Liputan6.com, Jakarta Sholawat Asnawiyah bukan sekadar pujian untuk Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memiliki makna sejarah dan spiritual yang dalam. Dikarang oleh salah satu ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, sholawat ini menjadi simbol perjuangan spiritual umat Islam Indonesia pada masa penjajahan. Di balik lantunannya, tersimpan semangat keilmuan, nasionalisme, dan cinta tanah air yang berpadu indah dengan nilai-nilai keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sebagai salah satu dari macam-macam sholawat yang dianjurkan, Sholawat Asnawiyah mengajarkan pentingnya menjaga iman, menuntut ilmu dengan cahaya Al-Qur’an, serta berdoa untuk keselamatan bangsa. Nilai-nilainya yang terkandung di dalamnya menjadikan sholawat ini tidak hanya sebagai amalan ibadah, tetapi juga bentuk refleksi atas cinta damai dan persatuan umat. Dengan mengamalkan sholawat ini, kita diajak untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas keamanan dan kedamaian yang telah diperjuangkan para ulama dan pejuang terdahulu.
Bacaan Sholawat Asnawiyah
Berikut adalah bacaan lengkap Sholawat Asnawiyah dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan arti sholawat Nabi tersebut dalam bahasa Indonesia:
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى الرَّسُولِ - مُحَمَّدٍ سِرِ الْعُلَا
Ya Rabbi shalli alâr Rasûli - muhammadin sirril 'ulâ
Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada Rasulullah, Baginda Nabi Muhammad sang rahasia keunggulan
وَالْأَنْبِيَاءُ وَالْمُرْسَلِينَ - الْغُرْ خَتْمًا أَوْلَا
Wal anbiya' wal mursalînal - ghurri khatman awwalâ
Dan kepada para nabi dan rasul. Beliau terkemuka sebagai nabi penutup sekaligus pembuka
يَا رَبِّ نَوِرْ قَلْبَنَا - وَ بِنُورِ قُرْآنٍ جَلَا
Ya Rabbi nawwir qalbanâ bi nûri qurânin jalâ
Wahai Tuhanku, berilah sinar pada hati kami dengan cahaya Al-Qur'an yang nyata
وَافْتَحْ لَنَا بِدَرْسٍ أَوْ قِرَاءَةٍ تُرَتَّلَا
Waftah lanâ bidarsin aw qirâtin turattalâ
Bukalah hati kami sebab belajar atau baca Al-Qur'an secara tartil
وَارْزُقْ بِفَهْمِ الْأَنْبِيَاءُ لَنَا - وَأَيَّ مَنْ تَلَا
Warzuq bifahmil anbiyâ' lanâ wa ayya man talâ
Anugerahilah kami kepahaman para nabi dan siapa pun yang membaca Al-Qur'an
ثَبِّتْ بِهِ إِيْمَانَنَا - دُنْيَا وَأُخْرَى كَامِلَا
Tsabit bihi îmananâ dun-yâ wa ukhra kâmilâ
Lantaran Nabi, teguhkanlah iman kami di dunia akhirat secara sempurna
أَمَانُ أَمَانُ أَمَانُ أَمَانَ - بِإِنْدُوْنِسِيَا رَايَا أَمَانُ
Aman aman aman aman, Indonesia Raya Aman
Semoga aman-aman selalu, Indonesia Raya aman
امين امين امين امِيْنِ - يَارَبِّ رَبَّ الْعَالَمِينَ
Âmîn âmîn âmîn âmîn, yâ Rabbi Rabbal 'âlamîn
Amin amin amin amin, duhai Tuhan Semesta Alam
امين امين امين امِينَ اللَّهِ وَيَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ
Âmîn âmîn âmîn âmîn, wayâ mujîbas sa-ilîn
Amin amin amin amin, duhai Tuhan Maha Pengabul para peminta
Makna Sholawat Asnawiyah
Sholawat Asnawiyah memiliki makna mendalam sebagai bentuk puji-pujian dan ungkapan penghormatan pada Nabi Muhammad SAW. Sholawat nabi ini dikarang oleh K.H. Asnawi Kudus, yang merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Sholawat ini bukan sekadar bentuk pujian terhadap Nabi, tapi juga mengandung doa untuk para pelajar dan santri agar mudah memperoleh ilmu yang bermanfaat dan berkah serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak cuma itu, sholawat ini mengandung pesan nasionalisme dan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia yang pada waktu itu masih dijajah oleh Belanda. KH. Asnawi menggunakan syair sholawat ini sebagai simbol perjuangan spiritual mengajak masyarakat pribumi untuk memperjuangkan kemerdekaan dan menegakkan Islam dengan damai serta aman.
Dalam Sholawat Asnawiyah, terdapat makna tentang:
- Memohon rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW dan para nabi lain.
- Doa agar hati dilimpahi cahaya Al-Qur'an dan terbuka untuk menerima ilmu serta pemahaman agama.
- Permohonan keteguhan iman di dunia dan akhirat.
- Doa khusus keselamatan, kedamaian, dan keamanan bagi bangsa dan negara Indonesia.
Simbol perjuangan dan nasionalisme dengan harapan agar bangsa hidup dalam keadaan aman dan damai untuk kemajuan beragama, berbangsa, dan bernegara.
Keutamaan Bersholawat
Membaca kumpulan sholawat Nabi, seperti sholawat Nariyah, sholawat Ibrahimiyah, ataupun sholawat Asnawiyah, merupakan salah satu amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Allah Ta’ala sendiri memerintahkan kaum mukminin untuk bersholawat kepada Nabi SAW sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Perintah ini menunjukkan bahwa amalan sholawat bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga tanda cinta dan ketaatan seorang hamba kepada Rasulullah SAW yang telah membawa risalah Islam dengan penuh perjuangan.
Hadis tentang Keutamaan Sholawat
Salah satu keutamaan sholawat yang luar biasa adalah mendapatkan balasan langsung dari Allah. Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Dari hadis tersebut jelas terlihat bagaimana besarnya keutamaan bersholawat, di mana setiap kali seorang muslim mengucapkan sholawat, maka Allah akan berikan sepuluh rahmat kepadanya. Rahmat tersebut mencakup ampunan dosa, peningkatan derajat, serta limpahan berkah dalam hidup.
Selain itu, dengan bersholawat bisa menjadi sebab seseorang memperoleh syafa’at Nabi SAW pada hari kiamat. Dalam sebuah hadis disebutkan,
“Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (Shahih menurut Al-Albani).
Syafa’at Rasulullah SAW adalah pertolongan yang sangat berharga ketika manusia menghadapi dahsyatnya hari perhitungan. Oleh karena itu, memperbanyak sholawat menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada beliau dan mendapatkan kedudukan yang mulia di akhirat.
Umat muslim juga dianjurkan untuk bersholawat di hari Jum’at sesuai dengan hadis Nabi SAW yang berbunyi,
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at, karena shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat.” (HR. Baihaqi).
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa itu Sholawat Asnawiyah?
Sholawat Asnawiyah adalah sholawat karangan K.H. Asnawi Kudus yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta doa untuk ilmu, iman, dan keselamatan bangsa Indonesia.
2. Siapa pencipta Sholawat Asnawiyah?
Sholawat ini dikarang oleh K.H. Asnawi Kudus, salah satu tokoh ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
3. Apa makna utama dari Sholawat Asnawiyah?
Maknanya adalah memohon rahmat kepada Nabi SAW, keteguhan iman, kemudahan dalam menuntut ilmu, dan doa bagi keamanan Indonesia.
4. Apa keutamaan membaca Sholawat Asnawiyah?
Mendapat rahmat Allah, ketenangan hati, limpahan berkah, serta menjadi bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan tanah air.
5. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Asnawiyah?
Bisa dibaca kapan saja, namun sangat baik dibaca setelah shalat, saat majelis dzikir, atau pada hari Jumat untuk meraih keutamaannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512578/original/046889200_1771986799-back-view-islamic-couple-spending-time-together.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








