Liputan6.com, Jakarta - Bacaan sholawat Ibrahimiyah adalah salah satu bentuk sholawat yang paling utama dan dikenal luas di kalangan umat Islam. Dalam sehari, setidaknya seorang mukmin membacanya lima kali, bertepatan dengan tasyahud akhir tiap sholat.
Mengutip Jurnal Shalawat dalam Berbagai Perspektif, karya Junaidi Akhmad, dkk, sholawat Ibrahimiyah adalah salah satu sholawat ma'surat, yakni sholawat yang redaksinya langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dalam kitab Afdlalus Shalawat 'Ala Sayyidis Sadat berpendapat, sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat yang paling sempurna shighatnya dibanding shalawat-shalawat yang lain, baik yang diriwayatkan dari Nabi maupun yang tidak.
Sholawat ini mencakup semua unsur pujian yang sempurna untuk Nabi Muhammad SAW, menyatukan dua risalah kenabian (Ibrahim dan Muhammad) dalam satu bacaan, diajarkan langsung oleh Nabi SAW dan digunakan secara konsisten oleh umat Islam dalam sholat lima waktu.
Bacaan Sholawat Ibrahimiyah
Merujuk Skripsi berjudul Relasi Nubuat Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad dalam Sholawat Ibrahimiyah Perspektif Syaikh Nawawi Albantani dalam Kajian Tafsir Marah Labid karya Hexy Nalavatie (2025), sholawat Ibrahimiyah tidak hanya menjadi bacaan dalam salat, tetapi juga pengikat spiritual yang menghubungkan umat Islam dengan akar kenabian yang kokoh.
Dalam praktiknya terdapat dua bacaan sholawat ibrahimiyah yang dikenal, yaitu bacaan sholawat Ibrahimiyah berdasar riwayat hadis dan penambahan lafal Sayyidina sebagai penghormatan atau adab.
Bacaan Sholawat Ibrahimiyah
Versi tanpa "Sayyidina" adalah redaksi yang paling umum ditemukan dalam kitab-kitab hadis shahih, seperti dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
Bunyi sholawat ibrahimiyah adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, wa bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, fil-‘ālamīna innaka hamīdun majīd.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”
Sholawat Ibrahimiyah dengan Penambahan Lafal 'Sayyidina'
Berikut bacaan sholawat Ibrahimiyah melansir dalam buku Shalawat Populer, karya Tuan Guru KH. Suhaidi Ghazali, M.Pd.I dan Dr. Shabri Shaleh Anwar, M.Pd.I. Bacaan sholawat versi ini merupakan salah satu yang populer di Indonesia.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad wa'alaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa ibraahiima wa'alaa aali sayyidinaa ibrahiima, wabaarik 'alaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa 'alaa sayyidinaa ibraahima wa 'alaa aali sayyidina ibraahima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
Penambahan "Sayyidina" dianggap sebagai bentuk adab (sopan santun) dan penghormatan tambahan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagian ulama seperti Imam Nawawi dan Imam As-Suyuti membolehkannya, bahkan di dalam sholat.
Kedua versi sah digunakan dalam salat dan di luar sholat, tergantung pada kebiasaan atau keyakinan masing-masing.
Keutamaan Sholawat Ibrahimiyah
Mengutip karya ilmiah Relasi Nubuat Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad, Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Marah Labid mengungkapkan, konsistensi membaca sholawat Ibrahimiyah merupakan bukti kecintaan sejati kepada Nabi Muhammad SAW dan penerusan estafet dakwah Nabi Ibrahim AS.
Berikut ini adalah keutamaan sholawat Ibrahimiyah:
1. Sholawat Paling Utama dan Sempurna
Sholawat Ibrahimiyah diakui sebagai bentuk sholawat yang paling sempurna susunan. Hal ini dikarenakan redaksinya diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadis-hadis shahih. Sholawat ini secara khusus memadukan permohonan rahmat dan keberkahan untuk Nabi Muhammad beserta keluarganya, sekaligus untuk Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Banyak ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menegaskan keutamaan sholawat ini dibandingkan sholawat lainnya.
2. Bagian Penting dari Sholat
Sholawat Ibrahimiyah merupakan bacaan yang tidak terpisahkan dari ibadah sholat, khususnya pada tasyahud akhir. Setiap muslim yang menunaikan salat wajib membaca sholawat ini sebagai bagian dari rukun salat. Kedudukannya yang penting ini membuat sholawat Ibrahimiyah menjadi bacaan yang selalu diulang dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim.
3. Pengabulan Doa Nabi Ibrahim
Sholawat ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk terkabulnya doa Nabi Ibrahim yang memohon diutusnya seorang rasul dari keturunannya. Doa tersebut tercantum dalam Al-Qur’an, dan melalui sholawat Ibrahimiyah, umat Islam seakan mengukuhkan kembali hubungan spiritual antara dua nabi besar tersebut.
4. Mendapatkan Rahmat Berlipat dari Allah
Setiap kali seorang muslim membaca sholawat Ibrahimiyah, Allah membalasnya dengan rahmat yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa satu kali sholawat dari hamba akan dibalas dengan sepuluh rahmat dari Allah, serta diampuni sepuluh dosa dan dinaikkan sepuluh derajat.
5. Sarana Dikabulkannya Doa
Membaca sholawat Ibrahimiyah dapat menjadi perantara dikabulkannya doa. Ulama sering menyebutkan bahwa sholawat ini membuka pintu langit dan memudahkan terkabulnya permohonan. Sebelum berdoa, dianjurkan membaca sholawat terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi.
6. Mendekatkan Diri kepada Nabi Muhammad SAW
Membaca sholawat Ibrahimiyah secara rutin akan mendekatkan diri seorang muslim kepada Nabi Muhammad SAW. Di akhirat nanti, orang yang gemar bersholawat akan menjadi golongan yang paling dekat dengan beliau. Nabi sendiri menjanjikan bahwa beliau akan mengenali umatnya yang sering mengucapkan sholawat.
7. Penghapus Dosa
Sholawat Ibrahimiyah memiliki keistimewaan sebagai pembersih hati dan penghapus dosa-dosa kecil. Dengan membaca sholawat, seorang hamba dapat mengharapkan ampunan Allah serta penyucian jiwa dari noda-noda kesalahan.
8. Menghidupkan Sunnah Dua Nabi
Dengan membaca sholawat Ibrahimiyah, seorang muslim telah menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS. Sholawat ini menjadi simbol kesinambungan risalah kenabian dan menjaga hubungan spiritual dengan kedua nabi tersebut.
9. Perlindungan dari Bahaya
Sholawat Ibrahimiyah juga berfungsi sebagai perlindungan dari berbagai macam bahaya. Umat yang istiqamah membacanya akan dilindungi dari godaan setan, fitnah dunia, dan kesusahan hidup. Banyak ulama yang menganjurkan membaca sholawat ini untuk ketenangan dan keselamatan.
10. Mendapat Syafaat Nabi Muhammad SAW
Keutamaan terbesar dari membaca sholawat Ibrahimiyah adalah memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiam
Hikmah Sholawat Ibrahimiyah
Berdasarkan penjelasan Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid, Sholawat Ibrahimiyah bukan sekadar bacaan ritual, melainkan manifestasi kesatuan misi kenabian yang menghubungkan ajaran Ibrahim dan Muhammad secara teologis, historis, dan spiritual.
Berikut hikmah penyatuan nama Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad dalam Sholawat Ibrahimiyah:
1. Doa Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad
Nabi Ibrahim telah memanjatkan doa khusus bagi kelahiran dan kemuliaan Nabi Muhammad, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 129. Doa ini merupakan bentuk nubuat tentang kenabian Muhammad SAW yang akan menyempurnakan ajaran tauhid. Dengan menyebut Ibrahim dalam sholawat, umat Muhammad mengakui dan meneruskan ikatan spiritual tersebut, sekaligus menjadi realisasi dari doa Ibrahim yang dikabulkan Allah.
2. Doa Nabi Ibrahim agar Namanya Disebut Mulia oleh Umat Muhammad
Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar namanya tetap dikenang dan dihormati oleh umat akhir zaman, yaitu pengikut Nabi Muhammad. Hal ini tercermin dalam permohonannya untuk dijadikan "imanan linnas" (pemimpin umat manusia). Penyebutan namanya dalam sholawat harian umat Islam menjadi bukti pengabulan doa tersebut, sekaligus menegaskan bahwa kemuliaan Ibrahim abadi melalui dzikir umat Muhammad.
3. Ibrahim sebagai Bapak Agama, Muhammad sebagai Bapak Kasih Sayang
Nabi Ibrahim berperan sebagai bapak monoteisme (Abul Anbiya) yang meletakkan fondasi ketauhidan, sementara Nabi Muhammad hadir sebagai bapak spiritual yang penuh kasih sayang (rahmatan lil 'alamin). Penyatuan nama keduanya dalam sholawat melambangkan kesinambungan antara doktrin tauhid (Ibrahim) dan implementasi rahmat (Muhammad) dalam Islam.
4. Ibrahim Mengajak pada Syariat Haji, Muhammad Mengajak pada Keimanan
Nabi Ibrahim dikenal sebagai pembangun Ka'bah dan peletak syariat haji, simbol penyatuan umat dalam ibadah fisik. Sementara Nabi Muhammad mengajak pada penyempurnaan keimanan dan pemurnian akidah. Kolaborasi simbolik ini menegaskan bahwa Islam menghubungkan ritual fisik (warisan Ibrahim) dengan pencerahan ruhani (mis Muhammad), menjadikan sholawat ini sebagai pengingat akan integritas antara ibadah dan iman.
Kenapa Nabi Muhammad Disebut dengan Nabi Ibrahim?
Sholawat Ibrahimiyah adalah shalawat istimewa yang menyatukan dua nabi utama dalam Islam, Ibrahim dan Muhammad, dalam satu untaian doa. Melalui kajian Tafsir Marah Labid karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, dapat dipahami bahwa relasi keduanya bukan hanya historis-teologis, tetapi juga spiritual-praktis.
Sholawat ini menjadi bukti nyata kesinambungan risalah ilahiah dan cinta umat Islam kepada para nabi.
Sholawat Ibrahimiyah tidak hanya sekadar doa, tetapi juga mencerminkan relasi nubuat (kenabian) antara Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. Beberapa poin kunci yang diungkap adalah:
- Nabi Ibrahim sebagai “Bapak Para Nabi” (Abul Anbiya’), sementara Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi.
- Keduanya termasuk dalam golongan Ulul ‘Azmi.
- Nubuat Nabi Ibrahim tentang kedatangan Nabi Muhammad tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 126–129, yang menjadi dasar teologis penyatuan nama keduanya dalam shalawat.
“Sholawat Ibrahimiyah merupakan hasil jawaban atas doa Nabi Ibrahim, sehingga Allah menjadikan nama Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad dalam satu sebutan (dzikir) yang baik,” tulis Hexy Nalavatie.
Pertanyaan Seputar Sholawat Ibrahimiyah
1. Bagaimana bacaan shalawat Ibrahimiyah yang benar?
Allahumma sholli ala muhammad wa ala ali muhammad kama shollaita ala ibrahim wa ala aali ibrahim wabaarik ala muhammad wa ala aali muhammad kama barakta ala ibrahim wa ala aali ibrahim fil alamina innaka hamidum majid.
2. Apa khasiat shalawat Ibrahimiyah?
Syaikh Ahmad al Shawi menyatakan bahwa Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits hasan sebagai berikut, “Aku akan memberikan syafa'at pada hari kiamat bagi orang yang membaca sholawat ini.” Sebagian ulama mengatakan bahwa membaca sholawat Ibrahimiyah 1000x dapat menyebabkan seseorang bisa melihat nabi SAW.
3. Sholawat apa yang dibaca 313 kali?
Membaca Shalawat Adrikni secara rutin dipercaya bisa membuka pintu rezeki dari berbagai arah. Ada yang mengamalkannya sebanyak 313 kali, 1000 kali, bahkan 4000 kali, tergantung kemampuan dan keistiqomahan masing-masing.
4. Shalawat Ibrahimiyah dibaca kapan?
Sholawat Ibrahimiyah lengkap pada dasarnya adalah bacaan yang selalu dibaca dalam salat, yakni pada saat duduk tahiyat atau tasyahud awal maupun akhir.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









