Bolehkah Baca Bismillah di Kamar Mandi? Pahami Hukumnya Menurut Ulama

3 months ago 39

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan tentang bolehkah baca bismillah di kamar mandi sering muncul di kalangan umat Muslim, terutama bagi mereka yang hendak berwudhu di dalam toilet. Kamar mandi atau WC dikenal sebagai tempat yang sebaiknya tidak digunakan untuk berzikir atau menyebut nama Allah SWT.

Namun, membaca bismillah merupakan salah satu sunnah dalam berwudhu yang dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Hal ini menimbulkan dilema ketika seseorang harus berwudhu di kamar mandi, sementara di sisi lain ada larangan untuk berdzikir di tempat tersebut.

Melansir dari buku Fikih Empat Madzhab Jilid 1 oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, menurut Mazhab Syafi'i, membaca basmalah termasuk dalam salah satu sunnah wudhu sebelum dimulai. Persoalan ini menjadi penting untuk dipahami agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (12/11/2025).

Hukum Membaca Basmalah di Kamar Mandi

Persoalan bolehkah baca bismillah di kamar mandi memiliki pandangan yang beragam di kalangan ulama. Pada dasarnya, kamar mandi atau WC merupakan tempat yang tidak dianjurkan untuk menyebut nama Allah SWT karena kondisi tempat yang kurang suci. Namun, di sisi lain, membaca bismillah sebelum berwudhu merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan.

Melansir dari buku Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi'i karangan Dr. Musthafa Dib Al-Bugha, Rasulullah SAW mencontohkan untuk diam ketika berada di dalam WC , termasuk mengeluarkan perkataan baik seperti berzikir dan menjawab salam. Hal ini didasari oleh hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa ketika ada seseorang yang mengucapkan salam kepada Rasulullah saat sedang buang air kecil, beliau tidak membalasnya.

Dalam sabda Rasulullah SAW disebutkan, "Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah" (HR Ahmad dan Abu Dawud). Hadits ini menunjukkan pentingnya membaca bismillah sebelum berwudhu. Namun, mengingat makruhnya berzikir di kamar mandi, para ulama memberikan solusi yang bijak untuk mengatasi dilema ini.

Sebagian ulama berpendapat bahwa muslim hendaknya membaca basmalah di dalam hatinya tanpa mengucapkannya dengan lisan. Pendapat ini merupakan wujud solusi antara pertentangan makruhnya berzikir di tempat seperti itu dengan disyariatkannya membaca basmalah saat berwudhu. Sementara ulama lainnya berpendapat bahwa basmalah sebaiknya tetap diucapkan dengan lisan karena tuntutan syariat lebih kuat daripada kemakruhannya.

Pendapat Ulama tentang Membaca Basmalah dalam Hati

Syaikh Ibnu Utsaimin RA dalam Kitab Asy-Syarhul Mumti mengutip perkataan Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa jika seseorang bersin di kamar mandi, hendaknya dia mengucapkan Alhamdulillah di dalam hati. Dengan demikian, riwayat tersebut menganjurkan untuk melafalkan basmalah dalam hati ketika berada di WC.

Diriwayatkan dari Muhajirin bin Qunfuz bahwa ia mendatangi Nabi SAW yang sedang buang air kecil, lalu mengucapkan salam, namun beliau tidak menjawab. Setelah berwudhu, Rasulullah SAW meminta maaf dan berkata, "Aku tidak suka menyebut nama Allah Azza wa Jalla kecuali dalam keadaan suci" (HR Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat menjaga kesucian ketika menyebut nama Allah.

Pendapat yang menganjurkan membaca bismillah dalam hati menjadi solusi moderat bagi mereka yang hendak berwudhu di kamar mandi. Dengan cara ini, sunnah membaca bismillah tetap terlaksana tanpa melanggar adab di tempat yang kurang suci. Para ulama menyebutkan bahwa zikir dalam hati tidak termasuk dalam larangan berzikir di kamar mandi.

Dalam buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik disebutkan bahwa ada pengecualian untuk kondisi darurat, misalnya saat ada yang meminta air atau bertanya hal yang perlu segera dijawab. Namun, untuk zikir dan menyebut nama Allah, lebih baik dilakukan dalam hati jika berada di kamar mandi.

Adab Berada di Kamar Mandi dalam Islam

Islam mengajarkan berbagai adab ketika berada di kamar mandi atau WC untuk menjaga kesucian dan kehormatan. Adab-adab ini penting dipahami agar aktivitas di kamar mandi tetap sesuai dengan tuntunan syariat. Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan:

1. Masuk dengan Kaki Kiri dan Keluar dengan Kaki Kanan

Muslim dianjurkan untuk masuk kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu dan keluar dengan kaki kanan. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang mendahulukan sisi kanan untuk hal-hal yang baik.

2. Membaca Doa Sebelum Masuk dan Setelah Keluar

Sebelum masuk kamar mandi, disunnahkan membaca doa, "Allahumma innii a'uudzu bika minal khubutsi wal khabaaitsi" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan). Setelah keluar, membaca "Ghufraanak" (Aku mohon ampunan-Mu).

3. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Saat buang air, hendaknya tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kiblat sebagai arah shalat umat Muslim.

4. Tidak Berbicara di Kamar Mandi

Rasulullah SAW mengajarkan untuk tidak berbicara ketika berada di kamar mandi, termasuk menjawab salam atau berzikir. Ini merupakan adab yang penting untuk menjaga kesucian ketika menyebut nama Allah.

5. Tidak Membawa Sesuatu yang Mengandung Nama Allah

Sebaiknya tidak membawa Al-Quran, buku agama, atau benda lain yang mengandung nama Allah ke dalam kamar mandi. Hal ini untuk menjaga penghormatan terhadap nama Allah SWT.

6. Menggunakan Tangan Kiri untuk Bersuci

Muslim dianjurkan menggunakan tangan kiri untuk membersihkan diri setelah buang air. Tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang baik seperti makan dan bersalaman.

7. Membersihkan Diri dengan Air

Setelah buang air, wajib membersihkan najis dengan air hingga bersih. Istinja' merupakan kewajiban yang harus dilakukan sebelum berwudhu atau shalat.

Hikmah Adab di Kamar Mandi

Adab-adab yang diajarkan Islam ketika berada di kamar mandi memiliki hikmah yang mendalam. Pertama, mengajarkan umat Muslim untuk selalu menjaga kesucian dan kehormatan, bahkan dalam aktivitas yang sangat pribadi sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Kedua, adab tidak berbicara dan berzikir di kamar mandi mengajarkan tentang pentingnya memuliakan nama Allah SWT. Tempat yang kurang suci bukanlah tempat yang tepat untuk menyebut nama Allah dengan bersuara. Ini merupakan bentuk ta'dzim (pengagungan) terhadap Allah SWT.

Ketiga, adab-adab tersebut juga mengandung nilai kesehatan dan kebersihan. Misalnya, menggunakan tangan kiri untuk bersuci dan tangan kanan untuk hal-hal baik membantu mencegah penyebaran kuman. Demikian juga dengan kewajiban membersihkan diri dengan air setelah buang air.

Keempat, adab di kamar mandi mengajarkan disiplin dan kepekaan spiritual. Muslim dilatih untuk selalu ingat kepada Allah dalam setiap kondisi, namun dengan cara yang sesuai syariat. Bahkan di tempat seperti kamar mandi pun, ada aturan dan adab yang harus dijaga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

FAQ

  1. Bolehkah baca bismillah di kamar mandi secara lisan?Beberapa ulama membolehkan karena tuntutan syariat wudhu, sementara yang lain memakruhkannya.
  2. Apakah wudhu sah tanpa membaca bismillah di kamar mandi?Ya, wudhu tetap sah meskipun tanpa membaca basmalah, namun kehilangan sebagian kesempurnaannya.
  3. Bagaimana cara membaca bismillah di kamar mandi jika tidak boleh lisan?Anda dapat membaca basmalah di dalam hati tanpa melafalkannya dengan mulut.
  4. Mengapa ada larangan berzikir di kamar mandi?Kamar mandi dianggap tempat kotor dan tidak pantas untuk menyebut nama Allah sebagai bentuk penghormatan.
  5. Apakah membaca bismillah dalam hati di kamar mandi sudah cukup?Ya, membaca basmalah dalam hati dianggap sebagai solusi yang cukup untuk memenuhi sunnah basmalah.
  6. Apakah ada hadits yang melarang membaca bismillah di kamar mandi?Tidak ada hadits spesifik, namun ada hadits tentang keengganan Nabi menyebut nama Allah di tempat tidak suci.
  7. Apa rekomendasi terbaik mengenai bolehkah baca bismillah di kamar mandi?Pilihlah pandangan ulama yang paling Anda yakini, baik membaca dalam hati maupun melafalkan jika ada tuntutan syariat.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |