Cara Mengusir Tikus dalam Islam dari Rumah: Pahami Doa dan Langkah Konkret yang Dilakukan

3 months ago 77

Liputan6.com, Jakarta Cara mengusir tikus dalam Islam memiliki panduan khusus sesuai syariat yang perlu dipahami tiap Muslim. Tikus merupakan hewan pengerat yang sering menimbulkan masalah di rumah karena dapat merusak berbagai perlengkapan dan membawa penyakit. 

Islam mengajarkan bahwa tikus termasuk dalam kategori hewan fawasiq atau hewan yang lebih banyak membawa bahaya dan masalah. Meski diperbolehkan untuk membunuhnya, ada adab dan etika tertentu yang harus diperhatikan dalam islam agar sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Melansir dari buku Al-Lu'lu' wal Marjan #2 karya Muhammad Fuad Abdul Baqi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tikus adalah salah satu dari lima hewan yang boleh dibunuh bahkan dalam keadaan ihram. Namun, pembunuhan tersebut tetap harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menyiksa. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (10/11/2025).

Cara Mengusir Tikus Dalam Islam yang Dianjurkan

Cara mengusir tikus dalam islam tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau dengan metode yang menyiksa. Meskipun umat Muslim diperbolehkan membunuh tikus, ada prinsip ihsan (berbuat baik) yang harus diterapkan dalam prosesnya. Berikut adalah tiga cara mengusir tikus dalam islam yang sesuai dengan tuntunan syariat:

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Langkah paling utama dalam cara mengusir tikus dalam islam adalah dengan mencegah mereka masuk ke rumah. Tikus sangat tertarik dengan sisa makanan dan lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah dengan tidak meninggalkan makanan terbuka, menutup rapat tempat sampah, dan membersihkan sisa makanan secara rutin menjadi kunci utama. Pastikan juga tidak ada celah atau lubang yang bisa menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.

2. Menggunakan Perangkap Tikus

Pemasangan perangkap merupakan cara mengusir tikus dalam islam yang diperbolehkan dengan catatan khusus. Apabila tikus sudah terperangkap, segera buang atau bunuh dengan cepat agar tidak memperpanjang penderitaannya. Islam melarang penyiksaan terhadap hewan, sebagaimana hadits Rasulullah yang menekankan prinsip ihsan dalam membunuh hewan. Hindari penggunaan racun yang membuat tikus menderita dalam waktu lama sebelum mati.

3. Memelihara Kucing

Salah satu cara alami mengusir tikus adalah dengan memelihara kucing. Selain efektif mengusir tikus, kucing merupakan hewan yang dicintai Rasulullah dan dianggap suci dalam Islam. Melansir dari buku Safinah Simple Series karya Zackiyah Ahmad, kucing adalah binatang yang keringatnya maupun sisa makanannya tidak najis. Keberadaan kucing di rumah dapat menjadi pencegahan alami agar tikus tidak berani masuk.

Doa Mengusir Tikus dari Rumah

Selain melakukan upaya fisik, umat Islam juga dapat membaca doa mengusir tikus dari rumah sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Doa ini merupakan pelengkap dari usaha-usaha konkret yang telah dilakukan untuk menjaga rumah dari gangguan tikus.

Ayat Kursi dapat dibaca sebagai doa mengusir tikus dari rumah. Ayat ini terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 255 dan memiliki kekuatan spiritual yang besar dalam memberikan perlindungan. Berikut adalah bacaan doa mengusir tikus dari rumah menggunakan Ayat Kursi:

Bacaan Arab: ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Bacaan Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta'khużuhụ sinatuw wa lā na'ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Hukum Membunuh Tikus dalam Islam

Islam memiliki pandangan yang jelas mengenai hukum membunuh tikus. Dalam beberapa hadits shahih, Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan bahwa tikus termasuk dalam kategori hewan yang boleh bahkan dianjurkan untuk dibunuh karena bahayanya.

Melansir dari buku Al-Lu'lu' wal Marjan #2 karya Muhammad Fuad Abdul Baqi, diriwayatkan dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسٌ مِنْ الدَّوَابِّ كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ يَقْتُلُهُنَّ فِي الْحَرَمِ الْغُرَابُ وَالْحِدَأَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَأْرَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Artinya: "Ada lima binatang yang seluruhnya fasiq, boleh dibunuh dalam keadaan ihram, yaitu burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing buas."

Hadits lain diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنْ الدَّوَابُ لَا خَرَجَ عَلَى من قتلهنَّ الْغُرَابَ والحداة والقارة والعقرب وَالْكَلْبُ الْغَفُورُ

Artinya: "Ada lima macam binatang yang tidak berdosa atas pembunuhannya di Tanah Haram dan dalam keadaan ihram, yaitu burung gagak, burung elang, tikus, kalajengking dan anjing buas."

Hukum membunuh tikus dalam Islam adalah mubah (boleh) bahkan mustahab (dianjurkan) karena termasuk dalam kategori fawasiqul khamsah atau lima hewan berbahaya. Tikus dijuluki sebagai salah satu hewan yang dapat menimbulkan mudharat bagi manusia, baik dari segi kesehatan maupun kerusakan yang ditimbulkan. Para ulama sepakat bahwa membunuh tikus tidak termasuk dalam perbuatan zalim terhadap hewan, justru merupakan bentuk pencegahan bahaya yang lebih besar.

Etika Membunuh Tikus Menurut Syariat

Meskipun membunuh tikus diperbolehkan dalam Islam, bukan berarti dapat dilakukan dengan cara yang sembarangan. Islam mengajarkan prinsip ihsan (berbuat baik) dalam segala hal, termasuk ketika harus membunuh hewan yang membahayakan.

1. Tidak Menyiksa dengan Api

Umat Muslim dilarang membunuh tikus dengan cara membakarnya. Pembakaran menyebabkan penderitaan yang sangat berat dan berkepanjangan, sehingga bertentangan dengan prinsip ihsan dalam Islam. Jika ingin membunuh tikus, gunakan cara yang cepat dan tidak memperpanjang penderitaannya.

2. Hindari Racun yang Menyiksa

Penggunaan racun tikus harus dipertimbangkan dengan matang. Islam membolehkan penggunaan racun hanya jika racun tersebut dapat membunuh dengan cepat. Namun, jika racun yang digunakan membuat tikus menderita dalam waktu lama sebelum mati, maka hal ini tidak dianjurkan. Prinsip dasar dalam Islam adalah menghindari penyiksaan terhadap makhluk hidup, meskipun hewan tersebut berbahaya.

3. Bunuh dengan Cepat

Apabila menggunakan perangkap dan tikus sudah tertangkap, segera akhiri nyawanya dengan cara yang cepat dan tidak menyakitkan. Jangan membiarkan tikus terperangkap dalam waktu lama tanpa makanan dan minuman, karena hal ini termasuk dalam kategori penyiksaan. Hadits Rasulullah menekankan bahwa ketika membunuh, lakukanlah dengan cara yang baik dan tidak menyakiti.

4. Prinsip Ihsan dalam Membunuh

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (kebaikan, kesempurnaan) dalam segala hal. Jadi jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan baik; dan jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah seseorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya." (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi landasan bahwa bahkan dalam membunuh hewan yang berbahaya seperti tikus, umat Muslim tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan tidak boleh melakukan penyiksaan.

Pencegahan Masuknya Tikus ke Rumah

Pencegahan lebih baik daripada mengobati, prinsip ini juga berlaku dalam mengatasi masalah tikus di rumah. Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tikus tidak masuk ke dalam rumah.

1. Tutup Semua Celah dan Lubang

Tikus dapat masuk melalui celah yang sangat kecil, bahkan lubang seukuran koin dapat menjadi jalan masuk bagi mereka. Periksa seluruh bagian rumah, terutama area dinding, lantai, dan plafon. Tutup semua celah dan lubang dengan menggunakan semen, kawat jaring, atau bahan lain yang tidak mudah digerogoti tikus. Perhatikan juga area sekitar pipa dan kabel yang masuk ke dalam rumah.

2. Kelola Sampah dengan Baik

Sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik menjadi sumber makanan yang menarik bagi tikus. Gunakan tempat sampah yang tertutup rapat dan buang sampah secara rutin setiap hari. Jangan biarkan sampah menumpuk di dalam atau di sekitar rumah. Pastikan juga area tempat sampah selalu dibersihkan agar tidak meninggalkan bau yang dapat menarik tikus.

3. Simpan Makanan dengan Benar

Tikus sangat tertarik dengan bau makanan. Simpan semua bahan makanan dalam wadah tertutup rapat, baik di lemari maupun di kulkas. Jangan meninggalkan makanan terbuka di meja atau di dapur, terutama pada malam hari ketika tikus lebih aktif. Bersihkan remah-remah makanan dan tumpahan segera setelah makan.

4. Jaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan sangat penting dalam mencegah kedatangan tikus. Bersihkan rumah secara rutin, terutama area yang sering terabaikan seperti belakang lemari, kolong tempat tidur, dan gudang. Hindari menumpuk barang-barang yang tidak terpakai karena dapat menjadi tempat bersembunyi tikus. Potong rumput dan semak di halaman secara teratur agar tidak menjadi sarang tikus.

5. Gunakan Bahan Alami Pengusir Tikus

Beberapa bahan alami dapat digunakan untuk mengusir tikus karena baunya yang tidak disukai oleh hewan ini. Misalnya, minyak peppermint, cengkeh, atau daun mint dapat ditempatkan di area yang sering dilalui tikus. Meskipun tidak membunuh, bahan-bahan ini dapat membantu mengusir tikus secara alami tanpa harus menyakiti mereka.

FAQ

1. Apakah boleh membunuh tikus dalam Islam? Ya, tikus termasuk dalam lima hewan berbahaya (fawasiqul khamsah) yang boleh dibunuh bahkan dalam keadaan ihram.

2. Bagaimana cara mengusir tikus menurut Islam? Cara mengusir tikus dalam Islam meliputi menjaga kebersihan lingkungan, memasang perangkap, memelihara kucing, dan membaca Ayat Kursi sebagai doa.

3. Apakah ada doa khusus untuk mengusir tikus? Doa yang dianjurkan adalah membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.

4. Bolehkah membakar tikus hidup-hidup? Tidak boleh, karena membakar tikus menyebabkan penyiksaan yang bertentangan dengan prinsip ihsan dalam Islam.

5. Apakah kucing bisa menjadi solusi mengusir tikus? Ya, memelihara kucing adalah cara yang dianjurkan karena kucing adalah hewan suci yang dicintai Rasulullah dan efektif mengusir tikus.

6. Bagaimana jika tikus terperangkap dalam jebakan? Tikus yang terperangkap harus segera dibunuh dengan cepat atau dibuang agar tidak menderita dalam waktu lama.

7. Apakah mengusir tikus termasuk ibadah? Mengusir tikus yang mengganggu dapat bernilai ibadah karena termasuk menjaga kebersihan dan kesehatan yang diperintahkan Islam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |