Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi dengan intensitas hujan tinggi menjelang akhir Januari 2026, meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Peringatan ini penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak yang ditimbulkan.
Prakiraan cuaca ekstrem bmkg ini mencakup periode 18 hingga 26 Januari 2026, dengan potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di beberapa daerah. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer aktif yang secara bersamaan memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi.
Di tengah informasi resmi dari BMKG, masyarakat juga dihadapkan pada penyebaran hoaks terkait cuaca ekstrem yang seringkali mencatut nama lembaga tersebut. Hoaks semacam ini dapat menimbulkan kepanikan dan mendorong tindakan yang keliru, sehingga penting bagi publik untuk memahami cara mengenali dan menangkal informasi palsu. Edukasi mengenai literasi cuaca menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan informasi ini.
Prakiraan Cuaca Ekstrem BMKG di Akhir Januari 2026
BMKG telah merilis prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026. Peningkatan intensitas hujan diperkirakan melanda Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Peringatan dini ini bertujuan agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Secara spesifik, pada 20 Januari 2026, Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi akan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Sementara itu, wilayah seperti Bandar Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan juga berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem serupa terus membayangi beberapa daerah di hari-hari berikutnya. Jawa Barat, misalnya, berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 21 Januari. Selanjutnya, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai pada 22 Januari, berlanjut hingga 23 Januari di beberapa provinsi di Jawa serta NTB dan NTT. Peningkatan curah hujan di Bali, NTB, dan NTT juga diprakirakan terjadi pada periode 25–26 Januari, menandakan periode rawan bencana hidrometeorologi.
- 18–19 Januari 2026: Potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah.
- 20 Januari 2026: Hujan sangat lebat hingga ekstrem di NTT; hujan lebat hingga sangat lebat di Bandar Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan.
- 21 Januari 2026: Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem di Jawa Barat.
- 22 Januari 2026: Potensi cuaca ekstrem di Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
- 23 Januari 2026: Potensi cuaca ekstrem di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.
- 24 Januari 2026: Intensitas cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
- 25–26 Januari 2026: Peningkatan curah hujan di Bali, NTB, dan NTT.
Penyebab dan Dampak Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca ekstrem yang diprakirakan oleh BMKG ini dipicu oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer yang aktif secara bersamaan. Analisis dinamika atmosfer terbaru menunjukkan adanya gangguan yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Ini merupakan faktor utama di balik peningkatan intensitas hujan di berbagai daerah.
Beberapa faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca ekstrem meliputi keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dan tekanan udara 1001 hPa. Pergerakannya ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin, yang pada gilirannya meningkatkan pembentukan awan hujan dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara.
Selain itu, penguatan Monsun Asia hingga 23 Januari 2026, disertai seruakan dingin (cold surge) signifikan dari daratan Asia, turut berkontribusi. Fenomena ini meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan memicu pertumbuhan awan hujan masif di selatan khatulistiwa. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Equator, dan Kelvin, yang didukung nilai OLR negatif, juga memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus, berpadu dengan kelembapan udara tinggi pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer.
Siklon Tropis Nokaen yang terpantau di Laut Filipina, utara Maluku Utara, juga diprakirakan menguat dan memengaruhi pembentukan pola angin di wilayah utara Indonesia bagian Timur. Kombinasi faktor-faktor ini secara kolektif meningkatkan potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Waspada Hoaks Cuaca Ekstrem yang Mencatut Nama BMKG
Di tengah peringatan cuaca ekstrem bmkg yang sah, penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait cuaca ekstrem sering terjadi dan dapat menimbulkan kepanikan serta kerugian di masyarakat. Hoaks peringatan cuaca buruk ini sering menyebar luas melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, menciptakan keresahan yang tidak perlu. Fenomena ini tidak hanya berpotensi menciptakan kepanikan massal, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang keliru dan berbahaya.
Beberapa contoh hoaks yang pernah beredar mencakup pesan berantai tentang cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 40-50°C di berbagai kota, yang seringkali mencatut deteksi satelit NASA. BMKG telah mengklarifikasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. BMKG menjelaskan bahwa suhu udara di sebagian besar wilayah Indonesia memang panas, tetapi bukan gelombang panas (heatwave), karena fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia melainkan di wilayah lintang menengah dan tinggi.
Selain itu, isu mengenai fenomena Squall Line yang dikabarkan akan menghantam wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun juga telah dipastikan sebagai hoaks oleh BMKG. Klaim bahwa Siklon Tropis 97S berpotensi "mengepung" Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan juga merupakan hoaks yang pernah diklarifikasi. Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Mengenali dan Menangkal Hoaks Cuaca Ekstrem
Untuk menghindari dampak negatif dari hoaks cuaca ekstrem, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali dan menangkalnya. Langkah pertama adalah selalu memeriksa sumber informasi. Pastikan informasi berasal dari situs web resmi BMKG (bmkg.go.id) atau akun media sosial resmi BMKG yang terverifikasi. Jangan mudah percaya pada informasi dari sumber yang tidak dikenal, tidak terpercaya, atau memiliki reputasi buruk, dan perhatikan alamat website dengan teliti karena situs palsu sering meniru tampilan situs resmi.
Selanjutnya, lakukan kroscek dengan membandingkan informasi yang diterima dengan sumber lain yang terpercaya, seperti media massa terkemuka, lembaga meteorologi internasional, atau situs web pemerintah terkait. Jika masih ragu, klarifikasi kebenaran informasi langsung kepada instansi terkait, yaitu BMKG. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan berita yang diterima sebelum memastikan kebenarannya. Literasi cuaca dan iklim menjadi kunci agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan dapat membedakan data resmi dengan informasi palsu.
Ciri-ciri hoaks umum, termasuk yang berkaitan dengan cuaca ekstrem, seringkali berupa ramalan akan terjadi gempa besar atau tsunami pada waktu tertentu. Informasi semacam ini hampir selalu merupakan berita bohong. BMKG terus meningkatkan literasi publik melalui berbagai program edukasi agar masyarakat memahami dasar-dasar informasi meteorologi dan dapat membedakan data resmi dengan informasi palsu, sehingga dapat terhindar dari kepanikan dan kerugian yang tidak perlu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500016/original/048540900_1770806487-bibit_ayam_-klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010109/original/069851000_1651143874-1651131460032-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499478/original/066982300_1770788097-BPS_lowongan_kerja_jadi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306820/original/071372600_1754450668-baznas_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527250/original/006793300_1773197470-cek_fakta_klaim_bantuan_sapi-_facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153321/original/071427000_1741322978-1741319451849_contoh-ucapan-lebaran-hari-raya-idul-fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519028/original/086217100_1772527699-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-03T150517.725.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522505/original/077909700_1772767675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-06T102620.434.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4375857/original/070678600_1680074821-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4225162/original/086793000_1668359431-pos_indonesia_subsidi_10jt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516203/original/021232900_1772266389-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524417/original/034625900_1772945711-BLT_UMKM_-_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009445/original/053641800_1651117730-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4797227/original/073420700_1712490620-20240407-Kepadatan_Tol_Palikanci-HER_6.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)




