Apakah Kain Kiswah Penutup Ka'bah Dijual Setelah Diganti? Pahami Kebijakan Resmi Pemerintah Arab Saudi

3 months ago 92

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan yang sering muncul di benak banyak orang adalah apakah kain kiswah penutup ka'bah dijual setelah dilepas dari Ka'bah? Kain suci ini memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam, sehingga wajar jika banyak yang penasaran tentang nasibnya setelah diganti.

Kain kiswah yang menutup Ka'bah merupakan simbol keagungan Baitullah yang selalu menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahunnya, kain hitam berhias kaligrafi emas ini diganti dengan yang baru pada tanggal 1 Muharram dalam perayaan Tahun Baru Islam.

Melansir dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa kiswah lama Ka'bah tidak dijual, dibuang, ataupun dihancurkan. Kain tersebut disimpan di tempat khusus dengan pengamanan ketat di area gudang pemerintah untuk mencegah kerusakan akibat reaksi kimia atau infiltrasi bakteri. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/11/2025).

Apakah Kain Kiswah Penutup Ka'bah Dijual?

Kiswah adalah kain berwarna hitam yang dihiasi kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an menggunakan benang emas, dan berfungsi sebagai penutup Ka'bah. Bangunan suci ini terletak di pusat Masjidil Haram di Mekkah dan menjadi kiblat umat Muslim. Kain ini bukan sekadar penutup fisik, melainkan memiliki makna simbolis mendalam sebagai lambang kebersihan, kesucian, dan penghormatan kepada Allah SWT.

Kiswah memiliki ukuran sangat besar, sekitar 658 meter persegi dengan berat mencapai sekitar 650 kilogram. Bahan utama yang digunakan adalah sutra hitam berkualitas terbaik, kemudian dihias sulaman kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an. Setiap helai benang dan motif pada Kiswah dirancang dengan ketelitian tinggi, menjadikannya sebuah karya seni Islami bernilai tinggi.

Selain sebagai pelindung fisik Ka'bah dari elemen alam seperti cuaca ekstrem, debu, dan kerusakan, Kiswah juga berfungsi sebagai simbol spiritual kuat. Kain penutup ini menjadi medium untuk mengekspresikan kesucian dan memberikan pengingat visual bagi umat Islam. Kaligrafi yang terukir memuat ayat-ayat Al-Qur'an bermakna mendalam, mendorong jemaah untuk selalu bersyukur dan berdoa kepada Allah.

Apakah Kain Kiswah Penutup Ka'bah Dijual?

Banyak pertanyaan muncul mengenai nasib Kiswah lam, terutama apakah kain Kiswah penutup Ka'bah dijual setelah diganti. Secara umum, kain Kiswah yang telah dilepas tidak diperjualbelikan secara komersial oleh Kerajaan Arab Saudi. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga nilai sakral dan historis Kiswah, serta mencegah eksploitasi komersial yang tidak pantas terhadap benda suci tersebut.

Kiswah lama akan disimpan dengan sangat hati-hati di gudang khusus milik pemerintah dengan sistem keamanan berlapis. Penyimpanan ini dilakukan dengan standar tinggi untuk memastikan kain tetap terjaga kualitasnya. Tempat penyimpanan dirancang khusus untuk mencegah kerusakan fisik maupun kimia pada kain sutra berkualitas tinggi tersebut.

Meskipun tidak dijual secara umum, kadang kala Kiswah lama dapat dipotong menjadi beberapa bagian kecil. Potongan-potongan ini kemudian dibagikan sebagai hadiah jika diminta oleh otoritas yang lebih tinggi. Seperti pejabat tinggi negara, ulama, atau lembaga Islam di berbagai negara. Sebagai contoh, Indonesia pernah menerima potongan Kiswah untuk Masjid Istiqlal yang diserahkan langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

Penting untuk dicatat bahwa ada laporan mengenai penjualan Kiswah palsu atau upaya penjualan ilegal. Pada tahun 2018, sebuah kain Kiswah yang diklaim asli dijual online seharga sekitar Rp29 miliar, namun kemudian terungkap bahwa kain tersebut palsu. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak dijual secara resmi, potensi peredaran Kiswah melalui jalur tidak semestinya tetap ada.

Proses Penggantian Kain Kiswah Ka'bah

Penggantian kiswah Ka'bah merupakan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad dengan prosedur yang sangat teratur dan khidmat. Sejak tahun 1444 Hijriah atau 2022 Masehi, jadwal penggantian kiswah dilakukan setiap tanggal 1 Muharram bertepatan dengan Tahun Baru Islam. Sebelumnya, tradisi penggantian dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah saat jamaah haji melaksanakan Wukuf di Arafah.

Proses penggantian kiswah dimulai setelah salat Ashar dan dapat berlangsung hingga tengah malam. Belasan petugas terlatih secara khusus bekerja sama melepas kiswah lama dengan sangat hati-hati. Mereka harus memastikan tidak ada kerusakan pada kain maupun struktur Ka'bah selama proses pelepasan.

Setelah kiswah lama dilepas, petugas segera memasang kiswah baru yang telah disiapkan sebelumnya. Pemasangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian atas Ka'bah hingga ke bawah. Proses ini disaksikan oleh ratusan bahkan ribuan umat Islam yang berada di Masjidil Haram, menjadikannya momen spiritual yang sangat berkesan bagi para jamaah yang hadir.

Sejarah Kain KIswah Ka'bah

Dalam buku berjudul Ka’bah: Rahasia Kiblat Dunia karya Muhammad Abdul Hamid Asy‑Syarqawi dan Muhammad Raja’i Ath‑Thahlawi, disebutkan bahwa kain yang menutupi Ka’bah bernama kiswah terbuat dari kain sutra alam murni berwarna hitam. Pada kiswah terdapat sulaman di atasnya yang bertuliskan: "lā ’ilāha illā Allāh Muhammadur Rasūlullāh; Allāh jalla jalāluh; subḥānallāh wa bi-ḥamdihī, subḥānallāh al-‘aẓīm; yā ḥannān yā mannān.”

Kutipan ini memperlihatkan bagaimana kiswah bukan sekadar kain penutup biasa, melainkan simbol penghormatan, kebesaran, dan kedalaman makna keagamaan yang ditautkan pada bangunan suci tersebut. Tradisi menutupi Ka'bah dengan kain sudah ada jauh sebelum kedatangan Islam.

Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa Raja Tub'a dari Yaman adalah yang pertama kali menutupi Ka'bah dengan kain berwarna-warni pada masa pra-Islam. Nabi Ismail AS juga disebut sebagai yang pertama menutupi Ka'bah dengan kain, menandai awal mula tradisi ini.

Pada masa awal Islam, Kiswah dibuat dari berbagai bahan dan warna. Muawiyah bin Abu Sufyan, pendiri Dinasti Umayyah di Damaskus kemudian menggantinya dengan Kiswah berwarna hitam yang terbuat dari sutra halus dan mengilap. Ini menjadi cikal bakal Kiswah hitam yang kita kenal saat ini.

Pergantian Kiswah secara rutin setiap tahun mulai ditetapkan pada masa Dinasti Abbasiyah. Khalifah Al-Mahdi memerintahkan agar Kiswah lama dilepas dan diganti dengan yang baru setiap tahunnya, karena tumpukan kain lama yang tidak dilepas sebelumnya telah membebani bangunan Ka'bah. Sejak masa kekhalifahan Al-Ma'mun dari Dinasti Abbasiyah, warna Kiswah ditetapkan hanya hitam, yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Selama berabad-abad, Kiswah seringkali didatangkan dari Mesir dan India sebagai hadiah kepada pemerintah Saudi. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi dan keinginan untuk mandiri, Kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud memerintahkan pendirian kompleks khusus pembuatan Kiswah di Mekkah Al-Mukarramah. Hal ini memastikan bahwa pembuatan Kiswah dilakukan secara lokal dengan standar kualitas tertinggi.

Bahan dan Pembuatan Kain Kiswah Ka'bah

Pembuatan Kiswah Ka'bah adalah sebuah proses rumit dan membutuhkan keahlian tinggi. Bahan baku utama Kiswah adalah sutra murni berkualitas tinggi, yang diimpor dari Italia, dengan berat sekitar 760 kg hingga 1.000 kg. Untuk sulaman kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an, digunakan benang emas seberat 120 kg dan benang perak seberat 100 kg. Hal tersebut seperti dikutip dari buku Sejarah Kabah: Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman oleh Ali Husni al‑Kharbuthli.

Biaya produksi Kiswah sangat fantastis, mencapai sekitar 25 juta Riyal Saudi atau setara dengan Rp10 miliar hingga Rp100 miliar setiap tahunnya. Tingginya biaya ini mencerminkan kualitas bahan baku yang digunakan serta kerumitan dan ketelitian dalam proses pembuatannya. Kerajaan Arab Saudi tidak setengah-setengah dalam pembuatan Kiswah, berpegang pada prinsip bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Indah dan menyukai keindahan.

Proses pembuatan Kiswah melibatkan tujuh tahapan utama yang dikerjakan oleh tangan-tangan terampil putra-putri Saudi di Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka'bah. Tahapan tersebut meliputi pemurnian air untuk mencuci dan mewarnai sutra, pencucian dan pewarnaan sutra menjadi hitam, penenunan otomatis benang-benang sutra, pencetakan ayat Al-Qur'an menggunakan metode sablon sutra, perakitan dan penjahitan setiap bagian, serta pengecekan kualitas akhir.

Sekitar 120 kaligrafer dan 200 seniman terlatih terlibat dalam proses penyulaman dan penjahitan Kiswah. Ayat-ayat Al-Qur'an disulam secara manual dengan benang kawat perak berlapis emas pada bagian sabuk Kiswah (disebut hizam) dan tirai pintu Ka'bah (disebut sitara). Setiap baris dan titik kaligrafi memiliki cerita dan sentuhan khas tersendiri, menunjukkan keahlian spesifik para perajin.

Ayat-Ayat Al-Qur'an pada Kiswah Ka'bah

Kiswah Ka'bah dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat pilihan dari Al-Qur'an yang disulam dengan benang emas dan perak. Ayat-ayat ini dipilih dengan sangat selektif untuk merepresentasikan keagungan Allah dan kesucian Ka'bah. Bagian paling menonjol adalah sabuk (hizam) Ka'bah yang mengelilingi bangunan pada ketinggian sekitar dua meter dari tanah.

Pada sabuk kiswah, tersulam ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) yang merupakan ayat paling agung dalam Al-Qur'an. Selain itu, terdapat pula ayat-ayat tentang keagungan Ka'bah dan perintah untuk mengagungkan rumah Allah. Di bagian atas pintu Ka'bah, terpasang kiswah khusus yang disebut burqu' dengan sulaman kaligrafi "La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah".

Proses penyulaman ayat-ayat ini membutuhkan ketelitian luar biasa karena setiap huruf harus sempurna dan sesuai dengan kaidah kaligrafi Arab. Para penyulam ahli menggunakan mikroskop khusus untuk memastikan setiap jahitan benang emas dan perak berada pada posisi yang tepat. Satu kesalahan kecil dalam penyulaman dapat mempengaruhi keindahan dan keterbacaan ayat.

Melansir dari Journal of Islamic Art and Architecture, kaligrafi pada kiswah Ka'bah menggunakan gaya khat Thuluth yang dikenal dengan keindahan dan keanggunannya. Pemilihan gaya khat ini disesuaikan dengan proporsi bangunan Ka'bah agar mudah dibaca dari jarak jauh namun tetap artistik ketika dilihat dari dekat.

FAQ

1. Apakah kain Kiswah penutup Ka'bah dijual setelah diganti? Tidak, kain Kiswah yang lama tidak dijual secara komersial setelah diganti.

2. Ke mana perginya Kiswah lama setelah diganti? Kiswah lama disimpan di tempat khusus di gudang pemerintah dengan pengamanan ketat.

3. Apakah ada orang yang memiliki potongan Kiswah asli? Ya, potongan Kiswah dapat dibagikan sebagai hadiah kepada otoritas tinggi atau lembaga Islam.

4. Kapan Kiswah Ka'bah diganti? Kiswah Ka'bah diganti setiap tanggal 1 Muharram, bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

5. Terbuat dari bahan apa Kiswah Ka'bah? Kiswah terbuat dari sutra hitam berkualitas tinggi yang disulam dengan benang emas dan perak.

6. Berapa biaya pembuatan satu Kiswah? Biaya pembuatan satu Kiswah sangat tinggi, mencapai sekitar 25 juta Riyal Saudi atau puluhan miliar rupiah.

7. Apakah boleh mengambil atau menggunting Kiswah Ka'bah? Tidak, mengambil atau menggunting Kiswah tanpa izin adalah tindakan melanggar hukum dan dilarang secara syariah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |