PEMERINTAH Kota Yogyakarta akan mengalihkan anggaran perjalanan dinas ke berbagai program yang dinilai lebih berguna untuk masyarakat dan penataan kota. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menuturkan keputusan itu merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menekankan pentingnya efisiensi belanja daerah di seluruh Indonesia.
Hasto menjelaskan mengacu Surat Edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ mengenai Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), para kepala daerah diwajibkan melakukan penghematan besar-besaran pada sektor mobilitas dinas.
"Dalam instruksi tersebut, kepala daerah diminta mengurangi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen," ungkap Hasto, Selasa, 14 April 2026.
Hasto mengatakan anggaran yang berhasil dihemat tersebut nantinya akan diserap ke dalam dua kelompok besar, yakni sektor non-infrastruktur dan infrastruktur.
Pada kelompok non-infrastruktur, Hasto menyatakan salah satunya akan mengalokasikan event yang memperkuat sektor pariwisata yang sempat ditiadakan. Seperti event besar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang hilang dari agenda wisata tahun 2025 lalu.
Selain itu, event budaya dan ekonomi rakyat seperti Jogja Great Sale, Ruwahan Agung, Festival Hadroh, hingga Sarkem Fest juga dihidupkan kembali melalui pengalihan anggaran dinas itu.
Hasto menilai agenda-agenda sektor wisata tersebut memiliki dampak ganda bagi warga. "Event-event ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," kata dia.
Sementara pada sektor infrastruktur, prioritas utama Kota Yogya akan diarahkan pada penataan kawasan perkotaan dengan fokus khusus di wilayah selatan Yogyakarta guna mendukung kenyamanan pejalan kaki.
Proyek yang akan segera dikerjakan meliputi revitalisasi trotoar dari kawasan Giwangan menuju XT Square, serta penutupan saluran air di Jalan Pramuka. Selain itu, penataan juga akan menyasar Jalan DI Panjaitan melalui pembangunan taman dan trotoar, serta pelebaran jalan mulai dari Jalan Ipda Tut Harsono hingga simpang empat APMD.
Kawasan Heritage Kotabaru pun tak luput dari perhatian karena banyaknya fasilitas pejalan kaki yang mulai rusak.
"Revitalisasi trotoar juga akan menyasar kawasan Kotabaru, mengingat banyak trotoar di wilayah tersebut yang sudah mengalami kerusakan," kata dia.
Selain perbaikan jalan, pemerintah berencana meningkatkan kualitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan membangun taman lalu lintas baru di Balai Benih Ikan Yogyakarta, Jalan Nitikan Baru, Sorosutan, sebagai pengganti fasilitas serupa di Terminal Induk Giwangan.
Jalur hijau juga akan dibangun di sepanjang Jalan Diponegoro hingga simpang tiga Jatikecana untuk mempercantik wajah kota.
Tak hanya itu, fasilitas olahraga publik seperti Lapangan Sidokabul, Lapangan Tegalrejo di depan SMAN 4 Yogyakarta, Lapangan Mancasan, serta Lapangan Minggiran akan ditata ulang dengan konsep multifungsi menyerupai Lapangan Karang Kotagede.
Ketua DPRD Kota Yogyakarta, F.X. Wisnu Sabdono Putro mengatakan pengalihan dana perjalanan dinas tersebut penting demi kepentingan lebih luas. "Jadi anggaran perjalanan dinas benar-benar dialokasikan untuk kepentingan warga," kata Wisnu.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)










