Bacaan Ayat Kursi dan Manfaatnya Setiap Hari, Lafal Lengkap dan Hikmahnya

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Ayat al-Kursī (QS. Al-Baqarah [2]: 255) dikenal sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Manfaat dan keutamaannya banyak dikaji sehingga menjadi salah satu ayat yang paling banyak diamalkan. untuk itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui bacaan dan manfaatnya setiap hari.

Miftahur Rahman dana jurnal berjudul 'Resepsi terhadap Ayat al-Kursī dalam Literatur Keislaman', MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 3 No. 2 (2018) menjelaskan, sejak masa Nabi hingga kini, ayat ini memiliki resepsi (penerimaan dan praktik) yang luas di kalangan Muslim, dari bacaan ritual hingga fungsi perlindungan dan penyembuhan.

Saking populernya ayat kursi, terkadang muncul persepsi keliru tentang bagaimana mengamalkan ayat kursi. Misalnya cukup hanya dengan memajang tulisan atau kaligrafi ayat Kursi di rumah atau tempat usaha untuk mendatangkan berkah, melindungi dari gangguan jin, atau menolak bala.

Ulasan berikut ini membahas bacaan ayat kursi, manfaat dan cara mengamalkannya sebagai ibadah harian.

Bacaan Ayat Kursi dan Manfaatnya Setiap Hari

Merujuk Al-Qur'an di laman Kemenag RI, berikut ini adalah bacaan Ayat Kursi, lengkap arab latin dan artinya:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Manfaat Ayat Kursi Sebagai Amalan Harian

Mengutip Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan Tafse: Journal of Qur'anic Studies oleh Zulihafnani dkk. mengenai Penggunaan Pajangan Ayat Kursi sebagai Pelindung, berikut ini adalah manfaat ayat kursi sebagai amalan harian.

Kedua karya ilmiah ini menyisipkan dalil yang menjadi dasar manfaat ayat kursi, dan sesekali menyebutkan pendapat ulama sebagai penguat.

1. Perlindungan Langsung dari Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat wajib, maka ia berada dalam penjagaan Allah hingga salat berikutnya.” (HR. al-Ṭabarānī)

Siapa yang rutin membacanya akan berada dalam dzimmah Allah, yaitu perlindungan langsung dari bahaya, gangguan manusia, jin, dan syetan.

Tradisi ini dikenal sebagai resepsi sosial-budaya, yakni keyakinan umat Islam terhadap fungsi praktis Al-Qur’an dalam melindungi diri dan keluarga

2. Dihindarkan dari Gangguan Setan dan Sihir

Hadis sahih riwayat al-Bukhari menjelaskan bahwa setan sendiri mengakui keampuhan ayat ini:

“Jika engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” (HR. al-Bukhari)

Ayat Kursi menjadi tameng spiritual yang membentengi rumah dan jiwa. Karena kandungannya menegaskan kekuasaan mutlak Allah, tidak ada ruang bagi kekuatan jahat untuk berkuasa atas diri pembacanya.

3. Didekatkan dengan Surga

Maknanya adalah ayat Kursi bukan hanya bacaan, melainkan pernyataan keimanan terhadap tauhid dan kekuasaan Allah. Dengan rutin membacanya, seorang Muslim memperbarui syahadatnya setiap hari, inilah yang membuka pintu surga baginya.

“Maksudnya, orang itu telah mendapatkan kedudukan orang-orang surga, yakni dimuliakan Allah dengan cahaya iman dan perlindungan-Nya di dunia sebelum kelak benar-benar memasukinya," demikian dijelaskan Imam al-Manāwi dalam Faid al-Qadīr.

Dengan kata lain, rutin membaca Ayat Kursi menumbuhkan iman dan ketenangan, yang merupakan “rasa surga” di dunia.

4. Penjagaan Saat Tidur dan Bepergian

Dalam Khizānat al-Asrār karya Muhammad Taqī al-Muqaddam dijelaskan, barang siapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah menjaga dirinya, rumahnya, bahkan tetangganya hingga pagi hari.

Bacaan ini menjadi doa perlindungan malam hari, termasuk dalam amalan sunnah sebelum tidur sebagaimana yang dilakukan Nabi SAW. Membacanya ketika hendak keluar rumah juga mendatangkan perlindungan dari marabahaya sepanjang perjalanan.

5. Penolak Kefakiran dan Duka

Riwayat dari kitab Khazānat al-Asrār menyebut, barang siapa membaca Ayat Kursi ketika masuk rumah, maka ia dijauhkan dari kefakiran.

Ayat Kursi mengajarkan keyakinan bahwa segala rezeki dan kekuasaan hanya milik Allah (“lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ”). Dengan membacanya rutin, hati menjadi tenang, optimisme meningkat, dan keberkahan hidup meluas.

6. Menenangkan Jiwa dan Menguatkan Iman

Bacaan Ayat Kursi tidak hanya memiliki fungsi ukhrawi (akhirat), tetapi juga duniawi dan psikologis. Ayat ini menegaskan kekuasaan Allah, sehingga pembacanya merasa terlindung, tenang, dan yakin terhadap penjagaan-Nya.”

Membaca Ayat Kursi setiap hari melatih kesadaran spiritual, mengurangi kecemasan, dan menumbuhkan rasa syukur. Energi keimanan yang dihasilkan membentuk resonansi positif dalam perilaku dan mental seorang mukmin.

7. Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat

Dalam beberapa kitab faḍā’il al-Qur’an menjelaskan barang siapa membaca Ayat Kursi setelah berwudhu, maka Allah mencatat baginya pahala 70 tahun ibadah dan mengangkat derajatnya 40 tingkat.” (Khizānat al-Asrār, hlm. 175–198)

Rutin membaca Ayat Kursi memperbanyak pahala dan menjadi wasilah ampunan. Ia juga memperkokoh posisi seorang hamba di sisi Allah sebagai hamba yang senantiasa berdzikir dan bertawakal.

8. Sebagai Ruqyah dan Penyembuhan

Dalam penelitian Nurdeng Deuraseh, sebagaimana dikutip Rahman, Ayat Kursi banyak digunakan dalam ruqyah syar‘iyyah sebagai ayat penyembuh gangguan fisik dan spiritual.

“Ayat ini paling sering digunakan untuk mengusir jin dan makhluk gaib.” tulis Rahman.

Kandungan tauhid yang kuat dalam ayat ini menolak segala bentuk kekuatan selain Allah, sehingga membacanya menjadi bentuk terapi spiritual bagi yang mengalami gangguan batin, rasa takut, atau sakit akibat sihir.

9. Meningkatkan Barakah Hidup dan Rezeki

Beberapa ulama menjelaskan bahwa membiasakan membaca Ayat Kursi di waktu pagi, petang, dan sesudah sholat membawa keberkahan dalam hidup. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW:

“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya di rumah kalian, jangan kalian jadikan ia seperti kuburan.” (HR. Muslim)

Rumah yang sering dibacakan Ayat Kursi akan dipenuhi cahaya rahmat dan dijauhkan dari energi negatif, pertikaian, dan kesempitan rezeki.

10. Ayat Kursi sebagai Sarana Tadabbur dan Penguatan Tauhid

Ayat Kursi bukan sekadar bacaan, tetapi juga sarana untuk merenungkan keagungan Allah. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan, ketika seseorang membaca Ayat Kursi, berarti ia juga telah menyerahkan jiwa dan raga sepenuhnya kepada Allah dan memohon perlindungan hanya kepada-Nya.”Kandungan Tauhid:

Ayat ini menegaskan keesaan Allah, sifat-Nya yang hidup, mengatur alam semesta, dan ilmu-Nya yang meliputi segalanya.Setiap kata dalam Ayat Kursi dirancang untuk menghilangkan keraguan dan bisikan setan.

Cara Mengamalkan Ayat Kursi Sesuai Tuntunan

Mengamalkan Ayat Kursi bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk dzikir dan perenungan mendalam atas keagungan Allah. Ketika dibaca dengan iman, tadabbur, dan istiqamah, baik setelah salat, sebelum tidur, pagi-petang, atau saat butuh perlindungan, ayat ini menjadi benteng rohani yang menjaga seorang Muslim dari segala keburukan

1. Dibaca Setelah Salat Fardhu

Amalan ini paling utama karena dilakukan setelah ibadah pokok, yaitu salat. Membaca Ayat Kursi setelah salat meneguhkan kembali tauhid dan ketergantungan kepada Allah setelah seorang hamba selesai bermunajat kepada-Nya. 

2. Dibaca Sebelum Tidur

Amalan ini merupakan bentuk perlindungan malam hari. Nabi ﷺ mengajarkannya agar umat Islam menutup aktivitas harian dengan dzikir yang mengingatkan tentang kekuasaan Allah yang tidak pernah tidur dan selalu menjaga makhluk-Nya. Membacanya sebelum tidur menanamkan rasa aman, menenangkan hati, serta menjauhkan seseorang dari mimpi buruk dan gangguan makhluk halus. Ini menjadi wujud tawakal total kepada Allah sebelum beristirahat.

3. Dibaca pada Waktu Pagi dan Petang

Anjuran dzikir pagi dan petang dalam hadis riwayat Abu Dawud, dibaca 1 kali setelah Subuh dan 1 kali setelah Magrib. Waktu pagi dan petang adalah masa pergantian siang dan malam yang rawan dengan berbagai ujian, sehingga Nabi SAW menganjurkan dzikir perlindungan di dua waktu ini.

Ayat Kursi, yang menegaskan kekuasaan dan penjagaan Allah atas langit dan bumi, menjadi benteng spiritual bagi seorang Muslim. Dengan membacanya secara istiqamah, hati menjadi kuat, pikiran tenang, dan hari-hari diliputi keberkahan serta rasa aman dari gangguan.

4. Dibaca Saat Masuk dan Keluar Rumah

Dibaca bersamaan dengan doa keluar atau masuk rumah, seperti “Bismillah, tawakkaltu ‘alallah.” Rumah yang dibacakan Ayat Kursi akan dipenuhi ketenangan dan dijauhkan dari gangguan setan.

Ketika dibaca saat keluar rumah, Allah mengutus malaikat untuk menjaga perjalanan, sedangkan ketika dibaca saat masuk rumah, ia menjadi sebab datangnya keberkahan dan dijauhkan dari kefakiran. Amalan ini melatih seorang Muslim agar selalu mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.

5. Saat Takut, Sakit, atau Ingin Perlindungan

Dibaca dengan niat memohon pertolongan dan kesembuhan dari Allah. Ayat Kursi mengandung makna bahwa Allah-lah yang menguasai dan mengetahui segala sesuatu, sehingga membacanya saat takut atau sakit merupakan bentuk penyerahan diri total.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Pengamalan Ayat Kursi

Dalam studi Tafse: Journal of Qur'anic Studies oleh Zulihafnani dkk menyoroti beberapa kesalahan dalam pengamalan ayat kursi. Ayat kursi telah bergeser dari sebagai kalam Allah yang Agung, justru menjadi tamimah yang dilarang dalam Islam. Berikut ini contohnya:

1. Memajang Ayat Kursi sebagai Jimat Perlindungan

Banyak orang menggantungkan tulisan Ayat Kursi di dinding rumah, toko, atau kantor dengan keyakinan bahwa keberadaan fisik ayat tersebut dapat melindungi dari gangguan jin, sihir, atau musibah. Kesalahan fatalnya adalah mengubah fungsi Ayat Kursi dari dzikir menjadi jimat (tamimah).

2. Keyakinan bahwa Pajangan Memberi Keberkahan Otomatis

Ada sebagian masyarakat meyakini bahwa dengan memajang Ayat Kursi, keberkahan akan datang secara otomatis kepada usaha atau penghuni rumah.

3. Bergantung kepada benda mati, bukan kepada Allah

Menjadikan ayat kursi sebagai keyakinan termasuk syirik kecil karena meyakini sesuatu selain Allah dapat memberi manfaat/mudarat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya jampi-jampi, jimat, dan pelet adalah syirik." (HR. Ahmad)

4. Mengabaikan Makna dan Pengamalan

Tidak membaca Ayat Kursi secara rutin, tidak memahami makna dan tafsirnya, tidak mengamalkan nilai tauhid yang dikandungnya.

Pertanyaan Seputar Ayat Kursi

1. Apa manfaat membaca ayat kursi setiap hari?

Manfaat membaca Ayat Kursi setiap hari adalah mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan jin dan setan, dilancarkan urusan, dibukakan pintu rezeki dan hikmah, serta dijanjikan masuk surga setelah kematian. Selain itu, membaca ayat ini juga bisa memudahkan saat sakaratul maut dan mendatangkan kedamaian.

2. Ayat kursi 100x untuk apa?

Membaca Ayat Kursi 100 kali memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah mendapat perlindungan dari bahaya dan godaan setan, dimudahkan rezekinya, dijanjikan surga setelah kematian, serta dikabulkan doanya. Amalan ini juga bisa membuat hati lebih tenang dan damai.

3. Apa kedahsyatan ayat kursi?

Dahsyatnya Keutamaan Ayat Kursi Bila Diamalkan Setelah Sholat ...Kehebatan Ayat Kursi terletak pada keutamaannya yang sangat besar, termasuk sebagai pelindung dari kejahatan setan, pembuka pintu rezeki dan surga, serta penenang hati dan penolong dalam segala urusan. Ayat ini merupakan ayat paling agung dalam Al-Qur'an dan memberikan perlindungan luar biasa bagi yang mengamalkannya secara rutin, terutama setelah salat fardu, sebelum tidur, dan di pagi serta petang hari.

4. Apakah ayat kursi bisa mengabulkan doa?

Apabila membaca Ayat Kursi, maka Allah akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan. Ketika seseorang membaca Ayat Kursi dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, Allah akan mengabulkan segala doa yang diminta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |