Liputan6.com, Jakarta - Terkadang seseorang dirundung masalah sehingga hatinya selalu gelisah dan merasakan kekhawatiran mendalam. Untuk itu penting bagi seorang muslim untuk mengetahui doa memohon jiwa yang tenang, sebagai bagian dari ikhtiar meraih kententraman hati.
Sarihat dalam MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berjudul Rahasia Ketenangan Jiwa dalam Al-Qur’an; Kajian Tafsir Tematik mendefinisikan ketenangan jiwa sebagai sakinah, sebuah kondisi ketentraman hati yang mendalam, bebas dari kegelisahan, ketakutan, dan keraguan. Konsep ini tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga spiritual.
Dijelaskan pula bahwa jiwa (nafs) dalam Al-Qur’an memiliki beragam sifat, termasuk nafs al-muthma’innah (jiwa yang tenang), yang disebutkan dalam Surah Al-Fajr ayat 27-30 sebagai jiwa yang dipanggil kembali kepada Tuhan dengan ridha dan diterima dalam surga.
“Jiwa yang tenang ialah yang tenang dan yakin. Yakin bahwa Allah adalah Tuhannya dan tunduk kepada Allah.” demikian jelas Imam al-Qurthubi, sebagaimana dikutip Sarihat.
1. Doa Nabi Ayyub saat dalam Kesulitan
Berikut ini adalah doa-doa memohon jiwa yang tenang, merangkum dari Hisnul Muslim dan sejumlah kitab dan buku karya pemikir kontemporer lainnya.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Doa ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena merupakan doa orang yang terdesak (dzikr al-mudhtharr)
Bacaan ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan besar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ
Artinya:"Maka dia (Yunus) berdoa dalam keadaan yang sangat gelap (dalam perut ikan), "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya' [21]: 87-88)
Dalam kitab "Hisnul Muslim" (Benteng Muslim), doa ini dimasukkan sebagai salah satu dzikir dan doa yang mustajab. Dr. Said bin Ali Al-Qahthani menjelaskan bahwa keutamaan doa ini terletak pada:
- Pengakuan Tauhid yang Sempurna (Lā ilāha illā anta): Mengosongkan hati dari segala sesuatu selain Allah.
- Penyucian Allah (Subḥānaka): Mensucikan Allah dari segala kekurangan dan kezhaliman
- Pengakuan Dosa dan Kembali kepada Allah (Innī kuntu minaẓ-ẓālimīn): Sebuah bentuk taubat nasuha dan pengakuan akan kelemahan sebagai hamba.
2. Doa Memohon Perlindungan dari Kesedihan dan Beban
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala'id-daini wa ghalabatir-rijal
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat kikir dan ketakutan, serta lilitan hutang dan tekanan manusia.”
Doa ini merupakan hadits shahih yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA, yang artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: 'Adalah Nabi SAW berlindung (kepada Allah) dari susahnya bala' (cobaan berat), dari datangnya kesengsaraan, dari buruknya qadha' (takdir), dan dari kegembiraan musuh (atas musibah yang menimpaku).' Kemudian beliau ditanya tentang hal-hal tersebut. Beliau bersabda: 'Doanya adalah: Allahumma inni a'udzu bika minal hammi...' (seperti doa di atas)."(HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, dan dinyatakan SHAHIH oleh Al-Albani)
Para ulama mengemukakan, doa ini adalah sebuah terapi spiritual yang komprehensif untuk melindungi jiwa dari berbagai penyakit hati dan tekanan hidup yang mengganggu ketenangan
3. Doa Nabi Musa AS (Memohon Kemudahan)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي . وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي . وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي . يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbisyrah li sadri wa yassir li amri, wahlul 'uqdatan min lisani, yafqahu qawli
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.”
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS sebelum menghadapi Fir'aun, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي . وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي . وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي . يَفْقَهُوا قَوْلِي
Artinya: "Musa berkata: 'Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.'"(QS. Thaha [20]: 25-28)
Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an menjelaskan, kelapangan dada (syarth ash-shadr) berarti dijauhkan dari rasa sempit, cemas, takut, dan ragu-ragu. Dada yang lapang adalah kondisi di mana jiwa siap menerima kebenaran, tenang dalam menghadapi kesulitan, dan dipenuhi dengan cahaya keyakinan (nur al-yaqin).
4. Doa Memohon Jiwa yang Tenang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Latin: Allahumma inni as'aluka nafsan bika mutma'innah, tu'minu biliqa'ika, wa tardha biqadha'ika, wa taqna'u bi'ata'ika
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang yakin akan pertemuan dengan-Mu, rela dengan ketetapan-Mu, dan merasa cukup dengan pemberian-Mu.”
Doa ini bukan berasal dari Al-Qur'an atau Hadits yang shahih, melainkan termasuk dalam kategori doa ma'tsurat yang diriwayatkan dari sebagian ulama salaf. Doa ini paling terkenal dinisbatkan kepada Sayyidina 'Utsman bin 'Affan RA dan berdasar makna ayat dalam Al-Qur’an:
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai.” (QS. Al-Fajr [89]: 27–28).
Ayat ini menjadi dasar konsep nafs al-mutma’innah — jiwa yang tenteram karena keimanan dan ridha pada ketentuan Allah.
Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam kitab Az-Zuhd:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو بِهَذَا الدُّعَاءِ
Artinya:"Dari 'Utsman bin 'Affan RA, bahwa beliau berdoa dengan doa ini."
Meskipun sanadnya tidak sampai level hadits marfu' (sabda Nabi), doa ini sangat populer dan mengandung makna yang sangat dalam serta sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.
Doa Sayyidina 'Utsman ini adalah sebuah permohonan yang komprehensif dan mendalam untuk meraih ketenangan jiwa sejati. Ia bukan sekadar meminta hilangnya gelisah, tetapi meminta jiwa yang telah mencapai maqam spiritual tertinggi
5. Doa Meminta Hati yang Bersih
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَلِسَانًا صَادِقًا
Latin: Allahumma inni as'aluka qalban saliman, wa lisanan sadiqan
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur.”
Doa ini bersumber dari doa Nabi Ibrahim AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an:
وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
Artinya:"Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan."(QS. Asy-Syu'ara' [26]: 84-85)
Sementara permohonan "qalban saliman" (hati yang selamat) merujuk langsung pada doa Nabi Ibrahim AS lainnya:
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
Artinya: "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan." (QS. Asy-Syu'ara' [26]: 83-85).
Imam Al-Ghazali Qalbun Salim adalah hati yang selamat dari segala penyakit syubhat dan syahwat, serta bersih dari segala bentuk kesyirikan, kedengkian, kebencian, dan akhlak tercela. Hati ini hanya tunduk kepada Allah semata.
6. Doa agar Diberikan Petunjuk
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."
Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 8, yang merupakan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang berilmu dan beriman, yang artinya:
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia."(QS. Ali 'Imran [3]: 8).
Menurut Imam Al-Wahidi dalam Asbabun Nuzul, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang beriman yang khawatir hatinya condong kepada kesesatan setelah melihat kekufuran orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka memohon kepada Allah agar diberi keteguhan hati.
Amalan-amalan Agar Jiwa Tenang
Merujuk jurnal Tafsir berjudul Rahasia Ketenangan Jiwa dalam Al-Qur’an; Kajian Tafsir Tematik, berikut ini adalah amalan-amalan agar jiwa tenang.
1. Zikir (mengingat Allah)
Zikir merupakan amalan utama untuk menenangkan jiwa berdasarkan QS. Ar-Ra'd: 28. Dengan berzikir, hati menjadi bersih dari kotoran dosa dan kegelisahan. Secara ilmiah, zikir terbukti menekan sistem saraf simpatetik (penyebab stres) dan mengaktifkan sistem parasimpatetik yang menenangkan. Amalan ini bisa dilakukan melalui dzikir pagi-petang, tasbih, tahmid, dan istighfar secara rutin.
2. Shalat khusyuk
Shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk berfungsi sebagai dialog langsung dengan Sang Pencipta. Gerakan-gerakan dalam shalat membantu merelaksasi otot dan melancarkan peredaran darah. Dari sisi psikologis, shalat terbukti mencegah depresi, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi hormon stres sehingga memberikan ketenangan jiwa.
3. Membaca dan mendengarkan Al-Qur'an
Al-Qur'an berfungsi sebagai penawar dan rahmat bagi orang beriman. Penelitian Dr. Al-Qadhi membuktikan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur'an dapat menimbulkan perubahan fisiologis seperti menurunkan tingkat depresi dan kesedihan. Membaca Al-Qur'an secara rutin setiap hari mampu menciptakan perasaan tentram dan tenang dalam hati.
4. Puasa sunnah
Selain merupakan ibadah wajib, puasa juga memiliki banyak manfaat psikologis. Puasa sunnah dapat membuat pikiran menjadi lebih damai, tenang, dan bahagia. Ibadah ini juga membantu mengurangi rasa agresif, takut, serta menumbuhkan rasa simpati dan empati terhadap sesama.
5. Bersedekah dan berzakat
Bersedekah dan mengeluarkan zakat berfungsi membersihkan jiwa dari sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Perasaan tenang muncul karena telah membersihkan harta dan membantu sesama. Doa yang menyertai proses sedekah dan zakat juga memberikan ketenteraman jiwa.
6. Berdoa dan bertawakal
Berdoa merupakan bentuk komunikasi langsung dengan Allah yang sangat efektif untuk menenangkan jiwa. Beberapa doa yang dianjurkan antara lain doa Nabi Yunus dan doa Nabi Musa. Setelah berdoa, bertawakal dengan menyerahkan semua hasil kepada Allah akan memberikan ketenangan batin.
7. Bersyukur dan qana'ah
Bersyukur atas nikmat yang diterima dan memiliki sifat qana'ah (merasa cukup) merupakan kunci ketenangan jiwa. Sikap ini mengalihkan fokus dari apa yang tidak dimiliki kepada apa yang telah dianugerahkan Allah. Dengan demikian, terhindar dari perbandingan sosial yang sering menjadi sumber kegelisahan.
8. Bergaul dengan orang shalih
Lingkungan pertemanan yang positif sangat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Bergaul dengan orang shalih memberikan pengaruh baik, memberikan nasihat yang membangun, dan menjadi support system yang sehat. Hal ini membantu terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak ketenangan jiwa.
9. Sabar menghadapi cobaan
Kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan merupakan pendidikan jiwa yang sangat efektif. Meyakini bahwa setiap cobaan pasti mengandung hikmah dan belajar mengembalikan segala urusan kepada Allah (tawakal) akan menciptakan ketenangan batin yang mendalam.
10. Shalat tahajud dan ibadah malam
Bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan shalat tahajud memberikan ketenangan spiritual yang khusus. Kesempatan bermunajat secara pribadi dengan Allah di waktu yang sunyi ini membangun kedekatan spiritual yang mendalam dan menenangkan jiwa.
People also Ask:
1. Baca doa apa agar hati tenang?
Untuk menenangkan hati, Anda bisa membaca doa zikir seperti "La ilaha illallahu, wa laa khowla wa laa quwwata illa billah" atau doa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad, seperti "Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan" yang berarti "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih". Membaca ayat-ayat Al-Qur'an juga sangat dianjurkan.
2. Kunci ketenangan hati itu apa?
Sabar adalah salah satu kunci utama dalam Islam untuk mencapai ketenangan hati. Sabar dalam menghadapi cobaan hidup, kesulitan, atau kegagalan akan membantu seseorang mengelola perasaan dan tetap menjaga ketenangan jiwa. Tawakal atau pasrah sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha juga merupakan kunci ketenangan hati.
3. Agar hati tenang baca surat apa?
Untuk menenangkan hati, Anda bisa membaca surat-surat Al-Qur'an seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surah Al-Insyirah, dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah. Selain itu, Surah Yasin, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas juga diyakini dapat memberikan ketenangan batin.
4. Apa doa untuk kekuatan mental?
Beberapa doa untuk menguatkan mental yang bisa diamalkan adalah Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah untuk ketenangan jiwa dan keyakinan, Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal huzni untuk berlindung dari kecemasan dan kesedihan, serta Ya Hayyu Ya Qayyum bi rahmatika astaghits untuk memohon pertolongan agar segala urusan dipermudah. Selain doa-doa tersebut, dapat juga dibaca doa lain sesuai keyakinan masing-masing.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513755/original/018031500_1772065055-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448678/original/076312300_1766037315-shurkin_son.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397214/original/081553500_1681628826-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506735/original/013845900_1771475144-keluatga_buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512358/original/092272800_1771952631-IOH_X_BERSATHU__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)








