Apakah Penyakit Ain Itu Nyata? Ketahui Cara Menghindari dan Mengatasinya

3 months ago 97

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah penyakit ain itu nyata sering muncul karena fenomena ini tidak dapat dijelaskan secara medis namun memiliki landasan kuat dalam ajaran agama Islam. Penyakit ain merupakan kondisi yang disebabkan oleh pandangan mata seseorang karena hasad (dengki) atau kagum berlebihan terhadap orang lain.

Melansir dari buku Thibbun Nabawi karya M. Syaifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail (2020), penyakit ain adalah penyakit yang disebabkan karena pandangan mata orang yang hasad (dengki) atau orang yang kagum (takjub), dan termasuk dalam kategori penyakit nonmedis yang benar-benar ada meskipun tampak mengada-ada.

Meskipun tidak dikenal dalam ilmu kedokteran modern, keberadaan penyakit ini dijelaskan dalam beberapa hadis shahih dan Al-Quran. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (30/10/2025).

Promosi 1

Apakah Penyakit Ain Itu Nyata?

Pertanyaan apakah penyakit ain itu nyata dapat dijawab dengan tegas: ya, penyakit ain benar-benar ada menurut ajaran Islam. Meskipun tidak dapat dideteksi melalui pemeriksaan medis modern, keberadaan penyakit ini dikuatkan oleh dalil-dalil syar'i yang shahih. Fenomena ini termasuk dalam ranah spiritual yang berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan material.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim No. 2187: "(Pengaruh) 'ain itu nyata (benar)." Hadis ini menegaskan bahwa penyakit ain bukanlah mitos atau kepercayaan yang tidak berdasar, melainkan realitas spiritual yang diakui dalam Islam. Selain itu, Aisyah radhiallahu'anha pernah berkata bahwa Rasulullah memintanya untuk diruqyah guna menyembuhkan ain, sebagaimana tercatat dalam riwayat Muslim.

Dalam Al-Quran, khususnya Surat Al-Falaq ayat 1-5, Allah SWT mengajarkan kepada umat Islam untuk berlindung dari kejahatan pendengki bila ia dengki. Ayat ini secara implisit menunjukkan bahwa dengki dan pandangan mata yang buruk (ain) dapat memberikan dampak negatif kepada seseorang. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari bahaya tersebut.

Penyakit ain berasal dari kata Arab "al-'ayn" yang secara harfiah berarti "mata". Dalam konteks spiritual Islam, ain merujuk pada dampak negatif yang ditimbulkan dari pandangan mata seseorang terhadap orang lain, baik karena hasad (dengki) maupun kekaguman yang berlebihan.

Dalil-Dalil tentang Penyakit Ain

Perintah Mandi untuk Penyembuhan Ain

Rasulullah bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang mengagumkan pada dirinya atau pada hartanya, maka hendaklah dia mendoakan keberkahan untuknya, karena sesungguhnya ain itu benar (nyata)." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Beliau juga mengajarkan bahwa orang yang dicurigai memberikan ain hendaknya diminta untuk berwudhu, lalu air wudhunya disiramkan kepada orang yang terkena ain.

Perlindungan dalam Al-Quran

Allah berfirman dalam Surat Al-Falaq ayat 1-5: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.'" Ayat ini mengajarkan umat Islam untuk berlindung dari bahaya dengki yang merupakan sumber utama penyakit ain.

Larangan Hasad dan Sifat Dengki

Islam melarang keras sifat hasad karena dapat menimbulkan ain. Nabi Muhammad bersabda: "Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud). Hadis ini menunjukkan bahwa hasad tidak hanya merugikan orang yang dihasadi tetapi juga merusak amalan orang yang hasad itu sendiri.

Cara Menghindari Penyakit Ain

1. Membaca Doa Perlindungan Setiap Hari

Rasulullah mengajarkan untuk membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain) setiap pagi dan petang, minimal tiga kali. Doa-doa ini merupakan benteng spiritual yang kuat untuk melindungi diri dari segala bentuk kejahatan, termasuk ain.

2. Mengucapkan "Masya Allah" dan "Tabarakallah"

Ketika melihat sesuatu yang indah atau mengagumkan, baik pada diri sendiri maupun orang lain, hendaknya segera mengucapkan "masya Allah" (apa yang Allah kehendaki) atau "tabarakallah" (semoga Allah memberkahi). Ucapan ini berfungsi sebagai pagar spiritual yang mencegah terjadinya ain.

3. Menjaga Kerendahan Hati dan Tidak Sombong

Sikap rendah hati dan tidak memamerkan nikmat yang dimiliki dapat mengurangi risiko terkena ain. Rasulullah menganjurkan untuk tidak terlalu menampakkan kenikmatan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang mungkin memiliki sifat hasad.

4. Memperbanyak Dzikir dan Wirid Pagi Petang

Melansir dari Fortress of the Muslim (Hisnul Muslim) oleh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani, wirid pagi dan petang yang rutin diamalkan dapat menjadi perisai kokoh dari berbagai gangguan spiritual, termasuk ain, sihir, dan gangguan jin.

5. Menggunakan Ruqyah Sebagai Tindakan Preventif

Ruqyah tidak hanya untuk penyembuhan tetapi juga dapat digunakan sebagai pencegahan. Membaca ayat-ayat ruqyah seperti Ayat Kursi, tiga ayat terakhir Surat Al-Baqarah, dan surat-surat pendek Al-Quran dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk perlindungan diri.

6. Meminta Perlindungan untuk Anak-Anak

Rasulullah biasa meruqyah cucu-cucunya, Hasan dan Husain, dengan doa: "A'udzukuma bi kalimati-llahi at-tammati min kulli syaithonin wa hammatin wa min kulli 'ainin lammatin" (Aku berlindungkan kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, dari setiap yang membahayakan, dan dari setiap pandangan mata yang jahat).

7. Menjaga Rahasia Kebaikan dan Rencana

Islam mengajarkan untuk tidak terlalu banyak menceritakan kebaikan, rezeki, atau rencana masa depan kepada orang lain. Menjaga privasi dalam hal-hal tertentu dapat melindungi diri dari potensi ain yang mungkin datang dari orang-orang yang hasad.

Perbedaan Ain, Hasad, dan Sihir

Banyak orang sering mencampuradukkan antara ain, hasad, dan sihir karena ketiganya berkaitan dengan gangguan spiritual. Namun, ketiganya memiliki perbedaan yang mendasar baik dari segi definisi, mekanisme, maupun cara penanganannya. Memahami perbedaan ini penting agar dapat mengidentifikasi masalah dengan tepat dan mengambil langkah penyembuhan yang sesuai.

1. Ain

Ain adalah dampak dari pandangan mata seseorang, baik disengaja maupun tidak disengaja, dan dapat menyebabkan bahaya pada objek yang dipandang. Ain bisa terjadi karena kekaguman berlebihan tanpa niat buruk, atau karena dengki dan iri hati. Mekanisme ain terjadi dengan izin Allah ketika seseorang memandang sesuatu dengan intensitas emosi yang kuat tanpa menyertakan doa keberkahan. 

2. Hasad

Hasad adalah perasaan dengki yang menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain dan ingin nikmat tersebut berpindah kepada orang yang hasad. Hasad bersumber dari hati yang sakit dan tidak ridha dengan ketentuan Allah. Berbeda dengan ain yang bisa tidak disengaja, hasad selalu melibatkan niat buruk dan keinginan jahat. Hasad dapat menyebabkan ain, namun tidak semua ain berasal dari hasad. Pengobatan untuk hasad selain dengan ruqyah juga memerlukan perbaikan akidah dan akhlak, serta memperbanyak bersyukur atas nikmat yang dimiliki.

3. Sihir

Sihir adalah perbuatan menggunakan bantuan jin atau kekuatan gaib untuk menyakiti orang lain. Sihir merupakan dosa besar dan dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam jika disertai dengan kesyirikan. Mekanisme sihir melibatkan ritual-ritual tertentu, mantra, dan perantara jin untuk mencapai tujuan jahat. Gejala sihir biasanya lebih kompleks dan spesifik dibandingkan ain atau hasad, seperti halusinasi, perubahan perilaku ekstrem, atau penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

Ketiga gangguan spiritual ini memerlukan pendekatan penyembuhan yang berbeda-beda, meskipun ruqyah dengan Al-Quran tetap menjadi metode utama untuk semuanya, namun detil pelaksanaan dan doa-doa tambahan yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan jenis gangguan yang dihadapi.

FAQ

1. Apakah penyakit ain itu nyata? Ya, penyakit ain benar-benar nyata menurut ajaran Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis shahih, meskipun tidak dikenal dalam ilmu kedokteran modern.

2. Apa penyebab utama penyakit ain? Penyakit ain disebabkan oleh pandangan mata seseorang yang hasad (dengki) atau kagum berlebihan terhadap orang lain tanpa menyertakan doa keberkahan.

3. Bagaimana cara mengetahui seseorang terkena ain? Gejala ain meliputi sakit tanpa diagnosa medis yang jelas, kelelahan ekstrem, perubahan mood drastis, dan kegagalan beruntun dalam berbagai aspek kehidupan setelah mendapat pujian berlebihan.

4. Apakah ain bisa terjadi tanpa disengaja? Ya, ain bisa terjadi tanpa disengaja ketika seseorang mengagumi sesuatu secara berlebihan tanpa mengucapkan "masya Allah" atau "tabarakallah", bahkan dari orang terdekat sekalipun.

5. Apa cara paling efektif mengobati ain? Cara paling efektif adalah melakukan ruqyah syar'iyyah dengan 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |