Liputan6.com, Jakarta Setiap tahun, umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, berangkat haji ke Tanah Suci. Dalam ibadah haji dan umrah, bacaan Talbiyah merupakan kalimat yang menjadi simbol besarnya rasa cinta umat kepada Allah SWT. Kalimat ini mengandung ungkapan rindu mendalam serta rasa ikhlas seorang hamba di hadapan Tuhan Semesta Alam.
Gema bacaan talbiyah mengandung makna penghambaan total seorang muslim kepada Allah SWT, serupa saat kita menengadahkan tangan memanjatkan doa pembuka rezeki atau memohon dengan penuh harap dalam doa penenang hati. Setiap lantunan bacaan talbiyah semacam janji manusia bahwa dirinya hanya seorang hamba yang bersujud kepada Allah tanpa pamrih, sekaligus mengharap ridha Tuhan Yang Mahaesa.
1. Bacaan Talbiyah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Berikut ini bacaan talbiyah dalam haji dan umrah:
Teks Arab
اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Latin
Labbayka Allahumma labbayk, labbayka laa syarika laka labbayk, innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk, laa syarika lak.
Artinya
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Menurut sejarah, bacaan Talbiyah diriwayatkan dari sahabat Ibu Umar dan berasal dari ajaran langsung Rasulullah SAW. Bacaan Talbiyah menegaskan makna tauhid atau keesaan Allah SWT, seperti ketika seorang Muslim membaca doa husnul khatimah atau doa minta kesembuhan dengan kesadaran penuh bahwa hanya Allah tempat umat bersandar.
2. Bacaan Shalawat dan Doa Setelah Talbiyah
Setelah membaca bacaan talbiyah, disunnahkan melanjutkan dengan bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu shalawat yang sering dibaca usai membaca bacaan Talbiyah yakni sebagai berikut:
Teks Arab
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad, kamā ṣallayta wa sallamta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm, wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm, fil-‘ālamīna innaka ḥamīdun majīd.
Artinya
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Shalawat ini adalah simbol cinta dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Dalam majelis dzikir, ada kalanya bacaan talbiyah diiringi dengan beberapa bacaan sholawat seperti sholawat jibril, sholawat nariyah, atau sholawat fatih.
Setelahnya membaca bacaan di atas, dianjurkan membaca doa Rasulullah SAW berikut:
Teks Arab
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Latin
Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah,
wa na‘ūdhu bika min sakhaṭika wan-nār,
rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adhāban-nār.
Artinya
“Ya Allah, kami memohon ridha dan surga-Mu, serta berlindung kepada-Mu dari kemurkaan dan api neraka-Mu.
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa ini bisa dibaca setelah bacaan talbiyah atau setelah ibadah lainnya, sebagaimana saat kita membaca doa keberkahan rumah tangga atau doa memakai pakaian baru.
3. Hukum dan Waktu Membaca Bacaan Talbiyah
Hukum membaca bacaan talbiyah adalah sunnah muakkad yakni sangat dianjurkan bagi setiap jemaah haji dan umrah. Lafaz ini dibaca mulai niat ihram di miqat tempat dimulainya ibadah, dan terus diulang hingga pelemparan jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Saat dalam keadaan ihram, jemaah boleh melantunkan bacaan talbiyah kapanpun ia mau. Rasulullah SAW mencontohkan agar laki-laki membaca bacaan talbiyah dengan suara lantang, sedangkan perempuan melafalkannya lembut.
Bacaan talbiyah semacam seruan untuk senantiasa mengingat Allah SWT, sebagaimana saat kita membaca doa keluar rumah untuk memohon perlindungan, atau doa sebelum bekerja. Semakin sering bacaan talbiyah dibaca, semakin besar juga pahala dan ketenangan batin yang akan diperoleh seseorang.
Selain saat niat ihram, para ulama menganjurkan memperbanyak bacaan talbiyah pada beberapa momen istimewa berikut ini:
- Setelah salat sunnah ihram.
- Ketika berpindah tempat dalam perjalanan ibadah.
- Saat pertama kali melihat Ka’bah.
- Menjelang tawaf atau sai.
- Setiap kali hati tergerak untuk berzikir.
Makna Bacaan Talbiyah
Mengulang bacaan Talbiyah jadi sebentuk upaya umat muslim agar hatinya selalu terhubung dengan Allah SWT. Bacaan Talbiyah menjadi mirip dengan doa untuk anak yang dipanjatkan orang tua dengan penuh kasih sayang serta tulus ikhlas.
Setiap lafaz dalam bacaan talbiyah mengandung pesan mendalam:
- “Labbayk Allahumma Labbayk”: wujud kesiapan mutlak seorang hamba untuk menaati semua perintah Allah SWT.
- “Laa syarika laka labbayk”: menegaskan bahwa tidak ada sekutu bagi Allah SWT.
- “Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk”: pengakuan bahwa segala nikmat dan kekuasaan hanya milik Allah SWT.
Melantunkan bacaan Talbiyah dengan khusyuk berarti menanggalkan kepentingan dunia dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Bacaan talbiyah sering dikaitkan dengan sholawat pembuka rezeki atau sholawat badar karena sama-sama menumbuhkan rasa tenang di hati dan kedekatan dengan Tuhan Semesta Alam.
Pertanyaan seputar Bacaan Talbiyah
1. Apa itu bacaan talbiyah?
Talbiyah adalah seruan yang diucapkan jamaah haji atau umrah untuk menjawab panggilan Allah. Lafaz ini menjadi tanda dimulainya ihram dan bentuk pernyataan tunduk sepenuhnya kepada-Nya.
2. Kapan waktu membaca talbiyah?
Dimulai sejak niat ihram di miqat hingga setelah melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Selama ihram, bacaan ini boleh diulang kapan saja.
3. Apakah perempuan harus mengeraskan bacaan talbiyah?
Tidak. Perempuan disunnahkan melafalkannya dengan suara lembut agar tidak menarik perhatian, berbeda dengan laki-laki yang membaca dengan lantang.
4. Apakah boleh membaca talbiyah di luar musim haji?
Boleh, meskipun pahalanya tidak sama. Di luar ibadah, talbiyah bisa menjadi zikir harian.
5. Apa hikmah membaca talbiyah?
Menguatkan tauhid, menumbuhkan keikhlasan, dan menenangkan jiwa. Seorang Muslim belajar patuh dan siap menjalankan perintah Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









