Doa Agar Dipertemukan Ramadhan Mendatang Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Terjemah

3 months ago 35

Liputan6.com, Jakarta Doa agar dipertemukan Ramadhan mendatang bisa diamalkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar bisa beribadah kembali di bulan suci. Diketahui, jika bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Setiap Muslim berharap dapat merasakan kembali keistimewaan beribadah di bulan suci yang memberikan pahala berlipat ganda ini. Melansir dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa karya Nurhasanah Namin, Rasulullah SAW telah mengajarkan bacaan khusus yang dapat diamalkan untuk memohon agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Mengamalkan doa agar dipertemukan ramadhan mendatang menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan bagi setiap Muslim yang merindukan keberkahan bulan suci. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (12/11/2025).

Doa Agar Dipertemukan Ramadhan Mendatang: Arab, Latin, dan Terjemah

Umat Islam memiliki beberapa bacaan doa yang dapat diamalkan untuk memohon kepada Allah Swt agar dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Berikut adalah bacaan lengkap doa beserta terjemahannya yang dapat dipanjatkan sepanjang tahun.

1. Doa Pertama: Berkah di Bulan Rajab dan Sya'ban

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa karya Nurhasanah Namin disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah membaca doa ini:

Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Latin: Allahumma barik lana fi Rajabin wa Sha'ban, wa ballighna Ramadan.

Terjemah: "Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan."

2. Doa Kedua: Memohon Keberkahan Ramadhan

Quraish Shihab dalam bukunya Doa dalam Al-Quran dan Sunnah menjelaskan bacaan doa untuk menyambut Ramadan:

Arab: اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ

Latin: Allahumma ahluhu 'alayna bil-yumni wal-imaani wal-salaam wal-Islami wat-tawfiqi lima tuhibbu wa ardhaa, Rabbī wa Rabbuka Allāh.

Terjemah: "Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) dengan penuh keberkahan, iman, kedamaian, Islam, dan petunjuk untuk apa yang Engkau cintai dan ridhai, wahai Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."

3. Doa Ketiga: Memohon Kemudahan Beribadah

Dikutip dari buku Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya H. Hamdan Hamedan:

Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma hadza syahru Ramadan qad halla binaa, fa-adkhilhu alaina biamnin wa amanin wa sihhatin minas saqami wa bilfaraaghi minash shughli wa a'innalaa as-siyami wal-qiyami watilaawatil Qur'aani hattaa yanqadhi 'annaa wa ghafratalanaa wa raziitalanaa. Allahumma hadza syahru Ramadan qad hassa fasallimhu lanaa wa sallimnaa lahu fi suroorin minka wa 'aafiyatin. Allahumma arzuqnaa siyaamahu wa qiyaamahu wa biqabuulin minka wa imtithaali amrika wa ijtinabi nahiika. Allahumma arfa' 'annal kasala wal fatra wal sa'aamah wa arzuqnaa fiihi al-khaira wal jaddi wal ijtihad wal ajri wal quwwata wan nasyaata kamaa tuhibbu wa tardha.

Terjemah: "Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang. Ya Allah, inilah bulan Ramadan yang telah tiba bagi kita. Masukkanlah kami ke dalamnya (Ramadhan) dengan keamanan, kesejahteraan, dan kesehatan dari segala penyakit. Limpahkanlah kelapangan dari kesibukan dan berilah kami bantuan untuk menjalankan puasa, melakukan ibadah malam, dan membaca Al-Qur'an.

Hingga waktu bulan ini berlalu dari kami, Engkau telah mengampuni kami dan ridha terhadap kami. Ya Allah, bulan Ramadan telah datang, maka sambutlah kami dan sambutlah dia dengan sukacita dan kesejahteraan dari-Mu. Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkahan dalam menjalankan puasa dan ibadah malamnya. Terimalah amalan kami, patuhi perintah-Mu, dan hindarkan kami dari larangan-Mu. Ya Allah, angkatlah dari kami rasa malas, kelalaian, dan kelesuan. Berilah kami kebaikan, kesungguhan, usaha keras, pahala, kekuatan, dan semangat sebagaimana Engkau ridha dan cintai."

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam karena merupakan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Keistimewaan pertama adalah bahwa Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini, tepatnya pada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Di bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka lebar sementara pintu-pintu neraka ditutup rapat. Para setan dan jin jahat pun dibelenggu sehingga tidak dapat mengganggu manusia dalam beribadah. Kondisi ini menjadikan Ramadhan sebagai momentum terbaik bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.

Mengutip dari Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang dijadikan Allah sebagai latihan spiritual bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Bulan ini menjadi kesempatan emas untuk membersihkan jiwa dari dosa-dosa dan memperkuat iman melalui puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan berbagai ibadah lainnya. Keistimewaan lain dari Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar yang pahalanya setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun.

Selain itu, bulan Ramadhan juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Melalui puasa, seseorang dapat merasakan lapar dan dahaga sehingga lebih memahami penderitaan orang-orang yang kekurangan. Hal ini mendorong munculnya semangat berbagi dan bersedekah yang menjadi salah satu ciri khas bulan Ramadhan di tengah masyarakat Muslim.

Adab Memanjatkan Doa Agar Dipertemukan Ramadhan

Memanjatkan doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan agar doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt.

1. Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat kepada Nabi

Sebelum memanjatkan doa, hendaknya seorang Muslim memulai dengan memuji Allah Swt dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Cara ini menunjukkan penghormatan dan ketaatan kepada Allah serta Rasul-Nya yang dapat menjadi perantara diterimanya doa.

2. Berdoa dalam Keadaan Suci

Berdoa sebaiknya dilakukan dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Mengambil wudhu sebelum berdoa akan membuat hati lebih tenang dan khusyuk sehingga doa yang dipanjatkan lebih tulus dan fokus.

3. Menghadap Kiblat

Salah satu adab yang dianjurkan adalah menghadap kiblat saat berdoa. Posisi ini menunjukkan orientasi ibadah yang benar dan membantu memusatkan pikiran kepada Allah Swt.

4. Berdoa dengan Penuh Keyakinan

Berdoa harus disertai dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan permohonan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah berfirman, "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." Maka berdoalah dengan penuh harapan dan optimisme.

5. Memilih Waktu Mustajab

Memanjatkan doa agar dipertemukan ramadhan mendatang akan lebih baik jika dilakukan pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud, antara adzan dan iqamah, atau pada hari Jumat. Waktu-waktu tersebut memiliki keistimewaan tersendiri dalam hal pengabulan doa.

6. Berdoa dengan Suara Lembut

Berdoa tidak perlu dengan suara keras, cukup dengan suara lembut yang dapat didengar oleh diri sendiri. Allah Swt Maha Mendengar, bahkan bisikan terdalam hati pun dapat didengar-Nya.

7. Menutup Doa dengan Hamdalah

Setelah selesai berdoa, hendaknya ditutup dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah) dan kembali bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kesempurnaan dalam beradab ketika bermunajat kepada Allah Swt.

Amalan Pendukung untuk Menyambut Ramadhan

Selain memanjatkan doa agar dipertemukan ramadhan mendatang, terdapat beberapa amalan pendukung yang dapat dilakukan sebagai persiapan menyambut bulan suci. Amalan-amalan ini akan membantu meningkatkan kesiapan spiritual dan fisik dalam menjalani ibadah Ramadhan dengan optimal.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Melakukan puasa sunnah di bulan Rajab dan Sya'ban merupakan latihan terbaik untuk membiasakan diri dengan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW dikenal sangat rajin berpuasa di bulan Sya'ban sebagai bentuk persiapan menjelang Ramadhan. Puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 hijriyah), atau puasa Daud dapat menjadi pilihan untuk melatih ketahanan fisik dan mental.

2. Meningkatkan Kualitas Shalat

Memperbaiki kualitas shalat dengan lebih khusyuk dan tepat waktu menjadi persiapan penting menjelang Ramadhan. Menambah shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan rawatib akan membantu membangun kebiasaan baik yang akan sangat bermanfaat ketika Ramadhan tiba, terutama untuk melaksanakan shalat tarawih dengan penuh semangat.

3. Membaca dan Menghafal Al-Qur'an

Memulai kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin setiap hari akan memudahkan untuk melakukan tadarus di bulan Ramadhan. Jika memungkinkan, menambah hafalan atau muraja'ah hafalan yang sudah ada juga sangat dianjurkan sebagai bentuk persiapan spiritual yang komprehensif.

4. Memperbanyak Sedekah

Membiasakan diri untuk bersedekah dan membantu sesama sejak jauh-jauh hari akan melatih kepekaan sosial dan kedermawanan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan.

5. Bertaubat dan Memperbaiki Diri

Melakukan introspeksi diri dan bertaubat dari segala dosa merupakan persiapan rohani yang sangat penting. Membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti dengki, iri, dan dendam akan membuat ibadah di Ramadhan lebih berkualitas dan lebih mudah diterima oleh Allah Swt.

6. Menjaga Kesehatan Fisik

Mempersiapkan kondisi fisik dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, dan istirahat cukup akan membantu tubuh lebih siap menjalani puasa selama sebulan penuh. Kesehatan fisik yang baik akan mendukung pelaksanaan ibadah dengan lebih optimal.

FAQ

1. Kapan waktu terbaik memanjatkan doa agar dipertemukan Ramadhan? Waktu terbaik adalah di bulan Rajab dan Sya'ban, terutama saat sepertiga malam terakhir, saat sujud, atau antara adzan dan iqamah.

2. Apakah doa agar dipertemukan Ramadhan termasuk sunnah Rasulullah? Ya, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus di bulan Rajab dan Sya'ban untuk memohon keberkahan dan disampaikan hingga Ramadhan.

3. Bolehkah berdoa agar dipertemukan Ramadhan dalam bahasa Indonesia? Boleh, namun lebih utama menggunakan bahasa Arab sesuai sunnah kemudian ditambah doa dengan bahasa sendiri.

4. Apakah doa ini termasuk sunnah? Tidak secara khusus disunnahkan, namun isinya baik karena berisi harapan untuk ibadah.

5. Bolehkah membaca doa ini bersama-sama? Boleh, selama niatnya untuk memohon kebaikan dan tidak meyakini ada tata cara khusus.

6. Apakah doa ini bisa dibaca setelah Ramadhan selesai? Ya, justru saat itu waktu yang tepat untuk berharap bisa bertemu Ramadhan berikutnya.

7. Apa manfaat membaca doa agar dipertemukan Ramadhan? Doa ini menumbuhkan semangat ibadah dan rasa syukur atas umur yang masih diberi Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |