Liputan6.com, Jakarta Memahami bagaimana cara menghadapi fitnah menurut ajaran Rasulullah SAW adalah kunci untuk meraih ketenangan dan keberkahan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk pencemaran nama baik.
Fitnah merupakan salah satu ujian terberat dalam kehidupan seorang Muslim, yang dampaknya tidak hanya merusak reputasi individu tetapi juga dapat memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami cara menghadapi fitnah.
Dengan mengikuti teladan Rasulullah SAW, umat Muslim dapat menjaga diri dari dampak negatif fitnah dan tetap teguh dalam keimanan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (31/10/2025).
Pengertian Fitnah dalam Islam
Fitnah adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks Islam untuk merujuk pada berbagai bentuk pencemaran nama baik, tuduhan yang tidak benar, dan penyesatan. Dalam pengertian luas, fitnah juga mencakup segala bentuk provokasi dan penipuan yang dapat menyebabkan kerusakan, baik secara individu maupun masyarakat.
Dalam konteks sosial, fitnah dapat berarti tuduhan, gosip, atau informasi yang salah yang dapat merusak reputasi seseorang. Fitnah tidak hanya merusak martabat individu, tetapi juga dapat menimbulkan konflik dan keretakan dalam masyarakat.
Secara istilah, fitnah dapat diartikan sebagai perbuatan menyebarkan berita bohong dengan maksud untuk menjelekkan orang lain. Ajaran Islam melarang keras perbuatan tersebut karena dapat menghancurkan segalanya, baik harga diri, harta benda, maupun keluarga.
Fitnah sebagai Dosa Besar dalam Al-Qur'an
Dalil tentang fitnah sebagai perbuatan tercela tertuang dalam ayat-ayat Al-Qur'an, yang menggolongkannya sebagai dosa besar. Allah SWT telah memperingatkan umat-Nya tentang bahaya fitnah melalui beberapa ayat dalam kitab suci. Fitnah dalam ajaran Islam harus dihindari oleh seorang mukmin karena dampak negatifnya yang sangat serius.
Salah satu ayat yang paling sering dikutip adalah Surah Al-Baqarah Ayat 217, yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan," Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya dosa fitnah, bahkan dianggap lebih besar dosanya daripada pembunuhan.
Selain itu, dalam Surah Al Qalam Ayat 10-11, Allah SWT berfirman: “Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong).” Ayat ini secara tegas melarang perbuatan menyebarkan fitnah dan menggunjing, yang dapat membuat kacau. Allah SWT akan memberi azab yang besar bagi orang-orang yang melakukannya.
Surah Az-Zumar Ayat 32 juga menegaskan: “Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di (neraka) Jahanam terdapat tempat tinggal bagi orang-orang kafir?” Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang yang suka menyebarkan fitnah termasuk dalam golongan orang yang zalim, dan mengancam mereka dengan neraka Jahanam.
Bagaimana Cara Menghadapi Fitnah Menurut Ajaran Rasulullah SAW
Menghadapi fitnah memerlukan keteguhan iman dan kesabaran, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Nabi Muhammad tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan, melainkan menanggapi dengan sikap penuh kesabaran dan ketenangan.
Beliau tetap menjalankan dakwahnya dengan ketulusan, bahkan mendoakan hidayah bagi mereka yang mencemooh. Berikut adalah beberapa cara menghadapi fitnah menurut ajaran Rasulullah yang dapat diamalkan oleh setiap Muslim:
1. Bersabar dan Bertawakal kepada Allah SWT
Ketika fitnah datang, seorang Muslim dianjurkan untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Kesabaran adalah salah satu sikap yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, termasuk fitnah.
2. Menjaga Lisan dan Hati
Islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan hati dari menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Ketidakbenaran bisa menimbulkan fitnah yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mempraktikkan sikap menahan diri untuk tidak berbicara buruk tentang orang lain dan memilih kata-kata yang baik.
3. Verifikasi Informasi (Tabayyun)
Sebelum menyebarkan informasi, penting untuk memverifikasi kebenarannya. Menyebarkan berita bohong dapat berakibat fatal dan termasuk dalam perbuatan fitnah. Rasulullah SAW selalu menganjurkan umatnya untuk memastikan kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya.
4. Membangun Silaturahmi dan Persaudaraan
Memperkuat silaturahmi dan saling memahami dapat mengurangi kemungkinan terjadinya fitnah. Memupuk silaturahmi dan membina persaudaraan sebagai salah satu cara menjauhi fitnah.
5. Melaksanakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Ikut aktif mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran adalah salah satu cara untuk menjauhi fitnah. Ini berarti tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang baik dan harmonis.
6. Bersikap Amanah dan Tidak Berbohong
Amanah berarti segala perkataan dan perbuatan harus dapat dipercaya dan mengandung kebenaran. Tidak berbohong dan memegang teguh amanah yang dipercayakan adalah prinsip penting dalam Islam untuk menghindari fitnah.
7. Memperbanyak Doa dan Berlindung kepada Allah
Sebagai Muslim, kita selalu diajak untuk melindungi diri dengan berlindung kepada Allah dari segala fitnah. Dalam doa, kita dapat meminta perlindungan Allah dari fitnah yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri.
Doa Saat Difitnah (Arab, Latin, dan Terjemah)
Ketika seseorang difitnah atau dizalimi, berdoa kepada Allah SWT adalah jalan terbaik untuk memohon perlindungan dan keadilan. Doa orang yang teraniaya adalah doa yang mustajab, yang insya Allah akan dikabulkan oleh-Nya. Memperbanyak doa merupakan bagian penting dari bagaimana cara menghadapi fitnah menurut ajaran Rasulullah.
Berikut adalah beberapa doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi fitnah, yang diambil dari berbagai sumber terpercaya:
Doa Berserah Diri kepada Allah
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Latin: Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'man nasir.
Artinya: "Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."
Doa Perlindungan dari Fitnah Kehidupan dan Kematian
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Latin: Allahumma inni audzubika min 'adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal."
Doa Nabi Musa saat Menghadapi Kaum Zalim
فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ (٨٥) وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ (٨٦)
Latin: Faqooluu 'alallohi tawakkalnaa. Robbanaa laa taj'alnaa fitnatan lil qoumidz dzoolimiin. Wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.
Artinya: "Mereka pun berkata, 'Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Selamatkanlah pula kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.'"
Menjauhi Fitnah Akhir Zaman
Fitnah besar menjelang kiamat adalah ujian dan cobaan dahsyat yang akan menimpa umat manusia di akhir zaman, yang dapat menggoyahkan keimanan seseorang secara drastis. Rasulullah SAW telah memberikan panduan kepada umat Islam tentang bagaimana menghadapi fitnah-fitnah yang akan melanda di akhir zaman. Panduan ini sangat penting untuk diamalkan agar keimanan tetap terjaga dan tidak terjerumus ke dalam kesesatan.
Salah satu cara menjauhi fitnah akhir zaman adalah dengan memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah yang konsisten. Shalat lima waktu, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan memperbanyak doa adalah benteng pertahanan terkuat menghadapi fitnah. Selain itu, memperbanyak ilmu agama dengan belajar dari ulama yang terpercaya sangat penting agar tidak mudah tertipu oleh ajaran-ajaran sesat.
Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk menjauhi tempat-tempat dan situasi yang berpotensi menimbulkan fitnah. Beliau menganjurkan untuk berdiam diri dan tidak terburu-buru terjun ke dalam konflik atau perpecahan. Ini termasuk menghindari perbuatan maksiat, tempat-tempat yang penuh kemungkaran, dan pergaulan buruk yang dapat menjerumuskan.
Terakhir, senantiasa memohon perlindungan Allah SWT dari fitnah dalam setiap doa, terutama dalam doa setelah tasyahud akhir sebelum salam. Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk membaca sepuluh ayat pertama atau akhir Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. Imam Ibnul Qayyim dalam Miftah Dar al-Sa'adah menegaskan, 'Hati yang dipenuhi cahaya iman akan mampu membedakan kebenaran di tengah kegelapan zaman.'
FAQ
- Apa itu fitnah dalam ajaran Islam? Fitnah adalah perbuatan menyebarkan berita bohong atau tuduhan palsu dengan maksud menjelekkan orang lain.
- Mengapa fitnah dianggap dosa besar dalam Islam? Fitnah digolongkan dosa besar karena dapat merusak harga diri, harta benda, keluarga, dan lebih kejam dari pembunuhan.
- Bagaimana Rasulullah SAW menghadapi fitnah? Rasulullah SAW menghadapi fitnah dengan kesabaran, ketenangan, tidak membalas keburukan, dan mendoakan hidayah.
- Apa saja cara menjauhi fitnah menurut ajaran Rasulullah? Cara menjauhi fitnah meliputi bersabar, menjaga lisan dan hati, memverifikasi informasi, dan memperbanyak doa.
- Apakah ada doa khusus saat difitnah? Ya, ada doa berserah diri kepada Allah dan doa perlindungan dari fitnah kehidupan serta kematian.
- Seberapa penting menjaga lisan dalam menghadapi fitnah? Menjaga lisan sangat penting karena fitnah seringkali muncul dari ucapan yang tidak terkendali dan merusak.
- Bagaimana cara membangun ketahanan diri dari dampak fitnah? Membangun ketahanan diri dilakukan dengan bersabar, tetap tenang, optimis, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak doa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








