Liputan6.com, Jakarta Dari sekian macam-macam sholawat yang ada, Sholawat Sayyidi Sadat menjadi salah satu yang bisa diamalkan karena maknanya yang indah. Bagi umat Islam, bersholawat bukan hanya sebatas ucapan di bibir, tetapi bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam setiap lantunan sholawat, terselip rindu yang mendalam untuk selalu dekat dengan beliau dan meneladani akhlaknya.
Dengan lirik yang lembut, nada merdu, dan makna menyentuh hati, tak heran jika banyak orang merasa lebih damai setelah melantunkan Sholawat Sayyidi Sadat. Sama seperti Sholawat Nariyah dan Sholawat Ibrahimiyah, sholawat ini juga menjadi sholawat penyejuk hati yang mampu menenangkan jiwa di tengah hiruk pikuk kehidupan dunia.
Asal Usul Sholawat Sayyidi Sadat
Sholawat Sayyidi Sadat pertama kali disusun oleh Habib Hasan bin Jafar Assegaf, seorang ulama dan dai sekaligus pendiri Majelis Taklim Nurul Musthofa. Dari majelis ke majelis, lantunan Sholawat Sayyidi Sadat kemudian menjadi salah satu sholawat yang banyak dilantunkan.
Kata “Sayyidi Sadat” memiliki arti “Pemimpin Para Pemimpin.” Julukan ini menggambarkan betapa mulianya kedudukan Nabi Muhammad SAW di antara seluruh makhluk ciptaan Allah. Dalam setiap baitnya, umat diajak untuk meneladani beliau, sosok yang penuh kasih sayang, sabar, dan rendah hati.
Tidak berlebihan jika keutamaan sholawat ini begitu besar. Ia bukan sekadar doa dan pujian, melainkan juga jalan spiritual untuk memperkuat iman dan cinta kepada Rasulullah. Setiap lantunan Sholawat Sayyidi Sadat menjadi pengingat agar manusia tak lupa pada sosok yang seharusnya menjadi teladan di setiap langkah kehidupan.
Bacaan Sholawat Sayyidi Sadat
Berikut adalah bacaan dan arti Sholawat Sayyidi Sadat:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِ السَّادَات، وَالْمُرَدَات ,وَاْلإِرَادَات، وَالْكَاىِٔنَات، حَبِيْبِكَ مُحَمَّدْ، اَلأَكْرَم وَنُوْرِكَ اْلأَعْظَمْ، وَعَلَ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم.
Allahumma sholli 'alaa sayyidi saadaat wal muraddaati wal iraadaati wal kaainaati habiibika muhammad al akram wa nuurika al 'adzom wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
Artinya:
"Ya Allah curahkanlah rahmat kepada pimpinannya para pemimpin dan tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan dan seluruh yang ada di alam semesta ini yaitu kekasih-Mu Nabi Muhammad yang paling Mulia, sekaligus cahaya- Mu yang paling Agung. Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya."
Dalam pengamalannya, sholawat ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 11 kali.
Keutamaan Membaca Sholawat Sayyidi Sadat
Bagi yang rutin membaca Sholawat Sayyidi Sadat, manfaatnya bisa dirasakan secara batin maupun lahir. Banyak yang meyakini bahwa sholawat ini mampu membawa ketenangan hati dan memperkuat hubungan spiritual dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an, Allah sendiri memerintahkan umat-Nya untuk bersholawat, menandakan betapa besar nilainya di sisi-Nya.
Lantunan Sholawat Sayyidi Sadat juga dipercaya sebagai sarana untuk mendapatkan syafaat Rasulullah di hari akhir. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ
“Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.” (Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).
Keutamaan lain dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Lebih jauh lagi, keutamaan sholawat ini adalah menghapus dosa kecil, membuka pintu rezeki, serta menjauhkan diri dari kesulitan hidup. Tak sedikit pula yang merasa semangat hidupnya tumbuh kembali setelah menjadikan Sholawat Sayyidi Sadat sebagai bagian dari dzikir harian mereka.
Perbedaan Sholawat Sayyidi Sadat dengan Sholawat Lain
Meski semua sholawat mengandung pujian dan doa untuk Rasulullah, Sholawat Sayyidi Sadat memiliki karakteristik yang membedakannya dari yang lain. Jika dilibaca artinya, fokus utama sholawat ini adalah menegaskan posisi Nabi sebagai “Pemimpin Para Pemimpin”, sebuah gelar yang penuh kemuliaan dan penghormatan tertinggi kepada beliau.
Berbeda dengan Sholawat Nariyah yang lebih menitikberatkan pada permohonan keselamatan dan kemudahan hidup, atau Sholawat Ibrahimiyah yang sering dibaca dalam salat sebagai doa formal, Sholawat Sayyidi Sadat mengandung nuansa spiritual yang lebih reflektif. Ia mengajak pembacanya untuk merenungi keagungan Rasulullah dan menanamkan rasa cinta yang dalam di hati.
Selain maknanya yang kuat, Sholawat Sayyidi Sadat juga unik karena disusun dengan bahasa puitis yang indah. Setiap baitnya seolah menjadi jembatan untuk menyapa Rasulullah dengan penuh hormat. Inilah yang membuat sholawat ini istimewa, karena mampu menggabungkan keindahan bahasa, kekuatan makna, dan kelembutan spiritual dalam satu rangkaian doa.
Cara Menghafal dan Melantunkan Sholawat Sayyidi Sadat
Menghafal Sholawat Sayyidi Sadat bisa menjadi pelengkap dari perjalanan rohani di dunia. Tak perlu terburu-buru, yang terpenting adalah Anda memahami makna dan meresapi setiap kata yang dilantunkan. Dengan cara yang tepat, sholawat ini akan mudah diingat dan melekat di hati. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan:
- Dengarkan pelantunannya secara rutin. Biasakan mendengarkan versi aslinya dari para habaib atau grup sholawat agar terbiasa dengan nada dan iramanya.
- Pahami arti tiap bait. Ketika maknanya dipahami, hafalan akan terasa lebih mudah dan lebih bermakna.
- Ulangi secara bertahap. Hafalkan beberapa baris terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke bagian berikutnya.
- Gunakan metode pengulangan aktif. Ucapkan kembali dari ingatan untuk melatih daya hafal.
- Bergabunglah dengan majelis sholawat. Selain menambah semangat, suasana kebersamaan dalam majelis membuat hati semakin dekat dengan Rasulullah.
Dengan membiasakan diri melantunkan Sholawat Sayyidi Sadat, seseorang tak hanya memperindah lisannya, tapi juga memperhalus jiwanya. Sholawat ini akan menjadi sholawat penyejuk hati, yang menenangkan dan menguatkan dalam setiap langkah kehidupan.
Pertanyaan dan Jawaban
Apa itu Sholawat Sayyidi Sadat?
Sholawat Sayyidi Sadat adalah pujian khusus kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Pemimpin Para Pemimpin.
Siapa pencipta sholawat ini?
Sholawat ini diciptakan oleh Habib Hasan bin Jafar Assegaf.
Apa keutamaan membaca Sholawat Sayyidi Sadat?
Mendekatkan diri kepada Nabi, meningkatkan kecintaan, dan mendapat syafaat di hari kiamat.
Bagaimana cara menghafal Sholawat Sayyidi Sadat?
Dengarkan pelantunan, fahami arti, ulangi bertahap, dan praktikkan secara konsisten.
Apa beda Sholawat Sayyidi Sadat dengan sholawat lain?
Fokus memuji Nabi sebagai Pemimpin Para Pemimpin dengan lirik yang puitis dan penuh nasihat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








