pada rakaat pertama, membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan surah Al-Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua, membaca surah Al-Fatihah lalu surah Al-Ikhlas.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW melakukan dua rakaat salat di Dzulhulaifah sebelum berniat ihram (HR Muslim).

Namun jika salat sunnah tidak sempat dilakukan, maka salat fardhu dapat menggantikannya sebagaimana fungsi salat Tahiyatul Masjid.

Usai salat, jamaah dapat mulai melafalkan niat ihram yang menandai dimulainya ibadah umrah.

Membaca Talbiyah dengan Penuh Khusyuk

Setelah niat ihram, amalan berikutnya adalah membaca talbiyah. Bacaan ini menggambarkan kesiapan hamba untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, la syarika lak.

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Talbiyah ini sebaiknya diucapkan dengan penuh penghayatan dan diulang selama dalam keadaan ihram.

Selain itu, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir dan doa agar perjalanan menuju Baitullah diberi keselamatan dan keberkahan.

Keutamaan Menjalankan Amalan Sebelum Umrah

Menjalankan amalan sebelum umrah bukan hanya tradisi, tetapi juga ladang pahala. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ibadah umrah dapat menjadi penghapus dosa di antara dua umrah yang dilakukan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:“Umrah yang dilakukan setelah umrah berikutnya adalah pelebur dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tiada balasan baginya selain surga.”

Selain itu, doa orang yang sedang menunaikan umrah termasuk doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka adalah tamu Allah, Dia memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan-Nya. Mereka berdoa kepada-Nya, dan Allah pun mengabulkan doa mereka.”

Umrah sebagai Bentuk Jihad Bagi Wanita

Bagi kaum wanita, amalan sebelum umrah menjadi bagian dari jihad tanpa peperangan. Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah wanita wajib berjihad?” Rasulullah menjawab, “Ya, mereka wajib berjihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah.” (HR Ibnu Khuzaimah)

Dengan demikian, umrah bukan hanya perjalanan spiritual, melainkan juga bentuk pengorbanan dan ketaatan bagi perempuan yang ingin mendapat pahala setara jihad.

Umrah Menghapus Kemiskinan dan Dosa

Keutamaan umrah juga disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda, “Iringilah haji dengan umrah, karena keduanya melenyapkan kefakiran dan dosa-dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan karat dari besi.”

Ini menunjukkan bahwa amalan sebelum umrah tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tapi juga membuka jalan rezeki dan pembersihan dosa.

Orang yang menunaikan umrah juga disebut sebagai tamu Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi, “Delegasi Allah ada tiga: orang yang berhaji, orang yang berumrah, dan orang yang berperang.”

Persiapan Hati dan Niat yang Lurus

Amalan paling penting sebelum berangkat adalah meluruskan niat. Niatkan ibadah umrah semata-mata karena Allah, bukan karena dorongan sosial atau gengsi.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Bayyinah ayat 5, Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Artinya: “Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

Dengan niat yang tulus, setiap langkah menuju Tanah Suci akan bernilai pahala.

Menjaga Adab dan Perilaku Sebelum Keberangkatan

Selain niat, menjaga adab juga menjadi bagian penting dari amalan sebelum umrah. Jamaah disarankan memperbanyak istighfar, meminta maaf kepada keluarga dan teman, serta bersedekah.

Langkah ini membantu membersihkan hati dari dendam, iri, dan kesalahan sebelum memulai ibadah suci.

Tidak kalah penting, jamaah hendaknya menjaga lisan, menghindari ghibah, serta memperbanyak doa agar diberi kelancaran selama perjalanan.

Menguatkan Fisik dan Mental Sebelum Umrah

Persiapan terakhir dalam amalan sebelum umrah adalah menyiapkan kondisi fisik dan mental. Ibadah ini memerlukan stamina kuat untuk berjalan kaki dan menghadapi perubahan cuaca.

Selain itu, kesiapan mental juga dibutuhkan agar jamaah tetap sabar dan tenang selama menjalani ibadah di tengah keramaian jutaan umat Islam dari seluruh dunia.

Dengan demikian, seluruh tahapan amalan sebelum umrah menjadi fondasi agar ibadah berjalan sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Amalan Sebelum Umrah

1. Apa saja amalan sebelum umrah yang disunnahkan?Amalan sebelum umrah meliputi mandi ihram, memotong kuku, mencukur rambut, salat sunnah ihram, memakai wewangian, dan membaca talbiyah.

2. Apakah wajib melaksanakan salat sunnah sebelum ihram?Tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena merupakan sunnah Rasulullah SAW.

3. Mengapa talbiyah dibaca saat ihram?Talbiyah menandakan kesiapan hati untuk memenuhi panggilan Allah dan merupakan simbol ketaatan penuh kepada-Nya.

4. Apa keutamaan orang yang berumrah?Keutamaannya antara lain penghapus dosa, dikabulkan doa, dianggap sebagai tamu Allah, dan mendapat pahala setara jihad bagi wanita.

5. Kapan waktu terbaik melaksanakan umrah?Sepanjang tahun diperbolehkan, namun waktu paling utama adalah di bulan Ramadhan karena pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |