Cara Mendidik Anak Usia Dini Menurut Rasulullah SAW Jadi Panduan Penting Keluarga Muslim

3 months ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Cara mendidik anak usia dini menurut Rasulullah kini semakin banyak dijadikan rujukan utama keluarga Muslim yang ingin memberikan pendidikan terbaik sejak masa kecil. Metode ini dinilai selaras dengan fitrah anak dan tidak bertentangan dengan nilai modern.

Para orang tua juga menggabungkan ilmu parenting kontemporer dengan Cara mendidik anak usia dini menurut Rasulullah agar pendidikan menjadi lebih menyeluruh, tidak hanya fokus pada kecerdasan tetapi juga akhlak dan kedekatan spiritual.

Pendekatan ini menempatkan keteladanan sebagai inti utama, karena anak akan lebih mudah mengikuti apa yang dilihat daripada sekadar mendengar instruksi.

Para ulama pun menegaskan bahwa pola didik ala Rasulullah bersifat inklusif dan fleksibel, selama tetap sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Pengenalan Agama Sejak Dini

Pendidikan pertama yang diperkenalkan adalah mengenalkan anak kepada Allah sejak masa kandungan, melalui lantunan Al-Qur’an dan suasana emosional yang tenang dari ibunya.

Banyak penelitian yang mendukung bahwa janin mampu merespons suara dan tekanan emosional, sehingga suasana spiritual ibu menjadi pengaruh besar bagi perkembangan si kecil.

Ketika anak lahir dan memasuki masa balita, orang tua mulai mengajarkan agama melalui aktivitas sederhana seperti mengaji, dzikir, ikut sholat, dan mengenalkan adab dasar.

Langkah-langkah ini lebih efektif bila dilakukan melalui pembiasaan, bukan paksaan, agar anak tumbuh mencintai agama secara alami.

Pendidikan Akhlak Usia Dini

Rasulullah menekankan bahwa akhlak adalah pendidikan terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anaknya. Pandangan ini sudah dijelaskan dalam banyak hadits sahih.

Hadits riwayat At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadiah paling berharga untuk anak adalah akhlak yang baik, bukan harta atau jabatan.

Para ahli perkembangan anak juga menegaskan bahwa usia balita merupakan fase paling efektif dalam membentuk karakter jangka panjang.

Jika akhlak baik ditanamkan sejak kecil, anak akan memiliki fondasi mental yang kuat ketika menghadapi tantangan kehidupan.

Menanamkan Amanah dan Tanggung Jawab

Rasulullah dikenal karena sifat amanahnya, sehingga orang tua dianjurkan mengajarkan tanggung jawab kepada anak sejak kecil.

Penerapannya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti meminta anak merapikan mainan setelah dimainkan atau membantu pekerjaan ringan.

Saat memasuki usia sekolah, tanggung jawab tersebut ditambah dengan kewajiban menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu.

Tanggung jawab utama lain adalah sholat, yang harus mulai dibiasakan sejak usia 7 tahun.

Mengajarkan Memilih Teman

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah menjelaskan pentingnya lingkungan teman bagi pembentukan karakter.

اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُAr-rajulu ‘alā dīni khalīlih, falyanzhur ahadukum may yukhalil“Seseorang mengikuti agama temannya, maka perhatikanlah siapa yang menjadi teman dekatnya.”

Orang tua disarankan memberi arahan mengenai pergaulan yang baik dan lingkungan positif yang membawa manfaat.

Namun anak juga harus diajarkan tidak merendahkan atau membully teman yang kurang baik, karena Islam mengajarkan adab dalam bermuamalah.

Mengajarkan Sholat Sejak Kecil

Rasulullah memerintahkan agar anak mulai dibiasakan sholat sejak usia 7 tahun, sebagaimana tertuang dalam hadits berikut.

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَMurū awlādakum biṣ-ṣalāti wa hum abnā-u sab‘i sinīn“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka telah berusia tujuh tahun.”

Psikolog menyebut bahwa pembiasaan rutin seperti sholat berjamaah bersama keluarga jauh lebih efektif daripada instruksi verbal semata.

Dengan keteladanan, anak lebih mudah menanamkan ibadah tersebut sebagai kebutuhan, bukan beban.

Memisahkan Tempat Tidur Anak Laki-Laki dan Perempuan

Rasulullah menganjurkan pemisahan kamar anak laki-laki dan perempuan pada usia 7 tahun sebagai bentuk penjagaan adab.

Pemisahan ini bukan sekadar aturan, tetapi bagian dari menjaga fitrah anak sekaligus mengajarkan batasan aurat dan privasi.

Anak juga perlu diajarkan untuk tidak mandi bersama atau membuka pakaian di depan lawan jenis, meskipun itu saudara kandung.

Langkah ini membantu membangun rasa malu yang positif, yang merupakan bagian dari iman.

Tidak Mudah Marah dan Menebarkan Kasih Sayang

Dalam banyak riwayat, Rasulullah dikenal sebagai sosok yang lembut terhadap anak. Bahkan ketika ada anak melakukan kesalahan, beliau tidak terburu-buru memarahi.

Penelitian psikologi modern membuktikan bahwa kemarahan berlebihan dapat menghambat perkembangan emosional dan membuat anak sulit percaya diri.

Sebaliknya, pendekatan lembut lebih efektif membuat anak memahami nasihat tanpa merasa disakiti secara emosional.

Karena alasan ini, Cara mendidik anak usia dini menurut Rasulullah menjadi contoh utama bagi keluarga yang ingin membangun karakter anak dengan cara yang sehat dan penuh kasih.

Pertanyaan Seputar Tema

1. Apa inti pendidikan anak usia dini dalam Islam?Menanamkan akhlak, ibadah, dan keteladanan sejak kecil.

2. Mengapa anak harus dibiasakan sholat sejak usia 7 tahun?Karena usia tersebut adalah masa pembentukan kebiasaan inti dalam tumbuh kembang.

3. Bagaimana sikap Rasulullah ketika anak melakukan kesalahan?Beliau memilih kelembutan dan memberi nasihat dengan tenang.

4. Mengapa memilih teman menjadi bagian dari pendidikan anak?Karena akhlak seseorang mudah terpengaruh oleh lingkungannya.

5. Apakah Cara mendidik anak ala Rasulullah masih relevan untuk era modern?Sangat relevan karena nilai-nilainya universal dan mendukung perkembangan emosional maupun spiritual.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |