Cara Menghadapi Orang yang Zalim dalam Islam: Lengkap Beserta Doa Ketenangan Hati

3 months ago 37

Liputan6.com, Jakarta Cara menghadapi orang yang zalim dalam Islam telah diatur dengan jelas melalui tuntunan Al-Qur'an dan hadis. Menghadapi kezaliman memerlukan kesabaran, kebijaksanaan, dan keteguhan iman agar tidak terjebak dalam dendam yang justru menjerumuskan ke dalam dosa. Zalim merupakan salah satu sifat tercela yang harus dijauhi oleh setiap muslim.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menemui orang-orang yang berbuat zalim kepada kita, baik melalui perkataan, perbuatan, maupun perlakuan yang menyakitkan. Melansir dari buku Konsep Muamalah dalam Islam karya Taufiq, et al. (2023), zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan dan meninggalkan yang seharusnya dilakukan.

Oleh karena itu, cara menghadapi orang yang zalim dalam Islam harus sesuai dengan tuntunan syariat agar kita tetap berada di jalan yang benar. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (10/11/2025).

Cara Menghadapi Orang yang Zalim Dalam Islam

Ketika menghadapi orang yang berbuat zalim, Islam memberikan panduan yang komprehensif agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan tetap berada dalam bimbingan Allah. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan berdasarkan tuntunan Islam:

1. Bersabar dan Menahan Diri

Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi kezaliman. Rasulullah SAW mengajarkan untuk menahan amarah dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kesabaran bukan berarti pasrah, tetapi menahan diri dari tindakan yang bertentangan dengan syariat sambil mencari solusi yang tepat.

2. Beristigfar dan Memohon Ampunan

Cara pertama yang harus dilakukan adalah beristigfar kepada Allah Swt. Mohon ampun atas segala dosa yang mungkin telah diperbuat dan memohon agar kezaliman yang dialami dapat menjadi penghapus dosa. Istigfar membuka pintu rahmat Allah dan menenangkan hati yang sedang terluka.

3. Melakukan Muhasabah Diri

Introspeksi diri atau muhasabah sangat penting dilakukan. Renungkan mengapa kezaliman tersebut terjadi, apakah ada kesalahan yang pernah diperbuat, dan pelajaran apa yang dapat diambil. Muhasabah membantu kita untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

4. Memperbanyak Doa

Doa adalah senjata paling ampuh bagi orang yang beriman. Allah Swt berfirman bahwa doa orang yang terzalimi tidak ada penghalang antara dia dengan Allah, sehingga doanya pasti dikabulkan. Perbanyaklah berdoa dengan memohon perlindungan, keadilan, dan petunjuk dari Allah Swt.

5. Mengambil Jalan Hukum yang Sah

Islam membolehkan untuk mencari keadilan melalui jalur hukum yang sah jika kezaliman tersebut dapat diselesaikan secara hukum. Namun, tetap harus dilakukan dengan cara yang baik, tidak melampaui batas, dan tetap berpegang pada prinsip keadilan Islam.

6. Memaafkan dengan Ikhlas

Jika memungkinkan dan kezaliman tidak terlalu berat, Islam sangat menganjurkan untuk memaafkan. Allah menyukai orang-orang yang memaafkan dan akan memberikan pahala yang besar. Memaafkan membebaskan hati dari beban dendam dan kedengkian yang dapat merusak jiwa.

7. Menjauh dari Pelaku Zalim

Jika kezaliman terus berlanjut dan tidak ada solusi, maka menjauh dari pelaku zalim adalah pilihan yang bijaksana. Islam mengajarkan untuk menjauhi hal-hal yang dapat membahayakan diri dan iman. Menjaga jarak dapat melindungi diri dari kezaliman yang lebih besar.

Melansir dari Islamic Ethics and Contemporary Issues oleh Dr. Muhammad Al-Qaradawi, menghadapi kezaliman dengan cara yang sesuai syariat akan mengangkat derajat seorang muslim dan menjadikannya lebih dekat dengan Allah SWT. Paling terpenting adalah tidak membalas kezaliman dengan kezaliman, karena hal itu justru akan menambah dosa dan menjauhkan dari ridha Allah.

Doa Saat Dizalimi: Arab, Latin, dan Terjemahan

Islam menyediakan berbagai doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kezaliman. Doa-doa ini merupakan bentuk perlindungan dan permohonan keadilan kepada Allah Swt. Berikut beberapa doa yang dapat dibaca:

1. Doa Agar Dijauhkan dari Orang Zalim (Surah Al-A'raf Ayat 47)

Arab: وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Latin: Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj'alnā ma'al-qaumiẓ-ẓālimīn.

Artinya: "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu."

2. Doa Agar Tidak Termasuk Golongan Orang Zalim (Surah Al-Mu'minun Ayat 94)

Arab: رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Latin: Rabbi fa lā taj'alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."

3. Doa Memohon Pertolongan Allah

Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Latin: Rabbanā lā taj'alnā fitnatan lil-qaumidh-dhālimīn.

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim."

4. Doa Memohon Perlindungan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السَّوْءِ فِي دَارِ الْمُقَامَةِ

Latin: Allāhumma innī a'ūdhu bika min jāris-sū`i fī dāril-muqāmah.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat tinggal yang tetap."

Mengutip dari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, doa-doa ini sangat mustajab ketika dibaca dengan penuh keikhlasan dan keyakinan. Doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan khusus di sisi Allah dan tidak ada hijab yang menghalanginya.

Larangan Membalas Kezaliman dengan Kezaliman

Islam dengan tegas melarang membalas kezaliman dengan kezaliman yang serupa atau lebih besar. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an bahwa balasan keburukan adalah keburukan yang serupa, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya dari Allah. Ini menunjukkan bahwa meskipun dibolehkan untuk membalas secara adil, memaafkan adalah pilihan yang lebih mulia.

Membalas kezaliman dengan kezaliman hanya akan menciptakan lingkaran setan yang tidak berujung. Kedua belah pihak akan terus saling menyakiti dan menambah dosa. Islam mengajarkan untuk memutus rantai kezaliman tersebut dengan kesabaran, pemaafan, dan kebaikan. Dengan demikian, keberkahan dan kedamaian akan tercapai.

Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam menghadapi kezaliman. Beliau pernah dizalimi oleh kaum Quraisy dengan berbagai cara, tetapi beliau tetap sabar dan tidak membalas dengan cara yang sama. Bahkan ketika beliau menaklukkan Mekah, beliau memaafkan orang-orang yang telah menzaliminya. Sikap mulia ini menjadi teladan bagi seluruh umat Islam.

Mengutip dari hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah menambah harta karena sedekah, dan tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan." Hadis ini menunjukkan bahwa memaafkan orang yang zalim justru akan meningkatkan derajat dan kemuliaan di sisi Allah dan manusia.

Perlindungan Allah bagi Orang yang Terzalimi

Islam memberikan jaminan bahwa Allah SWT akan melindungi dan membela orang-orang yang terzalimi. Dalam hadis qudsi, Allah berfirman: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi." Ini menunjukkan bahwa Allah sangat peduli terhadap kezaliman dan akan memberikan pembelaan kepada yang terzalimi.

Doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang terzalimi tidak ada hijab antara dia dengan Allah, sekalipun ia adalah orang kafir. Allah akan mengangkatnya ke langit dan berfirman: "Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meskipun setelah beberapa waktu." Ini menunjukkan kepastian pertolongan Allah bagi yang terzalimi.

Selain perlindungan di dunia, Allah juga menjanjikan pembalasan yang adil di akhirat. Pada hari kiamat nanti, Allah akan memberikan keadilan yang sempurna. Orang yang dizalimi akan mendapat haknya secara penuh, sedangkan pelaku zalim akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Tidak ada satu pun kezaliman yang luput dari perhitungan Allah.

Melansir dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang kezaliman selalu disertai dengan peringatan keras dan ancaman bagi pelakunya, serta janji perlindungan dan ganjaran bagi yang terzalimi. Ini menunjukkan keseriusan Islam dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak setiap individu.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan orang zalim dalam Islam?

Orang zalim adalah orang yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, melanggar hak orang lain, dan berbuat aniaya baik dalam perkataan maupun perbuatan.

2. Bolehkah membalas orang yang berbuat zalim kepada kita?

Islam membolehkan membalas secara adil dan seimbang, namun memaafkan dan berbuat baik adalah pilihan yang lebih mulia dan dianjurkan.

3. Apa doa yang dibaca saat dizalimi orang lain?

Salah satu doanya adalah "Rabbanā lā taj'alnā ma'al-qaumidh-dhālimīn" yang artinya "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim."

4. Bagaimana sikap Islam terhadap kezaliman?

Islam sangat mengecam kezaliman dan menjadikannya sebagai dosa besar yang akan dibalas dengan adil oleh Allah di dunia dan akhirat.

5. Apakah doa orang yang terzalimi pasti dikabulkan?

Ya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa doa orang yang terzalimi tidak ada hijab antara dia dengan Allah dan pasti dikabulkan meskipun memerlukan waktu.

6. Apa hikmah dari ujian kezaliman?

Hikmah kezaliman antara lain sebagai penghapus dosa, ujian kesabaran dan keimanan, serta sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

7. Haruskah kita menjauh dari orang yang berbuat zalim?

Jika kezaliman terus berlanjut dan membahayakan iman serta keselamatan diri, maka menjauh dari pelaku zalim adalah langkah yang bijaksana dan dianjurkan dalam Islam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |