Liputan6.com, Jakarta Membaca doa agar rumah dijauhkan dari ular berbisa menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan umat Muslim untuk memohon perlindungan dari Allah SWT. Habitat ular yang terus menyusut akibat alih fungsi lahan membuat hewan melata ini sering masuk ke pemukiman warga.
Selain melakukan upaya pencegahan secara fisik, umat Islam dianjurkan membaca doa agar rumah dijauhkan dari ular berbisa sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Melansir dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Asmaul Husna karangan KH Solechul Azis, terdapat beberapa bacaan doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari bahaya binatang buas termasuk ular berbisa.
Meskipun tidak ada doa khusus yang secara spesifik menyebutkan ular, ada beberapa doa yang dapat diamalkan untuk meminta keselamatan dari segala ancaman hewan berbahaya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (6/11/2025).
Bacaan Doa Agar Rumah Dijauhkan Dari Ular Berbisa
Dalam tradisi Islam, umat Muslim dapat mengamalkan beberapa doa untuk memohon perlindungan dari bahaya binatang buas termasuk ular. Doa-doa ini dibaca dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menjaga keselamatan rumah dan keluarga.
1. Doa Perlindungan dari Binatang Buas
Bacaan Arab: يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ
Bacaan Latin: Ya ardhu, rabbi wa rabbukillah. A'uudzu billaahi min syarriki, wa syarrimaa fiiki, wa syarrimaa yadibbu 'alaiki. A'uudzu billaahi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa 'aqrabin wa min syarri waalidin wa maa walad wa min syarri saakinil balad.
Artinya: "Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan sesuatu yang ada padamu, kejahatan sesuatu yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diperanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini."
2. Doa Berlindung dari Setan dan Hewan Melata
Bacaan Arab: أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Bacaan Latin: A'uudzu bikalimaatillaahit taamaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'aynin lammah.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat."
3. Doa Perlindungan Menyeluruh
Bacaan Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ
Bacaan Latin: Allaahumma dzis-sultaanil-'aziimi wa dzil-mannil-qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit-taammati wadda'awaatil-mustajaabaati 'aaqilil-hasani wal-husaini min anfusil-haqqi 'ainil-qudrati wan-naaziriina.
Artinya: "Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasai banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa."
Tips Mencegah Ular Masuk ke Dalam Rumah
Selain membaca doa, langkah preventif secara fisik juga sangat penting untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Kombinasi antara ikhtiar spiritual dan praktis akan memberikan perlindungan yang lebih optimal. Menurut informasi dari berbagai sumber penanganan satwa liar, berikut adalah tips efektif mencegah ular memasuki area rumah:
1. Jaga Kebersihan Halaman
Bersihkan halaman rumah dari tumpukan sampah, kayu, atau batu-batuan yang bisa menjadi tempat persembunyian ular. Ular menyukai tempat yang lembab dan gelap untuk bersembunyi.
2. Potong Rumput Secara Teratur
Rumput yang tinggi dan lebat menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi. Potong rumput secara rutin agar halaman tetap rapi dan tidak menarik ular untuk datang.
3. Tutup Celah dan Lubang
Periksa dan tutup semua celah, lubang, atau retakan pada dinding, lantai, dan fondasi rumah. Ular dapat masuk melalui celah yang sangat kecil sekalipun.
4. Pasang Kawat Kasa
Pasang kawat kasa pada ventilasi, saluran air, dan lubang-lubang lain yang berpotensi menjadi jalan masuk ular. Pastikan kawat kasa terpasang dengan rapat tanpa celah.
5. Hilangkan Sumber Makanan Ular
Ular masuk ke rumah biasanya untuk mencari mangsa seperti tikus, katak, atau serangga. Kendalikan populasi hewan-hewan tersebut di sekitar rumah untuk mengurangi daya tarik bagi ular.
6. Gunakan Bahan Pengusir Alami
Beberapa bahan alami seperti belerang, naphthalene, atau minyak kayu putih dipercaya dapat mengusir ular. Taburkan bahan-bahan ini di sekeliling rumah sebagai penghalang.
7. Simpan Barang dengan Rapi
Hindari menumpuk barang-barang di gudang atau pojok rumah yang jarang dibersihkan. Tumpukan barang yang berantakan menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular.
8. Tingkatkan Pencahayaan
Ular cenderung menghindari area yang terang. Pastikan area sekitar rumah memiliki pencahayaan yang cukup, terutama di malam hari.
Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Menemukan Ular
Ketika menemukan ular di dalam atau sekitar rumah, penting untuk tetap tenang dan mengambil langkah-langkah yang tepat. Kepanikan hanya akan membuat situasi menjadi lebih berbahaya baik bagi manusia maupun ular itu sendiri.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga jarak aman dari ular. Jangan mencoba menangkap atau mengusir ular dengan tangan kosong karena sangat berisiko. Sebagian besar kasus gigitan ular terjadi karena manusia terlalu dekat atau mencoba mengganggu ular tersebut.
Segera hubungi petugas damkar, dinas lingkungan hidup, atau relawan penanganan satwa liar di daerah Anda. Pihak yang berpengalaman memiliki peralatan dan pengetahuan yang memadai untuk menangani ular dengan aman. Sementara menunggu petugas datang, awasi ular dari jarak jauh agar tidak masuk ke area yang sulit dijangkau.
Jika ular berada di dalam rumah, kosongkan ruangan tersebut dan tutup pintu agar ular tidak berpindah ke ruangan lain. Matikan kipas angin atau AC yang dapat membuat ular bergerak tidak terduga. Berikan informasi yang jelas kepada petugas tentang lokasi, ukuran, dan ciri-ciri ular untuk mempermudah proses penangkapan.
Jenis-Jenis Ular Berbisa di Indonesia
Dalam buku 107+ ular Indonesia: panduan visual dan identifikasi lapangan, dijelaskan bahwa beberapa spesies ular berbisa di Indonesia memiliki sebaran yang sangat luas, seperti kobra jawa (Naja sputatrix) yang dapat ditemukan di Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Sedangkan jenis-jenis viper, seperti ular tanah (Calloselasma rhodostoma), cenderung hidup di daerah lembap dan bervegetasi rapat.
Mengenali jenis-jenis ular berbisa penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurut data dari berbagai institusi penelitian herpetologi, beberapa ular berbisa yang sering ditemukan di pemukiman Indonesia antara lain:
1. Ular Kobra Jawa (Naja sputatrix)
Ular kobra merupakan salah satu ular berbisa paling berbahaya di Indonesia. Ciri khasnya adalah kemampuan mengembangkan leher membentuk tudung ketika merasa terancam. Bisanya bersifat neurotoksik yang dapat menyebabkan kelumpuhan sistem pernapasan.
2. Ular Welang (Bungarus candidus)
Ular welang atau krait memiliki corak belang hitam putih yang khas. Meskipun memiliki sifat yang relatif pemalu, bisanya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
3. Ular Bandotan (Ophiophagus hannah)
Dikenal juga sebagai king cobra, ular ini merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Meskipun jarang ditemukan di pemukiman, king cobra dapat sangat agresif ketika melindungi sarangnya.
4. Ular Tanah (Calloselasma rhodostoma)
Ular tanah sering ditemukan di area perkebunan dan persawahan. Warnanya yang menyerupai tanah membuat ular ini sulit terdeteksi. Gigitannya dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.
5. Ular Hijau Ekor Merah (Trimeresurus albolabris)
Ular pohon berbisa ini sering ditemukan di kebun atau taman. Meskipun ukurannya relatif kecil, bisanya dapat menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan.
Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa
Dalam buku Pertolongan Pertama Untuk Setiap Orang, dijelaskan bahwa kesalahan yang sering dilakukan masyarakat ketika menghadapi gigitan ular adalah mengikat terlalu kencang bagian tubuh yang tergigit atau mencoba mengisap racun dengan mulut. Tindakan ini justru dapat memperburuk keadaan korban.
Oleh sebab itu, pertolongan pertama yang benar sebaiknya berupa pembidaian bagian tubuh yang tergigit agar tidak banyak bergerak, serta segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan serum antibisa (antivenom) yang sesuai dengan jenis ular penyebab gigitan.
1. Tenangkan Korban
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan korban dan penolong berada di tempat yang aman dari ular. Jauhkan korban dari lokasi gigitan untuk menghindari serangan ulangan. Tenangkan korban karena kepanikan dapat mempercepat penyebaran bisa dalam tubuh.
2. Atur Posisi Tubuh
Segera posisikan bagian tubuh yang digigit lebih rendah dari jantung dan usahakan korban untuk tidak bergerak terlalu banyak. Gerakan yang berlebihan akan mempercepat aliran darah dan menyebarkan bisa ke seluruh tubuh. Lepaskan semua perhiasan, jam tangan, atau pakaian ketat di sekitar area gigitan karena akan terjadi pembengkakan.
3. Bersihkan dengan Air Mengalir
Bersihkan area gigitan dengan air mengalir dan sabun, kemudian tutup dengan kain bersih. Jangan mencoba menghisap bisa, menyayat luka, atau mengikat kencang area gigitan karena dapat memperburuk kondisi. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki antivenom (anti bisa ular) untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
FAQ
1. Apakah ada doa khusus untuk mengusir ular dalam Islam?
Tidak ada doa khusus yang secara spesifik menyebutkan ular, namun ada beberapa doa perlindungan dari binatang buas yang dapat diamalkan termasuk untuk mengusir ular.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar rumah dijauhkan dari ular berbisa?
Doa dapat dibaca kapan saja, namun lebih utama pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, atau saat akan memasuki area yang berpotensi ada ular.
3. Apakah boleh membunuh ular dalam Islam?
Membunuh ular diperbolehkan jika ular tersebut membahayakan keselamatan, namun lebih utama untuk menyingkirkannya dengan cara yang aman tanpa harus membunuhnya.
4. Bagaimana cara mengusir ular tanpa membunuhnya?
Hubungi petugas damkar atau dinas lingkungan hidup yang memiliki peralatan dan keahlian untuk menangkap ular dengan aman, kemudian melepaskannya ke habitat yang sesuai.
5. Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di dalam rumah?
Jaga jarak aman, kosongkan ruangan, tutup pintu agar ular tidak berpindah, dan segera hubungi petugas berwenang untuk menangani ular tersebut.
6. Apakah membaca doa saja cukup untuk melindungi rumah dari ular?
Doa harus dibarengi dengan ikhtiar fisik seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup celah-celah rumah, dan menghilangkan faktor-faktor yang menarik ular.
7. Bagaimana cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa?
Perbedaan dapat dilihat dari bentuk kepala (berbisa biasanya segitiga), ukuran taring, pola sisik, dan perilaku, namun lebih aman untuk menganggap semua ular berpotensi berbahaya dan menghubungi ahli untuk identifikasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









