Deep Dive Apa Itu Parallel Play dalam Pertemanan Dewasa

3 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Pernah enggak sih kamu merasa butuh sosok teman yang nyaman diajak duduk bareng di satu ruangan, tapi kalian sibuk masing-masing? Kalau lagi ingin cerita soal keseharian atau sekadar nanya menu makan siang, ya tinggal ngomong. Tapi poin utamanya, enggak ada tekanan sama sekali buat terus-terusan mengobrol. Nah, situasi itu namanya parallel play atau permainan setara.

Meskipun istilah ini terdengar baru di telinga, kemungkinan besar kamu sudah sering mengalaminya bareng circle terdekatmu. Yuk, kita kupas tuntas dari paparan para ahli kesehatan mental soal apa itu parallel play dan dampaknya buat kesehatan mental kamu!

Apa Itu Parallel Play?

Awalnya, istilah parallel play ini lebih sering dikaitkan dengan tahapan perkembangan anak-anak usia balita.

Hillary Pilotto, pendiri dan psikoterapis di Better Balance Counseling mencontohkan, “Jika kamu pernah mengamati balita bermain, mereka melakukan hal masing-masing di dekat satu sama lain. Lalu, sesekali, mereka mungkin saling melirik atau berinteraksi sebentar, lalu kembali fokus main mandiri, itulah parallel play.

Psikolog klinis Christie Ferrari menambahkan bahwa parallel play sebenarnya adalah langkah awal anak-anak belajar bersosialisasi dengan orang lain.

“Jika kita menerapkan ini pada persahabatan orang dewasa, ini bisa terlihat seperti menikmati kebersamaan satu sama lain sementara masing-masing dari kamu terlibat dalam suatu aktivitas,” kata Christie Ferrari.

Contoh mudahnya dalam kehidupan sehari-hari:

- Duduk santai di tepi kolam renang sambil masing-masing sibuk baca buku, scrolling Instagram, atau membalas email kantor.

- Menemani bestie melipat pakaian di kosan, sementara kamu sendiri lagi dikejar deadline tugas . “Kalian bersama, tetapi tidak ada tekanan untuk terus terlibat,” ujar Christie Ferrari. Aktivitas ini secara tidak langsung mengajarkan kita soal empati, kemandirian, dan cara menghargai batasan masing-masing.

5 Manfaat Parallel Play dalam Pertemanan Dewasa

1. Membantu Mengelola Emosi

Sama kayak stres yang bisa menular, perasaan tenang dan rileks juga bisa menular, lho! Fenomena ini disebut dengan co-regulation alias saling membantu mengatur emosi.

Hillary Pilotto memaparkan, “Ketika kamu duduk di sebelah seseorang yang tenang dan terlibat dalam sesuatu yang mereka sukai, sistem saraf kamu akan menangkap hal itu. Otak kamu membaca sinyal-sinyal ini dan kortisol mulai menurun.”

Jadi, melihat sahabatmu merajut atau membaca dengan tenang di sampingmu ternyata bisa menurunkan hormon stres (kortisol) di tubuhmu secara instan.

2. Bebas Menjadi Diri Sendiri

Di lingkungan sosial yang menuntut seperti pesta atau acara formal, kita sering kali terpaksa berakting, basa-basi atau jaim. Berbeda cerita kalau kamu lagi melakukan parallel play.

“Artinya kamu dapat tampil sepenuhnya sebagai diri sendiri tanpa perlu berakting sepanjang waktu,” tutur Hillary Pilotto dikutip dari laman Real Simple.

Christie Ferrari juga setuju dan menambahkan parallel play memberi kamu rasa kedekatan karena berada di ruangan yang sama dengan seseorang, tanpa tekanan untuk harus bertindak dengan cara tertentu.

3. Merasa Dihargai Apa Adanya

Punya teman yang selalu menuntut kamu jadi sosok yang lucu atau selalu pengen minjem baju kamu terus-terusan pasti melelahkan. Parallel play membuktikan bahwa hubungan kalian sudah ada di level yang aman. Ini adalah tipe low-maintenance friendship di mana sekadar hadir dan duduk bareng di ruangan yang sama itu sudah lebih dari cukup.

4. Menjaga Social Battery Biar Tidak Drop

Konsep ini penyelamat banget buat kamu yang mengidentifikasi diri sebagai introvert atau mudah lelah kalau harus nongkrong formal.

Hillary Pilotto menegaskan, “Mereka yang mengidentifikasi diri sebagai introvert dapat benar-benar mendapat manfaat dari jenis pertemuan santai ini.” Metode ini juga ampuh buat memulihkan energi setelah kamu habis pulang dari tempat yang super ramai, kayak konser atau kondangan.

5. Menjaga Kedekatan Bareng Sahabat Lama

Parallel play adalah tanda kalau persahabatan kalian sudah matang dan melewati banyak badai bersama. Contoh nyatanya adalah tren silent book club, di mana orang-orang kumpul bareng cuma buat baca buku masing-masing tanpa agenda obrolan khusus.

Terkait hal tersebut, Christie Ferrari juga sepakat bahwa keheningan tanpa rasa canggung (awkward silence) ini paling pas diterapkan pada circle yang sudah mapan.

Kalau kamu sendiri, punya enggak sahabat yang asyik diajak parallel play seperti itu, Sahabat Cantika?

Pilihan Editor: Kenali 16 Tipe MBTI dalam Pertemanan, Ini Penjelasannya

REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |