DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Kemarau Ekstrem

3 hours ago 2

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam mengantisipasi ancaman kemarau ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi musim kemarau 2026 akan berlangsung esktrem akibat fenomena El Nino.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akan berkoordinasi dengan BMKG. "Untuk koordinasi dengan BMKG tentunya kami siap kapan saja dilakukan, tetapi yang jelas Pemerintah DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga sudah melakukan persiapan kalau memang diperlukan," kata Pramono kepada wartawan di Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta, pada Rabu, 29 Juli 2026. 

Pramono menjelaskan pihaknya akan menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan apabila kondisi kekeringan terus berlanjut. Sebab, kata dia, sudah tiga pekan Jakarta tak diguyur hujan. "Di beberapa tempat terjadi kekeringan," kata Pramono.

Menurut dia, kekeringan terutama terjadi di wilayah hulu yang berdampak terhadap Jakarta. Karena itu, pemerintah daerah mulai mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Sebelumnya, BMKG mengungkap kenaikan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator bagian timur telah melampaui lebih dari 1,56 derajat Celsius daripada suhu normalnya. Itu artinya fenomena El Nino telah memasuki fase intensitas kuat.

Perkembangan itu ada dalam "Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Juli" yang dipublikasi pada 23 Juli 2026. "BMKG memprediksi El Nino 2026 akan mencapai level sangat kuat," bunyi keterangan tambahannya.

BMKG menetapkan beberapa daerah berstatus waspada, siaga, dan awas terhadap kekeringan meteorologis sepanjang dasarian ketiga bulan ini (20-30 Juli). 

Analisis BMKG juga menyebutkan kalau nilai indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada Juni lalu masih berada dalam fase netral. Prediksinya, nilai itu akan beralih menuju positif mulai September hingga Desember nanti. Seperti diketahui IOD+ mirip dengan fenomena El Nino di Samudra Pasifik, yang menyebabkan wilayah Indonesia kering tanpa hujan.

Zacharias Wuragil berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |