Doa Ketika Mendengar Petir: Tasbih Bersama Alam untuk Peroleh Rahmat Allah

3 months ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Kilatan petir dan suara guruh makin sering terdengar seturut datangnya puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia. Untuk itu penting bagi umat Islam untuk mengetahui doa ketika mendengar petir.

Dalam pandangan Islam petir bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan juga merupakan tanda kekuasaan Allah SWT. Petir merupakan bentuk tasbih makhluk Allah di langit yang memuji kebesaran dan kekuasaan-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya, dan para malaikat pun karena takut kepada-Nya.” (QS. Ar-Ra’d: 13).

Para ulama menafsirkan kilatan dan gemuruh petir bermakna mengingatkan manusia untuk tunduk dan bersyukur atas kebesaran-Nya. Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an al-Adzim menjelaskan, setiap hal di langit dan di bumi memiliki caranya sendiri dalam bertasbih, meskipun manusia tidak dapat memahami bentuk tasbih tersebut.

Salah satu bentuk dzikir tersebut adalah doa. Doa disebut sebagai salah satu dzikir dan tasbih terbaik. Berikut ini adalah doa-doa ketika mendengar petir.

1. Doa Ketika Mendengar Petir I

Merujuk Buku Pintar Berdoa, Panduan Doa untuk Anak-Anak karya Ustadz Umar IR, berikut ini adalah bacaan doa ketika mendengar petir.

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.'

Artinya: "Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya."

Doa ini berasal langsung dari Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 13, yang berbunyi:

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

“Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya, dan para malaikat pun (bertasbih) karena takut kepada-Nya.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 13).

Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya membaca tasbih tersebut saat mendengar petir, sebagai bentuk dzikir dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan petir (ra‘d) bukan sekadar fenomena alam, tetapi tasbih makhluk langit yang tunduk kepada Allah. Menurutnya, ada malaikat yang ditugaskan untuk mengatur awan dan mengeluarkan suara petir sebagai bentuk dzikir.

Karena itu, ketika mendengar petir, manusia disunnahkan membaca kalimat tasbih tersebut untuk ikut menyucikan Allah sebagaimana makhluk langit melakukannya.

2. Doa Ketika Mendengar Petir II

Mengutip Buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap Dzikir dan Doa-Doa Mustajabah karya Ust Abu Quro, S.Ag, berikut ini adalah doa ketika mendengar petir.

اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu."

Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa’, Bab Doa ketika mendengar petir. Dalil terkait doa ini berlandaskan pada firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d: 13: “Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya, dan para malaikat pun karena takut kepada-Nya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa petir adalah manifestasi dari kebesaran dan kekuasaan Allah, sehingga ketika mendengarnya, seorang mukmin dianjurkan untuk merasa takut dan tunduk kepada-Nya.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ketika mendengar petir bertujuan menumbuhkan rasa takut kepada Allah, karena petir bisa menjadi tanda turunnya azab sebagaimana yang pernah terjadi pada kaum terdahulu.

Oleh karena itu, doa ini bukan hanya bentuk perlindungan, tetapi juga pengingat agar manusia memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah setiap kali menyaksikan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.

Keutamaan Berdoa Ketika Mendengar Petir

Berdoa ketika mendengar petir memiliki sejumlah keutamaan spiritual yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama. Amalan ini bukan sekadar respons terhadap fenomena alam, tetapi juga bentuk kesadaran iman akan kekuasaan Allah SWT.

1. Menghidupkan Rasa Takut dan Tunduk kepada Allah

Petir adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang menunjukkan betapa dahsyat kekuasaan-Nya. Dalam QS. Ar-Ra’d: 13, disebutkan bahwa “guruh bertasbih memuji-Nya dan para malaikat pun karena takut kepada-Nya.”

Dengan berdoa saat mendengar petir, seorang mukmin memperkuat rasa khauf (takut) kepada Allah. Rasa takut yang bukan mengarah pada ketakutan buta, melainkan rasa tunduk, hormat, dan pengakuan atas kebesaran-Nya.

Ulama seperti Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa rasa takut ini adalah sumber ketundukan hati dan kekuatan iman.

2. Dzikir dan Pengagungan Allah

Doa yang dianjurkan adalah bentuk dzikir tasbih, menyucikan Allah sebagaimana alam semesta melakukannya. Ketika manusia ikut bertasbih bersama makhluk langit, ia sejatinya ikut berdzikir bersama dengan alam.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, dzikir seperti ini memperkuat hubungan spiritual manusia dengan Allah dan menjadi penebus dosa kecil yang dilakukan tanpa sadar.

3. Mendapat Perlindungan dari Azab

Petir bisa menjadi tanda peringatan dari Allah sebagaimana disebut dalam QS. Ar-Rum: 24, bahwa Allah memperlihatkan kilat untuk menimbulkan rasa takut dan harapan.

Berdoa ketika mendengarnya berarti memohon perlindungan agar tidak tertimpa murka atau azab Allah.

4. Tanda Keimanan dan Keteguhan Hati

Ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa berdoa ketika mendengar petir adalah ciri orang beriman yang hatinya hidup. Mereka tidak melihat fenomena alam secara fisik saja, tetapi memahami makna spiritual di baliknya.

Orang yang segera berdoa menunjukkan bahwa hatinya peka terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga doa itu menjadi cerminan keteguhan tauhid dan keimanan.

Jadi, berdoa ketika mendengar petir mengandung nilai-nilai keimanan, perlindungan, dzikir, dan ketundukan, yang semuanya membawa manusia lebih dekat kepada Allah SWT.

Amalan Sunnah Ketika Hujan Turun

Di sisi lain, hujan merupakan kesempatan bagi kita untuk mengeruk lebih banyak pahala melalui amalan-amalan yang dianjurkan. Berikut ini adalah amalan yang disunnahkan saat hujan turun:

1. Membaca Doa Ketika Turun Hujan

Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut ketika hujan mulai turun:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allāhumma shayyiban nāfi‘an

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Berdoa Saat Hujan Turun Lebat

Hujan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Waktu hujan menjadi kesempatan emas untuk memanjatkan permohonan, karena saat itu langit terbuka dan rahmat Allah sedang turun. Banyak ulama menganjurkan agar seorang Muslim memperbanyak doa untuk memohon ampun, keberkahan rezeki, dan keteguhan iman ketika hujan.

3. Menyingkap Sebagian Tubuh Agar Terkena Air Hujan

Rasulullah SAW pernah menyingkap bajunya agar terkena air hujan. Anas bin Malik berkata: “Ketika hujan turun, Rasulullah SAW menyingkap pakaiannya hingga sebagian tubuhnya terkena air hujan. Lalu beliau bersabda: ‘Karena hujan ini baru saja turun dari Tuhan-nya.’” (HR. Muslim)

4. Mengucap Dzikir Setelah Hujan Reda

Setelah hujan berhenti, Rasulullah ﷺ membaca:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnā bifadhlillāhi wa raḥmatih

Artinya: “Kita diberi hujan berkat karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dzikir ini mengajarkan tauhid dan adab kepada Allah, yaitu meyakini bahwa hujan turun semata karena kehendak dan rahmat-Nya, bukan karena faktor alam semata.

5. Shalat dan Bersyukur atas Nikmat Hujan

Ketika hujan turun dengan membawa manfaat, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, sedekah, dan dzikir syukur. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, bahwa hujan adalah waktu turunnya rahmat, maka ibadah di saat itu sangat bernilai di sisi Allah.

Pertanyaan Seputar Doa Meningar Petir

Apa doa ketika mendengar petir?

Doa saat Dengar Petir Menggelegar, Bacalah agar Selamat dari ...Doa yang dibaca saat mendengar petir adalah "Subhanalladzi yusabbihur ra'du bihamdihi wal malaa-ikatu min khiifatih" yang berarti "Mahasuci Allah, yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.".

Kalo ada petir ucap apa?

Artinya: "Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya." Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu." Itulah doa yang dapat dibaca ketika ada petir.

Doa apa yang harus dibaca saat terjadi guntur?

Doa Mendengar Guntur

“ Subhanal-ladhi yusabbihu ar-ra'du bihamdihee, wal-mala'ikatu min khīfatih .” 'Maha suci bagi Dia yang dimuliakan oleh guruh dan malaikat karena takut kepada-Nya. '

Apa yang harus dilakukan ketika mendengar petir?

1. Segeralah masuk ke dalam ruangan atau mobil, jika sedang berada di luar ruangan dan mendengar guntur.

2. Jika berada di kolam renang, segera naik dan menjauh, karena petir dapat menghantarkan energi ke air.

3. Jangan berlindung di bawah pohon, karena pohon yang tersambar petir, energinya dapat melompat ke tubuh.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |