Doa Ketika Merasa Ditinggalkan Teman, Penenang Hati di Saat Sepi

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Dalam hidup, tidak semua pertemanan berjalan mulus. Ada kalanya seseorang merasa ditinggalkan, diabaikan, bahkan dilupakan oleh orang yang dulu dekat dengannya. Dalam momen seperti itu, Islam mengajarkan untuk kembali kepada Allah SWT dengan doa ketika merasa ditinggalkan teman.

Doa ini menjadi penenang batin di tengah kesepian dan rasa kehilangan. Saat hati terasa hampa karena tak lagi ditemani, Doa Ketika Merasa Ditinggalkan Teman membantu mengembalikan kekuatan jiwa dan keikhlasan menerima takdir Allah SWT.

Rasulullah SAW pun pernah mengalami kesedihan mendalam ketika kehilangan orang-orang yang dicintainya. Namun, beliau selalu menenangkan diri dengan berdoa dan bertawakal penuh kepada Allah SWT.

Kesedihan akibat pertemanan yang renggang bukanlah aib. Itu bagian dari ujian kehidupan agar manusia belajar bersandar hanya kepada Sang Pencipta.

Menghadapi Rasa Sepi dengan Iman

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin ditimpa kesusahan, kesedihan, kegundahan, atau kegalauan, melainkan Allah akan menghapus sebagian kesalahannya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa rasa sedih, termasuk karena ditinggalkan teman, bisa menjadi jalan penghapus dosa. Kuncinya adalah tetap sabar dan berbaik sangka pada ketetapan Allah.

Ketika perasaan terluka karena kehilangan teman, manusia cenderung mencari pelarian di dunia. Padahal, solusi sejati adalah dengan mengingat Allah SWT melalui doa dan dzikir.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menenangkan hati adalah doa berikut.

Doa Pertama: Permohonan Ketenangan dari Rasulullah SAW

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ...

Allahumma inni ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, nashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo’uka...

Artinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu. Segala keputusan-Mu berlaku padaku, dan ketetapan-Mu adil atas diriku...”

Doa ini menanamkan kesadaran bahwa setiap kejadian dalam hidup, termasuk ditinggalkan oleh teman, adalah bagian dari kehendak Allah yang penuh hikmah.

Ketika seseorang membaca doa ini dengan hati yang ikhlas, Allah akan menggantikan kesedihan dengan ketenangan dan kebahagiaan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ahmad.

“Tidaklah seorang muslim ditimpa kesedihan, lalu membaca doa ini, melainkan Allah akan menghapus kesedihannya dan menggantikannya dengan kebahagiaan.”

Doa Kedua: Dari Kisah Nabi Musa AS

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

Latin: Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

Doa ini mengajarkan ketenangan dan kejernihan berpikir saat menghadapi kesalahpahaman dengan teman. Dengan hati lapang, manusia bisa menerima perbedaan tanpa dendam.

Banyak ulama menafsirkan ayat ini sebagai doa pembuka kelapangan batin bagi siapa pun yang sedang tertekan, termasuk karena rasa ditinggalkan.

Oleh sebab itu, membiasakan diri membaca ayat ini setiap kali sedih dapat membantu menenangkan pikiran dan meneguhkan hati.

Doa Ketiga: Memohon Kesabaran dan Kekuatan

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ

Wa lammā barazū lijālūta wa junūdihī qālū rabbanā afriġ ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”

Meskipun doa ini digunakan oleh pasukan Thalut dalam peperangan, maknanya relevan bagi siapa pun yang sedang berjuang menahan rasa sakit karena kehilangan sahabat.

Kesabaran adalah benteng terkuat seorang mukmin. Dengan sabar, hati tidak goyah meski kehilangan teman terdekat.

Dalam kesabaran itu, Allah menyiapkan teman-teman baru dan kebahagiaan yang lebih besar.

Doa Keempat: Penyerahan Diri Sepenuhnya

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunallāhu wa ni‘mal-wakīl.

Artinya: “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Doa ini sangat pendek namun maknanya sangat dalam. Ia menjadi benteng batin ketika seseorang kehilangan tempat bergantung selain Allah.

Kalimat ini juga sering diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS saat dilemparkan ke dalam api. Sebuah simbol bahwa tawakal sejati mampu memadamkan panas ujian hidup.

Bagi yang merasa ditinggalkan, membaca doa ini menumbuhkan keyakinan bahwa Allah-lah teman sejati yang tak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Menemukan Makna Persahabatan Sejati

Islam mengajarkan bahwa sahabat sejati adalah yang mengingatkan kepada kebaikan dan tetap mendoakan walau tak lagi bersama.

Maka, jika ada yang meninggalkan, jangan balas dengan benci. Jadikan doa sebagai jembatan kebaikan yang tak pernah putus.

Sering kali, Allah mengambil seseorang dari hidup kita agar kita lebih dekat kepada-Nya.

Dengan berdoa dan berdzikir, hati akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan semangat hidup kembali tumbuh.

Dalam setiap perpisahan selalu ada hikmah tersembunyi yang Allah siapkan, asal kita mau bersabar dan percaya pada rencana-Nya.

Itulah keutamaan Doa Ketika Merasa Ditinggalkan Teman, penenang hati di saat sunyi, pengingat bahwa kasih Allah jauh lebih abadi dibanding kasih manusia.

People Also Talk

1. Apa yang harus dilakukan saat merasa kehilangan teman?Tetap bersabar, jangan menutup diri, dan perbanyak doa agar hati tenang.

2. Apakah doa bisa mengobati kesepian?Ya, doa membantu menenangkan hati dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

3. Mengapa Allah mengizinkan seseorang meninggalkan kita?Agar kita belajar bersandar hanya kepada-Nya, bukan pada manusia.

4. Kapan waktu terbaik membaca Doa Ketika Merasa Ditinggalkan Teman?Setelah sholat malam, saat hati sedang tenang dan fokus kepada Allah SWT.

5. Apakah sahabat sejati bisa kembali setelah pergi?Bisa saja, jika Allah menghendaki dan kedua hati sama-sama dikuatkan oleh keikhlasan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |