Bacaan Dzikir Tengah Malam saat Mendadak Terbangun dari Tidur: Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

3 months ago 41

Liputan6.com, Jakarta Terbangun secara tiba-tiba di tengah malam adalah pengalaman yang umum dialami banyak orang. Dalam Islam, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca bacaan dzikir tengah malam yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Bacaan dzikir tengah malam menjadi amalan penting yang dianjurkan untuk menenangkan hati dan jiwa. Situasi terbangun saat malam hari bisa disebabkan berbagai hal seperti ingin buang air kecil, mimpi, atau bahkan tanpa sebab yang jelas. Mengutip dari buku Menjadi Bijak dan Bijaksana 1 karya Ibnu Basyar (2016), Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berdoa saat melakukan sesuatu atau mengalami situasi tertentu, termasuk ketika terbangun di malam hari.

Amalan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan kuat dalam hadis Rasulullah SAW yang perlu diamalkan umat muslim.Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2025).

Bacaan Dzikir Tengah Malam dari Rasulullah SAW

Rasulullah SAW telah mengajarkan bacaan khusus yang dapat diamalkan ketika terbangun di tengah malam. Berdasarkan Kitab Ad Da'awat dalam hadis Ubadah bin Shamit RA, terdapat doa yang rutin dibaca Nabi ketika terjaga saat malam hari.

Bacaan Arab:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bacaan Latin:

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya'in qadir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Artinya:

"Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dialah Dzat yang Maha Kuasa, segala puji bagi Allah, Maha suci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan karena Allah."

Setelah membaca dzikir ini, Rasulullah SAW melanjutkan dengan membaca "Ya Allah, ampunilah aku" (Rabbighfir li), kemudian beliau bangun, berwudhu, dan menunaikan salat malam. Amalan ini menunjukkan kesempurnaan ibadah Nabi dalam memanfaatkan waktu malam untuk beribadah.

Zikir Singkat Ketika Terbangun Malam Hari

Selain bacaan panjang di atas, terdapat zikir yang lebih singkat namun tetap penuh makna. Ummi Salamah r.a. meriwayatkan melalui Muhammad bin Nashar bahwa Rasulullah SAW juga membaca zikir pendek saat terbangun tengah malam.

Bacaan Arab: رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاهْدِ السَّبِيلَ الأَقْوَمَ

Bacaan Latin: Rabbighfir warham, wahdi assabīl al-aqwam. 

Artinya: "Ya Tuhan, ampuni dan kasihanilah kami serta tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus."

Zikir ini sangat praktis dan mudah dihafalkan untuk diamalkan setiap kali terbangun di malam hari. Kesederhanaan bacaan ini tidak mengurangi kedalaman makna permohonan kepada Allah SWT untuk mendapatkan ampunan, rahmat, dan petunjuk ke jalan yang benar.

Doa Memohon Perlindungan di Malam Hari

Waktu malam adalah waktu istimewa dalam Islam yang penuh berkah. Ketika terbangun tengah malam, umat muslim juga dapat membaca doa perlindungan untuk memohon keselamatan dari segala gangguan.

Bacaan Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

Bacaan Latin: A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi wa 'iqabihi wa syarri 'ibadihi wa min hamazaatisy syayathini wa ay yahdhuruni.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, siksa-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari bisikan setan dan dari kedatangan mereka kepadaku."

Doa ini memberikan rasa aman dan tenteram ketika berada dalam kegelapan malam. Membaca doa perlindungan sangat dianjurkan karena dapat mengusir gangguan jin dan setan yang aktif di waktu malam, sehingga hati menjadi lebih tenang untuk melanjutkan tidur atau beribadah.

Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir Malam Hari

Dzikir sederhana seperti tasbih, tahmid, dan takbir juga sangat dianjurkan untuk dibaca ketika terbangun di tengah malam. Rangkaian dzikir ini merupakan amalan ringan namun memiliki pahala besar di sisi Allah SWT.

  • Subhanallah (سُبْحَانَ اللَّهِ) - Maha Suci Allah, dibaca untuk mengagungkan kesucian Allah dari segala kekurangan.
  • Alhamdulillah (الْحَمْدُ لِلَّهِ) - Segala puji bagi Allah, dibaca sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat-Nya.
  • Allahu Akbar (اللَّهُ أَكْبَرُ) - Allah Maha Besar, dibaca untuk mengakui kebesaran Allah di atas segalanya.
  • La ilaha illallah (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ) - Tiada tuhan selain Allah, kalimat tauhid yang merupakan inti keimanan.

Membaca dzikir ini sebanyak 33 kali masing-masing atau kelipatan lainnya dapat menjadi amalan yang mengantarkan ketenangan batin. Kesederhanaan bacaan ini memudahkan siapa saja untuk mengamalkannya kapan pun terbangun di malam hari, bahkan dalam kondisi masih mengantuk sekalipun.

Adab dan Anjuran Setelah Membaca Dzikir

Setelah membaca dzikir tengah malam, terdapat beberapa adab dan anjuran yang sebaiknya diamalkan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Mengutip dari Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, amalan setelah terbangun malam memiliki keutamaan tersendiri dalam mendekatkan diri kepada Allah.

  • Pertama, disunnahkan untuk segera berwudhu jika memungkinkan. Wudhu akan menyempurnakan kondisi spiritual dan mempersiapkan diri untuk salat tahajud.
  • Kedua, dianjurkan untuk menunaikan salat malam meskipun hanya dua rakaat, karena salat di sepertiga malam akhir memiliki keutamaan khusus.
  • Ketiga, jika tidak memungkinkan untuk salat, minimal tetap dalam keadaan berdzikir dan membaca istighfar.
  • Keempat, hindari langsung menyalakan lampu terlalu terang yang dapat mengganggu kembali ke tidur.
  • Kelima, jika ingin melanjutkan tidur, bacalah doa sebelum tidur kembali.
  • Keenam, manfaatkan waktu tersebut untuk berdoa memohon hajat pribadi karena doa di tengah malam lebih mudah dikabulkan.
  • Ketujuh, pertahankan ketenangan hati dan pikiran positif bahwa terbangun tengah malam adalah kesempatan dari Allah untuk beribadah.

Berdzikir ketika terbangun tengah malam memiliki banyak hikmah dan keutamaan yang luar biasa. Waktu malam, khususnya sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat mulia di mana Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.

Waktu Mustajab untuk Berdoa di Malam Hari

Malam hari memiliki waktu-waktu khusus yang sangat mustajab untuk berdoa. Memahami waktu-waktu ini akan membantu mengoptimalkan ibadah saat terbangun tengah malam.

1. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir sebelum subuh. Pada waktu ini Allah SWT turun ke langit dunia dengan cara yang sesuai keagungan-Nya, menyerukan siapa yang berdoa akan dikabulkan dan siapa yang meminta ampun akan diampuni.

2. Saat Tengah Malam (Nishful Lail)

Pertengahan malam juga merupakan waktu yang baik untuk berdzikir dan berdoa, meskipun tidak seutama sepertiga malam terakhir.

3. Saat Bangun Tidur

Momen tepat saat terjaga dari tidur, apapun waktunya, adalah kesempatan untuk segera mengingat Allah dan membaca dzikir.

4. Setelah Salat Tahajud

Waktu setelah menunaikan salat tahajud dan sebelum munculnya fajar adalah waktu yang sangat spesial untuk memanjatkan doa-doa penting.

5. Saat Dalam Keadaan Khusyuk

Kapanpun hati sedang khusyuk dan fokus mengingat Allah di malam hari, itulah waktu yang baik untuk berdoa karena kondisi jiwa sedang dekat dengan Allah.

Mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir, waktu malam adalah waktu yang dicintai oleh para salafus salih untuk bermunajat kepada Allah. Mereka memanfaatkan kesunyian malam untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan mendalam, jauh dari hiruk pikuk kesibukan duniawi yang mengalihkan perhatian.

FAQ

1. Apa bacaan dzikir tengah malam yang paling utama? Bacaan dzikir paling utama adalah doa dari Rasulullah SAW yang dimulai dengan "Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah" sebagaimana diriwayatkan dalam Kitab Ad Da'awat.

2. Apakah wajib berwudhu setelah membaca dzikir tengah malam? Tidak wajib, namun sangat dianjurkan untuk berwudhu dan melanjutkan dengan salat tahajud jika memungkinkan.

3. Bolehkah membaca dzikir tengah malam dalam keadaan berbaring? Boleh, namun lebih utama dalam keadaan duduk atau berdiri, dan lebih sempurna lagi jika dilanjutkan dengan salat malam.

4. Berapa kali minimal membaca dzikir ketika terbangun malam? Tidak ada batasan minimal, cukup satu kali dengan khusyuk atau sesuai kemampuan masing-masing individu.

5. Apakah dzikir tengah malam bisa menghilangkan mimpi buruk? Ya, dzikir dan doa dapat menenangkan hati serta memberikan perlindungan dari gangguan setan yang menyebabkan mimpi buruk.

6. Kapan waktu paling mustajab untuk berdzikir di malam hari? Waktu paling mustajab adalah sepertiga malam terakhir sebelum subuh ketika Allah SWT turun ke langit dunia.

7. Apakah bacaan dzikir tengah malam harus dihafalkan? Sebaiknya dihafalkan agar mudah diamalkan, namun jika belum hafal boleh membaca dari teks dengan tetap memperhatikan kekhusyukan. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |